LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Andrei Angouw Buka FBKM 2026, Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Bung Karno

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Festival Bung Karno Manado (FBKM) 2026 resmi dibuka di kawasan Manado Beach Walk (MBW), Jumat (12/6). Kegiatan yang telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya ini berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat yang antusias mengikuti berbagai rangkaian acara.

Pembukaan FBKM dilakukan langsung oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw. Turut hadir Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Andrei Angouw menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tahunan tersebut.

"Selamat melaksanakan Festival Bung Karno. Banyak kegiatan yang saya lihat dalam agenda ini dan saya berharap kita semua bisa bergembira bersama. Ini sudah tahun kelima kita melaksanakan Festival Bung Karno di Kota Manado," ujar Andrei.

Menurutnya, Bulan Juni merupakan bulan yang memiliki nilai sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni merupakan hari lahir Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, dan 21 Juni menjadi hari wafatnya Sang Proklamator.

"Momentum ini harus menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menggali dan memahami pemikiran bapak bangsa kita. Jangan sampai kita lupa atau melenceng dari nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan. Kita harus berdaulat dalam politik dan berdikari dalam ekonomi sebagaimana yang diajarkan Bung Karno," katanya.

Meski sarat dengan nilai sejarah dan kebangsaan, Andrei menegaskan bahwa FBKM juga menjadi wadah kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat.

"Kita rayakan secara happy-happy. Selamat mengikuti Festival Bung Karno. Terima kasih kepada seluruh panitia dan stakeholder yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," tambahnya.



Sementara itu, Ketua Panitia FBKM 2026, Franco Wangko, mengaku bersyukur atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

"Kami sangat berterima kasih atas antusiasme masyarakat yang mengikuti Festival Bung Karno tahun ini. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan Bung Karno masih terus hidup di tengah masyarakat," ujar Franco.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan FBKM masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan dengan berbagai lomba dan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

"Besok masih banyak kegiatan yang akan digelar, termasuk Fun Run 5K dan 10K yang dimulai pukul 07.00 Wita. Kemudian malam harinya akan dilaksanakan acara puncak yang dimulai pukul 19.00 Wita," jelasnya.

Franco juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan kegiatan menyebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

"Kami memohon maaf apabila ada gangguan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung. Kami berharap masyarakat dapat memahami karena agenda ini merupakan kegiatan bersama untuk memeriahkan Bulan Bung Karno di Kota Manado," katanya.

Di akhir penyampaiannya, Franco mengajak generasi muda untuk terus belajar sejarah dan tidak melupakan jasa para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno.

"Jangan pernah melupakan sejarah. Generasi muda harus mengenal pemikiran dan perjuangan Bung Karno sebagai bapak bangsa. Semangat itulah yang ingin terus kami wariskan melalui Festival Bung Karno Manado," pungkasnya.

Festival Bung Karno Manado 2026 yang sukses digelar di bawah kepemimpinan Ketua Panitia Franco Wangko ini kembali menjadi ruang edukasi, hiburan, sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi masyarakat Kota Manado. (***) 

Herry Kolondam Tekankan Peran Aktif Kelurahan dan Lingkungan dalam Menangani Warga Kurang Mampu

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Herry Kolondam, menyoroti kondisi warga yang masih hidup dalam keterbatasan dan menempati tempat tinggal yang tidak layak. Menurut personel Komisi I DPRD Manado tersebut, diperlukan peran yang lebih aktif dari pemerintah di tingkat kelurahan, lingkungan, hingga kecamatan untuk mendeteksi dan menangani persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Herry menegaskan, Pemerintah Kota Manado selama ini telah berupaya menghadirkan berbagai program untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk penyediaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi warga yang belum memiliki tempat tinggal yang layak.

"Pada prinsipnya, pemerintah sudah menyiapkan berbagai fasilitas dan program untuk masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya Rusunawa yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga yang belum memiliki rumah layak huni," ujar Herry.

Namun demikian, menurutnya, keberadaan program tersebut harus diimbangi dengan peran aktif aparat di tingkat bawah. Lurah, kepala lingkungan, serta pihak kecamatan dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya sehari-hari.

"Peran kelurahan dan kepala lingkungan harus lebih ditingkatkan. Mereka harus aktif turun ke lapangan, melihat langsung kondisi masyarakat, serta segera melaporkan apabila ada warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan pemerintah," tegasnya.

