LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Secara terang-terangan, Jimmy Gosal Tak Beri Maaf Orang-orang Ini

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Perdebatan soal siapa yang paling layak berdiri di puncak sepak bola dunia semakin seru. Setelah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara sekaligus Anggota DPRD Kota Manado, Reza Rumambi, lebih dulu menjagokan Belanda sebagai kandidat terkuat, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Dj Dumais, dengan penuh keyakinan memilih Spanyol, kini muncul pandangan lain yang tak kalah menarik.

Adalah Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado, Jimmy Gosal, yang akhirnya ikut masuk dalam perdebatan tersebut. Kehadiran politisi yang dikenal dekat dengan dunia olahraga itu langsung menambah panas diskusi yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di kalangan pecinta sepak bola.

Jika Reza Rumambi menilai Belanda memiliki momentum untuk mengakhiri penantian panjangnya, sementara Ferdinand Dumais mengandalkan data dan analisis yang menempatkan Spanyol sebagai kandidat paling kuat, Jimmy Gosal justru memiliki pandangan berbeda.

Tanpa ragu, Jimmy menjatuhkan pilihannya kepada Argentina.

Menurutnya, tim berjuluk Albiceleste itu masih menjadi kekuatan yang sangat sulit untuk digeser dari jajaran elite dunia. Argentina dinilai memiliki modal lengkap, mulai dari mental juara, pengalaman bertanding di level tertinggi, hingga karakter tim yang selalu mampu tampil kuat dalam pertandingan-pertandingan besar.

"Tidak perlu maaf-maaf, Kalau saya tetap memilih Argentina. Mereka punya mental juara, pengalaman, dan tradisi yang kuat di turnamen besar. Tim seperti ini tidak boleh dianggap remeh," ujar Jimmy Gosal.

Lebih jauh, Jimmy menilai keberhasilan Argentina dalam beberapa tahun terakhir bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Menurutnya, fondasi permainan yang kuat, kedalaman skuad, serta budaya kompetitif yang terus terjaga membuat Argentina tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya.

Masuknya Jimmy Gosal dalam perdebatan ini membuat peta prediksi semakin menarik. Kini, tiga kekuatan besar dunia memiliki pendukung kuat dari tokoh-tokoh Sulawesi Utara. Belanda mendapat dukungan dari Reza Rumambi, Spanyol menjadi pilihan Ferdinand Dumais, sementara Argentina diyakini Jimmy Gosal sebagai tim yang akan berdiri paling tinggi di akhir kompetisi.

Tak hanya itu, nama Andrew Palit yang sebelumnya ikut dalam diskusi tersebut juga menambah warna dalam adu argumentasi yang berkembang. Masing-masing memiliki dasar analisis dan keyakinan yang berbeda, menjadikan perdebatan ini semakin hidup dan menarik untuk diikuti.

Meski berbagai prediksi terus bermunculan, semuanya pada akhirnya akan ditentukan di atas lapangan. Statistik, sejarah, kualitas pemain, hingga mental bertanding akan menjadi faktor yang menguji setiap prediksi yang kini ramai diperbincangkan.

Satu hal yang pasti, perdebatan yang melibatkan Reza Rumambi, Ferdinand Dumais, Andrew Palit, dan kini Jimmy Gosal telah menghadirkan suasana berbeda bagi para pencinta sepak bola. Empat nama, empat pandangan, dan satu pertanyaan besar yang masih menunggu jawaban: siapa yang akan tersenyum paling akhir? (***)

Sebelum Perdebatan Memanas, Ferdinand Dumais Lebih Dulu Minta Maaf ke Dua Nama Ini

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS--  Perdebatan soal tim terbaik dunia semakin menarik. Setelah sebelumnya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Reza Rumambi, secara terbuka menjagokan Belanda, kini Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Dj Dumais, muncul dengan pandangan berbeda yang berpotensi memanaskan adu argumentasi di kalangan pecinta sepak bola.

