LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Reses III Elryc Mosal Serap Aspirasi Warga Kepulauan, Soroti Listrik, Rujukan Pasien hingga Persoalan Sampah

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS– Anggota DPRD Kota Manado, Elryc Milan Maesa Mosal, Personel Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Tuminting, Bunaken dan Bunaken Kepulauan, menggelar Masa Reses III Tahun Sidang 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional anggota legislatif dalam menyerap, menghimpun, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar menjadi bahan pembahasan serta tindak lanjut bersama Pemerintah Kota Manado.

Meski kegiatan berlangsung di tengah masih adanya persoalan listrik yang belum sepenuhnya teratasi di wilayah kepulauan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan hingga usulan pemekaran wilayah.



Dalam penyampaiannya, Elryc Mosal menyoroti persoalan pasokan listrik di Pulau Bunaken dan Pulau Siladen yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat, termasuk di media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak terhadap sektor pariwisata karena mengecewakan para wisatawan yang datang berkunjung.

"Bayangkan saja, tamu-tamu yang datang ke Bunaken ada yang kecewa karena persoalan listrik. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kewenangan pengelolaan listrik berada di bawah PT PLN (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga Pemerintah Kota Manado tidak memiliki kewenangan langsung untuk memerintahkan penyelesaiannya.

"Kami hanya bisa terus berkoordinasi. Bahkan hari ini kami terus mendorong agar pelayanan listrik segera dibenahi. Puji Tuhan, saya sudah bertemu dengan Pak Wali Kota dan saat ini sedang menunggu pertemuan dengan Kepala PLN. Dari hasil komunikasi tersebut, ada optimisme bahwa mudah-mudahan pada 17 Agustus nanti listrik di Pulau Siladen sudah dapat menyala selama 24 jam," ungkapnya.

Sembari menunggu terealisasinya pelayanan listrik penuh, Elryc menegaskan dirinya tetap akan hadir membantu masyarakat kepulauan.

"Selama listrik belum menyala 24 jam, saya akan tetap membantu masyarakat, baik dalam situasi suka maupun duka. Mungkin bantuan itu tidak terlalu besar, tetapi sudah menjadi tanggung jawab kami untuk tetap memperhatikan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan itu, Elryc juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), untuk mendorong percepatan penyelesaian berbagai kebutuhan infrastruktur di wilayah kepulauan.

Sesi dialog kemudian diwarnai berbagai aspirasi masyarakat. Vince Bawekes mempertanyakan mekanisme rujukan pasien ke RSUD ODSK. Ia mengaku masih menemukan kendala ketika pasien yang hendak menjalani kontrol ditolak karena tidak memiliki surat rujukan, padahal sebelumnya telah diarahkan untuk langsung datang ke rumah sakit.

"Yang menjadi pertanyaan kami, sebenarnya sistem rujukan ini seperti apa? Karena masyarakat menjadi bingung ketika di satu sisi diminta langsung datang, tetapi di sisi lain rumah sakit meminta surat rujukan," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Yakobus menyampaikan aspirasi agar Pulau Siladen dapat dimekarkan menjadi kelurahan tersendiri guna mempermudah pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Keluhan juga datang dari Jefri Kohekes terkait pengangkutan sampah di Pulau Siladen. Menurutnya, sampah rumah tangga saat ini hanya diangkut sekitar satu bulan sekali sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kesehatan masyarakat.

"Kami menampung sampah di rumah. Perahu pengangkut datang satu bulan sekali sehingga sampah menjadi busuk. Harapan kami pengangkutannya bisa dilakukan minimal satu minggu sekali," katanya.

Menanggapi persoalan rujukan pasien, Elryc Mosal mengakui masyarakat kepulauan memang menghadapi tantangan tersendiri akibat kondisi geografis.

"Persoalan rujukan menjadi sangat penting karena posisi kita berada di wilayah kepulauan. Kondisi geografis membuat masyarakat tidak bisa disamakan dengan wilayah daratan. Aspirasi ini akan kami perjuangkan agar pelayanan kesehatan semakin mudah diakses masyarakat," tegasnya.

Terkait usulan pemekaran Pulau Siladen menjadi kelurahan tersendiri, Elryc menyatakan dukungannya secara pribadi dan berjanji akan membawa aspirasi tersebut kepada Pemerintah Kota Manado.

