LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Wagub Sulut Victor Mailangkay Hadiri Ibadah Syukur HUT ke-25 Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS — Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil, Wilayah Manado Utara I.

Kehadiran Wakil Gubernur dalam momentum penuh sukacita tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan 25 tahun pelayanan dan kehidupan berjemaat yang telah dilalui oleh keluarga besar Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil.

Dalam kesempatan tersebut, Victor J. Mailangkay menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan untuk dapat hadir dan bersama-sama jemaat merayakan pertambahan usia pelayanan gereja.

Menurutnya, perjalanan 25 tahun pelayanan bukan sekadar tentang perjalanan waktu, melainkan menjadi bukti nyata penyertaan Tuhan yang senantiasa menguatkan jemaat dalam menghadapi setiap tantangan dan menjalankan panggilan pelayanan.

Ia pun meyakini bahwa gereja akan terus mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat, menjadi terang yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan kepedulian bagi sesama.

"Gereja akan terus menjadi terang yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan kepedulian bagi sesama, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera," ujar Victor.

Lebih lanjut, Victor menyampaikan ucapan selamat HUT ke-25 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil.

Ia berharap, di usia yang ke-25 tahun ini, seluruh pelayan, kolom, dan jemaat semakin bertumbuh dalam iman, semakin setia dalam pelayanan, serta mampu menjadi berkat bagi banyak orang.

"Selamat merayakan HUT ke-25 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap pelayan, kolom, dan seluruh jemaat agar terus bertumbuh dalam iman, setia dalam pelayanan, serta menjadi berkat bagi banyak orang," ungkapnya.

Perayaan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh jemaat sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Soli Deo Gloria. (**) 

Dugaan Mafia Solar di SPBU Tateli Makin Terbuka, Nama Kardi Mencuat—Polresta Manado Diminta Bongkar Permainan Solar Bersubsidi

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Dugaan praktik permainan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tateli kembali memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya mencuat berbagai dugaan terkait pola penyaluran solar bersubsidi yang dinilai tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat yang berhak, kini muncul informasi baru yang menyeret nama berinisial K alias Kardi, yang disebut-sebut diduga merupakan oknum petugas SPBU.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber resmi yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, penyaluran solar bersubsidi di SPBU Tateli diduga diatur oleh oknum berinisial K alias Kardi.

Sumber tersebut juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan sejumlah mobil jenis truk dalam aktivitas pengambilan solar bersubsidi. Bahkan, muncul dugaan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut memiliki pola tertentu dalam melakukan pengisian BBM.

Tak berhenti di situ. Informasi lain yang mencuat menyebutkan adanya dugaan lokasi yang digunakan sebagai tempat penampungan, sementara sejumlah kendaraan diduga berada atau stay di area belakang SPBU Tateli.

Dalam penelusuran di lapangan, keberadaan sebuah truk berwarna hijau di bagian belakang SPBU turut menjadi perhatian. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian apakah kendaraan tersebut memiliki keterkaitan dengan dugaan penyelewengan distribusi solar bersubsidi atau hanya berada di lokasi untuk kepentingan lain.

Nama lain yang turut mencuat dalam informasi yang diterima media ini adalah Datz. Keterkaitan nama tersebut dengan dugaan aktivitas penyaluran solar bersubsidi masih menjadi tanda tanya dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut dari aparat penegak hukum.

Jika dugaan tersebut benar, maka pertanyaan besar kini mengarah pada bagaimana mekanisme pengawasan distribusi solar bersubsidi di SPBU Tateli dapat berjalan.

Sebab, solar bersubsidi merupakan BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor-sektor yang telah ditentukan pemerintah. Jika distribusinya justru diduga dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu, maka persoalan ini bukan sekadar soal antrean panjang atau kelangkaan BBM, melainkan menyangkut dugaan penyalahgunaan distribusi barang bersubsidi yang seharusnya diawasi secara ketat.

