LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Anggota FKDM Kota Manado Sapril Palamani: Kolaborasi dengan Kepolisian Cegah Potensi Tarkam di Kecamatan Singkil

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama Kepolisian untuk mengantisipasi potensi tawuran antar-kampung (tarkam) di wilayah Kecamatan Singkil saat pelaksanaan kegiatan nonton bareng.

Anggota FKDM Kota Manado, Sapril Palamani, mengatakan pihaknya bersama personel Kepolisian yang dipimpin Danru Brimob, Ipda Tommy, turun langsung melakukan pemantauan dan pengamanan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi gesekan.

Menurut Sapril, kehadiran anggota FKDM di lapangan merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan konflik dengan memberikan informasi kepada aparat mengenai titik-titik yang perlu diwaspadai.

"Kami bersama Danru Brimob, Ipda Tommy, melaksanakan pengamanan di wilayah yang berpotensi terjadi konflik di Kecamatan Singkil. Pada kegiatan nonton bareng ini, anggota FKDM hadir untuk berkolaborasi dengan Kepolisian dengan memberikan informasi mengenai titik-titik yang perlu diwaspadai dan dijaga, sehingga potensi tawuran antar-kampung dapat dicegah sejak dini," ujar Sapril Palamani.

Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, FKDM mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif, tidak mudah terprovokasi, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Sapril berharap sinergi antara FKDM, Kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga setiap potensi konflik dapat diantisipasi sejak dini dan keamanan di Kota Manado, khususnya Kecamatan Singkil, tetap terjaga. (***) 

Ronaldo alias Ko'Opo dan NK alias Novri Disebut dalam Dugaan Penampungan Bio Solar Subsidi di Minsel

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar kembali menjadi sorotan publik di Sulawesi Utara. Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada dugaan aktivitas yang dikaitkan dengan PT Ordo Pratama Optimal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, Bio Solar bersubsidi diduga dikumpulkan dari beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Manado. Selanjutnya, BBM tersebut diduga dibawa dan ditampung di sebuah lokasi yang disebut berada di wilayah Kapitu, Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Dari lokasi tersebut, Bio Solar subsidi diduga kembali diperjualbelikan kepada pihak-pihak tertentu dan disebut-sebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah aktivitas, termasuk yang diduga berkaitan dengan sektor pertambangan.

Dalam informasi yang beredar, nama Ronaldo alias Ko' Opo turut disebut sebagai pihak yang diduga beraktivitas dengan berlindung di bawah PT Ordo Pratama Optimal. Selain itu, seorang berinisial NK alias Novri juga disebut sebagai pihak yang diduga menguasai atau memiliki lokasi penampungan BBM tersebut.

Tak hanya itu, sumber yang sama juga mengungkap adanya dugaan bahwa aktivitas tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari pihak tertentu. Bahkan, muncul pula dugaan adanya perlindungan dari oknum aparat terhadap praktik tersebut.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada keterangan resmi maupun hasil penyelidikan yang dipublikasikan oleh aparat penegak hukum yang membenarkan klaim tersebut.

Apabila nantinya dugaan tersebut terbukti melalui proses penyelidikan dan pembuktian di pengadilan, praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi, yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Atas mencuatnya informasi tersebut, masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Kepolisian diharapkan mengusut seluruh rangkaian dugaan yang ada, sementara apabila terdapat indikasi keterlibatan oknum anggota TNI, masyarakat juga meminta agar dilakukan pemeriksaan sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain itu, seluruh pihak yang namanya disebut dalam informasi yang beredar diharapkan diberikan kesempatan memberikan klarifikasi dan diperiksa berdasarkan alat bukti yang sah. Langkah tersebut dinilai penting guna mengungkap fakta yang sebenarnya sekaligus menghindari munculnya spekulasi yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu sebelum adanya kepastian hukum.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari PT Ordo Pratama Optimal maupun pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut terkait dugaan yang beredar. Media tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***) 

Wagub Sulut Victor J. Mailangkay Ajak Jemaat Bangun Growth Mindset dan Jadikan Firman Tuhan Dasar Kehidupan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor J. Mailangkay, S.H., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara, mengajak para pendeta dan anggota jemaat untuk membangun pola pikir yang bertumbuh (growth mindset) sebagai fondasi menghadapi perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka secara resmi kegiatan "Reach 26: Sabbath School Alive for Pastors and Church Members" yang diselenggarakan di Universitas Klabat (UNKLAB), Airmadidi.