Herry menilai, dengan pengawasan dan pendataan yang baik dari pemerintah setempat, persoalan sosial seperti warga yang tinggal di tempat tidak layak dapat lebih cepat ditangani sebelum menjadi perhatian luas di media sosial.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, dan perangkat lingkungan menjadi kunci agar program-program bantuan yang telah disiapkan pemerintah dapat tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

"Jangan sampai ada warga yang luput dari perhatian. Karena itu, saya berharap seluruh perangkat pemerintah di tingkat bawah lebih proaktif dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah masing-masing," pungkas Herry Kolondam.(***) 

Elryc Mosal Turun Langsung Tinjau Keluarga yang Tinggal di Bawah Baliho, Pemkot Manado Siapkan Hunian Layak

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Kepedulian terhadap warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan ditunjukkan Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Elryc Mosal. Personel Komisi III DPRD Manado itu turun langsung meninjau satu keluarga asal Lingkungan IV Bunaken yang saat ini tinggal di kawasan pantai Tumumpa dan berteduh di bawah atap baliho.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah Elryc melihat video yang viral di media sosial yang memperlihatkan kondisi keluarga tersebut. Tanpa menunggu lama, ia mendatangi lokasi untuk memastikan langsung keadaan warga yang menjadi perhatian publik itu.

Di lokasi, Elryc berdialog dengan keluarga tersebut untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang mereka hadapi. Setelah mengetahui kondisi sebenarnya, ia segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Manado guna mencari solusi yang dapat segera direalisasikan.

Respons cepat pun datang dari Pemerintah Kota Manado. Melalui Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang, pemerintah berkomitmen memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga tersebut melalui program relokasi ke kawasan Pandu.

Proses penanganan juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Ketua Lingkungan setempat turut hadir dan langsung membantu pengurusan administrasi serta pembuatan surat rekomendasi kepada BPBD Kota Manado sebagai bagian dari tahapan relokasi yang sedang berjalan.

Elryc Mosal mengapresiasi gerak cepat seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan persoalan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Manado, Bapak Wali Kota Andrei Angouw, Bapak Wakil Wali Kota Richard Sualang, BPBD Kota Manado, pemerintah setempat, serta semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan bergerak cepat membantu keluarga ini," ujar Elryc.

Ia berharap langkah yang dilakukan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga tersebut. Selain itu, peristiwa ini menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah dapat dirasakan ketika seluruh elemen bergerak bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Elryc juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama. Menurutnya, persoalan kemanusiaan tidak dapat diselesaikan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan perhatian dari semua pihak.

"Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi berkat bagi keluarga tersebut dan menjadi contoh bahwa kepedulian serta kebersamaan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan," tutupnya. (***) 

Pemerintah dan Wakil Rakyat Gagal Hadir: Tiga Anak di Manado Kehilangan Pendidikan dan Hidup Tanpa Listrik

Tidak ada komentar

 


Foto: Kolase (ist) 

EXPRESSINDONEWS--Di tengah berbagai klaim keberhasilan pembangunan dan program pengentasan kemiskinan, masih ada potret kehidupan yang menyayat hati di Kota Manado. Di sebuah gubuk sederhana di kawasan pesisir Tumumpa, tepat di sekitar akses menuju Pelabuhan Perikanan, sebuah keluarga hidup dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Dilansir dari Postingan Mardi Golindra, Hatija Taher bersama suami dan tiga putrinya bertahan di rumah reyot tanpa aliran listrik dan tanpa akses air bersih yang memadai. Setiap hari, Hatija mengumpulkan botol-botol bekas demi mendapatkan sedikit uang untuk menyambung hidup, sementara sang suami bekerja sebagai buruh kapal dengan penghasilan yang tidak menentu.

Kemiskinan yang mereka alami bukan sekadar soal keterbatasan ekonomi. Kemiskinan telah merampas hak dasar anak-anak mereka. Tiga putri Hatija terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena kondisi keluarga yang tak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan.

Kenyataan ini menjadi ironi besar di tengah Kota Manado. Ketika pemerintah terus berbicara tentang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, masih ada keluarga yang hidup tanpa fasilitas dasar yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara. Dimana Pemerintah setempat, Ketua Lingkungan, Kelurahan dan Kecamatan? 

Bukan hanya pemerintah yang patut mendapat sorotan. Kondisi ini juga menjadi pertanyaan serius terhadap peran wakil rakyat yang memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran daerah. Kehadiran keluarga miskin yang hidup dalam kondisi memprihatinkan hingga anak-anaknya putus sekolah menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang luput dari perhatian dan perlindungan negara.

Wakil rakyat yang dipilih melalui suara masyarakat sejatinya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan warga, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan. Namun fakta bahwa masih ada keluarga yang hidup di gubuk tanpa listrik dan air bersih serta kehilangan akses pendidikan menjadi indikator bahwa fungsi pengawasan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil belum berjalan optimal.

