Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan

Tommy Daud Parasan Apresiasi Polresta Manado Tangani Tarkam, Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Tidak ada komentar

Selasa, 10 Februari 2026

 


Foto Kolase :Tommy Parasan (kiri) Kapolresta Manado (Tengah) Kasat Reskrim (Kanan) 

EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Tommy Daud Parasan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado, khususnya kepada Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid serta Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto, atas langkah cepat dan tegas dalam menangani berbagai insiden tawuran antar kampung (tarkam) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Manado.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Manado yang juga bermitra dengan Pihak Kepolisian itu menilai kehadiran langsung pimpinan Polresta bersama jajaran di lokasi-lokasi rawan menjadi bukti nyata keseriusan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Langkah cepat Kapolresta Manado bersama Kasat Reskrim dan seluruh jajaran patut diapresiasi. Kehadiran langsung di lapangan, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, menunjukkan komitmen kuat Polri dalam meredam potensi konflik,” ujar Anggota Fraksi Gerindra kepada media ini. 

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir Kota Manado sempat diwarnai aksi tarkam di sejumlah titik, di antaranya wilayah Sindulang antar lingkungan, Ternate Baru–Ketang Baru, Wonasa, Ternate Tanjung, hingga Karombasan. Sejumlah lokasi tersebut bahkan didatangi langsung Kapolresta Manado dan Kasat Reskrim untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keamanan.

Meski demikian, Tommy menegaskan bahwa upaya pencegahan konflik sosial tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak kepolisian semata. Menurutnya, Pemerintah Kota Manado harus turut ambil bagian secara aktif dan berkelanjutan.

“Penanganan masalah sosial seperti tarkam ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Polresta Manado. Pemkot Manado harus hadir dan bekerja bersama. Peran pemerintah sangat penting, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga ketua lingkungan yang sehari-hari hidup dan mengenal langsung masyarakat di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Tommy menilai sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Dengan koordinasi yang kuat, potensi konflik dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

Sebagai Ketua PD Tunas Indonesia Raya (Tidar) Sulawesi Utara, organisasi kepemudaan Partai Gerindra, Tommy Parasan juga mengajak generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi dan menjadikan perdamaian sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemuda harus menjadi pelopor persatuan, bukan justru terjebak dalam konflik yang merugikan masa depan. Tidar Sulawesi Utara siap bersinergi dengan pemerintah, kepolisian, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan cinta damai,” ungkapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar kolaborasi lintas sektor terus diperkuat demi menjaga Kota Manado tetap aman, damai, dan kondusif, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik tanpa rasa takut maupun kekhawatiran. (Laks) 

Monica Tambajong Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Mas Affan Kurniawan

Tidak ada komentar

Jumat, 29 Agustus 2025

  


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado Monica Tambajong Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Mas Affan Kurniawan


Manado, 29 Agustus 2025 — Duka mendalam menyelimuti Kota Manado atas meninggalnya Mas Affan Kurniawan yang terjadi kemarin. Anggota DPRD Kota Manado, Monica Tambajong, sebaga Ketua Partai Solidaritas Kota Manado turut menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa tersebut.


“Saya, Monica Tambajong, anggota DPRD Kota Manado, sangat berduka dengan meninggalnya Mas Affan Kurniawan. Peristiwa ini menjadi luka bagi kita semua,” ujar Monica dalam pernyataan resminya.


Ia menegaskan bahwa dirinya percaya kepada institusi kepolisian untuk menangani kasus ini dengan profesionalisme tinggi. “Kami percaya pihak kepolisian akan bersikap profesional dalam penyelidikan kasus ini dan menjatuhkan sanksi kepada yang bersalah sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.


“Saya percaya, Polri adalah garda terdepan yang melindungi masyarakat. Dan kita harus terus mendukung mereka untuk menjalankan tugasnya secara adil dan transparan.”


Kepada masyarakat, Monica memberikan pesan penyemangat agar tidak kehilangan harapan. “Saya paham, kita semua terluka, kecewa, dan ingin rasanya apatis. Tapi kiranya saya mohon masyarakat agar tetap kuat, berani, kritis, dan bersuara—namun terarah (kondusif tanpa merusak fasilitas negara yang itu menggunakan uang rakyat) dalam mengawasi kinerja pemerintah,” ungkapnya.


Ia juga mengapresiasi masyarakat yang aktif menyuarakan aspirasi melalui aksi-aksi damai. “Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menjadi garda terdepan dalam demo untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Kalian adalah bagian penting dari demokrasi.”


Pernyataan Monica Tambajong ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat Manado untuk terus menjadi dalam memperjuangjan keadilan dan kebenaran secara kolektif, tanpa meninggalkan nilai-nilai konstitusional dan kemanusiaan. (***) 

Kapolsek Tuminting Iptu Victorrico Andriadhi Hartono: Sosok Dedikatif dan Sosok Calon Pemimpin

Tidak ada komentar

Sabtu, 23 Agustus 2025

 



Berita Profil:


EXPRESSINDONEWS— Iptu Victorrico Andriadhi Hartono S.Tr.K kini menjadi wajah kepolisian aktif di Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Sejak dipercayakan sebagai Kapolsek menggantikan AKP Ronald Varit Sabaja melalui serah terima jabatan pada Maret 2025 , beliau terus menorehkan sejumlah kontribusi nyata kepada masyarakat.

Pada 10 Maret 2025, Iptu Victorrico memimpin pembagian takjil gratis kepada warga dan pengendara, serta menggelar buka puasa bersama tokoh agama dan jamaah di Masjid Al Munawarah, Kelurahan Mahawu . Menurut beliau, kegiatan tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan sinergi antara Polisi dan masyarakat . Setelah berbuka, kegiatan ditutup dengan salat berjamaah, memperkuat nuansa kebersamaan dan keharmonisan .

Kesadaran sosial tak berhenti di Ramadan. Pada 12 Maret 2025, Polsek Tuminting memantau pelaksanaan Pasar Murah yang diselenggarakan Pemkot Manado, memastikan kelancaran transaksi sekaligus mencegah gangguan keamanan . Lagi-lagi, kehadiran aktif beliau menjadi jaminan kenyamanan bagi masyarakat.


Pada 8 Juni dan 24 Juli 2025, Polsek Tuminting menggelar patroli dan pengaturan lalu lintas di sejumlah SPBU untuk mencegah penyelewengan BBM subsidi dan menertibkan arus kendaraan . Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam melindungi akses publik sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Tak hanya berkutat pada tugas rutin, pada 28 Juli 2025, Iptu Victorrico mewakili Kapolresta Manado dalam tatap muka antara Pemkot, BKSUA, tokoh lintas agama, dan pemuda se-Kota Manado. Ia menekankan pentingnya komunikasi lintas sektor guna menjaga kerukunan menjelang tahun politik dan menghadapi tantangan sosial. 


Belum lama ini dirinya menjadi fasilitator perdamaian dua kelompok pemuda di Tuminting sepakat berdamai dalam dialog yang difasilitasi Polsek. Iptu Victorrico memberikan pesan tegas: "Semua kesalahan akan dihapuskan, asalkan tidak diulang kembali." Ia pula mengajak para pemuda untuk fokus pada pendidikan dan cita-cita, serta memupuk tanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan .

Iptu Victorrico Andriadhi Hartono menampilkan kombinasi yang kuat antara kepemimpinan publik dan pendekatan kemanusiaan. Lewat berbagai kegiatan—mulai dari pembagian takjil hingga fasilitasi dialog antar kelompok—beliau mendorong polisi hadir secara nyata di tengah masyarakat. Polri tidak lagi sekadar penjaga keamanan, tetapi juga mitra strategis dalam membangun komunitas yang inklusif dan harmonis.

Buka puasa & takjil gratis Pendekatan kemanusiaan, memperkuat sinergi sosial

Monitoring Pasar Murah Menjaga akses ekonomi masyarakat secara aman

Pengaturan SPBU & patroli BBM Stabilitas distribusi, keamanan publik

Dialog lintas agama & komunitas Mendorong toleransi dan kolaborasi lintas sektoral

Fasilitasi perdamaian pemuda Pencegahan konflik dan pembentukan pemimpin masa depan. 


