LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Jean Laluyan Dorong Pengawasan Ketat Bapok Jelang Idulfitri dan Paskah

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- DPRD Provinsi Sulawesi Utara meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut untuk meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Idulfitri dan Paskah tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Sulut, Jeane Laluyan, dalam rapat kerja bersama Disperindag Sulut yang digelar di ruang rapat DPRD, Kamis (5/3/2026).

Menurut Laluyan, momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini oleh pemerintah.

“Pengawasan harus dilakukan secara maksimal untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga di pasaran tetap stabil. Jangan sampai terjadi kelangkaan ataupun lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah antisipatif perlu dilakukan melalui pemantauan rutin terhadap distribusi barang, ketersediaan stok di pasar, hingga pengawasan terhadap rantai pasok dari distributor hingga pedagang.

DPRD Sulut juga mendorong Disperindag untuk meningkatkan intensitas inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern guna memastikan harga dan stok bahan pokok tetap terkendali.

Selain itu, para legislator diminta turut berperan aktif melakukan pemantauan di daerah pemilihan masing-masing sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kondisi pasar di lapangan.

Dengan pengawasan yang lebih intensif serta koordinasi yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Sulawesi Utara tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dan Paskah dengan tenang dan nyaman. (***) 

Nuzulul Qur’an dan Khataman Al-Qur’an Akbar di Mapanget, Perkuat Semangat Mengamalkan Al-Qur’an di Era Digital

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Momentum 17 Ramadhan dimaknai secara istimewa oleh para santri dan penggiat Al-Qur’an di Kecamatan Mapanget melalui kegiatan Nuzulul Qur’an dan Khataman Al-Qur’an Akbar yang melibatkan TPQ, rumah Qur’an, serta pesantren se-Kecamatan Mapanget.

Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Semangat Mempelajari dan Mengamalkan Al-Qur’an di Tengah Era Digital” ini berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri berbagai tokoh keagamaan serta pembina lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Mapanget Suryanto Muarif, Ketua LPTQ Mapanget Oscar Saka, serta para pengurus TPQ dan rumah Qur’an yang turut ambil bagian dalam rangkaian acara.

Pendiri Rumah Tahfidz dan Studi Qur’an (RTQSQ), Nur Amalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin di bulan suci Ramadhan yang bertujuan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Dalam wawancaranya kepada media, Nur Amalia yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Manado, mengatakan bahwa Ramadhan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Al-Qur’an.

“Ini adalah salah satu kegiatan di bulan Ramadhan. Biasanya setiap tahun kami juga menggelar milad lembaga kami, karena sesungguhnya Ramadhan adalah miladnya Al-Qur’an. Jadi bagi orang yang berpuasa, Al-Qur’an tidak bisa dipisahkan dari ibadah puasanya,” ujar Nur Amalia.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan 17 Ramadhan, yang dikenal sebagai peringatan turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Qur’an.

“Bertepatan dengan 17 Ramadhan kami menggelar Nuzulul Qur’an di Kecamatan Mapanget. Acara ini diselenggarakan oleh LPTQ Mapanget dan kami menjadi bagian dari panitia pelaksana. Kami menghimpun seluruh TPQ dan rumah Qur’an se-Kecamatan Mapanget,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para santri dari berbagai TPQ dan rumah Qur’an menampilkan berbagai penampilan bernuansa Al-Qur’an.

“Kami menampilkan sekitar delapan penampilan dari TPQ dan rumah Qur’an yang ada di Kecamatan Mapanget. Antusiasme anak-anak sangat luar biasa, ini menunjukkan bahwa semangat mempelajari Al-Qur’an masih sangat kuat,” tambahnya.

Nur Amalia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk menggelar kegiatan serupa dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap Kecamatan Mapanget bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain untuk melaksanakan agenda yang sama, sehingga semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an dan khataman Al-Qur’an juga menjadi momentum penting untuk mengingatkan umat Islam agar menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup. Di tengah perkembangan teknologi dan era digital saat ini, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tetap menjadi landasan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, serta mampu menghadapi tantangan zaman. (***) 

Reses Iqbal Anshari, Warga Mahawu Soroti BPJS hingga Penanganan Bantaran Sungai

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Muhammad Iqbal Anshari, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Mahawu, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi sehari-hari.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyoroti persoalan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama terkait sistem antrean di puskesmas yang dinilai masih menyulitkan sebagian masyarakat. Warga juga mempertanyakan mekanisme pelayanan bagi mereka yang tidak memiliki telepon seluler untuk melakukan pendaftaran secara daring.