Dalam kegiatan tersebut, Victor J. Mailangkay, S.H., M.H. didampingi Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulawesi Utara Reza Dotulong serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Roldy Mailangkay.

Menurut Victor, setiap perubahan besar selalu diawali dengan perubahan cara berpikir. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak terjebak dalam zona nyaman, melainkan terus mengembangkan diri agar mampu memberikan dampak positif bagi gereja maupun masyarakat.

"Perubahan besar selalu diawali dari perubahan cara berpikir. Kemajuan tidak akan lahir jika kita memilih untuk tetap berada di zona nyaman. Karena itu, mari kita terus membangun growth mindset dalam kehidupan maupun pelayanan," ujar Victor.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun budaya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, disiplin bukan hanya soal hadir tepat waktu, tetapi membiasakan diri datang lebih awal sebagai bentuk penghargaan kepada Tuhan dan sesama.

Victor juga mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan firman Tuhan sebagai landasan utama kehidupan melalui komitmen membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari (Grounded in the Bible). Menurutnya, keteladanan harus dimulai dari diri sendiri sebelum menjadi inspirasi bagi keluarga, gereja, hingga masyarakat luas.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat semangat Focus on the Mission, sehingga setiap peserta semakin setia dalam melayani, menjangkau sesama, serta mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

"Semoga melalui kegiatan ini semangat Focus on the Mission terus hidup dalam setiap pribadi, sehingga kita semakin setia melayani, menjangkau sesama, dan mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus Kristus," tutup Victor. (***) 

Pentingnya Standardisasi Privasi Fasilitas Publik, Pengelola Tempat Olahraga di Manado Imbau Pengunjung Saling Menjaga

Tidak ada komentar


​MANADO-- Kenyamanan  dan privasi konsumen di ruang publik kini menjadi perhatian serius berbagai kalangan di Kota Manado. 

Hal ini menyusul adanya diskusi hangat di tengah masyarakat mengenai pentingnya pengawasan fasilitas steril seperti toilet dan ruang ganti di tempat-tempat usaha yang melibatkan banyak massa, termasuk fasilitas olahraga yang sedang tren saat ini.

​Keamanan ruang privat dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku usaha lokal.

​Respons Cepat Pengelola Terhadap Aspirasi Konsumen

​Menyikapi perhatian masyarakat terkait isu privasi di area toilet, salah satu manajemen tempat olahraga padel di kawasan Malalayang memberikan respons positif. 

Pihak manajemen menyatakan berkomitmen penuh untuk selalu mendengarkan masukan dari pengunjung demi meningkatkan mutu pelayanan.

​Manajer operasional setempat menyampaikan bahwa jika terdapat keluhan atau kekhawatiran dari konsumen mengenai kondisi fasilitas, pihak manajemen selalu terbuka untuk berdialog dan menyelesaikan kesalahpahaman secara kekeluargaan.

​"Kami selalu mengedepankan pelayanan terbaik. Setiap masukan dari masyarakat atau konsumen menjadi bahan evaluasi internal kami untuk memastikan seluruh area operasional, terutama ruang privat, tetap aman dan nyaman digunakan," ungkap perwakilan manajemen.

​Di sisi lain, sejumlah elemen masyarakat juga mengapresiasi sikap kooperatif dari para pelaku usaha yang mau duduk bersama mencari solusi terbaik jika terjadi dinamika di lapangan. 

Pengawasan bersama antara pengelola dan pengunjung dinilai menjadi kunci utama pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan.