Dengan catatan tugas yang padat dan kontribusi yang luas, sosok Iptu Victorrico Andriadhi Hartono menunjukkan integritas dan visi peran polisi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini. (Laks) 


Peter Alexander Eman Dampingi Kapolresta Manado Salurkan Bansos dan Beda Rumah di Malalayang Dua

Tidak ada komentar

Rabu, 02 Juli 2025

 



EXPRESSINDONEWS-- Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman kota Manado Peter Alexander Eman mendampingi Kapolresta Manado Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Mewakili Pemerintah kota Manado, Dinas Perkim turut ambil bagian dalam mendukung program  Polresta Manado bagi-bagi Bansos dan beda rumah di lokasi Malalayang Dua, Kecamatan Malalayang, Rabu (2/7/2025). 

Turut hadir dalam kegiatan ini Camat Malalayang Yusuf Kopitoy, jajaran Pemerintah Kecamatan Malalayang, serta tim dari Polresta Manado dan Disperkim Kota Manado.

Dilansir dari pionnews, Eman mengatakan bahwa kolaborasi pemkot dan Polresta Manado untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi antara Polresta Manado dan Pemerintah Kota Manado. Kami di Disperkim berperan untuk memastikan program bedah rumah dan penyediaan air bersih berjalan maksimal. Ini adalah upaya bersama untuk memberikan hunian yang lebih layak dan akses air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Peter Alexander Eman.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di kawasan padat penduduk dan permukiman kurang layak.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto P. Sirait menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan pemerintah daerah dalam pelayanan publik.

Warga Kelurahan Malalayang 2 menyambut gembira dan berterima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan di momentum HUT Bhayangkara ke-79 ini. (***) 


Monica Tambajong : Kami Bangga Jadi Anak Anggota Polri

Tidak ada komentar

Selasa, 01 Juli 2025

 


EXPRESSINDONEWS-- Momentum HUT ke 79 Bhayangkara ada harapan serta doa yang menyelimuti bagi seluruh anggota Polri yang ada di Indonesia. Kesehatan dan keselamatan yang bertugas selalu didoakan keluarga untuk ayah dan istri tercinta yang ada di Instansi Polri.


Seperti Monica Tambajong, anggota Legislatif DPRD kota Manado ini mengungkapkan kebahagiaannya di hari besar HUT Bhayangkara ke 79 ini. 

Dalam cuitannya, ia mengatakan bangga menjadi anak anggota Polri. 

"Untuk ayah Tercinta, Roy Tambajong kaki bangga menjadi anak anggota Polri dan anak Indonesia," Tulis Personel Komisi IV DPRD Manado ini. 

 Ia menjadi saksi hidup bagaimana tugas seorang anggota Polri yang tulus dan ikhlas mengabdi untuk negara. 

"Sejak kecil, kami menyaksikan betul perjuangan ketulusan, keihklasan dan integritas dalam pengabdian papi untuk bangsa dan Negara," Tambah Srikandi PSI ini. 

"Lebih dari itu, kami melihat sosok ayah dan ibu yang luar biasa telah mencetak trias Politica dalam satu atap, Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif," Tambahnya. 

Ia pun mengucapkan terimakasih kasih sedalam-dalamnya kepada orang tua tercinta karena telah memberikan kasih cinta dan nilai pelajaran dalam kehidupan. 

"Ketekunan, perjuangan dan terlebih takut akan tuhan, kami paham tidak ada pencapaian yang bisa diraih tanpa kerja keras dan doa," Tutup Aleg DPRD termuda ini. (***) 



Sakti!! Juindo Oknum APH Diduga Backup Gudang Mafia Solar di Bitung, Disinyalir Milik PT BSP

Tidak ada komentar

Minggu, 22 September 2024

 

Foto: Ilustrasi Mafia Solar dan Kapolda Sulut Baru Irjen Pol Roycke Langie


EXPRESSINDONEWS-- Permainan sakti dari para mafia Solar seakan mampu mengelabui para aparat penegak Hukum. Tak hanya itu, lokasi-lokasi Gudang para mafia Solar disinyalir juga dibackup oleh Oknum-oknum APH.
Seperti Lokasi Gudang Mafia Solar yang ada di Bitung yang bertempat di belakang Stadion Dua Saudara sekitaran kantor Departemen Agama (Depag) Bitung.
Diduga, lokasi Gudang tersebut milik PT BSP yang dibackup APH berinisial Juindo (Kepala Gudang) dan memiliki kaki tangan Dede dan Oping.

Informasi yang dihimpun media ini, Lokasi Gudang ini ternyata menjadi tempat penampung solar-solar bersubsidi yang disedot dari SPBU-SPBU Bitung dan Manado.
Padahal Sudah jelas tertulis dalam Undang-Undang Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan sanksi bagi Pelaku penimbun BBM bersubsidi adalah Pidana penjara paling lama 6 (Enam) Tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000.- ( Enam Puluh Miliar Rupiah). Sanksi ini diatur dalam Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.
Hal ini tentu menjadi PR buat Kapolda Sulawesi Utara yang baru yakni Irjen Pol Dr Roycke Harry Langie apakah dirinya mampu memberantas mafia solar di Sulawesi Utara.

"Tentu ini menjadi PR baru buat Kapolda Sulut yang baru. Mereka (Mafia Solar) pasti akan tiarap karena ada pergantian Kapolda yang baru nah kemudian mereka akan beraktivitas kembali. Kita lihat saja bagaimana kinerja Kapolda Sulawesi Utara yang baru ini, apakah dia akan memberantasnya atau malah merawatnya,"kata Tahir M Aktivis kota Manado ini.

Sembari berharap kepada Kapolda yang baru juga berani menindak tegas kepada oknum-oknum APH yang menjadi tameng di lokasi Gudang Mafia Solar.

"Kalau bisa dipecat, jangan bikin malu seragam yang seharusnya menindak para mafia tapi malah bekerjasama," Tambahnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, salah satu mobil mobil tanki pengangkut solar industri berkepala biru yang bertuliskan PT. Berkat Sahabat Persada dengan DB 8159 CF berisi sekisar 8000 liter BBM Solar Bersubidi juga pernah didapati berada di kota Manado yang nahkodai oleh Brando. (***) 



Astaga!! KPK Diminta Usut Tuntas Kasus Dugaan Mega Korupsi Proyek Pembangunan Talud Pengaman Pantai kota Tahuna

Tidak ada komentar

Senin, 20 Mei 2024

 



EXPRESSINDONEWS-- Kasus Dugaan Mega Korupsi terkait pembangunan Talud Pengamanan Pantai kota Tahuna kali ini mulai terkuak. 

Diduga telah terjadi mega korupsi ratusan miliar rupiah terhadap proyek pembangunan talud pengaman pantai kota Tahuna yang melibatkan beberapa pejabat yang saat ini masih menjabat maupun yang sudah tidak menjabat lagi serta melibatkan dua kontraktor besar yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe yakni PT GMP, PT ADS milik sdr KS dan PT MJ yang dimiliki sdh HS.

Dimana proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spek atau gambar perencanaan yang ada di mana terjadi penyelewengan di dalam volume pekerjaan penimbunan proyek tersebut yang diduga tidak sesuai dengan blueprint sehingga mengakibatkan kerugian Negara maupun terhadap tanah masyarakat yang memiliki tanah SHM yang sah yang dikeluarkan oleh negara namun tidak mendapatkan ganti rugi sama sekali.


di mana akibat daripada  dugaan korupsi tersebut mengakibatkan kerugian negara ratusan miliar rupiah serta dana pembebasan lahan masyarakat yang diduga telah dikorupsi. 

"oleh karena itu kami selaku masyarakat akan segera mendatangi dan meminta kepada penyidik bareskrim polri, Kejaksaan Agung dan KPK agar segera Menindaklanjuti hal tersebut karena sangat merugikan keuangan negara yang cukup besar dan oleh karena itu saya berterima kasih juga kepada anggota Komisi Tiga dari partai demokrat yang dalam hal ini bersedia atau sangat respect untuk mendukung membantu menyuarakan kasus ini sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh penyidik," Kata Melvin Pontoh. 



Menurutnya, sebagai masyarakat yang turut dirugikan dalam hal ini akan segera membawa dokumen-dokumen yang dimiliki ke Mabes Polri dan KPK serta Kejagung. 

"saya mempunyai bukti semua untuk diserahkan ke Bareskrim Mabes Polri, kejaksaan agung dan KPK sehingga hal ini dapat segera diadili dan mendapatkan keadilan," Tambah Melvin. 

Diketahui, Pembangunan Talud Tahuna tersebut di mulai pada 2011 dan selesai sekira 2014.

Beberapa nama yang bertanggungjawab dalam proyek tersebut diketahui

Kabid Binamarganya Melancthon Herry Wolf dan Kadis PU Benny Pilat SE dan HR Makagansa yang menjabat Bupati saat itu. 