"Menurut saya, usulan ini sangat baik. Saya mendukung agar Siladen dapat menjadi kelurahan sendiri. Aspirasi ini akan saya bawa dan sampaikan kepada Pemerintah Kota Manado. Mudah-mudahan pemerintah dapat mengambil kebijakan terbaik demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Menanggapi persoalan pelayanan kesehatan, Kepala Puskesmas Kecamatan Bunaken Kepulauan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi terkait kasus pasien yang dimaksud. Ia menyebut pasien memang pernah menjalani pengobatan di RSUD ODSK, namun sistem rujukan elektronik tidak membaca data untuk penerbitan rujukan lanjutan ke rumah sakit tersebut sehingga diperlukan penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku.

Melalui kegiatan Reses III ini, Elryc Mosal menegaskan komitmennya untuk terus mengawal seluruh aspirasi masyarakat kepulauan, baik terkait pelayanan dasar, infrastruktur, kesehatan, kebersihan lingkungan maupun kebutuhan pembangunan lainnya, agar dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Manado. (***) 

Camat Bunaken Kepulauan Imanuel Mandak Tekankan Pengelolaan Sampah dan Kesiapsiagaan Bencana dalam Reses Elryc Mosal

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS– Camat Bunaken Kepulauan, Imanuel Mandak, menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana saat menghadiri agenda Reses Anggota DPRD Kota Manado, Elryc Mosal.

Dalam penyampaiannya, Mandak mengatakan persoalan sampah menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kota Manado. Karena itu, ia meminta seluruh ketua lingkungan untuk menjalankan instruksi Pemerintah Kota dengan mengedukasi masyarakat agar mengelola sampah sejak dari rumah.

"Sesuai instruksi Bapak Wali Kota Manado, sampah organik harus dikelola oleh masyarakat. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman di pekarangan rumah, sementara sisa nasi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Adapun sampah nonorganik yang tidak dapat dikelola masyarakat akan ditangani oleh pemerintah," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk wilayah kepulauan, sampah nonorganik akan diangkut oleh pemerintah. Jika sebelumnya pengangkutan dilakukan menuju Pantai Karangria, kini telah dialihkan ke Tongkaina sebelum diproses lebih lanjut di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kilo 5.

Mandak mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan suatu wilayah menjadi bersih tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh warga.

Ia pun memberikan apresiasi kepada masyarakat Kelurahan Manado Tua II yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan hingga menjadi salah satu kelurahan terbersih.

"Saya sangat mengapresiasi masyarakat yang sudah memahami pentingnya pengelolaan sampah. Menjadi kelurahan terbersih bukan hasil kerja satu pihak, tetapi kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Mari kita mulai dari membersihkan halaman rumah masing-masing," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mandak juga mengingatkan seluruh kepala lingkungan agar lebih disiplin mengawasi pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Khusus untuk Pulau Siladen, ia meminta agar pengangkutan sampah nonorganik dilakukan secara rutin setiap pekan, bukan lagi hanya sebulan sekali.

"Saya mengingatkan para kepala lingkungan agar pengangkutan sampah dilakukan minimal satu minggu sekali. Jangan sampai hanya dilakukan satu bulan sekali. Ini memang persoalan teknis, tetapi saya akan terus memantau dan mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal," katanya.

Selain membahas persoalan kebersihan, Mandak juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kejadian darurat, seperti bencana alam maupun orang hilang, kepada ketua lingkungan atau pemerintah kelurahan agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Apabila terjadi bencana, orang hilang, atau keadaan darurat lainnya, segera laporkan kepada ketua lingkungan maupun pihak kelurahan agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," pungkasnya. (***) 

Di Tengah Terik Matahari, Venny Nangka Dengarkan Aspirasi Warga Titiwungen Selatan Satu Per Satu

Tidak ada komentar


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Venny Veronika Nangka, menggelar Reses III Masa Persidangan Tahun 2026 bersama masyarakat Kelurahan Titiwungen Selatan, Kecamatan Sario. Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusiasme, di mana warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang menjadi kebutuhan di lingkungan mereka.