Lantas, siapa sebenarnya yang mengatur penyaluran solar bersubsidi di SPBU Tateli? Benarkah ada oknum internal SPBU yang diduga berperan? Lalu, apa aktivitas truk-truk yang disebut berada di belakang SPBU, termasuk truk berwarna hijau yang menjadi sorotan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menunggu jawaban dan pembuktian dari aparat penegak hukum.

Media ini kemudian mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melalui Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto.

Menanggapi informasi terkait dugaan tersebut, AKP Elwin Kristanto menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

"Ok, kita lakukan lidik dulu ya," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa dugaan praktik permainan solar bersubsidi di SPBU Tateli tidak boleh berhenti sebatas informasi di lapangan. Jika memang terdapat pelanggaran, masyarakat tentu berharap aparat penegak hukum dapat mengusutnya secara transparan dan profesional.

Sebaliknya, jika dugaan yang beredar tidak terbukti, maka penyelidikan juga penting untuk memberikan kepastian serta menjaga nama baik pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.

Kini publik menanti langkah konkret aparat. SPBU Tateli menjadi sorotan. Nama Kardi dan Datz mencuat. Truk hijau di belakang SPBU menjadi tanda tanya. Dan dugaan adanya lokasi penampungan membutuhkan jawaban yang terang.

APH jangan hanya berhenti pada pernyataan akan melakukan penyelidikan. Publik menunggu: apakah dugaan ini akan benar-benar diusut hingga tuntas, atau kembali hilang tanpa kejelasan?

(***)


Tutup Hari Sabat, Wagub Sulut Victor Mailangkay dan Istri Kunjungi Warga Sakit, Bagikan Penguatan dan Doa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Menutup hari Sabat, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay bersama istri, Ny. Merry Elisabeth Mailangkay-Kalalo, kembali mengungkapkan rasa syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan yang dirasakan sepanjang hari.

Usai beribadah bersama jemaat, Victor Mailangkay dan istri meluangkan waktu untuk mengunjungi sejumlah saudara seiman yang tengah sakit dan belum dapat hadir di rumah ibadah.

Bagi keduanya, kunjungan tersebut bukan sekadar bentuk perhatian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengharapan, memberikan penguatan melalui doa, serta mengingatkan bahwa kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan.

Dalam setiap perjumpaan, terdapat pelajaran berharga yang dapat dipetik. Di tengah keterbatasan dan pergumulan yang dihadapi, Victor Mailangkay melihat keteguhan iman yang luar biasa dari mereka yang dikunjungi.

Hal tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tidak semata-mata diukur dari kondisi fisik, melainkan dari hati yang tetap percaya dan berserah kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

"Kiranya setiap doa yang dipanjatkan hari ini menjadi penghiburan bagi mereka yang sedang bergumul, dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak pernah lelah mengasihi, melayani, serta saling menguatkan sebagai satu keluarga dalam Kristus," ungkap Victor.

Ia pun berharap kasih dan kepedulian antarsesama terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memberikan dukungan kepada mereka yang tengah menghadapi sakit maupun berbagai pergumulan kehidupan.

"Tuhan senantiasa memelihara dan memberkati kita semua," tutupnya. (***) 

Dugaan Permainan Solar Subsidi di Tateli: Ucok dan Nandito Disebut, Siapa di Balik Alirannya?

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali mencuat. Hasil penelusuran di lapangan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Tateli, Kabupaten Minahasa, menemukan informasi adanya dugaan aktivitas penyedotan solar bersubsidi yang kemudian dibawa ke sejumlah lokasi untuk diduga ditampung.

Dalam penelusuran tersebut, nama “Ucok” dan “Nandito” disebut-sebut oleh sejumlah sumber di lapangan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan siapa pihak yang terlibat dan bagaimana sebenarnya pola distribusi solar bersubsidi tersebut berlangsung.

Munculnya nama Ucok dan Nandito tentu menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Siapa sebenarnya mereka? Apa peran mereka dalam dugaan aktivitas penyedotan solar bersubsidi tersebut? Benarkah ada pihak tertentu yang mengatur atau mengendalikan distribusi BBM subsidi dari SPBU hingga ke lokasi penampungan?

