LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Wagub Sulut Victor Mailangkay: March For Jesus 2026 Jadi Momentum Menebar Damai dan Memperkuat Persaudaraan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menghadiri dan berjalan bersama ribuan umat Kristiani dalam kegiatan March For Jesus 2026 yang mengusung tema "Perarakan Kemenangan Kristus", Sabtu pagi.

Kegiatan yang mengambil titik start di Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan berakhir di kawasan Megamas itu berlangsung penuh sukacita serta semangat kebersamaan. Ribuan peserta tampak mengikuti perarakan dengan tertib sebagai wujud ungkapan iman dan rasa syukur kepada Tuhan.

Menurut Victor Mailangkay, March For Jesus bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kasih, persatuan, dan pengharapan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

"Perjalanan iman ini menjadi simbol kebersamaan kita sebagai masyarakat Sulawesi Utara. Saya melihat semangat persaudaraan yang begitu kuat, serta kerinduan untuk menghadirkan damai dan menjadi berkat bagi sesama," ujar Mailangkay.

Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Sulawesi Utara merupakan anugerah yang harus terus dirawat dan dijaga bersama. Karena itu, setiap momentum yang mempererat hubungan antarsesama perlu didukung sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang harmonis.

"Kita patut bersyukur karena Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Nilai-nilai kasih, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman harus terus menjadi fondasi dalam membangun daerah yang maju dan sejahtera," katanya.

Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta aparat keamanan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Melalui kegiatan tersebut, Victor Mailangkay berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga persatuan serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

"Semoga semangat yang terpancar dalam March For Jesus 2026 menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus menebarkan kasih, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama membawa Sulawesi Utara semakin diberkati," tutupnya. (***) 

Dugaan Penampungan Solar dan Sianida Ilegal di Ratatotok, Nama Kiki M Jadi Sorotan Warga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyimpanan bahan bakar solar ilegal dan bahan kimia berbahaya jenis sianida kembali menjadi perhatian masyarakat di wilayah Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara. Keberadaan lokasi yang disebut-sebut menjadi tempat penampungan kedua bahan tersebut memicu kekhawatiran warga terkait dampak hukum, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.

Dalam informasi yang berkembang di tengah masyarakat, nama Kiki M ikut menjadi sorotan. Ia disebut memiliki lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan solar dalam jumlah besar yang berada di area belakang kediamannya. Selain itu, lokasi yang sama juga dikabarkan menjadi tempat penyimpanan sianida yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Warga mempertanyakan mengapa aktivitas yang diduga berlangsung secara terbuka tersebut belum terlihat tersentuh penindakan yang signifikan. Kondisi ini menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan memunculkan desakan agar aparat terkait segera melakukan pemeriksaan serta penelusuran secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, solar yang ditampung tersebut diduga digunakan untuk mendukung operasional alat berat maupun mesin pengolahan emas di sejumlah titik pertambangan ilegal. Sementara sianida diketahui merupakan bahan kimia berbahaya yang kerap digunakan dalam proses pemisahan emas, namun penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dan perizinan yang ketat sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat menilai keberadaan penampungan solar dan sianida tanpa pengawasan yang jelas berpotensi menimbulkan risiko besar. Selain ancaman pencemaran lingkungan, penyimpanan bahan mudah terbakar dan zat beracun dalam jumlah besar juga dapat membahayakan keselamatan warga yang bermukim di sekitar lokasi.

Tak hanya itu, muncul pula isu mengenai dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang disebut melindungi aktivitas tersebut. Meski demikian, hingga kini dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Warga Ratatotok berharap aparat kepolisian dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan lapangan, mengusut kebenaran informasi yang beredar, serta mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran. Menurut mereka, tindakan cepat dan transparan sangat diperlukan guna mencegah berkembangnya praktik-praktik yang berpotensi merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.

Apabila tidak segera ditangani, persoalan ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk citra kawasan pertambangan di Ratatotok serta menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat setempat. (***) 

Jimmy Gosal: HAPSA PKB GMIM 2026 Jadi Ajang Memperkuat Solidaritas dan Kebersamaan Kaum Bapa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Semangat persaudaraan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ibadah Agung dan Pembukaan Hari Persatuan (HAPSA) Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM Tahun 2026 yang berlangsung di Mission Center GMIM, Manado.

Ketua Umum Panitia HAPSA PKB GMIM 2026, Jimmy Gosal, SH, MH, menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan gereja, melainkan momentum strategis untuk mempererat hubungan antaranggota Pria Kaum Bapa dari seluruh wilayah pelayanan GMIM.

Menurut Jimmy, kehadiran ribuan peserta dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.

"HAPSA merupakan ruang perjumpaan yang mempertemukan Pria Kaum Bapa dari berbagai daerah. Dari momentum inilah rasa persaudaraan semakin dipererat dan kekompakan terus dibangun untuk mendukung pelayanan gereja serta kehidupan sosial di tengah masyarakat," ujar Jimmy.