Venny Veronika Nangka menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang hadir. Menurutnya, tingginya partisipasi warga, meski cuaca cukup panas, menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap pembangunan dan pelayanan publik.

Dalam dialog bersama warga, persoalan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi aspirasi utama. Masyarakat berharap penanganan DAS yang telah lama diusulkan dapat segera direalisasikan guna mengurangi potensi banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Selain itu, para ibu rumah tangga yang hadir juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan dukungan lebih besar kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), baik melalui bantuan permodalan, pelatihan, maupun program pemberdayaan ekonomi agar usaha mereka dapat berkembang.

Aspirasi lainnya datang dari warga yang meminta perhatian terhadap penyaluran bantuan sosial. Masyarakat mengungkapkan masih ada keluarga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan karena suami dan istri sudah tidak lagi mampu bekerja. Karena itu, mereka berharap pendataan penerima bantuan dapat dilakukan kembali secara lebih akurat oleh pemerintah melalui kepala lingkungan, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

Di sektor transportasi, warga menyampaikan apresiasi atas hadirnya layanan Bus Trans Manado yang dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat. Namun demikian, mereka juga mengusulkan adanya penambahan halte atau titik pemberhentian di kawasan Jalan Sam Ratulangi agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Sementara di bidang kesehatan, warga berharap pemerintah dapat menghadirkan program pengobatan gratis. Usulan tersebut muncul karena masih banyak warga lanjut usia yang mengalami kesulitan untuk datang berobat atau memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Venny Veronika Nangka menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan sesuai kewenangannya di DPRD Kota Manado.

Pada kesempatan itu, Venny juga menyerahkan bantuan unit mesin pemotong rumput kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan. Bantuan tersebut diserahkan melalui Pemerintah Kecamatan Sario dan diterima langsung oleh Camat Sario untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan saya kawal dan perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Titiwungen Selatan," ujar Venny. (***) 

Wagub Sulut Victor Mailangkay Hadiri Ibadah Syukur HUT ke-25 Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS — Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil, Wilayah Manado Utara I.

Kehadiran Wakil Gubernur dalam momentum penuh sukacita tersebut menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan 25 tahun pelayanan dan kehidupan berjemaat yang telah dilalui oleh keluarga besar Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil.

Dalam kesempatan tersebut, Victor J. Mailangkay menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan untuk dapat hadir dan bersama-sama jemaat merayakan pertambahan usia pelayanan gereja.

Menurutnya, perjalanan 25 tahun pelayanan bukan sekadar tentang perjalanan waktu, melainkan menjadi bukti nyata penyertaan Tuhan yang senantiasa menguatkan jemaat dalam menghadapi setiap tantangan dan menjalankan panggilan pelayanan.

Ia pun meyakini bahwa gereja akan terus mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat, menjadi terang yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan kepedulian bagi sesama.

"Gereja akan terus menjadi terang yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan kepedulian bagi sesama, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera," ujar Victor.

Lebih lanjut, Victor menyampaikan ucapan selamat HUT ke-25 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil.

Ia berharap, di usia yang ke-25 tahun ini, seluruh pelayan, kolom, dan jemaat semakin bertumbuh dalam iman, semakin setia dalam pelayanan, serta mampu menjadi berkat bagi banyak orang.

"Selamat merayakan HUT ke-25 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Bukit Zaitun Pancurang Atas Singkil. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap pelayan, kolom, dan seluruh jemaat agar terus bertumbuh dalam iman, setia dalam pelayanan, serta menjadi berkat bagi banyak orang," ungkapnya.

Perayaan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh jemaat sekaligus memperkuat semangat pelayanan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Soli Deo Gloria. (**) 

Dugaan Mafia Solar di SPBU Tateli Makin Terbuka, Nama Kardi Mencuat—Polresta Manado Diminta Bongkar Permainan Solar Bersubsidi

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Dugaan praktik permainan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tateli kembali memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya mencuat berbagai dugaan terkait pola penyaluran solar bersubsidi yang dinilai tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat yang berhak, kini muncul informasi baru yang menyeret nama berinisial K alias Kardi, yang disebut-sebut diduga merupakan oknum petugas SPBU.

