EXPRESSINDONEWS— Beragam persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat mencuat dalam agenda reses Anggota DPRD Kota Manado, Florens Panungkelan, personel Komisi IV dari Fraksi PDI-Perjuangan, daerah pemilihan (Dapil) Wenang-Wanea.
Dalam pertemuan bersama masyarakat Kelurahan Karombasan Selatan, Kecamatan Wanea, warga menyampaikan sejumlah aspirasi mulai dari penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), kebutuhan CCTV, perbaikan drainase, penerangan jalan, persoalan bantuan sosial, pengelolaan sampah, hingga pelayanan air bersih.
Aspirasi terkait keamanan disampaikan Smart Pantouw, warga Lingkungan III Karombasan Selatan. Ia mendorong adanya penguatan Kamtibmas di setiap lingkungan, sekaligus meminta pemerintah mempertimbangkan pengadaan kamera pengawas atau CCTV sebagai salah satu upaya meminimalisir potensi kriminalitas.
“Keamanan menjadi kebutuhan penting masyarakat. Karena itu, perlu ada penguatan Kamtibmas di tiap lingkungan, termasuk dukungan CCTV pada titik-titik yang dianggap rawan,” menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga.
Keluhan lainnya datang dari Fendy Rumagit di Lingkungan III. Ia menyoroti kondisi drainase di jalan kota yang berada di wilayah tersebut. Struktur drainase dinilai telah mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perhatian dan perbaikan.
Selain drainase, warga juga meminta adanya penambahan titik lampu penerangan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan. Penerangan dinilai penting bukan hanya untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Sementara itu, Yanti, warga Lingkungan I, mengangkat persoalan yang berkaitan dengan penetapan desil kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih terdapat masyarakat kurang mampu yang tidak mendapatkan bantuan sosial karena status desil yang dimiliki tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan.
Ia berharap pemerintah dapat memperkuat sosialisasi sekaligus memberikan fasilitasi kepada masyarakat kurang mampu agar memahami mekanisme penetapan desil serta memiliki akses untuk memperoleh pendampingan ketika terdapat ketidaksesuaian data.
Aspirasi mengenai pelayanan publik dan lingkungan juga disampaikan Max Onibala. Ia meminta adanya penambahan fasilitas pengangkut sampah guna menunjang pelayanan kebersihan di wilayah Karombasan Selatan.
Tak hanya itu, Max turut mengusulkan pemekaran lingkungan di Kelurahan Karombasan Selatan. Saat ini terdapat empat lingkungan dan diusulkan dapat dimekarkan menjadi enam lingkungan. Usulan tersebut dinilai penting untuk memperluas sekaligus memaksimalkan jangkauan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Persoalan air bersih turut menjadi perhatian. Indra Mamahit dari Lingkungan I meminta adanya konsistensi dalam pemeliharaan jaringan pipa air bersih milik PDAM. Ia mengungkapkan, terdapat titik pipa yang berulang kali mengalami kebocoran meski telah beberapa kali dilakukan perbaikan.
Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan penanganan yang lebih permanen agar kebocoran tidak terus berulang dan pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Indra juga kembali menyampaikan kebutuhan penambahan titik lampu penerangan di sejumlah lokasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Florens Panungkelan menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda bertemu dengan masyarakat, tetapi menjadi ruang penting bagi anggota DPRD untuk menyerap langsung persoalan yang dihadapi warga.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Karombasan Selatan akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui kewenangan legislatif.
Florens mengatakan, aspirasi masyarakat tersebut akan dikawal dan menjadi catatan aspirasi untuk dimasukkan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Manado, sehingga dapat diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah sesuai mekanisme yang berlaku.
Berbagai persoalan yang muncul, mulai dari infrastruktur dasar, keamanan lingkungan, penerangan, pengelolaan sampah, pelayanan air bersih hingga persoalan data penerima bantuan sosial, menurut Florens, membutuhkan perhatian lintas sektor dan koordinasi dengan pemerintah kota maupun perangkat daerah terkait.
Reses tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Florens Panungkelan untuk membawa suara masyarakat Wenang-Wanea ke ruang pembahasan DPRD, agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan pertemuan, tetapi dapat dikawal menuju proses tindak lanjut dan realisasi sesuai skala prioritas pembangunan.
Bagi masyarakat Karombasan Selatan, sejumlah aspirasi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah, terutama menyangkut kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan keamanan, kenyamanan dan kualitas pelayanan publik di tingkat lingkungan. (***)






