EXPRESSINDONEWS-- Permasalahan sampah di wilayah Taman Nasional Bunaken kembali menjadi perhatian serius. Di tengah keterbatasan kewenangan dan minimnya dukungan anggaran pada kawasan konservasi, Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan terus bergerak menjaga kebersihan wilayah pemukiman dan area pemanfaatan masyarakat.
Camat Imanuel Mandak menegaskan, pihak kecamatan selama ini tetap konsisten menjalankan tugas pelayanan kebersihan di wilayah yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Pembersihan rutin dilakukan setiap hari dengan melibatkan puluhan tenaga harian lepas serta armada penunjang kebersihan.
“Kami tetap bekerja maksimal menjaga kebersihan kawasan pemukiman, pantai hingga akses jalan. Personel kebersihan terus turun lapangan setiap hari,” ujar Mandak.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan telah mengerahkan 37 tenaga kebersihan, termasuk operasional kendaraan pengangkut dan perahu sampah untuk mengantisipasi penumpukan sampah di wilayah kepulauan.
Namun demikian, Mandak menyoroti persoalan sampah yang berada di kawasan konservasi laut maupun konservasi darat yang berada di bawah kewenangan Balai Taman Nasional Bunaken. Menurutnya, penanganan di area tersebut membutuhkan keterlibatan lintas instansi karena wilayah konservasi memiliki aturan dan otoritas tersendiri.
Ia mengaku, pihak kecamatan tidak memiliki kewenangan langsung untuk melakukan penanganan di kawasan mangrove, terumbu karang maupun area konservasi darat seperti Liang yang masuk dalam zona pengelolaan BTNB.
Mandak juga mengungkapkan bahwa berdasarkan komunikasi dengan pihak BTNB, usulan anggaran penanganan sampah sebenarnya pernah diajukan ke pemerintah pusat melalui skema DIPA. Namun usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena fokus utama lembaga tersebut berada pada sektor konservasi.
Kondisi itu dinilai menjadi tantangan serius, mengingat persoalan sampah justru menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap kelestarian ekosistem laut dan kawasan wisata di Bunaken.
Meski menghadapi keterbatasan, Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan tetap berupaya hadir di tengah masyarakat melalui langkah-langkah pembersihan rutin dan koordinasi lintas pihak agar persoalan sampah tidak semakin meluas.
Mandak berharap ke depan ada sinergi lebih kuat antara pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi hingga pemerintah pusat agar penanganan sampah di kawasan Bunaken Kepulauan dapat dilakukan secara terpadu demi menjaga kelestarian destinasi wisata unggulan dunia tersebut. (***)







