LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

2 Nama Besar ini Beri Pandangan Usai Sikap Kebesaran Hati Victor Mailangkay Ucapkan Selamat Kepada Felly Runtuwene!!

Tidak ada komentar


EXPRESSINDONEWS--  Sikap Dr. Victor Mailangkay yang memilih mengundurkan diri dari posisi Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Keputusan tersebut dinilai bukan sekadar langkah politik, tetapi juga memperlihatkan etika, ketenangan, serta kebesaran hati seorang politisi dalam menghadapi dinamika internal partai.

Pengamat dan akademisi Prof. Dr. Ir. Ruddy Tenda menilai, keputusan Victor menyerahkan langsung surat pengunduran dirinya kepada Ketua Umum Partai NasDem menunjukkan karakter politisi yang memiliki etika dan tetap memberikan penghormatan kepada partai yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya.

Menurut Ruddy, sikap tersebut semakin terlihat ketika Victor menyampaikan alasan pengunduran dirinya sebagai upaya menghindari terjadinya perpecahan di internal Partai NasDem Sulawesi Utara. Bahkan, Victor tetap memberikan ucapan selamat kepada Ketua DPW yang baru serta berharap NasDem Sulut dapat terus berkembang dan mencapai kemajuan.

Bagi Ruddy, hal itu merupakan gambaran jiwa besar seorang politisi yang telah memiliki pengalaman panjang dalam dunia politik.

“Dr. Victor telah menunjukkan karakter berpartai yang baik terlepas dari kekurangan yang ada,” ujar Ruddy.

Ia menambahkan, pengunduran diri Victor juga sepatutnya menjadi momentum evaluasi internal bagi Partai NasDem untuk membangun tata kelola organisasi yang lebih baik ke depan.

Pandangan senada disampaikan Prof. Drs. Ishak Pulukadang. Ia menilai sikap Victor menunjukkan pribadi yang legowo, ikhlas, rela dan lapang dada menerima kenyataan politik yang dihadapinya.

“Wah, suatu komen yang menunjukkan sikap yang legowo, yaitu sikap ikhlas, rela dan lapang dada menerima kenyataan rekan partainya yang membuatnya mengundurkan diri sebagai Ketua NasDem Sulut,” kata Ishak.

Menurutnya, sikap seperti itu justru jarang ditemukan dalam dinamika sejumlah partai politik. Sebab, konflik antar-kader tidak jarang berkembang menjadi pertentangan yang berujung pada perpecahan internal.

Namun, kata Ishak, Victor justru memilih jalan berbeda. Ia tidak menghendaki pengunduran dirinya menjadi pemicu perpecahan di antara para pendukung maupun kader Partai NasDem Sulawesi Utara. Sebaliknya, Victor berharap di bawah kepemimpinan figur penggantinya, NasDem Sulut tetap solid dan mampu melanjutkan perjuangan politik partai.

Ishak yang mengenal Victor sejak masih menjadi mahasiswa juga memberikan gambaran mengenai karakter pribadi mantan Ketua DPW NasDem Sulut tersebut.

Ia mengaku sejak masa mahasiswa telah melihat Victor sebagai sosok yang cerdas. Bahkan, Ishak pernah mengangkat Victor sebagai asisten dosen untuk mata kuliah Kewiraan serta mendorongnya untuk terjun ke dunia politik melalui Partai Golkar.

Menurut Ishak, pengalaman panjang tersebut turut membentuk karakter Victor sebagai sosok yang tenang dalam menghadapi persoalan.

“Bung Victor yang saya tahu seorang yang cerdas sejak mahasiswa. Karena itu saya pernah mengangkatnya sebagai asisten dosen mata kuliah Kewiraan serta mendorongnya sebagai politisi Golkar. Memang punya karakter yang tenang menghadapi persoalan yang dihadapinya, tidak meledak-ledak menghancurkan sesama kader partai,” ungkapnya.

Ishak menilai, sikap Victor saat menyerahkan tongkat kepemimpinan NasDem Sulut kepada figur pengganti semakin memperlihatkan kematangan dirinya dalam berpolitik.

Meski perannya sebagai Ketua DPW telah berakhir dan posisi tersebut kemudian diambil alih oleh rekan sesama kader, Victor dinilai tetap mampu menunjukkan sikap gentleman dengan menerima keadaan secara dewasa tanpa menjadikannya sebagai alasan untuk menciptakan konflik baru.