"Saya rasa para pejabat sebelumnya mengetahui ini dan ini perlu diusut tuntas. Seharusnya pembuatan Talud tersebut lurus kenapa dibuat bengkok dan mengambil tanah saya namun tidak ada ganti rugi, apa ini sengaja?, " Tanya Melvin. 

Selain itu dia menambahkan dirinya tidak main-main dalam pengungkapan kasus Dugaan mega korupsi ini. 

"Saya akan usut tuntas dan saya tidak main-main," Tutupnya. (***) 


Kapolda Sulut Diminta Jangan Tebang Pilih, Akitivis : Tangkap Mafia Solar 'Pasutri' Veni dan Fokla

Tidak ada komentar

Rabu, 28 Februari 2024

 


Foto: Diduga Gudang Penimbunan Solar milik Pasutri Veny dan Fokla (ist) 

EXPRESSINDONEWS -- Baru menjabatnya Kapolda Sulawesi Utara Irien Pol Yudhiawan Wibisono mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat dalam memberantas kasus-kasus yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab seperti penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi atau lebih akrab disapa Mafia Solar. 

Salah satunya, pujian tersebut datang dari salah satu aktivis anti korupsi Sulawesi Utara Calvin Castro. 


Foto: mobil truck diduga yang dipakai untuk membeli solar (ist) 

Menurutnya, dirinya sangat mengapresiasi sikap tegas Kapolda yang mampu meminimalisir kejahatan para pelaku mafia Solar. 

"Kami sangat mengapresiasi sikap tegas dan kebijakan Kapolda Sulut terhadap pelaku penimbunan BBM jenis Solar Bersubsidi alias Mafia Solar. Yang dilakukan Kapolda berhasil meminimalisir penyalajgunaan BBM jenis Solar Bersubsidi. Selain itu, mengurangi antrian di SPBU dan juga kelangkaan Solar Bersubsidi. Sekarang masyarakat tak perlu bersusah payah antri berlama-lama kalau membeli Solar Bersubsidi di SPBU. Tidak ada lagi kemacetan disekitar area SPBU," ujar Calvin Castro, Selasa (27/2/2024) seperti dilansir dari Ketik24. Com. 

Selain memuji, dirinya juga menyayangkan sikap Kapolda Jendral Bintang Dua ini yang terkesan masih juga tebang pilih kepada mafia solar kelas kakap seperti pasangan suami istri (Pasutri) Veni dan Fokla. 

"Sekali lagi, Saya puji tindakan Kapolda. Tapi sebaiknya tidak tebang pilih. Karena Saya mengamati, yang ditindak hanya pemain-pemain kelas bawah hingga menengah. Sedangkan pemain besar, yang punya modal besar tidak mampu disentuh, bahkan terkesan dilakukan pembiaran," jelas Calvin.

"Saya sebut saja salah satu pemain besar, ini lebih gila lagi, pemainnya suami istri. Suaminya berprofesi sebagai Pengacara, Veny alias VK dan Istrinya Fokla alias FSL. Keleluasaan mereka melakukan penimbunan BBM jenis Solar Bersubsidi selalu dikaitkan dengan nama besar mantan Kapolda Sulut berdarah Kawanua, yang ketika menjabat sangat dikenal tegas dan tidak kompromi terhadap aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) atau ilegal dan juga aktifitas penimbunan BBM jenis Solar Bersubsidi," beber Calvin Castro.

Dirinya meminta, Kapolda Sulut harus ambil langkah hukum tegas terhadap dua Pasutri yang dinilai berkeliaran bebas menyedot solar di Sulawesi Utara ini. 

"Sayangkan, nama besar Kapolda sebagai mantan Penyidik dan Direktur Koordinasi dan Supervisi II KPK, harus rusak dan tercoreng hanya karena tindakan setengah hati. Seperti oknum Pengacara Veny alias VK dan Istrinya Fokla alias FSL, Saya tau punya 2 gudang besar, yaitu di Kapitu, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang berkedok gudang kopra. Ada juga di rumahnya di Talawaan. Dari informasi dan bukti yang Saya dapat, Mafia Solar Suami Istri ini adalah penyuplai Solar Bersubsidi dengan harga industri ke beberapa Industri di kota Bitung, dan juga ke pertambangan emas rakyat di Tatelu, Minahasa Utara (Minut)," ungkap Calvin seraya memberikan bukti-bukti gudang milik Veny alias VK dan Fokla alias FSL dalam bentuk foto dan video yang didapatnya belum lama ini.

Calvin Castro pun sempat membeberkan

modus operandi yang dijalankan Veni alias VK dan Fokla alias FSL.

"Perbuatan pelaku penimbunan BBM Solar Bersubsidi yang kemudian menjualnya kembali dengan harga industri itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Pemain kecil membeli solar bersubsidi yang harganya di SPBU Rp 6.800 per liternya, dengan harga Rp 7.100 sampai Rp 7.300 per liternya. Kelebihan Rp 300 hingga Rp 500 per liter itu katanya sebagai "bonus pelicin" ke operator SPBU. Kemudian pemain kecil ini menjual ke Penampung, penampung ini pelaku kelas menengah, dengan harga Rp 8.500 sampai Rp 9.500 per liternya. Lalu pelaku kelas menengah ini menjual lagi ke pemain besar, seperti Veny alias VK dan Istrinya Fokla alias FSL dengan harga Rp 10.000 hingga Rp 10.500 per liternya. Pemain besar inilah yang menjual ke Pengguna Solar Industri dengan harga industri di angka Rp 12.500 hingga Rp 13.000. Bayangkan saja, Solar harga subsidi dijual dengan harga industri. Bahkan tanpa dikenakan pajak lagi. Nah, disini negara dirugikan oleh pelaku yang merupakan pemain besar dengan modal besar ini," beber Calvin merinci.

Ia pun memastikan akan menggelar aksi demo besar di Polda Sulut jika tidak ada tindakan hukum tegas terhadap Veny alias VK dan istrinya Fokla alias FSL.

"Saya akan menanti sikap tegas Kapolda Sulut. Kalau ada intervensi, kami akan menggelar aksi demo di Polda Sulut sebagai bentuk dukungan moril kami," pungkas Calvin. (***) 

Ronny Sompie Tunjukkan Arti Persahabatan: Sahabat Tidak Akan Meninggalkanmu dalam Keadaan Apapun

Tidak ada komentar

Selasa, 16 Januari 2024

 



EXPRESSINDONEWS-- Irjen Pol (Purn) Ronny Sompie SH MH patut diacungi jempol. 

Seorang yang dermawan dan tegas ternyata mempunyai jiwa persahabatan yang sangat tinggi. 

Sahabat sejati bukan tentang siapa yang telah lama kamu kenal, tetapi siapa yang menghampiri hidupmu dan tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi dan kondisi seburuk apapun, bahkan kematian sekalipun. 

Itulah yang dilakukan oleh Irjen Pol (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie SH,. MH, yang tak pernah melupakan sahabat lamanya meski telah berbeda pangkat dan kedudukan. 

Baginya, tiada yang lebih indah daripada kasih seorang sahabat, sebab sahabat menaruh kasih di setiap waktu dan selalu ada dalam tiap kesukaran. 

Hal tersebut dibuktikan oleh Ronny Sompie saat mengunjungi Almarhum Deny Youtje Sangeroki yang juga seorang purnawirawan Polri beberapa hari sebelum dipanggil pulang ke rumah Bapa di Surga. 

"Saya datang mengunjungi Ajun Komisaris Polisi Purnawirawan bapak Youtje sebagai perhatian karena ia adalah bagian dari keluarga besar KBP Polri, demikian juga saya," ujar Ronny waktu itu. 

Caleg DPR RI Dapil Sulut nomor urut 3 dari Partai Golkar ini membuktikan bahwa sahabat tak akan menghilang saat masalah datang, tapi menggandeng tangannya dan menghadapinya bersama-sama. 

Kehadiran Ronny Sompie memberikan kekuatan bagi keluarga yang tertimpa duka.

Ronny, yakin bahwa dengan kekuatan yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus, akan menguatkan keluarga tersebut melewati cobaan ini. 

"Saya hanya melakukan tugas saya sebagai seorang sahabat," ujarnya lagi. 

Ronny yang datang menggunakan setelan kemeja berwarna kuning tampak mendoakan dan berdoa bersama-sama sebelum meninggalkan RSUP Prof Dr. RD Kandou Manado. (***) 

Resmi!! Kompol Sugeng Wahyudi Santoso Jabat Wakapolres Minut

Tidak ada komentar

Senin, 13 November 2023

 


Foto: Sertijab Polres Minut Sulut (ist) 


EXPRESSINDONEWS-- Polres Minahasa Utara (Minut) hari ini menggelar kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) di kantor Mapolres Minut, Senin (13/11/2023).