Menanggapi hal itu, pihak terkait menjelaskan bahwa sistem antrean di fasilitas kesehatan mengikuti urutan pendaftaran. Pasien yang lebih dahulu mendaftar akan dilayani lebih dulu. Sementara bagi masyarakat yang tidak memiliki handphone, diharapkan dapat difasilitasi oleh keluarga untuk melakukan pendaftaran.

Selain isu kesehatan, warga juga mengangkat persoalan bantaran sungai di Kelurahan Mahawu yang kerap menjadi perhatian masyarakat, terutama saat musim hujan. Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas PUPR Kota Manado menyampaikan bahwa pemerintah kota melalui wali kota dan wakil wali kota terus berupaya mencari solusi terkait penanganan kawasan bantaran sungai.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Iqbal Anshari, yang juga merupakan personel Komisi IV DPRD Kota Manado dari Partai Amanat Nasional (PAN), menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

“Reses ini adalah kesempatan bagi kami sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Banyak isu yang berkembang, mulai dari sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial, infrastruktur, fasilitas olahraga hingga berbagai persoalan lainnya. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami dan akan kami laporkan kepada pimpinan DPRD,” ujar Iqbal.

Ia juga menyoroti persoalan revitalisasi dan normalisasi sungai di Kelurahan Mahawu yang dinilai menjadi isu krusial bagi warga.

“Saya berharap Balai Sungai dapat berkoordinasi dengan Dinas PUPR maupun Pemerintah Kota Manado agar persoalan bantaran sungai ini bisa ditangani dengan baik,” katanya.

Iqbal menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.

“Terkait hasil reses tentu ada mekanismenya. InsyaAllah ini bisa menjadi bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD yang nantinya dirumuskan bersama pemerintah kota dan diupayakan untuk diprioritaskan realisasinya,” tutupnya. (***) 

Reses Billy Kaeng di Ranomut, Warga Soroti Akses Jalan Setapak dan Fasilitas Olahraga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSIDONEWS--  Anggota DPRD Kota Manado, William Billy Kaeng menggelar kegiatan reses di Kelurahan Ranomut, Lingkungan I, Kecamatan Paal Dua. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari kebutuhan akses jalan setapak hingga sarana dan prasarana olahraga di lingkungan warga.

Dalam kesempatan itu, Billy Kaeng yang merupakan kader Partai Demokrat dan personil Komisi IV DPRD Manado menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum reses tersebut.

Ia menyatakan akan mengusulkan berbagai kebutuhan warga melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD kepada Pemerintah Kota Manado agar dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah.

“Aspirasi masyarakat terkait akses jalan setapak serta kebutuhan sarana dan prasarana olahraga akan saya perjuangkan. Pokir saya akan diusulkan ke pemerintah kota agar bisa direalisasikan,” ujar Billy Kaeng.

Terkait fasilitas olahraga, ia juga meminta agar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado dapat menghadirkan sarana olahraga di setiap kelurahan. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga sangat penting untuk mendorong aktivitas positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Jika setiap kelurahan memiliki sarana olahraga yang memadai, maka masyarakat terutama anak-anak muda memiliki ruang untuk beraktivitas secara positif. Ini juga dapat meminimalisir terjadinya tawuran antar kampung (tarkam) di Kota Manado,” jelasnya.

Namun demikian, pelaksanaan reses tersebut juga diwarnai kekecewaan dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah dinas teknis yang telah diundang oleh Billy Kaeng tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Dari instansi yang diundang, hanya perwakilan dari BPJS Kesehatan yang terlihat hadir.

Ketidakhadiran dinas terkait dinilai masyarakat cukup disayangkan, mengingat banyak aspirasi yang sebenarnya membutuhkan penjelasan langsung dari instansi teknis pemerintah.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kehadiran dinas sangat penting dalam forum reses, agar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat bisa langsung mendapatkan penjelasan mengenai kendala maupun proses penanganannya.

Meski demikian, masyarakat tetap berharap aspirasi yang telah disampaikan dalam reses tersebut dapat diperjuangkan oleh Billy Kaeng dan menjadi perhatian pemerintah kota dalam program pembangunan ke depan. (***) 

Vanda Pinontoan Serap Aspirasi Warga di Masa Reses Kedua!!

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Vanda Pinontoan, menggelar kegiatan reses bersama masyarakat di daerah pemilihannya, Tuminting–Bunaken dan Bunaken Kepulauan. Agenda tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Vanda Pinontoan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kota Manado menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna mendengar serta menampung aspirasi masyarakat.

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda seremonial, tetapi forum resmi yang menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

“Melalui reses ini, kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar didengar. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan agar bisa ditindaklanjuti melalui program pemerintah maupun pembahasan di DPRD,” ujar Vanda.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan di lingkungan mereka. Gayus Maniku menyoroti persoalan bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan untuk lansia. Ia berharap pemerintah dapat memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Yudi Saikat menyoroti proses verifikasi data penerima bantuan sosial. Menurutnya, masih ditemukan ketidaksesuaian di lapangan, di mana ada warga yang tergolong mampu justru menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan malah tidak terdata sebagai penerima.