Tak tanggung-tanggung, Ferdinand secara langsung menantang prediksi Reza Rumambi dan Andrew Palit. Dengan mengandalkan data statistik serta analisis performa tim-tim elite dunia, ia meyakini bahwa Spanyol merupakan kandidat paling kuat untuk berdiri di puncak.

"Jadi mohon maaf Ketua Reza Rumambi dan Bro Andrew Palit, berdasarkan data dan analisa yang ada, saya melihat Spanyol yang akan keluar sebagai pemenang," ujar Ferdinand.

Menurutnya, keyakinan tersebut bukan sekadar prediksi tanpa dasar. Ia mengacu pada hasil analisis berbagai lembaga statistik internasional yang menempatkan Spanyol sebagai tim dengan peluang tertinggi dibanding negara-negara pesaing lainnya.

Ferdinand menilai kekuatan utama La Furia Roja saat ini terletak pada perpaduan generasi muda dan pemain berpengalaman yang membuat skuad mereka semakin lengkap di semua lini.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian adalah Lamine Yamal. Bintang muda Barcelona itu disebut sebagai simbol regenerasi sukses yang sedang berlangsung di tubuh tim nasional Spanyol.

Selain itu, filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang selama ini menjadi identitas Spanyol dinilai masih menjadi senjata utama yang sulit ditandingi. Ditambah kedalaman skuad yang merata, Ferdinand melihat Spanyol memiliki modal yang sangat kuat untuk mengungguli para rivalnya.

"Spanyol memiliki kombinasi pemain muda berbakat, pemain matang, serta konsistensi taktik yang sudah teruji. Itu yang membuat mereka sangat solid dan layak menjadi favorit," jelasnya.

Meski menempatkan Spanyol di posisi teratas, Ferdinand tetap memberikan penghormatan kepada tim-tim besar lainnya. Menurutnya, Belanda dan Jerman masih memiliki peluang besar untuk berada di jajaran teratas dan menjadi pesaing utama.

"Saya memprediksi Spanyol berada di posisi pertama, sementara Belanda dan Jerman berpotensi melengkapi tiga besar," katanya.

Pernyataan Ferdinand pun dipastikan menambah seru perdebatan yang sebelumnya telah dimulai oleh Reza Rumambi. Kini publik menanti, siapa yang pada akhirnya akan terbukti paling tepat dalam membaca peta persaingan sepak bola dunia. (***)

Astaga!! Andrew Palit " Tantang"Reza Rumambi Soal Ini??

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Perdebatan seru soal calon juara Piala Dunia 2026 ikut mewarnai ruang media sosial para politisi Sulawesi Utara. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Manado, Reza Rumambi, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Belanda untuk menjadi kampiun dunia tahun ini.

Dalam unggahannya, Reza bahkan dengan penuh percaya diri menuliskan pesan bernada gurauan kepada para pendukung tim lain. "Jangan tambah-tambah urusan, negara lain pulang kampung," tulisnya, sembari menjagokan De Oranje melangkah hingga mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Namun keyakinan Reza langsung mendapat respons dari rekan separtainya di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Manado, Andrew Ignatius Palit. Menurut Andre, tahun ini bukan milik Belanda, melainkan Jerman yang akan berjaya di panggung dunia.

"Maaf yah Pena Reza, kali ini Jerman mo dapa Belanda yang pulang kampung," ujar Andre sambil tertawa saat menanggapi unggahan tersebut.

Canda dan adu prediksi antar legislator PDI Perjuangan itu pun menjadi hiburan tersendiri bagi para pecinta sepak bola. Meski berbeda pilihan, keduanya menunjukkan bahwa semangat mendukung tim favorit bisa menjadi perekat kebersamaan di luar aktivitas politik dan pemerintahan.