Mantan Kasat Polresta Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso akhirnya resmi jabat Wakapolres Minahasa Utara (Minut) menggantikan Kompol J.H. Daniel Korompis.

Kegiatan tersebut diketahui dipimpin oleh Kapolres Minut AKBP Dandung P. Wibowo.

Dilansir dari Lektur.co, Kesempatan itu Kapolres Minut AKBP Dandung P. Wibowo mengatakan mutasi jabatan dilingkungan Polri, termasuk Polda Sulut, dan jajarannya merupakan hal yang biasa dilakukan dalam rangka penyegaran roda organisasi.

“Mutasi ini hal biasa dalam setiap instansi termasuk Polri sendiri, demi kepentingan organisasi dalam rangka menjaga dinamisasi organisasi sendiri,” kata dia saat memimpin serah terima jabatan pejabat dan perwira di Mapolres Minut, Senin (13/11/2023).

Menurut Kapolres, mutasi juga sebagai implementasi kebijakan pimpinan Polri, dalam bidang pengembangan sumberdaya manusia.

“Disamping itu juga dijadikan sebagai pemberian penghargaan kepada personil yang berprestasi,” terangnya.

Dikatakan, setiap keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan Polri, maka jajarannya wajib mengawal dan melaksanakannya.

“Dalam kesempatan ini pula, kami sampaikan selamat kepada Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, yang baru dilantik sebagai Wakapolres, saya yakin dan percaya dengan pengalaman tugas yang dimiliki saudara akan dengan mudah melaksanakan tugas kedepannya,” terangnya.

Selain itu, orang nomor satu di Polres Minut ini meminta, kepada para pejabat dan perwira yang baru diserah terimakan untuk segara menyesuaikan dan membangun sistem maupun metode dinamika secara cepat, tepat dan sinergi.

“Tingkatkan hubungan yang baik dengan lintas sektoral secara profesional dengan unsur pimpinan, tokoh agama, masyarakat, pemuda, serta pahami dan evaluasi setiap perkembangan yang akan dihadapi kedepannya,” harapnya.

(***)


Ronny Sompie Beri Apresiasi Brigjen Pol Dr Rinny Wowor : Generasi Muda Akan Terus Mengharumkan Nama Sulut

Tidak ada komentar

Senin, 03 Juli 2023

 


Foto : Brigjen Pol Rinny Wowor bersama Kombes Pol  Wingter Fauji Kura (ist) 

EXPRESSINDONEWS-- Kepedulian Putra asli Asal Sulut Irjen Pol (Purn) Dr Ronny Sompie SH MH kepada perkembangan dunia pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara sangat terlihat jelas. 


Mantan Kapolda Bali ini sangat mengapresiasi para generasi baru yang terus bermunculan di bidangnya masing-masing dengan mengharumkan nama Sulawesi Utara dengan segala prestasi. 


Salah satunya apresiasi yang diberikan kepada Dr. Rinny Wowor saat ini berpangkat sebagai sebagai seorang Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi. 


Bagaimana tidak, wanita tangguh berdarah Minahasa ini telah menjadi Jenderal Polisi ketiga asal Sulut yang berjenis kelamin perempuan. 


Diketahui Brigjen Pol. Dr. Hj. Rinny Shirley Theresia Wowor, S.Psi., M.Psi adalah lulusan Seba Polwan yang bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak tahun 2019 dan kini menjadi perwira tinggi di Baintelkam BIN. 


Wow, keren kan? Itulah kata yang akan terucap saat mengetahui bahwa Jenderal ini asal Sulut. 


Kenaikan pangkat orang ketiga polisi wanita asal Sulawesi Utara yang menyandang pangkat Jenderal setelah sebelumnya dipegang Jeane Mandagi dan kemudian Evie Suoth ini dilakukan melalui upacara penganugerahan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama kepada 22 Pati Polri yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Irjen. Pol. (Purn.) Dr. Ronny Sompie, SH. MH., pun memberi apresiasi atas prestasi Dr. Rinny Wowor. 


“Ia adalah sosok Polwan yang memiliki kemauan kuat untuk melakukan kinerja terbaik termasuk meraih prestasi di atas rata-rata Polwan se angkatannya,” tutur Ronny Sompie.


Ia menambahkan bahwa hanya Polwan yang memiliki karakter dan semangat untuk maju seperti ini yang bisa meraih posisi puncak mereka dalam karir di Kepolisian yang didominasi oleh Polisi laki-laki.


“Jumlah Polwan memang tidak sebanyak jumlah Polisi Pria. Dari jumlah yang terbilang sedikit tadi, hanya beberapa Polwan saja mempunyai kemampuan menaiki posisi puncak karir mereka dimana memang tidak bisa disejajarkan dengan Polisi Pria yang bisa ditempatkan dimana saja,” cetus Ronny Sompie yang akan maju di DPR RI Dapil Sulut 2024 ini.


Oleh karena itu kata dia, kita orang Minahasa beruntung memiliki keterikatan dari nama marga atau fam Rinny Wowor yang orangtuanya berasal dari tanah Minahasa. 


"Namun yang sangat jelas, kita mendapatkan sebuah pelajaran sangat berharga, bahwa Wanita Minahasa bisa bersaing juga untuk menduduki posisi puncak dalam karir di Kepolisian,” puji Sompie.


Mantan dirjen imigrasi ini mengajak agar para pembaca menjadikan pelajaran berharga ini untuk memacu semangat para generasi muda wanita di Sulut untuk meneladani dan mengikuti semangat juang yang telah dicontohkan oleh Rinny Wowor sampai meraih posisi jabatan dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi saat ini.


Semangat tersebut tidak hanya di bidang pekerjaan Polisi saja, karena masih banyak bidang pekerjaan lainnya yang keterwakilan wanita sangat terbuka


“Sebut saja di bidang UMKM, banyak peluang bagi keterwakilan gender wanita asal Sulut bisa bersaing dan berhasil disebabkan keuletan wanita Sulut dibandingkan para Pria Sulut misalnya,” kata mantan Kapolda Bali ini.


Sompie mempertanyakan mengapa yang berjualan di pasar di Sulut kebanyakan didominasi oleh sosok wanita misalnya? 


“Ya, itulah hebatnya wanita Sulut yang sangat dikenal dalam hal daya juangnya tidak mengenal batas area dan bidang pekerjaan,” Ia mengapresiasi.


“Demikian juga, bidang pekerjaan guru guru di Sekolah SD, SMP, SMA dan SMK. Coba kita bandingkan jumlah guru pria dengan guru wanita,” Sompie menambahkan.


“Pertanyaan yang bisa kita ajukan adalah untuk menjadi guru dan pedagang dalam UMKM apakah hanya boleh didominasi oleh wanita atau juga boleh digeluti oleh pria ?”, tanya Ronny Sompie. 


“Lalu kemana pria-pria yang telah menjadi guru dan UMKM?”, tutup Ketua Dewan Pembina DPP Kerukunan Keluarga Kawanua ini. (***) 

Hadir di Hut Bhayangkara ke 77, Presiden Senang Rakyat Kembali Percaya Polri, Ronny Sompie Jadi Role Model

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Presiden Republik Indonesia Ir Jokowi Dodo hadir dalam HUT ke 77 Bhayangkara yang di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (1/7/2023).


Orang nomor satu di Indonesia ini mengatakan, Polri barat sapu lidi harus bersih dan lurus. 


Disamping itu, Presiden juga menegaskan Polri harus lebih berhati-hati kedepannya, karena kewenangan institusi ini sangatlah besar. 


"Saya senang kepercayaan rakyat terhadap Polri sudah naik dari 60 persen menjadi di atas 70 persen," ujar Jokowi disambut tepuk tangan meriah. 


Bagi Presiden ini adalah kabar gembira, karena sebelumnya persepsi publik terhadap Polri sempat anjlok di bawah 50 persen karena kasus yang menyeret Ferdi Sambo dan Teddy Minahasa. 


Menanggapi pesan Presiden, membuat Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo langsung meminta maaf.


Dengan nada yang gemetar, Polisi Nomor 1 di Indonesia ini sampaikan permintaan maaf ke masyarakat yang merasa disakiti oleh oknum-oknum anggota Polri. 


"Dengan segala kerendahan hati, kami mengucapkan permohonan maaf atas perbuatan yang menyakiti hati masyarakat," ujar Sigit.

