LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Reses di Singkil II, Adolfien Wangania Serap Aspirasi Warga Soal Talud, Drainase hingga BPJS

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Anggota DPRD Kota Manado, Adolfien Wangania, menggelar agenda reses di Kelurahan Singkil II, Lingkungan V, Kecamatan Singkil. Kegiatan yang berlangsung dalam masa reses ini dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur dan persoalan sosial.

Srikandi Partai Golkar yang juga merupakan personil Komisi II DPRD Kota Manado dari daerah pemilihan Singkil–Mapanget tersebut mendengarkan langsung berbagai keluhan dan usulan warga.

Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah aspirasi yang mencuat di antaranya kebutuhan pembangunan talud, perbaikan drainase, serta pemasangan lampu jalan di beberapa titik lingkungan yang dinilai masih minim penerangan.

Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan berbagai persoalan sosial, termasuk kendala dalam pengurusan BPJS Kesehatan, terutama terkait status kepesertaan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Adolfien Wangania menegaskan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan melalui jalur legislatif.

“Reses ini adalah kesempatan bagi kami sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan,” ujar Wangania.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, sehingga dapat diusulkan kepada Pemerintah Kota Manado untuk direalisasikan.

“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tentu akan menjadi prioritas kami. Aspirasi ini akan kami kawal agar bisa masuk dalam pokir dan selanjutnya diusulkan kepada pemerintah kota supaya dapat direalisasikan,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah sangat penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi warga.

Usai pelaksanaan reses, Adolfien Wangania juga memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk berbagi dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan mukena kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah menyerap aspirasi, tetapi juga mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.

“Momentum Ramadan ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk berbagi dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat,” pungkasnya. (***) 

Reses di Maasing, Rachman Kodu Serap Aspirasi Warga Soal BPJS, Koperasi hingga Penanganan Banjir Mahawu

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Rachman Kodu, menggelar agenda reses di Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting. Kegiatan yang merupakan bagian dari masa reses DPRD ini dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait pelayanan publik, bantuan sosial hingga penanganan banjir di wilayah utara Kota Manado.

Rachman Kodu yang merupakan personil Komisi II DPRD Kota Manado dari Fraksi Keadilan Demokrasi membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat melalui sesi tanya jawab. Sejumlah isu strategis disampaikan warga, mulai dari pembentukan koperasi di setiap kelurahan, persoalan data bantuan sosial berbasis desil, hingga persoalan banjir yang kerap melanda Kelurahan Mahawu.

Dalam pertemuan tersebut, warga Abdul Rachman Ikoni menyoroti persoalan tanggul di Kelurahan Mahawu yang hingga kini dinilai belum mampu mengatasi banjir. Ia menyampaikan bahwa setiap musim hujan wilayah tersebut kerap terdampak, bahkan sering menjadi perhatian para tokoh masyarakat setempat seperti ketua Badan Takmir Masjid (BTM) dan ketua lingkungan.

“Masyarakat meminta agar Dinas PUPR segera mencari solusi terkait tanggul di Mahawu yang sampai saat ini belum memberikan dampak signifikan dalam penanganan banjir,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya Mastim Karim mempertanyakan mekanisme penentuan kategori masyarakat dalam program BPJS dan bantuan sosial. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami proses pengurusan maupun kategori penerima bantuan karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah.

“Banyak masyarakat yang tidak tahu bagaimana cara mengurus BPJS atau bantuan karena minim edukasi dari pemerintah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas Sosial Kota Manado, John Lubis, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial saat ini menggunakan sistem desil yang mengacu pada data kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa:

Desil 1–2 merupakan kategori masyarakat miskin ekstrem yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Desil 3–4 menerima bantuan BPNT.

Desil 5–6 masuk dalam kategori penerima PBI BPJS dari pemerintah pusat.

Selain itu, masyarakat yang membutuhkan juga dapat mengajukan surat keterangan tidak mampu dari lurah sebagai salah satu syarat pengusulan bantuan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Rachman Kodu menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal berbagai persoalan masyarakat, khususnya di wilayah utara Kota Manado.

“Saya meminta Pemerintah Kota Manado memberi perhatian khusus pada wilayah utara, apalagi dalam kondisi cuaca hujan seperti sekarang. Pemerintah tentu lebih memahami langkah-langkah teknis penanganannya, dan saya akan terus berkoordinasi lintas komisi,” ujar Kodu.

Ia menegaskan bahwa dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat tidak perlu terpaku pada batasan komisi di DPRD.

“Kita tidak perlu menunggu apakah itu masuk komisi atau bukan. Selama itu kepentingan masyarakat dan kita bisa membantu, maka harus kita bantu,” tegasnya.