Kini, publik tinggal menunggu apakah prediksi Reza Rumambi yang menjagokan Belanda atau keyakinan Andrew Ignatius Palit terhadap Jerman yang akan terbukti saat Piala Dunia 2026 mencapai puncaknya. (***) 

Franko Wangko: Festival Bung Karno Manado 2026 Hadir Lebih Meriah, Libatkan Ribuan Peserta dari Berbagai Kalangan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan kembali digaungkan melalui pelaksanaan Festival Bung Karno Manado (FBKM) 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival yang digagas Pemerintah Kota Manado ini dipersiapkan dengan konsep yang lebih beragam guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Panitia FBKM 2026, Franko Wangko, mengungkapkan bahwa festival tersebut bukan sekadar agenda seremonial memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan generasi muda, komunitas, serta masyarakat dalam semangat persatuan.

“Festival ini telah menjadi bagian dari agenda tahunan yang selalu mendapat sambutan luar biasa. Karena itu, tahun ini kami menghadirkan lebih banyak kegiatan yang dapat diikuti berbagai kalangan,” ujar Franko Wangko.

Salah satu kegiatan unggulan yang kembali menjadi magnet utama adalah Bung Karno Run 2026. Ajang lari yang dikenal sebagai salah satu event terbesar di Kota Manado tersebut dipastikan diikuti sekitar 1.500 peserta dengan dukungan delapan komunitas lari yang turut berpartisipasi menyukseskan pelaksanaannya.

Menurut Franko, tingginya minat masyarakat terhadap Bung Karno Run menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media efektif dalam membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat.

Selain itu, FBKM 2026 juga menghadirkan inovasi baru melalui Boxing Competition, yang untuk pertama kalinya dimasukkan dalam rangkaian perlombaan. Kehadiran cabang olahraga tinju ini diproyeksikan menjadi salah satu atraksi yang menyedot perhatian peserta maupun penonton.

Beragam kompetisi lainnya turut melengkapi kemeriahan festival, mulai dari Dance Competition, Mobile Legends Competition, Beyblade Competition, Lomba Pidato, Lomba Menggambar, hingga Lomba Pembacaan Dedication of Life.

Franko menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada hiburan dan prestasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat perjuangan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

“Melalui Festival Bung Karno Manado, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami nilai perjuangan, nasionalisme, serta semangat persatuan yang menjadi warisan Bung Karno. Harapannya, nilai-nilai itu dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Franko.

Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, Festival Bung Karno Manado 2026 diharapkan kembali menjadi perayaan kebangsaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat rasa persaudaraan dan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. (***) 

Sri Nanda Lamadau: Penanganan Tawuran dan Penikaman di Manado Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Maraknya kasus penikaman dan tawuran yang belakangan terjadi di Kota Manado mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Manado, Sri Nanda Lamadau. Politisi Partai NasDem yang juga personel Komisi I itu menegaskan bahwa persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian.

Menurut Sri Nanda, upaya menekan angka kriminalitas membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak-anak.

"Saya merasa ini bukan hanya menjadi pekerjaan kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Jangan semua persoalan langsung dibebankan kepada penegak hukum," ujarnya.

Ia menilai pengawasan orang tua terhadap anak-anak harus diperkuat. Selain itu, pemerintah di tingkat kecamatan juga perlu lebih maksimal memanfaatkan anggaran kamtibmas yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan produktif dan positif bagi generasi muda.

"Anggaran kamtibmas yang ada di kecamatan harus dimanfaatkan dengan baik. Bisa digunakan untuk pelatihan, pembinaan, dan kegiatan positif lainnya yang dapat mengurangi potensi terjadinya tawuran maupun tindakan kriminal," katanya.

Sri Nanda juga menyoroti kemungkinan faktor sosial dan ekonomi yang turut memengaruhi meningkatnya aksi kekerasan di kalangan anak muda. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas akses lapangan pekerjaan dan memperbanyak program pemberdayaan pemuda.

"Kita tidak tahu apakah salah satu penyebabnya adalah kurangnya lapangan pekerjaan. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja harus lebih aktif melakukan sosialisasi dan menggelar kegiatan seperti job fair agar anak-anak muda memiliki kesempatan yang lebih baik," jelasnya.