Ironisnya, di saat rakyat kecil berjuang untuk bertahan hidup, anggaran daerah setiap tahun terus digelontorkan untuk berbagai program, perjalanan dinas, fasilitas jabatan, hingga berbagai kebutuhan birokrasi. Sementara itu, di sudut lain kota, masih ada anak-anak yang harus mengorbankan masa depan mereka karena kemiskinan.

Kisah keluarga Hatija bukan sekadar cerita kemiskinan. Ini adalah cermin ketimpangan sosial yang masih terjadi dan menjadi alarm bagi pemerintah maupun wakil rakyat. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari proyek yang berdiri atau laporan yang disampaikan, tetapi dari seberapa banyak rakyat yang benar-benar merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka.

Selama masih ada anak-anak yang putus sekolah karena kemiskinan, selama masih ada keluarga yang hidup tanpa listrik dan air bersih di tengah kota, maka pekerjaan rumah pemerintah dan wakil rakyat belum selesai. Rakyat berhak bertanya: di mana negara, dan di mana mereka yang dipilih untuk memperjuangkan suara rakyat, ketika masih ada warga yang hidup dalam kondisi seperti ini?. (***) 

Secara terang-terangan, Jimmy Gosal Tak Beri Maaf Orang-orang Ini

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Perdebatan soal siapa yang paling layak berdiri di puncak sepak bola dunia semakin seru. Setelah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara sekaligus Anggota DPRD Kota Manado, Reza Rumambi, lebih dulu menjagokan Belanda sebagai kandidat terkuat, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Dj Dumais, dengan penuh keyakinan memilih Spanyol, kini muncul pandangan lain yang tak kalah menarik.

Adalah Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado, Jimmy Gosal, yang akhirnya ikut masuk dalam perdebatan tersebut. Kehadiran politisi yang dikenal dekat dengan dunia olahraga itu langsung menambah panas diskusi yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di kalangan pecinta sepak bola.

Jika Reza Rumambi menilai Belanda memiliki momentum untuk mengakhiri penantian panjangnya, sementara Ferdinand Dumais mengandalkan data dan analisis yang menempatkan Spanyol sebagai kandidat paling kuat, Jimmy Gosal justru memiliki pandangan berbeda.

Tanpa ragu, Jimmy menjatuhkan pilihannya kepada Argentina.

Menurutnya, tim berjuluk Albiceleste itu masih menjadi kekuatan yang sangat sulit untuk digeser dari jajaran elite dunia. Argentina dinilai memiliki modal lengkap, mulai dari mental juara, pengalaman bertanding di level tertinggi, hingga karakter tim yang selalu mampu tampil kuat dalam pertandingan-pertandingan besar.

"Tidak perlu maaf-maaf, Kalau saya tetap memilih Argentina. Mereka punya mental juara, pengalaman, dan tradisi yang kuat di turnamen besar. Tim seperti ini tidak boleh dianggap remeh," ujar Jimmy Gosal.

Lebih jauh, Jimmy menilai keberhasilan Argentina dalam beberapa tahun terakhir bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Menurutnya, fondasi permainan yang kuat, kedalaman skuad, serta budaya kompetitif yang terus terjaga membuat Argentina tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya.

Masuknya Jimmy Gosal dalam perdebatan ini membuat peta prediksi semakin menarik. Kini, tiga kekuatan besar dunia memiliki pendukung kuat dari tokoh-tokoh Sulawesi Utara. Belanda mendapat dukungan dari Reza Rumambi, Spanyol menjadi pilihan Ferdinand Dumais, sementara Argentina diyakini Jimmy Gosal sebagai tim yang akan berdiri paling tinggi di akhir kompetisi.

Tak hanya itu, nama Andrew Palit yang sebelumnya ikut dalam diskusi tersebut juga menambah warna dalam adu argumentasi yang berkembang. Masing-masing memiliki dasar analisis dan keyakinan yang berbeda, menjadikan perdebatan ini semakin hidup dan menarik untuk diikuti.

Meski berbagai prediksi terus bermunculan, semuanya pada akhirnya akan ditentukan di atas lapangan. Statistik, sejarah, kualitas pemain, hingga mental bertanding akan menjadi faktor yang menguji setiap prediksi yang kini ramai diperbincangkan.