Dua pandangan akademisi tersebut pada akhirnya memperlihatkan satu benang merah: politik bukan hanya tentang mempertahankan posisi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu menjaga kehormatan, persahabatan, soliditas partai dan kepentingan yang lebih besar ketika harus meninggalkan sebuah jabatan.

Dalam dinamika politik yang sarat kepentingan, langkah Victor Mailangkay untuk mundur dengan tetap memberikan penghormatan kepada partai dan mendoakan keberlanjutan NasDem Sulut menjadi gambaran bahwa kebesaran seorang politisi terkadang justru terlihat ketika ia memilih untuk melepaskan, bukan memaksakan diri untuk bertahan. (***) 

Victor Mailangkay Tunjukkan Kelasnya, Felly Runtuwene Didoakan Bawa NasDem Sulut Makin Solid

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Kebesaran hati dan kedewasaan dalam berpolitik kembali ditunjukkan Victor Mailangkay. Meski dinamika politik merupakan bagian dari perjalanan setiap kader, Victor memilih menempatkan persatuan dan masa depan partai di atas kepentingan pribadi.

Hal itu terlihat dari sikap Victor Mailangkay yang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Felly Estelita Runtuwene, S.E., yang telah ditetapkan sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara.

Dengan penuh ketulusan, Victor menyampaikan penghormatan atas amanah baru yang dipercayakan kepada Felly. Baginya, kepemimpinan baru harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas seluruh kader NasDem di Sulawesi Utara.

“Saya, Victor Mailangkay, menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang baru. Semoga kepemimpinan Ibu Felly membawa NasDem Sulut semakin kompak, bersatu, dan solid dalam berjuang serta meraih kemenangan.”

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Victor, perjalanan politik bukan sekadar tentang siapa yang berada di posisi kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana seluruh kader tetap menjaga rumah besar partai agar terus berdiri kokoh.

Sikap Victor juga menjadi gambaran bahwa perbedaan dinamika di internal partai tidak harus berujung pada perpecahan. Sebaliknya, pergantian kepemimpinan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, merawat komunikasi, serta memastikan perjuangan politik tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.

Di tengah dinamika politik Sulawesi Utara, pesan Victor tersebut menjadi penegasan bahwa kebesaran seorang politisi bukan hanya terlihat ketika berada di posisi terdepan, tetapi juga ketika mampu memberikan penghormatan dan dukungan kepada penerus perjuangan.

Victor pun menutup pesannya dengan doa dan harapan agar kepemimpinan Felly Runtuwene mendapat penyertaan Tuhan dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

“Tuhan memberkati tugas dan pengabdian.” 

Sebuah pesan singkat, namun menyiratkan makna besar politik boleh berubah, posisi boleh berganti, tetapi persaudaraan, ketulusan dan perjuangan untuk Sulawesi Utara harus tetap dijaga. (***) 

Tatong Bara Apresiasi Kerja Monica Tambajong, PSI Manado Makin Dekat dengan Masyarakat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara, Ir. H. Tatong Bara, memberikan apresiasi terhadap kiprah Ketua DPD PSI Kota Manado, Monica Tambajong, dalam membangun dan memperkuat organisasi partai di Kota Manado.

Menurut Tatong, Monica menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai pimpinan PSI Manado. Aktivitasnya tidak hanya berkutat pada urusan internal partai, tetapi juga dilakukan dengan turun langsung menemui masyarakat.

Kerja lapangan tersebut menjadi bagian dari keseharian Monica, terlebih dirinya juga menjalankan tugas sebagai Anggota DPRD Kota Manado.

“Monica ini pekerja keras. Dia turun langsung ke masyarakat, mendengar keluhan dan melihat persoalan yang dihadapi warga. Itu yang saya apresiasi,” ujar Tatong.

Apa yang dilakukan Monica juga terlihat dalam sejumlah kegiatan di lapangan. Sebagai anggota Komisi IV DPRD Manado, ia beberapa kali menindaklanjuti aspirasi warga, termasuk persoalan layanan pendidikan dan fasilitas sekolah. Pada Juli 2026, Monica bahkan mendesak percepatan penanganan gangguan distribusi air bersih yang dikeluhkan masyarakat.

Kepedulian terhadap masyarakat juga ditunjukkan melalui kegiatan bersama penyandang disabilitas. Pada September 2026, Monica bersama PSI Manado membuka ruang kebersamaan sekaligus mendengar aspirasi dan kebutuhan kelompok disabilitas secara langsung.