Kodu juga mengungkapkan bahwa sejumlah aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya mulai terealisasi, salah satunya pembangunan di Lingkungan II dan VI yang menurutnya telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

“Alhamdulillah, aspirasi yang sudah puluhan tahun disampaikan akhirnya bisa terealisasi. Saya mengawal aspirasi masyarakat dan bapak ibu juga harus mengawal saya,” katanya.

Ia juga memastikan berbagai usulan seperti pembangunan paving dan infrastruktur lingkungan telah dicatat dan akan terus dikawal melalui koordinasi dengan dinas terkait, termasuk dengan melakukan peninjauan langsung di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kodu turut mendorong Pemerintah Kota Manado untuk mempercepat penerapan digitalisasi pelayanan pemerintahan hingga ke tingkat lingkungan.

“Kita sudah harus meninggalkan sistem manual. Saat ini sudah era digitalisasi. Pelayanan kepada masyarakat sebaiknya tidak lagi bergantung pada berkas-berkas fisik,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi penting agar data masyarakat dapat tersinkron dengan baik, terutama dalam penyaluran bantuan sosial.

“Masih banyak data yang belum sinkron karena sistem yang digunakan masih analog. Kami mendorong pemerintah kota agar mulai menggunakan sistem digital agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Terkait banjir di Kelurahan Mahawu, Kodu menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi prioritas yang harus segera ditangani karena menyangkut keselamatan warga.

“Ini bukan hanya soal kerugian harta benda. Banjir di Mahawu bahkan sudah merenggut nyawa. Dari tahun ke tahun persoalan ini belum sepenuhnya teratasi dan ini menjadi skala prioritas bagi kami untuk terus diperjuangkan,” tegasnya.

Ia memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan dinas terkait guna mencari solusi yang tepat untuk meminimalisir dampak banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Kodu juga menilai antusiasme masyarakat dalam reses kali ini cukup tinggi. Ia sengaja menghadirkan sejumlah dinas terkait, terutama Dinas Sosial dan Dinas Koperasi, agar masyarakat dapat langsung memperoleh penjelasan terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Kami sengaja menghadirkan dinas-dinas yang krusial agar masyarakat bisa langsung mendapatkan jawaban atas aspirasi yang disampaikan,” pungkasnya. (***) 

Jean Laluyan Dorong Pengawasan Ketat Bapok Jelang Idulfitri dan Paskah

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- DPRD Provinsi Sulawesi Utara meminta pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut untuk meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Idulfitri dan Paskah tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Sulut, Jeane Laluyan, dalam rapat kerja bersama Disperindag Sulut yang digelar di ruang rapat DPRD, Kamis (5/3/2026).

Menurut Laluyan, momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini oleh pemerintah.

“Pengawasan harus dilakukan secara maksimal untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga di pasaran tetap stabil. Jangan sampai terjadi kelangkaan ataupun lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, langkah antisipatif perlu dilakukan melalui pemantauan rutin terhadap distribusi barang, ketersediaan stok di pasar, hingga pengawasan terhadap rantai pasok dari distributor hingga pedagang.

DPRD Sulut juga mendorong Disperindag untuk meningkatkan intensitas inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern guna memastikan harga dan stok bahan pokok tetap terkendali.

Selain itu, para legislator diminta turut berperan aktif melakukan pemantauan di daerah pemilihan masing-masing sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kondisi pasar di lapangan.

Dengan pengawasan yang lebih intensif serta koordinasi yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Sulawesi Utara tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dan Paskah dengan tenang dan nyaman. (***) 

Nuzulul Qur’an dan Khataman Al-Qur’an Akbar di Mapanget, Perkuat Semangat Mengamalkan Al-Qur’an di Era Digital

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Momentum 17 Ramadhan dimaknai secara istimewa oleh para santri dan penggiat Al-Qur’an di Kecamatan Mapanget melalui kegiatan Nuzulul Qur’an dan Khataman Al-Qur’an Akbar yang melibatkan TPQ, rumah Qur’an, serta pesantren se-Kecamatan Mapanget.

Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Semangat Mempelajari dan Mengamalkan Al-Qur’an di Tengah Era Digital” ini berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri berbagai tokoh keagamaan serta pembina lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala KUA Kecamatan Mapanget Suryanto Muarif, Ketua LPTQ Mapanget Oscar Saka, serta para pengurus TPQ dan rumah Qur’an yang turut ambil bagian dalam rangkaian acara.