Pertanyaan lainnya, mengapa dugaan aktivitas tersebut bisa berlangsung jika memang benar terjadi? Apakah pengawasan di tingkat SPBU sudah berjalan maksimal? Atau justru ada celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu?

Dugaan ini semakin menjadi perhatian lantaran adanya ketimpangan antara pernyataan pemerintah terkait ketersediaan pasokan solar dengan kondisi yang dirasakan masyarakat. Di satu sisi, pemerintah menyatakan stok dan pasokan BBM bersubsidi tersedia dalam jumlah yang cukup. Namun di sisi lain, masyarakat masih harus menghadapi antrean panjang dan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Jika pasokan solar bersubsidi memang mencukupi, mengapa masyarakat masih kesulitan mendapatkannya? Ke mana sebenarnya solar subsidi tersebut mengalir? Apakah benar sebagian BBM subsidi justru diduga disalurkan melalui jalur yang tidak semestinya?

Informasi yang dihimpun menyebutkan, solar bersubsidi yang diduga disedot dari wilayah SPBU Tateli tersebut kemudian dibawa ke arah Pineleng dan Warembungan untuk diduga ditampung.

Jika informasi tersebut benar, maka publik tentu mempertanyakan siapa yang berada di balik dugaan alur distribusi tersebut dan siapa yang selama ini mendapatkan keuntungan dari BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat?

Aparat penegak hukum (APH) pun didesak untuk tidak sekadar melakukan pengawasan di SPBU. Penelusuran harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengisian, kendaraan yang digunakan, pihak yang diduga mengangkut, hingga lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan.

Polres Minahasa bersama instansi terkait diminta turun tangan dan menjawab keresahan masyarakat. Jika benar ada dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, siapa yang bertanggung jawab? Jika tidak benar, siapa sebenarnya Ucok dan Nandito yang namanya disebut-sebut dalam informasi di lapangan?

Publik menunggu langkah konkret aparat untuk mengungkap fakta di balik dugaan penyedotan dan penampungan solar bersubsidi tersebut. Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi pihak yang dirugikan, sementara dugaan permainan distribusi BBM subsidi justru tidak tersentuh.

Sebab, jika dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi benar terjadi, persoalannya bukan lagi sekadar antrean panjang di SPBU. Ini menyangkut dugaan permainan distribusi yang berpotensi merugikan negara sekaligus menghilangkan hak masyarakat untuk memperoleh BBM bersubsidi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang namanya disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan klarifikasi. Konfirmasi dan hak jawab tetap terbuka sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (***)

Dugaan Mafia solar di Kapitu Mencuat, Nama 'Katio' Disebut Disinyalir Bebas Sedot BBM Subsidi, APH Diminta Turun Tangan

Tidak ada komentar

 


Foto: SPBU Kapitu

EXPRESSINDONEWS— Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Kali ini, sorotan mengarah ke wilayah Kapitu, di mana nama seseorang berinisial atau dikenal dengan sebutan “Katio” disebut-sebut dalam sejumlah informasi hasil penelusuran lapangan terkait dugaan aktivitas penyedotan solar bersubsidi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Informasi tersebut mencuat setelah dilakukan sejumlah investigasi dan penelusuran di lapangan. Dalam proses penelusuran, nama “Katio” disebut sebagai salah satu pihak yang diduga leluasa melakukan pengisian BBM jenis solar bersubsidi di sejumlah SPBU.

Jika dugaan tersebut benar, kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan serius. Sebab, BBM subsidi pada prinsipnya diperuntukkan bagi masyarakat dan kelompok pengguna yang telah ditetapkan pemerintah. Praktik pembelian secara berulang dalam jumlah besar untuk kemudian diduga ditampung atau dialihkan kembali berpotensi merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan akses terhadap BBM subsidi tersebut.

Persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai masalah kecil. Jika benar terdapat pihak tertentu yang dapat dengan leluasa menyedot solar bersubsidi di sejumlah SPBU tanpa pengawasan yang memadai, maka perlu dipertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan dan pengendalian distribusi BBM subsidi di lapangan.

Lebih jauh, aparat penegak hukum (APH) diminta tidak tinggal diam. Polres Minahasa Selatan bersama Polda Sulawesi Utara diharapkan segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

APH juga didorong untuk memeriksa rekaman CCTV SPBU, data transaksi pembelian solar bersubsidi, kendaraan yang diduga digunakan, hingga pola pengisian yang dilakukan secara berulang. Langkah ini penting untuk mengungkap apakah terdapat praktik penyelewengan atau jaringan distribusi ilegal yang selama ini luput dari pengawasan.

Jangan sampai masyarakat harus antre dan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi, sementara di sisi lain ada pihak tertentu yang justru diduga dapat mengakses BBM subsidi secara berulang dan dalam jumlah besar.

Publik tentu menunggu langkah konkret aparat. Jika memang tidak ada pelanggaran, maka penyelidikan dapat menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian dan menjernihkan informasi yang berkembang. Namun apabila ditemukan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi, maka penindakan tegas harus dilakukan tanpa pandang bulu.

Nama “Katio” yang mencuat dalam penelusuran lapangan ini perlu diklarifikasi dan diverifikasi oleh aparat berwenang. Jangan sampai dugaan praktik mafia solar terus berlangsung karena lemahnya pengawasan dan penindakan.

Masyarakat Minsel berharap APH segera turun tangan dan mengusut dugaan tersebut secara profesional, transparan, serta berdasarkan bukti. Sebab, BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang penggunaannya harus diawasi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi terkait dugaan keterlibatan “Katio” tersebut masih sebatas temuan dan informasi yang berkembang dari penelusuran lapangan dan perlu dibuktikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Pihak-pihak yang disebut juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan. (***) 

Wagub Sulut Victor Mailangkay Hadiri Rapat Koordinasi Penanganan PFDs dan PIDs, Dorong Kepastian Status bagi Masyarakat di Perbatasan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay, mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, menghadiri Rapat Desk Koordinasi Penanganan Persons of Filipino Descent (PFDs) di Indonesia dan Persons of Indonesian Descent (PIDs) di Filipina.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Jakarta Kemayoran dan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pemerintah dalam menangani persoalan status dan kepastian hukum masyarakat keturunan Filipina yang berada di Indonesia maupun masyarakat keturunan Indonesia yang berada di Filipina.

Bagi Victor Mailangkay, rapat koordinasi tersebut bukan sekadar forum formal yang membahas persoalan administratif dan teknis pemerintahan. Di balik agenda tersebut, terdapat persoalan kemanusiaan yang menyangkut kehidupan masyarakat yang selama bertahun-tahun berada dalam situasi di antara dua identitas dan membutuhkan kepastian mengenai status mereka.

"Rapat ini mungkin terdengar formal, penuh istilah teknis. Tapi bagi saya, ini bukan sekadar forum biasa," ujar Victor.

Menurutnya, ada masyarakat yang lahir dan tumbuh di suatu wilayah, namun hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan kepastian status yang mereka butuhkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

"Di balik semua itu, ada cerita tentang orang-orang yang selama bertahun-tahun hidup di antara dua identitas. Ada yang lahir di sini, besar di sini, tapi belum benar-benar diakui. Ada yang menunggu kepastian, bukan hanya di atas kertas, tapi dalam kehidupan sehari-hari mereka," katanya.

Victor menilai, persoalan tersebut harus dilihat tidak hanya dari perspektif administrasi pemerintahan, tetapi juga dari sisi kemanusiaan. Kepastian status, menurutnya, berkaitan erat dengan rasa memiliki, identitas, serta masa depan masyarakat yang terdampak.