Disisi lain ada seorang purnawirawan Polri berdarah Minahasa Utara (Minut) yang dikenal dengan segudang prestasi dan independensi dalam menjalankan tugas di bidang penyidikan dan operasional Polri. 


Ya, namanya adalah Irjen. Pol. (Purn) Dr. Ronny Franky Sompie, SH., MH yang kini tengah mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPR RI dari Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut). 


Ronny Sompie disebut-sebut menjadi "role model" atau contoh yang baik bagi calon dan anggota Polri yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tengah masyarakat. 


Bagaimana tidak, Ronny sapaan akrabnya sejak menjabat Kanit Vice Control di Sat Serseum Ditreskrim Polda Metro Jaya sudah bersentuhan dengan penanganan kejahatan di Ibu Kota Jakarta, kemudian memimpin Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. 


Pernah mengungkap kasus cloning HP yang melibatkan pelaku dari Malaysia dan Singapura. 


Pengalamannya di Jakarta Pusat, Ronny dihadapkan pada situasi wilayah sekitar lstana Merdeka dan Gedung DPR/MPR nyaris setiap hari dipenuhi demonstran terutama menjelang Reformasi di bulan Mei 1998, Ronny sempat menghadapi suasana chaos di Jakarta dan tidak pernah meninggalkan kantor selama hampir dua minggu dalam rangka pengamanan Ibukota Jakarta saat lengsernya Presiden Soeharto. 


Setelah itu, Ronny mendapatkan promosi jabatan sebagai Kepala Satreskrim Polwiltabes Bandung, sebelum dimutasi ke Polda Jatim. 


Di kota buaya ini Ronny seperti pulang kampung, karena beberapa tahun sebelumnya pernah juga bertugas di Surabaya pada saat masih Perwira Pertama. 


Oleh karena keberhasilannya dalam melakukan pengungkapan beberapa kasus saat menjabat Kasat Pidana Umum di Polda Jatim, maka Ronny dipercaya menjadi Kapolres Gresik untuk menertibkan pembalakan liar yang menjadikan pelabuhan Gresik sebagai pelabuhan tempat penjualan kayu tebangan ilegal dari beberapa wilayah di Indonesia Bagian Timur. 


Saat itu, Kapolda Jatim dibawah kepemimpinan Irjen Pol Drs Sutanto yang sangat tegas terhadap mafia perjudian, ilegal logging dan penyelundupan.


Keberhasilan memimpin Polres Gresik, Polres Sidoarjo dan Dirresnarkoba Polda Jatim membuat pria kelahiran Surabaya 17 September 1961 ditunjuk memimpin Ditreskrim Polda Sumut. 


Di Sumatera Utara, Ronny harus berhadapan dengan cukong atau mafia illegal logging bernama Adelin Lis.


Ia menyeret Tokoh Mafia ilegal logging Medan ini ke pengadilan. 


Tapi langkahnya terhenti di pengadilan, karena AL yang dikenal kebal hukum terbukti diputus hakim pengadilan negeri Medan dengan putusan bebas. 


Tapi Ronny tak menyerah, ibarat sudah melangkah surut kembali. 


Ronny meminta jaksa melakukan kasasi ke MA dan akhirnya Hakim Kasasi memutuskan AL bersalah dan dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 1 milyar. 


Hal lain yang tidak kalah serunya dihadapi Ronny, saat menjabat Kapolda Bali menghadapi kasus pembunuhan Engelin, anak perempuan berumur 8 tahun, oleh orang tua angkatnya sendiri pertengahan tahun 2015. 


Karena pengalaman mumpuni sebagai penyidik, Ronny memberi petunjuk kepada penyidik gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar dibantu Disaster Victim lnvestigation (DVI) Bareskrim Mabes Polri.


Kerjasama ini mengungkap tabir pembunuhan yang menghebohkan Indonesia dan dunia. 


Keberhasilan mengungkap kasus Enjelin merupakan pengalaman paling berharga bagi lulusan Akpol 1984 ini.


Karops dan Karowasidik


Pengalaman lain yang tak kalah pentingnya, dialami Ronny saat menjabat Karoops Polda Metro Jaya. Ia harus menyusun rencana operasi kepolisian ibukota Jakarta.


Ia harus melaksanakan tugas sesuai memo intel yg diberikan kapolda terhadap suatu isue yang di lapangan.


Semua operasi Kamtibmas untuk mengamankan kegiatan hiburan, sepak bola, unjuk rasa, liburan, eksekusi putusan pengadilan, dan demonstrasi dilaksanakan dengan mengerahkan pasukan Sabhara dan Brimob dibantu dari Intelijen, Lalu Lintas, Reskrim dan Bimmas dengan jumlah anggota pengamanan menyesuaikan ancaman faktual yang akan dihadapi dan jumlah massa yang telah diperkirakan sesuai memo intel yang akan dihadapi di lapangan.


Dalam penyelenggaraan operasi tersebut Ronny tidak pernah menggunakan kesempatan dan kepentingan atau keuntungan pribadi apalagi mengakali jumlah anggaran yang dibutuhkan dalam setiap operasi.


Saat menjabat Kepala Biro Pengawasan Penyidikan di bawah Bareskrim Polri, jabatan ini termasuk jabatan baru di pertengahan tahun 2010 setelah terbentuk jabatan tersebut berdasarkan struktur organisasi Polri yang baru. 


Ronny Sompie memulai pekerjaannya sebagai Kepala Biro Pengawasan Penyidikan (Karo Wassidik) dengan hanya beranggotakan tiga orang PNS dan sepuluh Penyidik Utama untuk melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan penyidikan yang dilakukan oleh para penyidik mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda sampai Bareskrim di Mabes Polri.


Manajemen pengawasan penyidikan selalu dilakukan dengan cara transparan melalui mekanisme fokus group discussion (FGD) yg selalu dihadiri perwakilan dari ltwasum, Divisi Propam dan Divisi Hukum Polri dan pengaju komplain, keluhan dan tudingan yang telah disampaikan secara surat tertulis kepada Kapolri atau Kabareksrim Polri.


Hasil FGD diarahkan untuk menghasilkan Hasil Gelar Perkara dan Rekomendasi kepada penyidik yang menangani kasus tersebut. 


Baik Hasil Gelar Perkara maupun rekomendasi selalu dimintakan tanggapan penyidik untuk dirumuskan bersama sebelum diajukan laporannya kepada Kabareskrim Polri untuk memohon petunjuk lanjut. (***) 

HUT Bhayangkara ke-77 Dari Jenderal Hoegeng Hingga Irjen Pol. Purn. Ronny Franky Sompie

Tidak ada komentar

Sabtu, 01 Juli 2023

 


Foto : Irjen Pol (Purn) Ronny Franky Sompie SH MH

EXPRESSINDONEWS-- Hari ini Keluarga besar Polisi Republik Indonesia (Polri) yang dipimpin Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyambut Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-77 Tahun,


Dalam HUT Bhayangkara ke-77 mengambil tema Polri Presisi Untuk Negeri

Pemilu Damai Menuju

Indonesia Emas. 

Juli 1964 - 1 Juli 2023.  


Dalam moment Hari Bhayangkara ke-77, tentunya warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) teringat dengan kedua sosok Jendral yang pernah menduduki jabatan Kepala Imigrasi. 


Yakni mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso dan mantan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. (Purn) DR. Ronny Franky Sompie, SH.MH (RFS).


Tidak ada yang tidak mengenal kedua sosok ini,  Jenderal Hoegeng. Ia dikenal sebagai seorang Kapolri yang memiliki integritas yang tidak diragukan lagi pada masanya.


Dikenal sebagai seorang polisi yang jujur, bersih, dan berani. Bahkan tidak hanya saat menjabat sebagai Kapolri, banyak jabatan-jabatan di pemerintahan sebelumnya yang dijalani oleh Kapolri dengan gaya yang sama. Beliau pernah menjadi menteri sekretaris kabinet, menteri iuran negara, dan juga pernah menjadi kepala jabatan imigrasi. 


Irjen Pol. Ronny F Sompie, dikenal dengan Kadiv Humas Polri yang memiliki integritas, bahkan pernah menjabat sebagai 

Kapolda Provinsi Bali, bahkan di pemerintahan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai Direktur Jendral (Dirjen) Imigrasi.


Saat menjabat sebagai Kapolda Provinsi Bali, putra Tonsea asal Sukur Minut Sulawesi Utara ini, pernah mengungkap kasus 

pembunuhan yang menjadi viral sampai ke luar negeri pada tahun 2015 yakni adik Angeline (8).