Di sisi lain, ia meminta aparat kepolisian untuk terus meningkatkan pengawasan dan patroli hingga ke tingkat lingkungan terkecil selama 24 jam penuh. Menurutnya, pelaku kejahatan yang terbukti bersalah harus ditindak tegas agar menimbulkan efek jera.

"Saya berharap pengawasan kepolisian semakin ditingkatkan sampai ke bawah. Jika memang ada pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana, harus ditindak tegas agar tidak muncul anggapan bahwa kejahatan adalah hal yang biasa," tegasnya.

Sri Nanda juga mengingatkan para orang tua agar tidak langsung menyalahkan aparat ketika anak mereka berhadapan dengan hukum. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam membina dan mengarahkan generasi muda.

Menurutnya, pembinaan karakter dan mental anak-anak muda perlu menjadi perhatian serius. Ia menilai sebagian generasi muda saat ini kerap menunjukkan sikap berlebihan ketika terlibat dalam suatu kasus atau konflik, sesuatu yang menurutnya bukan contoh yang baik bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap keluarga penerima bantuan sosial apabila terbukti tidak melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang berulang kali terlibat tindakan kriminal.

"Harus ada efek jera. Orang tua juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mengawasi anak-anak mereka. Ketika ada dampak yang dirasakan keluarga, tentu akan muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan perilaku anak," katanya.

Meski demikian, Sri Nanda tetap memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang selama ini terus berupaya menjaga keamanan di Kota Manado. Namun ia berharap langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan dapat semakin diperkuat agar mampu menekan angka kejahatan yang terus meningkat.

"Saya mengapresiasi kerja kepolisian. Tetapi penindakan harus terus diperkuat agar masyarakat, khususnya para pelaku kriminal, tidak menganggap remeh hukum dan aparat penegak hukum," pungkasnya. (***) 

Rachman Kodu Usul Pola MBG Dievaluasi: SPPG Dihapus, Bantuan Sembako Langsung ke Keluarga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Rachman Kodu, menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Namun, legislator PKS dari Daerah Pemilihan Tuminting, Bunaken, dan Bunaken Kepulauan itu menilai pola pelaksanaan di lapangan perlu dievaluasi agar lebih efektif, tepat sasaran, dan tidak membebani anggaran negara.

Menurut Kodu, salah satu persoalan utama dalam implementasi MBG saat ini adalah besarnya anggaran yang terserap untuk pembangunan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema alternatif dengan menyalurkan bantuan bahan pokok langsung kepada keluarga penerima manfaat.

"Kami tetap mendukung penuh Program MBG. Tetapi menurut saya, pola pelaksanaannya perlu diubah. SPPG justru menjadi komponen yang menyerap anggaran sangat besar. Jika pemerintah menyalurkan sembako langsung ke rumah-rumah, kemudian siswa membawa makanan dari rumah ke sekolah, maka tujuan program tetap tercapai dengan biaya yang jauh lebih efisien," ujar Kodu.

Ia menjelaskan, dalam skema tersebut pemerintah dapat membentuk tim pemeriksa gizi yang bertugas memastikan makanan yang dibawa siswa memenuhi standar nutrisi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kontrol kualitas tetap berjalan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembangunan dapur-dapur khusus.

Kodu juga menolak usulan pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai. Menurutnya, skema tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru dan tidak menjamin dana digunakan sesuai tujuan program.

"Kalau diganti dengan uang, saya rasa jangan. Itu justru bisa menambah masalah. Lebih baik langsung dalam bentuk sembako karena manfaatnya langsung masuk ke dapur keluarga masing-masing," katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengalihkan pelaksanaan program ke kantin sekolah. Menurutnya, model tersebut berpotensi memunculkan persoalan tata kelola anggaran dan membuka ruang praktik yang tidak sehat.

"Jangan menggunakan kantin sekolah. Ada potensi penyimpangan dan permainan anggaran di situ. Nanti akan muncul banyak kepentingan dan biaya-biaya tambahan yang justru mirip dengan persoalan yang terjadi pada SPPG saat ini," tegasnya.