Satu hal yang pasti, perdebatan yang melibatkan Reza Rumambi, Ferdinand Dumais, Andrew Palit, dan kini Jimmy Gosal telah menghadirkan suasana berbeda bagi para pencinta sepak bola. Empat nama, empat pandangan, dan satu pertanyaan besar yang masih menunggu jawaban: siapa yang akan tersenyum paling akhir? (***)

Sebelum Perdebatan Memanas, Ferdinand Dumais Lebih Dulu Minta Maaf ke Dua Nama Ini

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS--  Perdebatan soal tim terbaik dunia semakin menarik. Setelah sebelumnya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Reza Rumambi, secara terbuka menjagokan Belanda, kini Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Dj Dumais, muncul dengan pandangan berbeda yang berpotensi memanaskan adu argumentasi di kalangan pecinta sepak bola.

Tak tanggung-tanggung, Ferdinand secara langsung menantang prediksi Reza Rumambi dan Andrew Palit. Dengan mengandalkan data statistik serta analisis performa tim-tim elite dunia, ia meyakini bahwa Spanyol merupakan kandidat paling kuat untuk berdiri di puncak.

"Jadi mohon maaf Ketua Reza Rumambi dan Bro Andrew Palit, berdasarkan data dan analisa yang ada, saya melihat Spanyol yang akan keluar sebagai pemenang," ujar Ferdinand.

Menurutnya, keyakinan tersebut bukan sekadar prediksi tanpa dasar. Ia mengacu pada hasil analisis berbagai lembaga statistik internasional yang menempatkan Spanyol sebagai tim dengan peluang tertinggi dibanding negara-negara pesaing lainnya.

Ferdinand menilai kekuatan utama La Furia Roja saat ini terletak pada perpaduan generasi muda dan pemain berpengalaman yang membuat skuad mereka semakin lengkap di semua lini.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian adalah Lamine Yamal. Bintang muda Barcelona itu disebut sebagai simbol regenerasi sukses yang sedang berlangsung di tubuh tim nasional Spanyol.

Selain itu, filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang selama ini menjadi identitas Spanyol dinilai masih menjadi senjata utama yang sulit ditandingi. Ditambah kedalaman skuad yang merata, Ferdinand melihat Spanyol memiliki modal yang sangat kuat untuk mengungguli para rivalnya.

"Spanyol memiliki kombinasi pemain muda berbakat, pemain matang, serta konsistensi taktik yang sudah teruji. Itu yang membuat mereka sangat solid dan layak menjadi favorit," jelasnya.

Meski menempatkan Spanyol di posisi teratas, Ferdinand tetap memberikan penghormatan kepada tim-tim besar lainnya. Menurutnya, Belanda dan Jerman masih memiliki peluang besar untuk berada di jajaran teratas dan menjadi pesaing utama.

"Saya memprediksi Spanyol berada di posisi pertama, sementara Belanda dan Jerman berpotensi melengkapi tiga besar," katanya.

Pernyataan Ferdinand pun dipastikan menambah seru perdebatan yang sebelumnya telah dimulai oleh Reza Rumambi. Kini publik menanti, siapa yang pada akhirnya akan terbukti paling tepat dalam membaca peta persaingan sepak bola dunia. (***)

Astaga!! Andrew Palit " Tantang"Reza Rumambi Soal Ini??

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Perdebatan seru soal calon juara Piala Dunia 2026 ikut mewarnai ruang media sosial para politisi Sulawesi Utara. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Manado, Reza Rumambi, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Belanda untuk menjadi kampiun dunia tahun ini.

Dalam unggahannya, Reza bahkan dengan penuh percaya diri menuliskan pesan bernada gurauan kepada para pendukung tim lain. "Jangan tambah-tambah urusan, negara lain pulang kampung," tulisnya, sembari menjagokan De Oranje melangkah hingga mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Namun keyakinan Reza langsung mendapat respons dari rekan separtainya di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Manado, Andrew Ignatius Palit. Menurut Andre, tahun ini bukan milik Belanda, melainkan Jerman yang akan berjaya di panggung dunia.

"Maaf yah Pena Reza, kali ini Jerman mo dapa Belanda yang pulang kampung," ujar Andre sambil tertawa saat menanggapi unggahan tersebut.

Canda dan adu prediksi antar legislator PDI Perjuangan itu pun menjadi hiburan tersendiri bagi para pecinta sepak bola. Meski berbeda pilihan, keduanya menunjukkan bahwa semangat mendukung tim favorit bisa menjadi perekat kebersamaan di luar aktivitas politik dan pemerintahan.

Kini, publik tinggal menunggu apakah prediksi Reza Rumambi yang menjagokan Belanda atau keyakinan Andrew Ignatius Palit terhadap Jerman yang akan terbukti saat Piala Dunia 2026 mencapai puncaknya. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com