Dalam pengungkapan kasus ini secara bertahap, tidak gegabah, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi para Penyidik Polri dalam mengungkap kasus pembunuhan dengan tidak perlu khawatir menghadapi cercaan media dan anggapan publik yang negatif terhadap Penyidik terutama Kapolda Bali yang turun secara langsung memimpin upaya pembuktian secara scientific investigation. 


Bukan mengejar tayang di media, melainkan mengerahkan semua kemampuan Pusat Labfor Polri dan Pusat Inafis Polri untuk menemukan jejak darah pelaku pembunuhan yang sangat cerdas menyiapkan dengan sangat sempurna cara menghindari upaya pembuktian penyidik Polri.


Dalam pengungkapan kasus tersebut sejak menjabat sebagai Kapolda Bali, dari era Jendral Hoegeng hingga Irjen Pol (Purn) DR. Ronny Franky Sompie, SH.MH.


Bahkan di HUT Bhayangkara ke-77 Tahun, menandakan Polri Presisi semakin Hebat di bawah Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Untuk Negeri Pemilu Damai Menuju Indonesia Emas. 


Hal ini pun mendapat apreasiasi dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Albert Piterhein Nalang. 


Menurut Albert, lebih khususnya untuk Irjen Pol (Purn) DR. Ronny Franky Sompie, SH.MH. Dengan adanya pengalaman dalam bidang kepolisian melalui pengungkapan kasus-kasus oleh Mantan Kapolda Bali Irjen Pol Ronny Sompie, 


Ini akan menjadi bentuk apresiasi Masyarakat Sulut dengan adanya "Ronny Franky Sompie untuk maju sebagai bakal caleg DPR-RI". 


"Semoga ini bisa menjadi garda terdepan bagi warga Sulut, untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di setiap jengkal yang di 15 kabupaten/kota. Aparat di beri mandat dengan atribut hukum dan memanggul senjata karena bertanggung jawab menggaransi hak perlindungan dan keamanan masyarakat.


Di tengah anjloknya "public trust" terhadap Polisi karena kasus Ferdy Sambo cs, Polri hadir melalui pengalaman-pengalaman pengungkapan kasus oleh Pak RFS dengan komitmen dan dedikasi pengabdian terbaik bagi masyarakat Sulut. 


"Buktikan kepada masyarakat bahwa tidak semua kesatria Bhayangkara itu buruk. Insitusi POLRI masih memiliki banyak kesatria Bhayangkara yang luhur, berdedikasi, berintegritas dan sejuk mengayomi masyarakat, ungkap Ketua DPD PJS Sulut sambil menyampaikan. Dirgahayu Bhayangkara ke-77. 

I Juli 1964 - 1 Juli 2023.


(***) 

20 Tahun Mengabdi, SDB 2002 Gelar Reuni Akbar

Tidak ada komentar

Sabtu, 25 Februari 2023




EXPRESSINDONEWS-- Alumni Ikatan Bintara (IKABA) Polri 2002 Atau Resimen Satya Dharma Bhayangkara (SDB) menggelar reuni dan syukuran akbar 20 tahun pengabdian di Kepolisian Republik Indonesia. 


Reuni Ikaba Polri 2022, di laksanakan di Hotel Sentra Minut dan di hadiri oleh seluruh anggota IKABA 2022, Sabtu (25/2/2023). 


Reuni akbar dengan mengusung tema Menjadikan Kebersamaan Sebagai Semangat Melayani dan Bertindak untuk Melindungi Menuju Polisi yang Modern Era lima titik nol. 


Dalam sambutannya Ketua IKABA 2002 Indonesia IPTU Firman mengajak seluruh anggota agar selalu menjaga kekompakan. 


“Melalui reuni dua dekade ini, mari kita tingkatkan persaudaraan dan silaturahmi, kita dukung program Kapolri serta menjaga marwah atau citra Polri dengan dasar Satya Haprabu,” Ujarnya. 


"Kebersamaan terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi Polri IKABA 2002. Tapi terkadang individu didalam kelompok tersebut tidak tahu atau bahkan melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasa kebersamaan begitu penting dalam sebuah organisasi Polri, ikatan, group atau komunitas? Kata "Kebersamaan" memiliki makna sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa. Kebersamaan memiliki empat unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya untuk semakin mempereratkan Kebersamaan itu sendiri, yaitu satu visi/tujuan, tidak memikirkan diri sendiri atau egois, memiliki kerendahan hati dan rela berkorban untuk teman,"sambung Rondonuwu, Donal dan Saron




Sementara itu, Ketua IKABA 2002 Polda Sulut IPTU Lesly Lihawa berharap seluruh anggota agar tetap semangat dalam melaksanakan tugas dan menjaga nama baik angkatan. 


Sementara itu, anggota IKABA 2002 IPTU Stenly Rondonuwu, IPDA Donal Balango dan AIPDA Saron Tampake bahwa perhelatan Kegiatan ini untuk memupuk kebersamaan dan kekompakan sesama alumni yg sudah terpisahkan karna tugas  dengan lokasi tugas yg berbeda.

 "karena sudah tersebar di beberapa Polres - Polres di wilayah Sulut bahkan di Polda lainnya, bahkan juga anggota IKABA 2002 tetap menggelorakan semangat untuk melayani dan bertindak untuk Melindungi. Kami tidak mengingat Hari Tapi Kami mengingat Moment  dalam Nostalgia Bersama 2 Dekade Resimen Satya Dharma Bhayangkara 2002 (SDB 2002)," Tutup 3 Anggota Polri ini. (***) 

Polda Sulut Bekali Mahasiswa dan PNS Untuk Bijak Dalam Gunakan Medsos Cegah Berita Hoax

Tidak ada komentar

Selasa, 07 Februari 2023

 




EXPRESSINDONEWS-- Polda Sulawesi Utara bekerja sama dengan sekolah tinggi ilmu komputer (STIK) menggelar acara seminar hoax dengan bertema "Bijak Medsos Hoax Menyingkir Mahasiswa Kritis Ekstrimisme Minggir" di Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (7/2/2023).

Kegiataj tersebut bertempat di aula kampus STIK rajawali dengan dihadiri oleh Mahasiswa, Guru dan PNS jajaran kabupaten Talaud. 

Kegiatan seminar ini dilaksanakan karena Masyarakat saat ini sering kali masih terpengaruh dengan berita-berita hoax yang sering menyebar di media sosial. Yang pululer saat ini yakni adanya penculikan anak. 

Acara juga dihadiri dari pemerintah setempat yakni Camat Kecamatan Beo Fretsly Ontorael SSTP MAB. 

Sementara, di acara pembuka, Direktur Intelkam Polda Sulut yang di wakili oleh AKBP. Drs. Wilem  L. Rori, memberi sambutan kepada mahasiswa, terkait perkembangan situasi saat ini, gambaran umum terkait radikalisme cara mengatasi berita berita hox yang berkembang saat ini, serta cara melawan berita2 hoax.

Kemudian bagaimana cara mencegah radikalisme. Ia mendorong agar menjadi bagian masyarakat modern.

"Adanya berita berita tentang penculiakn anak yang berkembang saat ini, mari kita sikapi hal itu dengan lebih bijak lagi," Tuturnya. 

Materi selanjutnya yang disampaikan Raymond Kaya membahas mengenai media sosial, vloger youtuber, emergent Space of digital, Daily Vlog, Travel Vlog, Relationssip Vlog, Beutty dan Lifestile Vlog Kids Vlog serta Cinematic Vlog.

Dalam seminar sehari tersebut, para mahasiswa  serta seluruh peserta mengatakan sangat bangga telah mengikuti materi. 

Mahasiswa dilatih untuk secara kritis dalam menyikapi dunia internet mengenai berita berita lewat internet, sedangkan perwakilan guru juga merasa  berterimah kasih atas  pelaksanaan seminar ini, terlebih saat ini adanya berita berita terkait penculikan anak  yang sudah meresahkan, namun dengan adanya kegiatan ini mereka merasa puas dan merasa tenang tanpa mengkesampingkan kewaspadaan.

“Kami  selaku pihak guru berharap dapat di jadwalkan kegiatan seminar oleh Polda  dengan siswa-siswa SMU yang ada di Talaud untuk lebih menambah wawasan para siswa,"ungkap para guru. 

mahasiswa berterimakasih karna dengan adanya seminar ini akan memberikan edukasi baik dalam lingkungan kampus bahkan pun di luar kampus. 