Informasi yang dihimpun media ini dari sumber resmi yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, penyaluran solar bersubsidi di SPBU Tateli diduga diatur oleh oknum berinisial K alias Kardi.

Sumber tersebut juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan sejumlah mobil jenis truk dalam aktivitas pengambilan solar bersubsidi. Bahkan, muncul dugaan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut memiliki pola tertentu dalam melakukan pengisian BBM.

Tak berhenti di situ. Informasi lain yang mencuat menyebutkan adanya dugaan lokasi yang digunakan sebagai tempat penampungan, sementara sejumlah kendaraan diduga berada atau stay di area belakang SPBU Tateli.

Dalam penelusuran di lapangan, keberadaan sebuah truk berwarna hijau di bagian belakang SPBU turut menjadi perhatian. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian apakah kendaraan tersebut memiliki keterkaitan dengan dugaan penyelewengan distribusi solar bersubsidi atau hanya berada di lokasi untuk kepentingan lain.

Nama lain yang turut mencuat dalam informasi yang diterima media ini adalah Datz. Keterkaitan nama tersebut dengan dugaan aktivitas penyaluran solar bersubsidi masih menjadi tanda tanya dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut dari aparat penegak hukum.

Jika dugaan tersebut benar, maka pertanyaan besar kini mengarah pada bagaimana mekanisme pengawasan distribusi solar bersubsidi di SPBU Tateli dapat berjalan.

Sebab, solar bersubsidi merupakan BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor-sektor yang telah ditentukan pemerintah. Jika distribusinya justru diduga dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu, maka persoalan ini bukan sekadar soal antrean panjang atau kelangkaan BBM, melainkan menyangkut dugaan penyalahgunaan distribusi barang bersubsidi yang seharusnya diawasi secara ketat.

Lantas, siapa sebenarnya yang mengatur penyaluran solar bersubsidi di SPBU Tateli? Benarkah ada oknum internal SPBU yang diduga berperan? Lalu, apa aktivitas truk-truk yang disebut berada di belakang SPBU, termasuk truk berwarna hijau yang menjadi sorotan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menunggu jawaban dan pembuktian dari aparat penegak hukum.

Media ini kemudian mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid melalui Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto.

Menanggapi informasi terkait dugaan tersebut, AKP Elwin Kristanto menyatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

"Ok, kita lakukan lidik dulu ya," tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa dugaan praktik permainan solar bersubsidi di SPBU Tateli tidak boleh berhenti sebatas informasi di lapangan. Jika memang terdapat pelanggaran, masyarakat tentu berharap aparat penegak hukum dapat mengusutnya secara transparan dan profesional.

Sebaliknya, jika dugaan yang beredar tidak terbukti, maka penyelidikan juga penting untuk memberikan kepastian serta menjaga nama baik pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.

Kini publik menanti langkah konkret aparat. SPBU Tateli menjadi sorotan. Nama Kardi dan Datz mencuat. Truk hijau di belakang SPBU menjadi tanda tanya. Dan dugaan adanya lokasi penampungan membutuhkan jawaban yang terang.

APH jangan hanya berhenti pada pernyataan akan melakukan penyelidikan. Publik menunggu: apakah dugaan ini akan benar-benar diusut hingga tuntas, atau kembali hilang tanpa kejelasan?

(***)


Tutup Hari Sabat, Wagub Sulut Victor Mailangkay dan Istri Kunjungi Warga Sakit, Bagikan Penguatan dan Doa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Menutup hari Sabat, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay bersama istri, Ny. Merry Elisabeth Mailangkay-Kalalo, kembali mengungkapkan rasa syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan yang dirasakan sepanjang hari.

Usai beribadah bersama jemaat, Victor Mailangkay dan istri meluangkan waktu untuk mengunjungi sejumlah saudara seiman yang tengah sakit dan belum dapat hadir di rumah ibadah.

Bagi keduanya, kunjungan tersebut bukan sekadar bentuk perhatian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengharapan, memberikan penguatan melalui doa, serta mengingatkan bahwa kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan.

Dalam setiap perjumpaan, terdapat pelajaran berharga yang dapat dipetik. Di tengah keterbatasan dan pergumulan yang dihadapi, Victor Mailangkay melihat keteguhan iman yang luar biasa dari mereka yang dikunjungi.