Di sisi organisasi, Monica juga tengah mendorong penguatan struktur PSI hingga tingkat kelurahan. Ia menegaskan pembentukan ranting di seluruh kelurahan Kota Manado sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran PSI di tingkat akar rumput.

Bagi Tatong, kerja politik tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja. Partai harus memiliki struktur yang hidup dan kader yang mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Karena itu, penguatan organisasi PSI Manado diarahkan tidak sekadar pada pemasangan atribut atau penggunaan simbol partai, tetapi juga bagaimana kader hadir, mendengar aspirasi, serta menunjukkan kerja nyata di tengah masyarakat.

“Bendera dipasang, atribut dipakai, tetapi yang paling penting adalah kerja nyata. Masyarakat harus melihat siapa yang hadir dan siapa yang benar-benar bekerja,” tegas Tatong.

Dengan pola kerja tersebut, PSI Manado di bawah kepemimpinan Monica Tambajong terus membangun konsolidasi organisasi sekaligus memperluas ruang komunikasi dengan masyarakat.

Langkah Monica memperkuat struktur hingga tingkat kelurahan, ditambah aktivitasnya sebagai anggota DPRD, menjadi dua sisi yang berjalan bersamaan: membangun organisasi politik sekaligus menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. (**) 

Diklat Laskar Gerindra, Ferdinand Dumais: Manifesto Partai Menjawab Tantangan Sejarah Indonesia

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Laskar serta Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Manado, yang turut diikuti jajaran dari tingkat Provinsi, dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman kader terhadap arah perjuangan dan manifesto Partai Gerindra.

Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Gerindra, Ferdinand Djeki Dumais, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memanifestasikan nilai-nilai perjuangan Gerindra sekaligus menjawab tantangan sejarah bangsa.

Menurut Ferdinand, Partai Gerindra tidak lahir dalam ruang yang sederhana. Partai tersebut hadir di tengah situasi kebangsaan yang kompleks, namun dibangun atas komitmen, pemikiran, serta refleksi mendalam mengenai masa depan Indonesia.

“Diklat Laskar dan Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, juga Provinsi, memanifestasikan Manifesto Gerindra. Seiring menjawab sejarah, Partai Gerindra bukan saja terlahir di tengah situasi yang kompleks, tetapi sejatinya ada karena komitmen yang kuat, pemikiran serta refleksi mendalam tentang Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” ujar Ferdinand.

Ia menegaskan, semangat tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata para kader, baik yang berada di struktur partai maupun yang mendapat amanah sebagai wakil rakyat.

Ferdinand juga menyinggung arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita yang menurutnya sejalan dengan cita-cita perjuangan yang tertuang dalam Manifesto Partai Gerindra.

“Seluruh program Presiden dalam Asta Cita diharapkan dapat menghantar bangsa dan rakyat Indonesia menuju kemajuan serta memberikan kepastian hidup yang lebih baik, sesuai dengan Manifesto Partai Gerindra,” katanya.

Menurutnya, perjuangan politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Karena itu, kader Gerindra dituntut tidak hanya memahami ideologi dan garis perjuangan partai, tetapi juga mampu menghadirkannya dalam bentuk kerja nyata di tengah masyarakat.

Ferdinand berharap, melalui Diklat tersebut, soliditas kader semakin kuat dan seluruh jajaran Gerindra mampu mengawal agenda pembangunan serta memperjuangkan terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur.

“Tidak boleh lagi ada paradoks Indonesia. Kemajuan harus dirasakan secara nyata oleh rakyat,” pungkasnya. (***) 

Tatong Bara Sebut Irfan Yusuf Dicintai Warga Singkil, Targetkan Kursi DPRD Manado

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Ketua DPW PSI Sulawesi Utara, Ir H. Tatong Bara, memberikan apresiasi terhadap konsolidasi organisasi PSI di tingkat kecamatan, khususnya pelantikan sembilan pengurus DPD Kecamatan Singkil.

Tatong Bara menyampaikan apresiasi kepada Monica Tambajong bersama jajaran pengurus DPD lainnya yang dinilai terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan.

Namun, perhatian Tatong Bara juga tertuju pada sosok Irfan Yusuf, yang disebut memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat, khususnya di wilayah Singkil.