​Dengan adanya komunikasi yang baik antara pihak pengelola, media, dan masyarakat, diharapkan iklim usaha di Kota Manado tetap tumbuh positif. 

Para pelaku usaha diimbau untuk terus melakukan pengecekan berkala terhadap fasilitas publik mereka, sementara pengunjung diharapkan tetap bijak dan melapor langsung ke manajemen jika menemukan hal-hal yang memerlukan penanganan di area fasilitas umum.

Angin Kencang Terjang Manado, FKDM Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem berupa potensi angin kencang yang dikeluarkan BMKG untuk wilayah Sulawesi Utara.

Anggota FKDM Kota Manado, Sapril Palamani, mengatakan masyarakat perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah karena cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan berbagai risiko, seperti pohon tumbang, tiang listrik roboh, hingga gangguan keselamatan di kawasan pesisir.

"Peringatan dini dari BMKG harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat berada di luar ruangan, berkendara, maupun tinggal di wilayah yang rawan pohon tumbang dan kawasan pesisir. Keselamatan harus menjadi prioritas," ujar Sapril Palamani.

Sapril mengungkapkan, dampak angin kencang mulai dirasakan di Kota Manado. Salah satunya, sebuah tiang listrik di Jalan Kapling, perbatasan Kelurahan Kombos Timur dan Kelurahan Singkil Dua, dilaporkan roboh akibat diterjang angin kencang.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.

FKDM Kota Manado mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar, tidak melintas di lokasi yang terdampak apabila dinilai berbahaya, serta segera melaporkan kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan kepada instansi terkait agar dapat segera ditangani.

"Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan antarwarga. Jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca memburuk. Keselamatan diri dan keluarga adalah yang utama," tegas Sapril.

FKDM juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah dan aparat terkait guna meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Manado. (***) 

Panas! Upaya Konfirmasi Media Dibalas Kemarahan Seorang Anggota DPRD Manado

Tidak ada komentar

 


Foto:istimewa

EXPRESSINDONEWS – Sikap terbuka terhadap media menjadi bagian penting dari tanggung jawab seorang wakil rakyat. Konfirmasi dari wartawan merupakan salah satu mekanisme dalam menjalankan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik, sehingga setiap pihak memiliki kesempatan memberikan penjelasan terhadap informasi yang berkembang di ruang publik.

Namun situasi berbeda terjadi saat Keiko Pangemanan, anggota DPRD Kota Manado yang bertugas di Komisi I, hendak dimintai keterangan oleh wartawan terkait isu yang beredar.

Alih-alih memberikan klarifikasi, Keiko justru menunjukkan reaksi emosional. Di hadapan sejumlah anggota DPRD yang berada di ruang Komisi I, ia melontarkan pernyataan bernada tinggi kepada wartawan.

"Kamu tidak profesional jadi wartawan," ucapnya dengan nada penuh emosi.

Suasana di ruang Komisi I sempat memanas hingga beberapa anggota DPRD yang berada di lokasi berusaha menenangkan Keiko agar situasi kembali kondusif.

Sikap tersebut dinilai kontras dengan hubungan kemitraan yang selama ini dibangun antara media dan banyak tokoh politik, termasuk para pimpinan PDI Perjuangan yang kerap membuka ruang komunikasi dengan insan pers sebagai bagian dari transparansi kepada masyarakat.

Menanggapi peristiwa tersebut, aktivis muda Kota Manado, Brayen Hole, menyayangkan respons yang ditunjukkan seorang wakil rakyat terhadap upaya konfirmasi media.

Menurut Brayen, pejabat publik semestinya memanfaatkan kesempatan konfirmasi untuk memberikan penjelasan, bukan justru bereaksi dengan kemarahan.