Hal tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati tidak semata-mata diukur dari kondisi fisik, melainkan dari hati yang tetap percaya dan berserah kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

"Kiranya setiap doa yang dipanjatkan hari ini menjadi penghiburan bagi mereka yang sedang bergumul, dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak pernah lelah mengasihi, melayani, serta saling menguatkan sebagai satu keluarga dalam Kristus," ungkap Victor.

Ia pun berharap kasih dan kepedulian antarsesama terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, khususnya dalam memberikan dukungan kepada mereka yang tengah menghadapi sakit maupun berbagai pergumulan kehidupan.

"Tuhan senantiasa memelihara dan memberkati kita semua," tutupnya. (***) 

Dugaan Permainan Solar Subsidi di Tateli: Ucok dan Nandito Disebut, Siapa di Balik Alirannya?

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi kembali mencuat. Hasil penelusuran di lapangan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Tateli, Kabupaten Minahasa, menemukan informasi adanya dugaan aktivitas penyedotan solar bersubsidi yang kemudian dibawa ke sejumlah lokasi untuk diduga ditampung.

Dalam penelusuran tersebut, nama “Ucok” dan “Nandito” disebut-sebut oleh sejumlah sumber di lapangan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan siapa pihak yang terlibat dan bagaimana sebenarnya pola distribusi solar bersubsidi tersebut berlangsung.

Munculnya nama Ucok dan Nandito tentu menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Siapa sebenarnya mereka? Apa peran mereka dalam dugaan aktivitas penyedotan solar bersubsidi tersebut? Benarkah ada pihak tertentu yang mengatur atau mengendalikan distribusi BBM subsidi dari SPBU hingga ke lokasi penampungan?

Pertanyaan lainnya, mengapa dugaan aktivitas tersebut bisa berlangsung jika memang benar terjadi? Apakah pengawasan di tingkat SPBU sudah berjalan maksimal? Atau justru ada celah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu?

Dugaan ini semakin menjadi perhatian lantaran adanya ketimpangan antara pernyataan pemerintah terkait ketersediaan pasokan solar dengan kondisi yang dirasakan masyarakat. Di satu sisi, pemerintah menyatakan stok dan pasokan BBM bersubsidi tersedia dalam jumlah yang cukup. Namun di sisi lain, masyarakat masih harus menghadapi antrean panjang dan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Jika pasokan solar bersubsidi memang mencukupi, mengapa masyarakat masih kesulitan mendapatkannya? Ke mana sebenarnya solar subsidi tersebut mengalir? Apakah benar sebagian BBM subsidi justru diduga disalurkan melalui jalur yang tidak semestinya?

Informasi yang dihimpun menyebutkan, solar bersubsidi yang diduga disedot dari wilayah SPBU Tateli tersebut kemudian dibawa ke arah Pineleng dan Warembungan untuk diduga ditampung.

Jika informasi tersebut benar, maka publik tentu mempertanyakan siapa yang berada di balik dugaan alur distribusi tersebut dan siapa yang selama ini mendapatkan keuntungan dari BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat?

Aparat penegak hukum (APH) pun didesak untuk tidak sekadar melakukan pengawasan di SPBU. Penelusuran harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengisian, kendaraan yang digunakan, pihak yang diduga mengangkut, hingga lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan.

Polres Minahasa bersama instansi terkait diminta turun tangan dan menjawab keresahan masyarakat. Jika benar ada dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, siapa yang bertanggung jawab? Jika tidak benar, siapa sebenarnya Ucok dan Nandito yang namanya disebut-sebut dalam informasi di lapangan?

Publik menunggu langkah konkret aparat untuk mengungkap fakta di balik dugaan penyedotan dan penampungan solar bersubsidi tersebut. Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi pihak yang dirugikan, sementara dugaan permainan distribusi BBM subsidi justru tidak tersentuh.

Sebab, jika dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi benar terjadi, persoalannya bukan lagi sekadar antrean panjang di SPBU. Ini menyangkut dugaan permainan distribusi yang berpotensi merugikan negara sekaligus menghilangkan hak masyarakat untuk memperoleh BBM bersubsidi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang namanya disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan klarifikasi. Konfirmasi dan hak jawab tetap terbuka sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (***)

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com