“Saya mengapresiasi kinerja Monica Tambajong dan pengurus DPD lainnya. Bro Irfan Yusuf juga saya sangat apresiasi. Irfan sangat dicintai masyarakat Singkil yang hadir dalam pelantikan ini,” ujar Tatong Bara.

Menurut Tatong, keberadaan figur seperti Irfan Yusuf menjadi modal penting dalam memperkuat mesin organisasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap PSI.

Tatong bahkan optimistis, dengan semangat membangun dan dukungan masyarakat yang dimilikinya, Irfan Yusuf berpeluang menjadi salah satu figur yang dapat memperkuat perjuangan PSI pada Pemilihan Legislatif mendatang.

Ia meyakini Irfan Yusuf mampu memperjuangkan satu kursi legislatif untuk wilayah Singkil–Mapanget, sekaligus ikut mendorong target PSI untuk membentuk satu fraksi di DPRD Kota Manado.

“Dengan semangat dan tujuan membangun, saya yakin Irfan Yusuf bisa meraih satu kursi untuk Singkil–Mapanget. Saya melihat Irfan sangat dicintai masyarakat dan saya yakin bisa membantu PSI meraih satu fraksi di DPRD Manado,” tegas Tatong.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PSI Sulawesi Utara mulai menaruh perhatian terhadap penguatan figur-figur potensial di tingkat daerah. Bagi Tatong Bara, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan para kader membangun kedekatan dan kepercayaan bersama masyarakat. (***) 

Oskar Manoppo Pastikan Pemda Tak Diam, 25 WPR Boltim Menunggu IPR

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Penetapan 25 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi langkah penting dalam penataan aktivitas pertambangan rakyat. Dari 63 blok WPR yang ditetapkan di Sulawesi Utara, sebanyak 25 blok berada di Boltim. 

Namun, penetapan WPR tersebut belum otomatis membuat aktivitas pertambangan dapat berjalan secara legal. Masyarakat masih menunggu tahapan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) serta kepastian teknis pelaksanaannya. 

Bupati Boltim Oskar Manoppo menegaskan, pemerintah daerah terus mengawal proses tersebut dan telah melakukan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“IPR saya sudah konsultasi dengan Pak Gubernur dan masih menunggu persetujuan dari pusat. Pemda tidak diam dalam hal IPR ini,” ujar Oskar.

Ia pun meminta masyarakat, khususnya para penambang rakyat, untuk tetap bersabar karena proses penerbitan IPR masih berjalan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bersabar, karena hal ini masih dalam proses,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Boltim juga menyebut telah mengusulkan puluhan titik WPR kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian hukum bagi aktivitas pertambangan rakyat. 

Kini, masyarakat menunggu agar penetapan WPR tersebut segera ditindaklanjuti dengan kepastian IPR, titik dan batas wilayah, sehingga aktivitas pertambangan rakyat dapat berlangsung sesuai ketentuan hukum. (***) 

Kadis PUPR Boltim Tegaskan Air di Buyat Berfungsi, Gangguan Disebut Dipicu Kerusakan Pipa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Persoalan layanan air bersih di wilayah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Boltim, Haris Pratama Sumanta, ST.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi pelayanan air di Buyat, Haris menegaskan bahwa layanan air sebenarnya sudah berjalan. Menurutnya, gangguan yang terjadi lebih disebabkan oleh sejumlah kendala teknis, terutama kerusakan jaringan pipa.

“Air sudah jalan. Kendala-kendala yang sering terjadi, ada aktivitas alat berat di atas yang sering menyebabkan pipa pecah dan mengganggu layanan,” tegas Haris.

Ia juga membantah anggapan yang menyebut bahwa selama dua tahun terakhir layanan air di wilayah tersebut tidak berjalan sama sekali.

Menurut Haris, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Ia bahkan menyatakan siap mempertanggungjawabkan keterangannya tersebut.

“Kalau bilang selama dua tahun ini tidak jalan, itu salah. Dan saya bisa pertanggungjawabkan,” ujarnya.

Haris menjelaskan, gangguan distribusi air tidak serta-merta menunjukkan bahwa sistem pelayanan tidak berfungsi. Kerusakan pipa akibat aktivitas alat berat di sekitar jaringan menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan suplai air kepada masyarakat terganggu.

Pihak Dinas PUPR Boltim pun diharapkan terus melakukan pengawasan dan penanganan terhadap jaringan yang mengalami kerusakan, sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Buyat dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com