Ketua sekolah tinggi ilmu komputer (STIK) Rajawali  Talaud ARTHUS D. LARUMU ,S.Kom.,M.TI, berterimakasih kepada pihak Polda telah memberikan pembelajaran membahas konten -konten yang ada di dunia internet dan berharap kegiatan polda goes to kampus terus di adakan oleh pihak Polda. (***) 

Polda Sulut Diminta Cepat Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bank Mandiri

Tidak ada komentar

Senin, 09 Januari 2023

 


Foto Kantor Cabang Bank Mandiri Tahuna (Ist) 

EXPRESSINDONEWS-- Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan pihak Bank Mandiri Cabang Tahuna kepada Melvin E Pontoh telah memasuki babak baru.
Dimana, baru-baru ini Polda Sulawesi Utara melalui Unit Perbankan pada tanggal 2 Januari 2023 telah melakukan penggeledahan di lokasi Bank Mandiri Cabang Tahuna.
Adapun, dalam berita acara penggeledahan yang dilakukan Polda Sulut di ruangan arsip credit operations dan ruangan kluis disaksikan oleh seluruh perangkat daerah serta kuasa Hukum dari pihak Pelapor dan tidak menemukan Dokumen atas nama Melvin E Pontoh yang diduga kuat telah dihilangkan oleh pihak Bank Mandiri.
Sebelumnya, Melvin E Pontoh menyampaikan, salah satu Staf bank Mandiri head area Sulut dalam rekamannya mengatakan bahwa dokumen tersebut telah tersimpan sejak adanya laporan yang dibuat Melvin E Pontoh pada 4 Mei 2021.

"Jelas, disitu ada rekamannya, atas nama ibu Lingkan mengatakan bahwa dokumen tersebut telah tersimpan usai adanya laporan. Dan disitu saya tidak sendiri, saya ditemani oleh Kasubdit Perbankan Polda Sulut AKBP Heru Hedi Hantoro SH dan Dirkrimsus Kombes Pol Nasriadi," Kata Melvin.
Dirinyapun menduga kuat, bahwa Bank Mandiri telah sengaja menyembunyikan barang bukti tersebut sehingga tidak ditemukan saat dilakukan penggeledahan.
"Hal seperti ini pernah terjadi untuk mengupayakan agar kasus ini dihentikan. Dan saya menduga ini pasti ada unsur kesengajaan. Berarti ini sudah sangat jelas ada tindak pidana untuk menghilangkan barang bukti," Pungkasnya lagi.
Dirinyapun meminta agar Polda Sulut dapat dengan cepat menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan ini.
"Apalagi yang mau ditunggu, jika mereka sudah menyembunyikan barang buktinya kan ada bukti lainnya yang mengatakan bahwa Dokumen tersebut telah tersimpan, jadi saya berharap Polda Sulut dalam waktu dekat ini dapat menetapkan tersangka di kasus yang sudah hampir memasuki 2 tahun ini,"tambahnya lagi.

"Saya juga sangat menyanyangkan sikap tidak koperatif bank Mandiri. Dan setahu saya, kalau pengarsipan dokumen di Bank itu sangat tertib, makanya kalau hilang harus dikejar," Cetusnya lagi.

Padahal, dalam pasal 49 telah tertulis jelas, Anggota Dewan Komisaris, Direksi atau pegawai Bank yang dengan sengaja : mengubah, mengaburkan, menyembunyikan, menghapus atau menghilangkan adanya suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen, atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank, atau sengaja mengubah, mengaburkan, menghilangkan, menyembunyikan atau merusak catatn pembukuan tersebut diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya lima (5) tahun dan paling lama lima belas tahun (15) serta denda.

Disamping itu, Dirinyasangat mengapresiasi Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Listyo Sigit Prabowo yang sudah mengatensi kasusnya.
"Saya berterima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah mengantensi masalah yang saya alami ini. Saya berharap dengan atensi Kapolri, kasus ini bisa cepat terungkap agar tidak lagi terjadi hal-hal ini kepada kami masyarakat kecil," Tutupnya. (***)

Curhat Manado Bacirita Dengan Kapolda Sulut, Terkuat Aduan Oknum Polisi Tak Nafkahi Istri dan Anak

Tidak ada komentar

Jumat, 06 Januari 2023


Foto : RA Istri Anggota Polisi Saat Menyampaikan Pengaduan dihadapan Kapolda Sulut (ist) 


 EXPRESSINDONEWS--Seorang oknum anggota polisi berinisial AY, warga Kelurahan Limbau 2  Kecamatan Kota Selatan Provinsi Gorontalo, harus berurusan dengan hukum, setelah diadukan oleh (RA) alias Ramla (39), yang merupakan istrinya sendiri.


Oknum angota Polisi yang bertugas di Polresta Gorontalo dengan Pangkat AIPDA Lelaki diadukan ke polisi lantaran sudah tidak lagi menafkahi anak dan istrinya selama 5 bulan,  hingga saat ini.


Pengaduan ini disampaikan langsung oleh sang Istri inisial AY dihadapan Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol. Setyo Budiyatno, dalam ruang Manado Bacirita Curhat dengan Kapolda yang berlangsung di wisata kuliner Jalan Roda (Jarod). Jumat (06/01/2023)


Perlakuan yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Polri tersebut terhadap istrinya dan 3 orang anaknya yang berusia 9 tahun, 5 tahun, dan 3 tahun.


Disebabkan karena adanya pihak ketiga alias wanita idaman lain (Wil)


Sejak saat itulah AY tidak lagi memberikan nafkah lahir dan batin kepada istri dan 3 orang anaknya. Karena merasa telah dicampakan, sang istri kemudian mengadu ke Provos Polresta Gorontalo agar suaminya dapat di proses sesuai aturan yang berlaku," 


“Karena mulai dari tahun lalu 2022 Bulan Maret  sampai saat ini, suaminya tidak lagi memberikan nafkah," ungkap RA pada sesi tanya jawab yang terakhir bersama Kapolda Sulut.




Sementara itu Kapolda Sulut, Irjen Pol. Setyo Budiyatno, menanggapi  pengaduan yang disampaikan oleh RA, mengatakan permasalahan yang ada masuk dalam UU Perlindungan anak.


"Tentunya Polri ada Kode Etik, kami dari Polda Sulut membuka pengaduan masyarakat (Dumas) dengan secara tertulis dan kami akan fasilitasi ke Inspektorat penghubung untuk ditujukan kepada Irwasum Polda Gorontalo.


Agar permasalan ini secepatnya bisa selesaikan, supaya oknum tersebut bisa bertanggung jawab menafkahi ketiga orang anak dan istrinya," jelas orang nomor satu dijajaran Polda Sulut ini. (Bert)

Polda Sulut Akan 'Geledah' Bank Mandiri Terkait Kasus Dugaan Pemalsuan Tandatangan Kepada Debitur

Tidak ada komentar

Sabtu, 17 Desember 2022


Foto: istimewa (ilustrasi) 


 EXPRESSINDONEWS-- Polda Sulawesi Utara (Sulut) dalam waktu dekat ini akan segera melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap dokumen yang diduga dipalsukan oleh Pihak Bank Mandiri. 


Sudah hampir 2 tahun, kasus tersebut dilaporkan Melvin E Pontoh di Polda Sulut. Namun dirinya akhirnya merasa senang karena proses hukum yang berlaku berjalan sesuai aturan yang ada. 



Awalnya, kasus tersebut sempat di SP2L pada 14 Oktober 2021. Kini status dari kasus tersebut telah dinaikan ke tahap penyidikan oleh Polda Sulut dan juga, Polda Sulut telah mengirin surat pemberitahuan dimulainya penyidikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara. 




Melvin Pontoh mengaku sangat senang karena kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan. Namun masih ada kejanggalan karena ternyata pihak Bank Mandiri masih tidak koperatif dan masih menyepelekan para penegak hukum dengan tidak mau menyerahkan dokumen asli yang telah berkali kali dimintakan oleh Polda Sulut. 


" hingga hari ini mereka hanya memberikan fotokopi saja surat yang diduga telah dipalsukan jadi sepertinya ada upaya menghilangkan barang bukti karena dengan demikian dokumen tersebut tidak dapat dilakukan pemeriksaan labolatorium forensik untuk membuktikan telah terjadi pemalsuan, sehingga Polda Sulut hari ini telah mengajukan permohonan ke pengadilan untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan,"Ucap Melvin. 


Dia menambahkan, Menteri BUMN seharusnya mencopot Dirut Bank Mandiri dengan kejadian yang terjadi ini. 


