Expressindonews - BOGOR – Nama Nasrullah Duma, atau akrab disapa Acul, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola usia dini. Siswa MTS Muhammadiyah Tanamon, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan ini sukses membawa timnya, SSB GMM Sinonsayang, melaju hingga babak 8 Besar Kategori Plate U12 dalam ajang bergengsi GEAS Championship Cup 2025 yang berlangsung di GOR Kartika, Komplek Lapangan Tembak Kostrad, Cilodong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bermain di posisi penyerang sayap, Acul tampil penuh percaya diri. Kecepatan, kelincahan, serta keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadi senjata andalan. Tak hanya itu, dalam laga penentuan fase grup menghadapi SSB Marinos Jakarta Utara, bocah asal Desa Mangoa ini berhasil menyumbang 1 gol penting yang memastikan kemenangan 2-0 untuk SSB GMM Sinonsayang. Hasil tersebut mengantar tim asal Minahasa Selatan itu melangkah ke babak selanjutnya.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Acul, namun juga sebuah hadiah berharga untuk sekolah dan desanya. Dengan rendah hati, Acul mempersembahkan gol dan perjuangannya sebagai bentuk terima kasih kepada Kepala Sekolah dan guru-guru MTS Muhammadiyah Tanamon yang sudah memberikan izin serta dukungan penuh baginya untuk tampil di Bogor. Ia juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat Desa Tiniawangko dan Desa Tanamon yang ikut membantu, baik secara finansial maupun dengan memberikan semangat moral.
Pelatih Kepala SSB GMM Sinonsayang, Coach Jun Boham, mengaku sejak awal telah melihat potensi besar dari Acul. Menurutnya, meski bertubuh mungil, pemain berusia 12 tahun itu memiliki naluri menyerang dan determinasi tinggi yang jarang dimiliki anak seusianya.
> “Sejak awal saya yakin anak ini punya bakat. Dia bermain dengan hati, punya visi, dan berani menghadapi lawan-lawan besar. Karena itu, saya tidak ragu memberi kesempatan kepadanya untuk tampil di level nasional,” ujar Coach Jun Boham.
Kisah Acul menjadi bukti bahwa tekad dan kerja keras bisa membawa anak desa menembus panggung nasional. Kehadirannya juga menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Minahasa Selatan untuk berani bermimpi, berlatih sungguh-sungguh, dan terus mengasah talenta sepak bola sejak usia dini.
Kini, Acul dan rekan-rekannya di SSB GMM Sinonsayang masih terus berjuang di turnamen tersebut, membawa nama baik daerah, sekolah, dan keluarga. Publik pun menantikan langkah selanjutnya dari bocah ajaib asal Mangoa ini, yang perlahan mulai mengukir jejak emasnya di dunia sepak bola nasional.
(Chandra Matheos)


