EXPRESSIDONEWS-- Perjuangan menjaga lingkungan tidak selalu berjalan lurus dan mudah. Di Kepulauan Bunaken dan Manado Tua, isu hutan konservasi justru membuka luka lama tentang keadilan, kepastian hukum, dan ruang hidup masyarakat. Di tengah persoalan itulah nama Elryc Milan Maesa Mosal, Anggota DPRD Kota Manado, tampil sebagai salah satu figur yang konsisten berdiri di barisan terdepan bersama rakyat.
Sebagai personel Komisi III DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Elryc memilih jalur yang tidak populis namun substansial memperjuangkan hak masyarakat.
Akar persoalan hutan konservasi di Pulau Bunaken dan Pulau Manado Tua terletak pada penetapan kawasan konservasi yang mencakup lahan milik warga. Tanah yang telah ditempati secara turun-temurun oleh masyarakat, kini berada dalam status kawasan hutan negara. Akibatnya, warga menghadapi keterbatasan serius sulit membangun rumah, mengurus sertifikat tanah, hingga terhambat mengembangkan ekonomi lokal.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum yang berkepanjangan. Masyarakat hidup di wilayah sendiri, namun merasa seperti tamu di rumahnya sendiri.
Usulan yang dibawah adalah hutan konservasi di daratan harus dicabut. Seluruh wilayah di Bunaken dan Manado Tua ( Daratan) diusulkan dialihkan menjadi Zona APL (Areal Penggunaan Lain). Tujuannya jelas memberikan kepastian hukum, melindungi hak masyarakat, tanpa menghilangkan esensi pelestarian lingkungan.
Elryc menegaskan, akan terus menjadi garda terdepan sampai sampai wilayah Konservasi di Bunaken dan Manado tua Hilang.
Menariknya, dalam proses ini Elryc Mosal juga menggandeng berbagai elemen masyarakat yang sebelumnya tidak selalu sejalan dengan dirinya. Dari sini lahir satu pesan kuat, perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan.
Untuk berteman, tidak harus sama. Untuk berjalan bersama, tidak harus satu golongan.
Di tengah keberagaman pandangan, Elryc memilih mendengar, merangkul, dan melangkah bersama. Karena masa depan Bunaken dan Manado Tua tidak bisa dibangun oleh satu kelompok saja, melainkan oleh keberanian untuk bersatu demi kepentingan bersama.
Perjuangan ini bukan kerja instan. Elryc Mosal bersama Pemerintah Kota Manado telah berulang kali mengikuti audiensi dan rapat koordinasi, mulai dari tingkat DPR RI, DPD RI, hingga kementerian terkait. Prosesnya panjang, melelahkan, dan membutuhkan kesabaran ekstra.
Namun bagi Elryc, mundur bukan pilihan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang yang menunjukkan keberpihakan nyata terhadap masyarakat kepulauan, serta keseriusan mengawal aspirasi hingga ke tingkat pusat.
“Ini bukan perjuangan sesaat. Ini ikhtiar panjang demi keadilan dan martabat masyarakat Bunaken dan Manado Tua,” tegasnya.
Di akhir langkahnya, Elryc menyerahkan perjuangan ini pada nilai-nilai iman dan pengabdian.
“Kiranya setiap langkah dan ikhtiar ini diberkati dan diberi kelancaran. Tuhan Yesus memberkati perjuangan kami untuk rakyat,” tutupnya. (***)