"Seharusnya Pak Erick Thohir selaku menteri BUMN segera mencopot Dirut Bank Mandiri, sebab dengan Polda Sulut menaikan kasus ini ke tingkat penyidikan berarti sudah ditemukan tindak pidana dan hingga detik ini Bank Mandiri tidak sekalipun memberikan klarifikasi terhadap kasus tersebut padahal sudah ada ratusan pemberitaan tentang kejahatan dari Bank Mandiri diberitakan tapi karena ini diduga ada kepentingan politik sehingga pihak Bank Mandiri berusaha untuk membungkam masalah ini,"tuturnya lagi. 


Laporan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh pihak bank Mandiri kepada pelapor Melvin Pontoh, Pasalnya Polda Sulawesi Utara baru-baru ini melakukan gelar perkara kasus tersebut dan menaikan kasusnya ke tingkat penyidikan pada 12 Desember 2022, serta pada tanggal 13 Desember 2022 mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyidikan ke kejaksaan tinggi sulawesi utara


Menanggapi hal tersebut, Melvin E Pontoh saat diwawancarai mengatakan, dirinya sangat berterima kasih atas atensi Kapolri yang merespon baik kasus tersebut. 


"Terima kasih pak Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo yang mengatensi langsung laporan saya ini. Kami para pencari keadilan sangat berterima kasih," Tutur Melvin. 


Dirinyapun tak luput mengapresiasi kinerja Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setya Budianto dan Dirkrimsus Kombes Pol Nasriadi. 


"Saya sangat mengapresiasi kinerja Kapolda Sulut Irjen Pol Setya Budianto dan Dirkrimsus Kombes Pol Nasriadi sangat merespon kasus ini untuk cepat diproses. Ini adalah bentuk kepedulian intansi Polri terhadap masyarakat yang mencari keadilan. Saya tidak membenarkan diri saya, tapi saya berharap kasus ini bisa selesai dengan cepat," Tambahnya


Diketahui, laporan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh pihak Bank Mandiri telah dilaporkan pada 4 Mei 2021 lalu


Alhasil, melalui surat dari Dirkrimsus Polda Sulut, dengan nomor B/178/XII/2022 Ditreskrimsus telah resmi mengatakan, gelar berpendapat dapat dinaikan ke tahap penyidikan karena telah ditemukan suatu peristiwa pidana yang menyebabkan adanya pencatatan palsu terhadap dokumen kredit atas nama Melvin Edward Pontoh selaku debitur. (***) 


Polda Sulut Naikan Kasus Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Bank Mandiri ke Tahap Penyidikan, Melvin Ucapkan Terima Kasih

Tidak ada komentar

Senin, 12 Desember 2022

 



EXPRESSINDONEWS--Setelah hampir 2 tahun menunggu, laporan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh pihak bank Mandiri kepada pelapor Melvin Pontoh kini mendapat angin segar. 

Pasalanya, Polda Sulawesi Utara baru-baru ini, menggelar perkara kasus tersebut dan menaikan kasus dari tingkat penyelidikan ke penyidikan pada 12 Desember 2022.

Menanggapi hal tersebut, Melvin E Pontoh saat diwawancarai mengatakan, dirinya sangat berterima kasih atas atensi Kapolri yang merespon baik kasus tersebut. 

"Terima kasih pak Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo yang mengatensi langsung laporan saya ini. Kami para pencari keadilan sangat berterima kasih," Tutur Melvin. 

Dirinyapun tak luput mengapresiasi kinerja Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setya Budianto dan Dirkrimsus Kombes Pol Nasriadi. 

"Saya sangat mengapresiasi kinerja Kapolda Sulut Irjen Pol Setya Budianto dan Dirkrimsus Kombes Pol Nasriadi sangat merespon kasus ini untuk cepat diproses. Ini adalah bentuk kepedulian intansi Polri terhadap masyarakat yang mencari keadilan. Saya tidak membenarkan diri saya, tapi saya berharap kasus ini bisa selesai dengan cepat," Tambahnya. 

Diketahui, laporan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh pihak Bank Mandiri telah dilaporkan pada 4 Mei 2021 lalu. 

Alhasil, melalui surat dari Dirkrimsus Polda Sulut, dengan nomor B/178/XII/ Di reskrimsus telah resmi mengatakan, gelar berpendapat dapat dinaikan ke tahap penyidikan karena telah ditemukan suatu peristiwa pidana yang menyebabkan adanya pencatatan palsu terhadap dokumen kredit a.n Melvin Pontoh selaku debitur.

Melvin Pontoh juga meminta kepada Menteri BUMN untu mencopot Dirut Bank Mandiri. 


"Saya berharap, ada tindakan tegas dari menteri BUMN seperti pencopotan kepada Dirut Bank Mandiri, karena hal-hal seperti ini diduga sudah banyak terjadi di daerah," Tutupnya.  (***) 






HUT Minut Ke-19 Tahun, Kapolda Sulut Buka Event Kejurda AMDR 2022

Tidak ada komentar

Jumat, 18 November 2022





MINUT- Pembukaan Kegiatan Kejurda Auto Moto Drag Race (AMDR) 2022 Oleh Kapolda Sulut Irjenpol Drs. Setyo Budiyanto, SH., MH., SIK., dalam rangka HUT Kabupaten Minahasa Utara yang Ke - 19 Tahun 2022, Bertempat Di Jalan SBY Kel. Sarongsong Dua Kec. Airmadidi  Kamis (17/11/2022).


Kejurda Auto Moto dibuka dengan ditandai dengan Pelepasan/Star secara Simbolis oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budianto, SH., MH., SIK. 




Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan Kejurda Auto Moto Drag Race 2022 merupakan event yang positif dalam menjaring pembalap muda sekaligus sebagai sarana penyaluran bakat yang tepat bagi pencinta balap motor.


"Saya mengapreseasi kepada ketua panitia IMI Minut dan seluruh pihak penyelenggara Kejurda Auto Moto Drag Race 2022 ini. Kegiatan ini sangat positif dalam menjaring pembalap muda berprestasi serta menumbuhkan kesadaran kepada pencinta motor terkait kesadaran berlalu lintas terlebih khusus dalam meminimalisir balapan liar,” ucap Irjen Pol Budiyanto.




Sementara itu, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang diwakili sekretaris daerah Novly Wowiling dalam menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pembalap yang telah berpartisipasi dalam iven kejuaran daerah Auto Moto Drag Race tahun 2022 ini. Ia berharap melalui iven ini akan melahirkan pembalap muda berbakat dari Bumi Klabat yang bisa menjadi mengharumkan nama daerah dikanca nasional.


"Jaga sportifitas dan keselamatan dalam mengikuti iven ini. Kami berharap melalui iven ini akan menumbuhkan minat sekaligus melahirkan pembalap muda berbakat yang bisa menjadi andalan daerah ditingkat daerah maupun nasional," ujar wowiling.


Ditambahkan pula, Ketua panitia penyelenggara Denny Lolong yang juga selaku Ketua KONI Minut mengatakan, Kejurda Auto Moto Drag Race ini merupakan kejuaraan pertama selang 2 tahun ini pasca pandemi covid 19. Dalam kejuaraan kali ini turut diikuti peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan.


"Atusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat besar, buktinya dalam event kali ini turut diikuti peserta dari luar daerah. Kejuaraan seperti ini akan menjadi agenda rutin dalam mendorong prestasi pembalap auto moto di Minahasa Utara dan Sulawesi Utara pada umumnya." kata Delon sapaan akrabnya.


Turut hadir dalam kegiatan, Kapolda Sulut Irjenpol Drs, Setyo Budiyanto, SH., MH., SIK., Kasdam XIII/Mdk Brigjen TNI Muhamad Lutfie Beta, Inspektorat Kodam XIII/Mdk Brigjen TNI Deni R. I. Masengi, Pamen Ahli Kodam XIII/ Mdk Kolonel Inf Syalom Manopo, Kajasdam XIII/ Mdk Kolonel Inf Vipi Amuranto, Dir Lantas Polda Sulut Kombes Pol Roberto Pardede, S.ik M.ik, Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo S.Ik, Dandim 1310/Btg Letkol Arm Yoki Efriandi M.Han., Bupati Minut Joune Ganda, SE., Wakil Bupati Minut Kevin W. Lotulung, SH., Wakapolres Minut J. H. Daniel Korompis, Sekda Kab. Minut Novly Wowiling, Ketua DPRD Minut Deny K. Lolong dan Asisten III Pemkab Minut Revino Dondokambey.


(Wulan)**

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com