LATEST POST

latest

Masalah Keamanan, Pendidikan, Drainase dan Kesehatan Mencuat di Reses Muhammad Iqbal Anshari

Kamis, 24 Juli 2025

/ by Nanang

 



EXPRESSINDONEWS-- Personil Komisi IV DPRD kota Manado menggelar agenda masa reses ketiga di Kelurahan Molas (Cempaka), Lingkungan V, Kecamatan Bunaken, Kamis (23/7/2025).

Agenda 3 kali dalam satu tahun itu berbondong-bondong didatangi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Turut hadir dalam agenda tersebut, Camat Bunaken Herry Anwar, Kapolsek Bunaken Ipda Gabrien Zagi, mewakili Kacab BPJS Lidya, dan Perwakilan Dinas Pendidikan.

Sebelum memulai sesi tanya jawab, Sekertaris PAN kota Manado ini menyampaikan apa manfaat dari agenda reses ini. 

"Reses adalah masa dimana anggota DPRD turun ke dapil masing-masing untuk menyerap aspirasi masyarakat," Jelas Anshari. 

Setelah itu, eks Kepala Lingkungan 2 Periode Jacob Tuna saat memberikan aspirasi mengatakan keluh kesah masyarakat Molas (Cempaka) yang terkesan dibiarkan oleh Pemerintah. 

" Pertama saya ingin menyampaikan aspirasi. Tentang keamanan, ketertiban dan kenyamanan di kota Manado khusus Cempaka sampai hari ini aman dan kondusif, yang menjadi pernyataan kami, apabila ada perkara yang diselesaikan selalu 86, artinya kami mengamati sangat mengharapkan yang bersalah di hukum sesuai UUD, tapi kenyataan 1 2 hari sudah ada diluar, banyak orang melakukan kesalahan karena cuma 1 2 hari, kami mengharapkan efek jerah kepada anak-anak pembuat onar tegakan keadilan, APH kurang disiplin,"kata Tuna. 

Sambungnya, masyarakat Molas lingkungan V Cempaka sampai hari masih menunggu kepastian soal tanah yang diduduki mereka sudah puluhan tahun. 

"ini kami belum ada kepastian apakah tanah ini jadi hak milik atau hak milik orang lain, kami ingin kejelasan dan kepastian, ini adalah eks HGU, ini adalah tanah negara jadi hak rakyat miskin, jadi kami mohon untuk bisa menindaklanjuti apabila ada peluang tanah ini bisa menjadi hak kami,"terangnya lagi

Ditempat yang sama, warga setempat juga mengatakan soal drainase di Lingkungan V Molas katanya jarang dibersihkan noleh ketua Lingkungan.

" Satubmenit hujan pasti air masuk dirumah, dari dulu saluran air tidak dibersihkan, kami butuh kepala Lingkungan yang setiap hari jumat untuk bekerja, masyarakat perlu bimbingan pemimpin yang tegas bertanggungjawab. Saluran air dari banjir sampai sekarang semakin parah karena sampai sekarang tidak ada yang membersihkan,"imbuh warga itu. 

"Kami orang miskin, kami tidak pujya apa-apa, kemana kami akan pergi kalau sakit, tapi mengapa kami tidak dilayani dengan baik, 3 hari di rumah sakit kami harus dipulangkan. Dan itu sangat menyedihkan bagi kami, bahkan keluarga kami meninggal karena ditolak dari rumah sakit, itu saya mengalami, Auri kami hanya diperiksa didalam mobil akhirnya meninggal dunia, kalau memang betul dokter ingin melayani masyarakat harus selamatkan dulu baru dirujuk ke RS. Dimana keadilan bagi kami,"tambah Jacob Tuna melanjutkan pertanyaannya. 


"Kami masyarakat anak kami ingin suka sekolah kenapa tidak diterima di sekolah yang anak kami inginkan. Mengapa selalu ada jawaban banyak tidak lulus test, padahal anak pintar, tetapi disekolah yang menjadi pilihan tidak diterima, ternyata titipan, Anggota Dewan, kabid atau camat. Mengapa itu terjadi, padahal pendidikan sangat dianjurkan di negara kita,"tegasnya.

Dirinya pun berharap dengan aspirasi tersebut pemerintah bisa lebih adil untuk memperlakukan masyarakat miskin. 

Menanggapi aspirasi tersebut, Iqbal Anshari mengucapkan terima kasih animo masyarakat dalam menyampaikan keluh kesah. 

"Kita sama-sama hadir di tempat ini dalam rangka masa reses III, saya sebagai Anggota DPRD Manado sedang duduk dan bertugas di Komisi IV, Saya sangat berterima kasih, animo masyarakat sangat tinggi, mungkin karna waktu yang sangat tepat menyampaikan, tentu semua keluh kesah masyarakat akan kami tindaklanjuti untuk disampaikan kepada instansi yang terkait,"tegasnya.(***) 

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com