EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Andre Palit, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Temu Usaha Bidang Distribusi Tidak Langsung yang digelar Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Hotel Peninsula Manado.
Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha, distributor, UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan sektor perdagangan di Sulawesi Utara. Kegiatan ini dinilai sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas antara produsen dan jaringan distribusi yang lebih luas, khususnya melalui skema distribusi tidak langsung yang mampu memperkuat rantai pasok hingga ke tangan konsumen.
Menurut Andre Palit, kegiatan ini sangat relevan dengan dinamika perdagangan di daerah, terlebih Manado sebagai pusat pergerakan ekonomi di Sulawesi Utara.
“Temu usaha seperti ini sangat penting, terutama bagi pelaku UMKM yang masih menghadapi tantangan dalam memperluas pasar. Dengan sistem distribusi tidak langsung, mereka berpeluang menjalin kemitraan dengan distributor besar sehingga produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan kompetitif,” ungkapnya.
Ia menilai, selama ini banyak pelaku usaha kecil terkendala pada keterbatasan jaringan, tingginya biaya distribusi, hingga minimnya akses informasi pasar. Pola distribusi tidak langsung dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjawab persoalan tersebut.
Namun demikian, Andre menegaskan bahwa kegiatan ini harus menghasilkan tindak lanjut konkret, bukan sekadar pertemuan seremonial.
“Kita berharap ada kerja sama nyata setelah kegiatan ini. UMKM harus benar-benar merasakan dampaknya, baik dari peningkatan penjualan maupun terbukanya akses pasar baru,” tegasnya.
Andre juga mendorong Pemerintah Kota Manado melalui dinas terkait agar aktif bersinergi dengan Kementerian Perdagangan dalam menghadirkan program serupa secara berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi kegiatan seperti ini penting untuk membangun ekosistem perdagangan yang sehat dan berdaya saing.
Ia menambahkan, penguatan sistem distribusi yang efisien akan berdampak langsung pada kelancaran arus barang, stabilitas harga, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal. (***)





.png)