Pendiri Rumah Tahfidz dan Studi Qur’an (RTQSQ), Nur Amalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin di bulan suci Ramadhan yang bertujuan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Dalam wawancaranya kepada media, Nur Amalia yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Manado, mengatakan bahwa Ramadhan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Al-Qur’an.

“Ini adalah salah satu kegiatan di bulan Ramadhan. Biasanya setiap tahun kami juga menggelar milad lembaga kami, karena sesungguhnya Ramadhan adalah miladnya Al-Qur’an. Jadi bagi orang yang berpuasa, Al-Qur’an tidak bisa dipisahkan dari ibadah puasanya,” ujar Nur Amalia.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertepatan dengan 17 Ramadhan, yang dikenal sebagai peringatan turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Qur’an.

“Bertepatan dengan 17 Ramadhan kami menggelar Nuzulul Qur’an di Kecamatan Mapanget. Acara ini diselenggarakan oleh LPTQ Mapanget dan kami menjadi bagian dari panitia pelaksana. Kami menghimpun seluruh TPQ dan rumah Qur’an se-Kecamatan Mapanget,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, para santri dari berbagai TPQ dan rumah Qur’an menampilkan berbagai penampilan bernuansa Al-Qur’an.

“Kami menampilkan sekitar delapan penampilan dari TPQ dan rumah Qur’an yang ada di Kecamatan Mapanget. Antusiasme anak-anak sangat luar biasa, ini menunjukkan bahwa semangat mempelajari Al-Qur’an masih sangat kuat,” tambahnya.

Nur Amalia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk menggelar kegiatan serupa dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap Kecamatan Mapanget bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain untuk melaksanakan agenda yang sama, sehingga semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.

Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an dan khataman Al-Qur’an juga menjadi momentum penting untuk mengingatkan umat Islam agar menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup. Di tengah perkembangan teknologi dan era digital saat ini, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tetap menjadi landasan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, serta mampu menghadapi tantangan zaman. (***) 

Reses Iqbal Anshari, Warga Mahawu Soroti BPJS hingga Penanganan Bantaran Sungai

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Muhammad Iqbal Anshari, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Mahawu, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi sehari-hari.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyoroti persoalan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama terkait sistem antrean di puskesmas yang dinilai masih menyulitkan sebagian masyarakat. Warga juga mempertanyakan mekanisme pelayanan bagi mereka yang tidak memiliki telepon seluler untuk melakukan pendaftaran secara daring.

Menanggapi hal itu, pihak terkait menjelaskan bahwa sistem antrean di fasilitas kesehatan mengikuti urutan pendaftaran. Pasien yang lebih dahulu mendaftar akan dilayani lebih dulu. Sementara bagi masyarakat yang tidak memiliki handphone, diharapkan dapat difasilitasi oleh keluarga untuk melakukan pendaftaran.

Selain isu kesehatan, warga juga mengangkat persoalan bantaran sungai di Kelurahan Mahawu yang kerap menjadi perhatian masyarakat, terutama saat musim hujan. Menanggapi hal tersebut, perwakilan Dinas PUPR Kota Manado menyampaikan bahwa pemerintah kota melalui wali kota dan wakil wali kota terus berupaya mencari solusi terkait penanganan kawasan bantaran sungai.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Iqbal Anshari, yang juga merupakan personel Komisi IV DPRD Kota Manado dari Partai Amanat Nasional (PAN), menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

“Reses ini adalah kesempatan bagi kami sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Banyak isu yang berkembang, mulai dari sektor kesehatan dan kesejahteraan sosial, infrastruktur, fasilitas olahraga hingga berbagai persoalan lainnya. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami dan akan kami laporkan kepada pimpinan DPRD,” ujar Iqbal.

Ia juga menyoroti persoalan revitalisasi dan normalisasi sungai di Kelurahan Mahawu yang dinilai menjadi isu krusial bagi warga.

“Saya berharap Balai Sungai dapat berkoordinasi dengan Dinas PUPR maupun Pemerintah Kota Manado agar persoalan bantaran sungai ini bisa ditangani dengan baik,” katanya.

Iqbal menambahkan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.

“Terkait hasil reses tentu ada mekanismenya. InsyaAllah ini bisa menjadi bagian dari pokok-pokok pikiran DPRD yang nantinya dirumuskan bersama pemerintah kota dan diupayakan untuk diprioritaskan realisasinya,” tutupnya. (***) 

Reses Billy Kaeng di Ranomut, Warga Soroti Akses Jalan Setapak dan Fasilitas Olahraga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSIDONEWS--  Anggota DPRD Kota Manado, William Billy Kaeng menggelar kegiatan reses di Kelurahan Ranomut, Lingkungan I, Kecamatan Paal Dua. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari kebutuhan akses jalan setapak hingga sarana dan prasarana olahraga di lingkungan warga.