“Perlu ada verifikasi ulang data penerima bansos agar bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran,” kata Yudi.

Aspirasi lain disampaikan oleh Zet Modea yang meminta perhatian pemerintah terkait kondisi infrastruktur di wilayah Molas, khususnya di Lingkungan I. Ia mengusulkan perbaikan jalan setapak yang sudah rusak serta pemasangan lampu jalan di sejumlah titik demi keamanan dan kenyamanan warga.

“Di Lingkungan I Molas ada sekitar tujuh titik yang membutuhkan lampu jalan. Selain itu jalan setapak juga perlu diperbaiki karena sudah rusak,” ujarnya.

Zet juga menambahkan bahwa di beberapa lokasi terdapat pohon-pohon yang sudah tua dan dinilai membahayakan masyarakat. Ia meminta pemerintah melakukan penebangan agar tidak menimbulkan risiko bagi warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Vanda Pinontoan menyatakan akan menindaklanjuti setiap masukan masyarakat sesuai dengan kewenangan yang ada di DPRD maupun melalui koordinasi dengan pemerintah kota.

Ia juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan daerah.

“Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan komunikasikan dengan instansi terkait agar dapat direalisasikan,” tegas Vanda.

Srikandi PDI Perjuangan itu berharap sinergi antara masyarakat, DPRD dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan di wilayah Tuminting, Bunaken dan Bunaken Kepulauan dapat diselesaikan secara bertahap melalui program pembangunan yang tepat sasaran. (***) 

Reses di Tuminting, Sri Nanda Lamadau Serap Aspirasi Warga Soal Lahan, Drainase hingga Honor Imam

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Kegiatan reses anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai NasDem, Sri Nanda Lamadau, digelar di Kelurahan Tuminting, tepatnya di Kompleks Masjid Baitul Mak’mur, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi forum resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Reses yang dihadiri warga serta para imam masjid di wilayah Tuminting dan Bunaken itu diawali dengan sambutan Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) Masjid Baitul Mak’mur, Herry Anwar, yang juga menjabat sebagai Camat Bunaken. Dalam sambutannya, Herry menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses yang dinilai menjadi sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.

Sementara itu, Sri Nanda Lamadau dalam pengantarnya menjelaskan bahwa reses merupakan forum resmi anggota legislatif untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut harus difasilitasi oleh pemerintah karena merupakan bagian dari mekanisme kerja DPRD.

“Reses adalah forum resmi untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Karena itu kami mengundang para imam masjid di wilayah Tuminting dan Bunaken agar berbagai persoalan yang ada bisa disampaikan secara terbuka,” ujar Sri Nanda.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga dan tokoh masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi. Imam Sofyan Yasin menyoroti persoalan lahan yang ditempati warga di wilayah Kampung Tali Atas. Ia berharap melalui reses tersebut, pemerintah dan DPRD dapat memberikan solusi atas persoalan yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat yang menempati lahan tersebut.

Selain itu, Muchlis Hasan menyampaikan sejumlah persoalan di wilayah Bailang. Ia menyoroti kondisi drainase yang dinilai buruk sehingga sering menyebabkan banjir, khususnya di sekitar Masjid Darussalam. Muchlis juga menyinggung status lahan pekuburan di Loreng yang hingga kini disebut masih bermasalah.

“Honor imam juga sampai hari ini belum cair. Ini tentu menjadi perhatian kami karena imam masjid memiliki peran penting di masyarakat,” ujarnya.

Aspirasi lain yang disampaikan warga yakni terkait pembangunan jalan setapak di eks Pasar Tuminting yang saat ini sedang dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat. Warga berharap pemerintah kota dapat memberikan perhatian agar pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Selain itu, masyarakat juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Beberapa warga, khususnya para ibu, menyampaikan kekhawatiran terkait kualitas makanan dalam program tersebut, menyusul adanya kasus keracunan yang sempat terjadi di beberapa daerah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sri Nanda Lamadau memberikan sejumlah penjelasan. Terkait persoalan pertanahan di Kampung Tali, ia menegaskan bahwa dirinya selama ini cukup vokal memperjuangkan persoalan lahan di wilayah tersebut.

“Untuk masalah tanah di Kampung Tali, saya minta masyarakat jangan dulu melakukan transaksi jual beli lahan sampai ada kejelasan statusnya,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa aspirasi terkait lapangan sepak bola sudah dikomunikasikan dengan Ketua Komisi IV DPRD Manado serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Sementara terkait honor imam, Sri Nanda menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Manado masih menunggu turunan regulasi dari undang-undang agar pencairan honor tersebut dapat dilakukan secara resmi.

