EXPREESSINDONEWS-- Insiden yang sempat viral di media sosial terkait dugaan keributan di depan Liquid Bar Executive akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak manajemen.
Manager Liquid, Mario, angkat bicara untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menjelaskan, peristiwa baku hantam tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 Wita dan berlangsung di luar area utama tempat hiburan malam tersebut.
Menurut Mario, keributan dipicu oleh sekelompok orang yang datang dalam jumlah belasan dan memanggil rekan mereka yang berada di dalam lokasi. Ia menduga insiden tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi antarindividu.
“Saya melihat itu murni masalah pribadi, karena yang terlibat hanya mereka dengan kelompok mereka sendiri. Tidak benar jika disebut terjadi kekacauan di dalam Liquid. Keributan terjadi di luar,” tegasnya.
Pasca kejadian itu, manajemen mengaku langsung melakukan evaluasi internal serta memperketat standar operasional prosedur (SOP) keamanan. Pengamanan ditingkatkan dengan penambahan personel security serta dukungan dari Sabhara Polda dan jajaran Polsek Wenang.
Tak hanya itu, pemeriksaan terhadap pengunjung juga diperketat. Manajemen kini menerapkan body check secara menyeluruh, bahkan melarang barang-barang kecil seperti permen untuk dibawa masuk sebagai bagian dari penegakan aturan keamanan. Selain itu, tamu diantar hingga ke kendaraan masing-masing guna meminimalisir potensi gesekan di luar lokasi.
Mario berharap kejadian tersebut tidak memperburuk citra usaha yang telah berjalan selama ini. Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
“Kami berharap Liquid bisa tetap berjalan dan kembali seperti semula. Banyak karyawan yang menggantungkan hidup di sini. Kami tentu tidak ingin ada yang dirugikan,” ujarnya.
Diketahui, izin operasional dari Pemerintah Kota Manado terhadap Liquid hingga saat ini masih tetap berlaku dan tidak mengalami pencabutan.






