EXPRESSINDONEWS— Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rachman Kodu, menggelar kegiatan reses ketiga tahun 2025 di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Sabtu (26/7/2025).
Reses ini turut dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah dinas teknis seperti Dinas PUPR, Perkim, dan BPJS Kesehatan.
Dalam forum serapan aspirasi ini, masyarakat Kelurahan Mahawu menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang selama ini mereka hadapi, mulai dari persoalan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga layanan kesehatan.
Salah satu aspirasi utama yang muncul adalah terkait rencana pembangunan tanggul, yang menurut penjelasan dari pihak Dinas Perkim akan direalisasikan pada bulan Agustus mendatang.
Selain itu, keresahan terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) juga mengemuka. Rachman Kodu menyebut bahwa isu kamtibmas tidak sempat dibahas dalam sesi sebelumnya, namun akan menjadi perhatian serius pihaknya ke depan.
Keluhan terkait bantuan sosial disuarakan oleh Yoran Lamangida, warga Lingkungan VI Kelurahan Mahawu. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses pendataan yang dinilai tidak transparan.
"Kepala lingkungan minta data, katanya nanti akan dapat bantuan, tapi sampai sekarang tidak pernah ada. Sebagian besar warga di sini tinggal di kos-kosan. Lewat forum ini kami bertanya, kepada siapa lagi kami harus mengadu?” ujarnya.
Yoran juga menyoroti isu seputar koperasi, di mana menurutnya terdapat dugaan praktik diskriminatif dalam penyaluran bantuan.
"Katanya yang dapat hanya pendukung warna tertentu. Tolong berikan kami pengarahan yang jelas,” tambahnya.
Sementara itu, Djubaeda Palebalang turut menyoroti masalah pelayanan kesehatan. Ia mempertanyakan mengapa rumah sakit tertentu seperti RS Sitty Maryam tidak menerima pasien BPJS. Ia juga mengeluhkan sistem pelayanan rumah sakit yang hanya memberikan waktu rawat inap tiga hari kepada pasien BPJS.
"Kami juga sangat terpukul dengan harga sembako, terutama beras yang kini melonjak tinggi. Pemerintah harus hadir dalam hal ini,” tegasnya.
Ia pun mengkritisi data statistik kemiskinan yang tidak sesuai realita.
> “Sejak Orde Baru, saya tidak pernah menerima bantuan apapun. Mohon data itu dikaji ulang agar penerimanya benar-benar yang membutuhkan,” tandas Djubaeda.
Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Rachman Kodu menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan semua aspirasi rakyat tersebut di tingkat DPRD dan meneruskannya ke Pemerintah Kota Manado.
> “Ini reses ketiga kami di tahun 2025. Sengaja kami undang dinas terkait agar masyarakat bisa langsung menyampaikan keluhan. Soal koperasi misalnya, itu mitra Komisi II. Kami sudah fasilitasi agar ada penjelasan langsung dari pihak terkait. Soal pembangunan tanggul, realisasi akan dilakukan Agustus nanti,” ujar Rachman.
Mengenai persoalan layanan kesehatan, dirinya juga akan menindaklanjuti keluhan terkait BPJS, terutama tentang pasien yang dipulangkan terlalu cepat.
“Saya juga akan membahas isu kamtibmas bersama pihak terkait, karena ini menyangkut rasa aman warga,” pungkasnya.
Reses ini menjadi wadah penting bagi masyarakat Mahawu untuk menyuarakan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat mereka, dengan harapan keluhan-keluhan tersebut benar-benar diperjuangkan dan ditindaklanjuti.