Kodu menilai persoalan MBG sebenarnya tidak rumit untuk diselesaikan. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah tetap harus diberikan, namun pelaksanaan di lapangan harus disesuaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Saya melihat program ini baik. Yang keliru adalah eksekusinya di lapangan. Jangan sampai tujuan mulia pemerintah justru tidak tercapai karena pola pelaksanaannya tidak tepat," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pernah berdiskusi dengan Deputi UMKM terkait keterlibatan pelaku usaha kecil dalam program MBG. Dari pengamatannya, manfaat ekonomi yang dijanjikan belum sepenuhnya dirasakan UMKM di daerah.

"Saya sempat bertanya kepada Deputi UMKM karena selama ini disebut MBG akan menyentuh UMKM. Tetapi fakta di lapangan tidak seperti itu. Yang terlibat justru mereka yang memiliki modal besar untuk membangun SPPG. Masyarakat biasa dan pelaku usaha kecil belum banyak terakomodasi," katanya.

Menurut Kodu, jika bantuan pangan disalurkan langsung ke keluarga, dampak ekonomi akan lebih luas karena perputaran uang dan kebutuhan bahan pangan akan langsung dirasakan oleh pedagang pasar, petani, dan pelaku usaha lokal.

Ia juga menegaskan bahwa orang tua merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan anak-anak mereka, termasuk persoalan alergi makanan maupun kondisi kesehatan tertentu.

"Saya yakin orang tua tidak mungkin memberikan makanan yang membahayakan anaknya sendiri. Justru mereka yang paling memahami kebutuhan gizi, alergi, dan kondisi kesehatan anak-anak mereka," ungkapnya.

Karena itu, Kodu berharap pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai opsi yang lebih efisien tanpa mengurangi tujuan utama program. Menurutnya, anggaran negara yang besar harus dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Kalau yang kurang dari keluarga adalah peralatan atau standar penyajian, negara bisa memfasilitasi itu. Misalnya menyediakan wadah makanan atau perlengkapan yang dibutuhkan. Dengan begitu anggaran menjadi lebih kecil karena dapur keluarga yang digunakan, bukan membangun fasilitas baru dengan biaya miliaran rupiah. Yang terpenting, bantuan dari negara benar-benar bermanfaat dan tidak sia-sia," pungkasnya. (***)

Wagub Sulut Victor Mailangkay: March For Jesus 2026 Jadi Momentum Menebar Damai dan Memperkuat Persaudaraan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menghadiri dan berjalan bersama ribuan umat Kristiani dalam kegiatan March For Jesus 2026 yang mengusung tema "Perarakan Kemenangan Kristus", Sabtu pagi.

Kegiatan yang mengambil titik start di Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan berakhir di kawasan Megamas itu berlangsung penuh sukacita serta semangat kebersamaan. Ribuan peserta tampak mengikuti perarakan dengan tertib sebagai wujud ungkapan iman dan rasa syukur kepada Tuhan.

Menurut Victor Mailangkay, March For Jesus bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kasih, persatuan, dan pengharapan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

"Perjalanan iman ini menjadi simbol kebersamaan kita sebagai masyarakat Sulawesi Utara. Saya melihat semangat persaudaraan yang begitu kuat, serta kerinduan untuk menghadirkan damai dan menjadi berkat bagi sesama," ujar Mailangkay.

Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Sulawesi Utara merupakan anugerah yang harus terus dirawat dan dijaga bersama. Karena itu, setiap momentum yang mempererat hubungan antarsesama perlu didukung sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang harmonis.

"Kita patut bersyukur karena Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Nilai-nilai kasih, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman harus terus menjadi fondasi dalam membangun daerah yang maju dan sejahtera," katanya.

Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta aparat keamanan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Melalui kegiatan tersebut, Victor Mailangkay berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga persatuan serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

"Semoga semangat yang terpancar dalam March For Jesus 2026 menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus menebarkan kasih, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama membawa Sulawesi Utara semakin diberkati," tutupnya. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com