Anggota DPRD Kota Manado itu menambahkan, peran Pria Kaum Bapa memiliki posisi penting dalam menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat kehidupan gereja, serta menjadi teladan dalam lingkungan sosial. Karena itu, HAPSA diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan semangat baru dalam pengabdian dan pelayanan.

Pembukaan HAPSA PKB Sinode GMIM 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.

Dalam kesempatan tersebut, Victor Mailangkay mengapresiasi peran Pria Kaum Bapa GMIM yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas sosial di Sulawesi Utara. Ia menilai semangat pelayanan yang terus dipupuk oleh kaum bapak menjadi modal besar dalam mendukung pembangunan daerah.

Jimmy Gosal berharap seluruh rangkaian HAPSA PKB GMIM 2026 dapat semakin memperkuat tali persaudaraan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkokoh komitmen Pria Kaum Bapa untuk terus menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

"HAPSA adalah milik seluruh Pria Kaum Bapa GMIM. Melalui kebersamaan ini, kita memperkuat persatuan, membangun kekompakan, dan meneguhkan komitmen untuk terus melayani dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.(***) 

Victor Mailangkay: HAPSA PKB GMIM Jadi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Keteladanan Keluarga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Ribuan Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM yang memadati kawasan Mission Center GMIM Manado dalam Ibadah Agung dan Pembukaan Hari Persatuan (HAPSA) PKB Sinode GMIM Tahun 2026 menghadirkan suasana penuh kebersamaan, iman, dan persaudaraan.

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menghadiri langsung pembukaan kegiatan tersebut. Menurutnya, HAPSA PKB bukan hanya agenda rutin organisasi gereja, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai pelayanan dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah ribuan peserta yang hadir dari berbagai wilayah pelayanan GMIM, Victor merasakan kuatnya semangat persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Utara. Ia menilai, kebersamaan yang dibangun melalui pelayanan gereja memiliki kontribusi besar dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

"HAPSA PKB GMIM mengingatkan kita bahwa peran seorang bapak sangat penting, baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Keteladanan, tanggung jawab, dan semangat melayani yang ditunjukkan para Pria Kaum Bapa menjadi fondasi dalam membangun keluarga yang kokoh dan lingkungan yang harmonis," ujar Victor.

Menurutnya, keluarga merupakan pilar utama pembangunan. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkualitas dan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Karena itu, nilai-nilai kebersamaan dan pelayanan yang terus dipupuk oleh PKB GMIM patut dijaga dan diwariskan.

Victor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pria Kaum Bapa GMIM yang selama ini konsisten mengambil bagian dalam pelayanan dan pengabdian bagi gereja maupun masyarakat. Ia berharap HAPSA PKB Sinode GMIM Tahun 2026 dapat semakin mempererat tali persaudaraan, memperkuat iman, serta membawa dampak positif bagi kemajuan Sulawesi Utara.

"Semoga semangat kebersamaan yang terbangun dalam HAPSA ini terus menjadi kekuatan untuk menjaga kerukunan, mempererat persatuan, dan mendukung pembangunan daerah yang kita cintai bersama," tuturnya.

Kegiatan HAPSA PKB Sinode GMIM 2026 pun menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai iman, persaudaraan, dan gotong royong tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Sulawesi Utara, menjadi modal sosial yang berharga untuk membangun daerah yang damai, maju, dan sejahtera.(***) 

Hendra Jacob Nahkodai Pertina Sulut, Era Baru Pembinaan Tinju Profesional Mulai Digagas

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Kepengurusan baru Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Utara resmi terbentuk melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Manado. Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Hendra Jacob dipercaya memimpin Pertina Sulut untuk masa bakti 2026-2030.

Musprov tidak hanya menjadi agenda pemilihan ketua, tetapi juga wadah konsolidasi untuk menyusun arah baru pembinaan olahraga tinju di Sulawesi Utara. Harapan besar pun disematkan kepada kepengurusan baru agar mampu mengembalikan kejayaan tinju daerah di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PP Pertina, Hillary Brigitta Lasut, menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pengurus daerah dan pusat. Menurutnya, komunikasi yang efektif menjadi salah satu kunci dalam mempercepat kemajuan organisasi serta meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan dunia olahraga saat ini menuntut perubahan pola pembinaan yang lebih terukur dan berbasis ilmu pengetahuan. Proses pembentukan atlet, kata Hillary, harus dilakukan secara berjenjang sejak usia dini, didukung program yang berkesinambungan dan manajemen organisasi yang profesional.

Selain itu, Hillary mengajak seluruh jajaran Pertina Sulut untuk terus berinovasi dan mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Menurutnya, kemajuan olahraga tinju membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pengurus, pelatih, atlet, dunia usaha, media, hingga dukungan masyarakat.

Di sisi lain, Hendra Jacob menyampaikan komitmennya untuk membawa Pertina Sulut menuju organisasi yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada prestasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal serta membangun kebersamaan demi menciptakan ekosistem pembinaan yang sehat dan kompetitif.