Dalam kesempatan itu, Billy Kaeng yang merupakan kader Partai Demokrat dan personil Komisi IV DPRD Manado menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum reses tersebut.

Ia menyatakan akan mengusulkan berbagai kebutuhan warga melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD kepada Pemerintah Kota Manado agar dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah.

“Aspirasi masyarakat terkait akses jalan setapak serta kebutuhan sarana dan prasarana olahraga akan saya perjuangkan. Pokir saya akan diusulkan ke pemerintah kota agar bisa direalisasikan,” ujar Billy Kaeng.

Terkait fasilitas olahraga, ia juga meminta agar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Manado dapat menghadirkan sarana olahraga di setiap kelurahan. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga sangat penting untuk mendorong aktivitas positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Jika setiap kelurahan memiliki sarana olahraga yang memadai, maka masyarakat terutama anak-anak muda memiliki ruang untuk beraktivitas secara positif. Ini juga dapat meminimalisir terjadinya tawuran antar kampung (tarkam) di Kota Manado,” jelasnya.

Namun demikian, pelaksanaan reses tersebut juga diwarnai kekecewaan dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah dinas teknis yang telah diundang oleh Billy Kaeng tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Dari instansi yang diundang, hanya perwakilan dari BPJS Kesehatan yang terlihat hadir.

Ketidakhadiran dinas terkait dinilai masyarakat cukup disayangkan, mengingat banyak aspirasi yang sebenarnya membutuhkan penjelasan langsung dari instansi teknis pemerintah.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kehadiran dinas sangat penting dalam forum reses, agar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat bisa langsung mendapatkan penjelasan mengenai kendala maupun proses penanganannya.

Meski demikian, masyarakat tetap berharap aspirasi yang telah disampaikan dalam reses tersebut dapat diperjuangkan oleh Billy Kaeng dan menjadi perhatian pemerintah kota dalam program pembangunan ke depan. (***) 

Vanda Pinontoan Serap Aspirasi Warga di Masa Reses Kedua!!

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Vanda Pinontoan, menggelar kegiatan reses bersama masyarakat di daerah pemilihannya, Tuminting–Bunaken dan Bunaken Kepulauan. Agenda tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

Vanda Pinontoan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Kota Manado menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban konstitusional anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna mendengar serta menampung aspirasi masyarakat.

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda seremonial, tetapi forum resmi yang menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

“Melalui reses ini, kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat benar-benar didengar. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan agar bisa ditindaklanjuti melalui program pemerintah maupun pembahasan di DPRD,” ujar Vanda.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dan kebutuhan di lingkungan mereka. Gayus Maniku menyoroti persoalan bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan untuk lansia. Ia berharap pemerintah dapat memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Yudi Saikat menyoroti proses verifikasi data penerima bantuan sosial. Menurutnya, masih ditemukan ketidaksesuaian di lapangan, di mana ada warga yang tergolong mampu justru menerima bantuan, sementara warga yang benar-benar membutuhkan malah tidak terdata sebagai penerima.

“Perlu ada verifikasi ulang data penerima bansos agar bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran,” kata Yudi.

Aspirasi lain disampaikan oleh Zet Modea yang meminta perhatian pemerintah terkait kondisi infrastruktur di wilayah Molas, khususnya di Lingkungan I. Ia mengusulkan perbaikan jalan setapak yang sudah rusak serta pemasangan lampu jalan di sejumlah titik demi keamanan dan kenyamanan warga.

“Di Lingkungan I Molas ada sekitar tujuh titik yang membutuhkan lampu jalan. Selain itu jalan setapak juga perlu diperbaiki karena sudah rusak,” ujarnya.

Zet juga menambahkan bahwa di beberapa lokasi terdapat pohon-pohon yang sudah tua dan dinilai membahayakan masyarakat. Ia meminta pemerintah melakukan penebangan agar tidak menimbulkan risiko bagi warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Vanda Pinontoan menyatakan akan menindaklanjuti setiap masukan masyarakat sesuai dengan kewenangan yang ada di DPRD maupun melalui koordinasi dengan pemerintah kota.

Ia juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat akan menjadi bahan penting dalam penyusunan program pembangunan daerah.

“Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan komunikasikan dengan instansi terkait agar dapat direalisasikan,” tegas Vanda.

Srikandi PDI Perjuangan itu berharap sinergi antara masyarakat, DPRD dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan di wilayah Tuminting, Bunaken dan Bunaken Kepulauan dapat diselesaikan secara bertahap melalui program pembangunan yang tepat sasaran. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com