Ia pun berharap berbagai pembahasan dan koordinasi yang dilakukan pemerintah melalui forum tersebut dapat menghasilkan langkah konkret yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Negara hadir, dan hari ini kita melihat upaya itu terus diperjuangkan. Bukan sekadar administrasi, tapi soal rasa memiliki. Soal siapa kita, dan di mana kita berdiri," ungkapnya.

Victor menambahkan, setiap langkah yang dibahas dalam forum koordinasi harus mampu menjangkau masyarakat yang selama ini menantikan kepastian. Sebab, menurutnya, yang sedang diperjuangkan bukan semata-mata persoalan dokumen, melainkan menyangkut masa depan dan kehidupan manusia.

"Semoga setiap langkah kecil dari ruang-ruang seperti ini bisa benar-benar sampai ke mereka yang menunggu di luar sana. Karena pada akhirnya, yang kita urus bukan hanya dokumen, tapi masa depan orang-orang," pungkasnya. (***) 

Terobosan Baru RSUD Kota Manado, Pemeriksaan Calon Jamaah Haji Kini Lebih Cepat dan Terintegrasi

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Manado mulai memperkuat pelayanan kesehatan bagi calon jamaah haji melalui pembentukan tim khusus yang bertugas menangani pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji di Kota Manado.

Direktur Utama RSUD Kota Manado, dr. Hezky Lintang, mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang lebih terarah, mudah, dan terintegrasi bagi calon jamaah haji.

"Pertama-tama kami berterima kasih kepada pimpinan yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat melayani jamaah haji. Ke depan, kami telah membentuk tim dan tim itu sudah terbentuk dengan baik untuk pemeriksaan calon jamaah haji di Kota Manado," ujar dr. Hezky.

Menurutnya, pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Pelayanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi calon jamaah haji, terutama dari sisi fasilitas dan akses pemeriksaan kesehatan.

Dengan adanya pelayanan terpusat di RSUD Kota Manado, calon jamaah haji tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pemeriksaan yang diperlukan.

"Jadi dalam hal ini kami membantu mulai dari segi fasilitas, agar jamaah haji tidak perlu ke sana kemari. Mereka sudah memiliki satu tempat atau satu wadah untuk mendapatkan pelayanan, yaitu di RSUD Kota Manado," jelasnya.

dr. Hezky menambahkan, pelayanan pemeriksaan calon jamaah haji dengan sistem terpusat seperti ini sebelumnya belum pernah dilaksanakan di RSUD Kota Manado. Karena itu, pembentukan tim khusus tersebut menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi calon jamaah haji.

Sementara itu, dr. Ningsi Hadji Ali mengatakan pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji telah mulai dilaksanakan sejak Senin, 27 Juli 2026.

"Memang yang datang baru sedikit, kurang dari 10 orang. Untuk yang belum datang, kemarin kami sudah menginformasikan agar dapat datang hari ini," kata dr. Ningsi.

Ia menjelaskan, pelayanan pemeriksaan calon jamaah haji dibuka selama hari kerja, yakni Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.

Pelayanan yang terpusat di RSUD Kota Manado ini pun mendapat respons positif dari calon jamaah haji tahun 2027. Salah satunya disampaikan Muharli, yang mengaku pelayanan pemeriksaan kesehatan kali ini terasa lebih cepat dan praktis.

Menurut Muharli, sistem pelayanan yang terpusat membuat proses pemeriksaan menjadi lebih terarah sehingga calon jamaah haji tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus pemeriksaan di tempat yang berbeda.

"Ini baru pertama kali saya mengikuti pemeriksaan dengan sistem seperti ini. Menurut saya, pelayanannya lebih cepat, tertata, dan sangat membantu. Kami sebagai calon jamaah haji merasa lebih mudah karena pelayanan sudah terpusat di satu tempat, sehingga proses pemeriksaan menjadi lebih praktis dan tidak membuang banyak waktu," ungkapnya.

Dengan dibentuknya tim khusus dan pelayanan pemeriksaan yang terpusat, RSUD Kota Manado diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi calon jamaah haji, sekaligus memastikan setiap jamaah mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang optimal sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan ibadah haji. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com