“Kita harus bergerak bersama dengan satu tujuan, yaitu melahirkan atlet-atlet tinju yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara di berbagai level pertandingan,” tegasnya.

Dengan kepemimpinan baru dan semangat kolaborasi yang menguat, Pertina Sulut diharapkan mampu mencetak generasi petinju berprestasi sekaligus menjadi salah satu kekuatan utama tinju nasional pada masa mendatang. (***)

Dugaan Aktivitas Solar Subsidi di Tababo Kembali Disorot, Nama Fitra Mencuat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Desa Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas yang diduga telah berlangsung cukup lama itu disebut masih terus terjadi dan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan aparat penegak hukum serta instansi terkait.

Di tengah berbagai pemberitaan yang telah beredar, nama Fitra kembali disebut-sebut oleh sejumlah sumber masyarakat sebagai sosok yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas penampungan solar subsidi di wilayah tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, praktik pengumpulan solar subsidi diduga dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah kendaraan yang melakukan pengisian berulang di beberapa titik. Aktivitas tersebut disebut lebih sering berlangsung pada malam hingga dini hari, waktu yang dinilai minim pengawasan.

Warga mengaku heran karena dugaan praktik tersebut telah berulang kali menjadi perhatian publik, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan hukum yang secara terbuka mampu menghentikan aktivitas yang dipersoalkan masyarakat.

"Sudah lama menjadi pembicaraan warga. Kami berharap aparat benar-benar turun melakukan pemeriksaan agar semuanya jelas," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa solar subsidi yang diduga dikumpulkan dari berbagai sumber tersebut kemudian disalurkan kembali untuk kebutuhan industri maupun aktivitas pertambangan di wilayah Ratatotok. Namun informasi tersebut masih memerlukan pendalaman dan pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan aktivitas tersebut. Pasalnya, BBM subsidi merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak, sehingga penyalahgunaannya berpotensi merugikan negara serta masyarakat luas.

Selain aparat kepolisian, masyarakat juga berharap pihak Pertamina dan instansi pengawas terkait meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Minahasa Tenggara guna memastikan penyalurannya tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Fitra terkait informasi yang berkembang di masyarakat. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada yang bersangkutan maupun pihak terkait lainnya demi menjaga prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (***) 

Herry Kolondam Dukung Langkah Polda Sulut Berantas Premanisme dan Kejahatan Jalanan di Manado

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Rencana Polda Sulawesi Utara menggelar operasi kewilayahan untuk menekan angka kriminalitas dan gangguan keamanan mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kota Manado, Herry Kolondam.

Politisi yang juga memiliki pengalaman panjang di institusi kepolisian itu menilai langkah tersebut merupakan kebutuhan mendesak untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat, khususnya di Kota Manado yang merupakan pusat aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan jasa di Sulawesi Utara.

Menurut Kolondam, upaya pencegahan kejahatan harus dilakukan secara terukur dengan memperkuat patroli di wilayah-wilayah yang dianggap rawan serta meningkatkan kehadiran aparat di tengah masyarakat.

“Keamanan tidak bisa hanya mengandalkan penindakan setelah kejadian. Kehadiran polisi melalui patroli rutin dan pengawasan di titik-titik rawan menjadi kunci untuk mencegah tindak kriminal sejak dini,” ujarnya, Kamis (5/6).

Mantan perwira polisi yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Wenang dan Tuminting, serta mengemban tugas sebagai Kasat Sabhara, Kasat Reserse, dan Kasat Narkoba itu menegaskan bahwa sinergi antarfungsi kepolisian sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Ia mendorong pembentukan pos-pos pengamanan terpadu yang melibatkan unsur Sabhara, Reserse, Intelijen, dan Binmas berdasarkan pemetaan wilayah rawan yang diperoleh dari informasi lapangan. Dengan pola tersebut, potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan diantisipasi lebih cepat.

Kolondam juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali pola operasi kepolisian yang berorientasi pada pencegahan dan penegakan hukum secara konsisten. Selain itu, pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur pemuda dinilai tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

Sebagai personel Komisi I DPRD Kota Manado, dirinya meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengambil tindakan terhadap pelaku yang mengganggu ketertiban umum, termasuk mereka yang kerap membuat keresahan akibat konsumsi minuman keras maupun pelaku kejahatan berulang.

“Ketika masyarakat sudah merasa terganggu dan tidak nyaman, negara harus hadir. Penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera sekaligus menciptakan rasa aman bagi warga,” tegasnya.

Di sisi lain, Kolondam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, serta citra Kota Manado sebagai daerah tujuan usaha dan pariwisata.

“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Jika Manado aman dan nyaman, aktivitas ekonomi akan bergerak lebih baik, masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir, dan orang dari luar daerah pun akan semakin tertarik datang ke Kota Manado,” pungkasnya. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com