EXPRESSINDONEWS-- Wakil ketua Komisi III DPRD kota Manado Stenly Tamo SH menggelar agenda masa reses kedua di kelurahan Paniki I, Kecamatan Mapanget, Rabu (23/7/2025).
Masyarakat berbondong-bondong hadir di agenda tahunan tersebut untuk menyampaikan aspirasira agar bisa direalisasikan pemerintah.
Hadir dalam agenda reses tersebut, Dinas Sosial, PUPR, Perkim Sekcam Mapanget dan Lurah Paniki I.
Beberapa aspirasi masyarakat yang layak menjadi prioritas timbul di reses Aleg Dapil Singkil-Mapanget ini.
"Reses ini tugas yang diberkan oleh lembaga untuk menjaring aspirasi masyarakat dalam bentuk apapun. Kenapa dinas ini saya undang, supaya masyarakat bisa memberikan masukan langsung," Kata Tamo dalam sambutan.
Anton Lontoh warga setempat mengatakan soal Dana Lansia yang saat ini dinilai tidak tepat sasaran.
"Saya mohon agar Lansia di Kelurahan Paniki satu datanya harus jelas dan tepat sasaran, masih banyak belum tertata, jadi mohon dijelaskan bagaimana penjelasan. Bantuan beras juga ada juga yang dihapus tolong jelaskan kepada kami masyarakat," Jelas Anton.
Ditempat yang sama, Dicky Abraham meminta agar pemerintah memperhatikan soal drainase di kelurahan Paniki I yang hujan sesaat langsung tergenang.
Adapun, aspirasi lainnya soal bak air bantuan dinas PUPR yang sudah tudak berfungsi sehingga masyarakat meminta agar pemerintah untuk membongkar. Lainnya, penerangan lampu jalan yang saat ini sudah tertutup akibat pohon dan diminta untuk ditebang.
Menganggapi aspirasi dari sesi pertama, Tamo menjelaskan bahwa selama ini bantuan sosial yang diberikan pemerintah sudah jalan.
"selama ini bantuan sosial sudah jalan, yang melihat pendataan itu bagian dari kepala lingkungan, lansia dari Kementerian, usulan bapak ibu mekanisme itu akan ditampung dan akan dibicarakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab anggota DPRD Reses. Ingat reses ini pelaksanaannya harus di APBD tahun 2026,"terang Tamo.
"Usulan sering banjir, sudah pernah sampaikan ke kelurahan, berarti yang dibutuhkan infrastruktur saluran air, penebangan pohon untuk kepentingan taman itu harus dipertimbangkan secara matang oleh DLH. Mengenai bak air, itu kembali kepada masyarakat berguna atau tidak, karena ini adalah aset daerah itu tidak mudah dihilangkan. Masyarakat harus bermohon jika ini aset dihapuskan,"tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial menjelaskan, bantuan sosial itu diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu, selanjutnya pemberian bantuan sosialis terdiri dari beberapa bagian.
"Untuk pemberian bansos di triwulan 3 dan 4 tidak diterima karena ada Pilwako. Kriterianya yang menerima Lansia yang berumur 70 tahun ke atas, kalau pemerintah lalu dia sapu ratah, asal-asal," Kata Lubis
Adapun rangkuman aspirasi lainnya soal kemacetan jalan yang tidak adanya petugas. Lainnya, pasar Paniki juga mendapat masukan dari masyarakat.
Masyarakat mempertanyakan kenapa Perumda Pasar Manado mengambil alih retribusi padahal bukan dari tanah pemerintah.
"Aspirasi lainnya akan kita bawa ke pemerintah kota Manado, soal kemacetan itu saya akan koordinasi dengan Dinas perhubungan kebetulan dinas tidak diundang saat ini tapi saya akan koordinasi. Untuk retribusi di pasar Paniki, sekarang saya tanya sampahnya dibuang kemana, apakah tidak ada fasilitas pemerintah yang dipakai, bahwa kedepan pemerintah punya rencana bangun di wilayah Pasar. ,"seru Stenly Tamo.