EXPRESSINDONEWS-- Personil Komisi II DPRD kota Manado Adolfien Wangania hari ini menggelar agenda reses di Kelurahan Singkil II, Lingkungan IV Kecamatan Singil, Jumat (25/7/2025).
Srikandi Partai Golkar ini didampingi Lurah Singkil II dayang mendengar langsung keluh kesah masyarakat.
Sebelum memulai sesi tanya jawab, Aleg Dapil Singkil Mapanget ini membeberkan apa sebenarnya tujuan dari agenda Reses
"Saya sangat memahami situasi masyarakat, dengan persoalan yang ada, jadi di reses ini kita bisa menyampaikan aspirasi, apalagi di kelurahan Singkil Dua ini," Kata Wangania.
Sementara itu, Roy Rikson saat memberikan aspirasi menyampaikan soal Pemeberian bantuan beras dari pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran.
"Pembagian beras khusus orang miskin, lalu pernah saya usulkan kepada anggota dewan lama, karena kita tau ada nama orang yang sudah meninggal tapi namanya masih dapat, saya sebagai rohaniawan, oleh karena itu saya sampaikan ke ibu, dan itu bisa menjadi satu bagian dari ibu sebagai wakil rakyat agar bisa aspirasi ini dapat disampaikan ke pemerintah kota Manado,"terang roy.
Disamping itu, aspirasi lainnya berupa keadaan kamtibmas yang saat ini menjadi keresahan masyarakat.
Kartika, warga Lingkungan IV meminta agar disetiap kelurahan untuk dilalukan Patroli setiap malam hari untuk meminimalisir terjadinya tarkam.
"Kali ini soal keamanan, yang saya liha, kalau bisa di setiap desa ada patroli keamanan, tapi disini nyawa seolah-olah gampang, disini harus ada pos supaya berguna, agar kami masyarakat tidak merasa was-was," Tegasnya
Lanjutannya, aspirasi yang kedua soal Perumda Pasar yang dinilai sangat arogansi kepada pedagang.
"Saya pedagang di Pasar juga, banyak yang sudah pindah, waktu saya ambil lapak di bersehati jualan tidak laku, banyak petugas PD pasar preman yang menagih tanpa meikhat kondisi pedagang. Saat ini banyak yang sudah gulung tikar. Management seharusnya ada kebijakan yang manusiawi kepada pedagang,"katanya.
Adapun aspirasi lainnya soal PDAM, masyarakat Singkil II harus pasrah dengan janji air bersih dari pemerintah yang ditunggu dari 20 tahun lalu.
Warga pun hanya menggunakan air sumur yang tidak higenis sebagai alternatif lainnya.
Menanggpi beberapa aspirasi, pihak kelurahan Singkil II menyampaikan soal bantuan beras itu menggunakan data dari BPS.
"Betul kemarin masuk stok beras, dengan total 5420 kilo, perlu diketahui, pendataan awal bukan dilakukan oleh pihak Kelurahan, tapi BPS dan dinas pangan yang melakukan survei langsung. Kami dari kelurahan hanya menerima data yang sudah jadi, cuman dari bulog telah memberikan berita acara, dengan surat pertanggungjawaban mutlak dengan nama yang memiliki kasus, dan pihak kelurahan memiliki kuasa, setelah saya masuk saya tekankan kepada ketua lingkungan untuk mengecek data warga lagi,"kata Lurah Singkil II
Ditempat yang sama, Adolfien Wangania menegaskan pemberian bantuan kepada warga seharusnya ada pengawasan dari pihak kelurahan
Agar hal tersebut untuk memastikan akuratnya data yang sampai ke pemerintah pusat untuk menyalurkan bantuan
" saya ingatkan lagi ke lurah pengawasan itu perlu, untuk data lebih akurat walaupun dari pusat yang cek, tugas kita memberjkan masukan kepada mereka, jadi sehingga semua sumbangan tepat sasaran. Kesadaran masyarakat juga perlu,"tegasr Wangania
Menanggapi aduan soal Perumda Pasar, iaw mengatakan sangat miris dengan laporan yang tidak ada habisnya.
"Untuk pernyataan ketiga, saya miris dengan pasar bersehati, banyak laporan management tidak benar, karena kami di dewan hearing dengan perumda Pasar tidak pernah dikasih, jadi kita hanya berdoa kepada Tuhan direktur dan jajaran dievaluasi, mungkin Pasar akan diambil oleh provinsi, yah Kita berdoa saja semoga dalam waktu ini Dirut harus diganti"ucap Adolfien.
"Begitu juga PDAM tidak bisa dipanggil hearing, dan kami akan tanya kendala dimana, banyak masyarakat cuma pakai air sumur Dari tahun 2000 sampai sekarang tidak dapat air dari pemerintah, banyak janji dari Pemkot, sampai sekarang Program pemerintah waktu lalu sebarkan blanco ada instalasi Tapi sampai sekarang belum terlaksana. Ini juga menjadu catatan kepada lurah, karena air merupakan kebutuhan pokok, kalau cuma air sumur tidak higenis untuk dimasak, PDAM sedikit Nakal, itu akan menjadi perhatian kami di Komisi II,"tutup Wangania. (***)