Mengenai program MBG, Sri Nanda mengaku dirinya mendapatkan jatah pengelolaan satu dapur program tersebut. Namun ia memilih menolak dan lebih fokus pada pengurusan kebutuhan masyarakat lainnya.

“Saya dapat jatah satu dapur MBG, tapi saya tolak. Lebih baik saya urus yang lain. Bahkan Partai NasDem juga sudah mengultimatum bahwa kader tidak boleh mengambil jatah MBG,” pungkasnya.

Melalui reses tersebut, Sri Nanda berharap seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dapat ditindaklanjuti dan diperjuangkan dalam agenda kerja DPRD bersama pemerintah daerah. (***) 

Reses di Tanjung, Andrew Palit Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Serap Aspirasi Drainase

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Andrew Ignatius Palit, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Singkil. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga diawali dengan aksi sosial bersama warga setempat.

Sebelum pelaksanaan reses, Andrew Palit menggelar aksi bersih-bersih lingkungan bersama para remaja Masjid Darul Alqom serta warga sekitar. Usai kegiatan tersebut, agenda dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat di bulan Ramadan.

Kegiatan reses itu turut dihadiri Camat Singkil, Junaidi Mamonto, yang mewakili pemerintah kecamatan. Dalam kesempatan tersebut, Mamonto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses yang digelar di wilayah Ternate Tanjung.

Ia menilai kegiatan reses yang dilaksanakan anggota DPRD menjadi momentum penting untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, komunikasi yang baik antara warga, pemerintah, dan wakil rakyat akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi kehadiran Pak Andrew Palit yang melaksanakan reses di wilayah ini. Kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPRD dalam pembangunan daerah,” ujar Mamonto.

Dalam sambutannya, Andrew Palit menyampaikan terima kasih atas kehadiran masyarakat dalam agenda reses tersebut. Ia menjelaskan bahwa reses merupakan masa di mana anggota DPRD turun langsung ke daerah pemilihan untuk mendengar dan menampung aspirasi masyarakat, yang kemudian akan diperjuangkan dalam pembahasan program dan kebijakan di DPRD.

Palit juga menyinggung aksi pungut sampah yang dilakukan sebelum kegiatan reses. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bersama bahwa persoalan sampah merupakan masalah serius bagi lingkungan.

“Sampah itu busuk dan membahayakan. Dampaknya bukan hanya menyebabkan banjir, tetapi juga bisa mengancam kesehatan masyarakat. Karena itu, mari kita buang sampah pada tempatnya, apalagi di wilayah ini akses motor pengangkut sampah masih terbatas,” ujar Palit.

Ia menambahkan, dalam setiap kegiatan reses yang dilaksanakannya, dirinya selalu berupaya memulai dengan kegiatan positif bersama masyarakat. Hal itu dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga melalui Hastuti Makapia mengeluhkan persoalan drainase yang kerap menyebabkan banjir di wilayah tersebut. Ia mengatakan, masyarakat selama ini hanya bisa berjaga saat hujan turun karena air sering meluap.

“Kami sudah beberapa kali menyampaikan permintaan ini dalam Musrenbang. Yang kami minta sebenarnya sederhana, yaitu pengerukan got supaya aliran air bisa lancar,” kata Hastuti.

Selain itu, warga juga menyoroti persoalan jalan yang terbatas akibat relokasi bantaran sungai. Menurutnya, proses tersebut sempat menimbulkan ketegangan di tengah warga karena belum adanya kejelasan lanjutan terkait penataan kawasan bantaran sungai.

“Di sekitar bantaran sungai ini, sejak sebelum Covid-19 kami sudah diberikan kuisioner terkait pendataan. Tapi sampai sekarang kami belum tahu bagaimana tindak lanjutnya,” ujarnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Andrew Palit menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal setiap masukan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa persoalan pembersihan saluran drainase telah ditangani oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), namun pihaknya akan tetap melakukan koordinasi lebih lanjut.

“Terkait aspirasi lapangan di Ternate atau Ketang Baru, nanti kami akan cari tahu terlebih dahulu siapa yang berwenang mengelola lokasi tersebut agar bisa ditindaklanjuti,” kata Palit.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, tetapi masyarakat juga diharapkan ikut berkolaborasi menjaga lingkungan. Ingat, sampah jangan dibuang sembarangan,” ujarnya.

Palit menambahkan, untuk penataan rumput di area lapangan, anggarannya telah dialokasikan pada tahun ini sehingga diharapkan dapat segera direalisasikan. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com