"Seharusnya wakil rakyat tidak perlu semarah itu. Masyarakat bisa menilai sendiri kualitas dan karakter seorang pejabat dari cara ia menghadapi kritik maupun pertanyaan media. Kalau memang isu itu tidak benar, jelaskan saja. Justru media yang melakukan konfirmasi patut diapresiasi karena menjalankan tugasnya sesuai kaidah jurnalistik. Bayangkan kalau tidak dikonfirmasi lalu langsung diberitakan, tentu itu juga akan dipersoalkan. Karena itu saya merasa miris melihat masih ada wakil rakyat yang terkesan alergi terhadap media," ujar Brayen.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara pejabat publik dengan media merupakan bagian dari akuntabilitas kepada masyarakat. Konfirmasi bukanlah bentuk penghakiman, melainkan kesempatan bagi setiap pihak untuk menyampaikan klarifikasi secara utuh sehingga informasi yang diterima publik tetap berimbang dan sesuai prinsip jurnalistik. (***) 

Sri Nanda Lamadau Soroti Blank Spot hingga Akses Rusunawa bagi Korban Kebakaran dalam Paripurna DPRD Manado

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Anggota DPRD Kota Manado, Sri Nanda Lamadau, menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Manado dalam Rapat Paripurna DPRD. Dua isu yang menjadi sorotannya yakni masih banyaknya wilayah blank spot atau tanpa jaringan telekomunikasi, serta kebijakan pemanfaatan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat terdampak bencana.

Sri Nanda yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai NasDem Kota Manado menegaskan, persoalan blank spot harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan akses masyarakat terhadap program pemerintah.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah titik di wilayah Manado Utara yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi sehingga warga kesulitan memperoleh akses internet maupun layanan digital.

"Pada rapat paripurna hari ini saya menyampaikan beberapa hal, salah satunya terkait penyelesaian titik-titik blank spot yang masih ada di Kota Manado. Di wilayah Manado Utara misalnya, masih banyak lokasi yang sama sekali tidak memiliki sinyal. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," ujar Sri Nanda.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena saat ini pemerintah tengah menjalankan berbagai program perlindungan sosial (Perlinsos) yang proses pendaftarannya dilakukan secara daring.

"Program perlindungan sosial saat ini harus didaftarkan secara online. Jika masih ada titik-titik blank spot, masyarakat akan mengalami kesulitan mengakses portal pendaftaran tersebut. Jangan sampai keterbatasan jaringan justru menghambat warga memperoleh haknya," tegasnya.

Selain persoalan jaringan telekomunikasi, Sri Nanda juga mengangkat aspirasi masyarakat Kelurahan Singkil yang menjadi korban kebakaran pada Februari lalu terkait pemanfaatan Rusunawa.

Ia menilai kebijakan yang masih membebankan biaya sewa kepada korban kebakaran perlu dikaji kembali, mengingat para korban telah kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda akibat musibah tersebut.

"Saya juga menyampaikan aspirasi masyarakat Singkil yang terdampak kebakaran. Mereka sudah kehilangan rumah dan harta benda, namun ketika akan menempati Rusunawa masih harus membayar biaya sewa setiap bulan. Memang nilainya di bawah harga normal, tetapi bagi mereka kondisi itu tetap berat karena mereka sedang berusaha bangkit setelah bencana," katanya.

Tak hanya itu, Sri Nanda turut menyoroti mekanisme penerimaan penghuni Rusunawa yang dinilai masih terlalu rumit. Menurutnya, sejumlah warga mengeluhkan persyaratan administrasi yang berbelit, bahkan setelah seluruh persyaratan dipenuhi mereka masih harus masuk dalam daftar tunggu.

"Faktanya, masih ada kamar-kamar yang kosong namun masyarakat tetap harus menunggu. Kondisi seperti ini perlu dievaluasi agar pemanfaatan Rusunawa benar-benar tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," ungkapnya.

Melalui penyampaian tersebut, Sri Nanda berharap Pemerintah Kota Manado dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperluas akses jaringan telekomunikasi di wilayah blank spot sekaligus mengevaluasi kebijakan pengelolaan Rusunawa agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya korban bencana dan warga berpenghasilan rendah. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com