EXPRESSINDONEWS-- Situasi di sekitar Liquid Bar Executive Manado kembali menjadi perhatian publik. Tempat hiburan malam yang berlokasi di Jalan Sudirman, Kota Manado itu dinilai kerap memicu keributan yang berujung pada aksi baku pukul antar kelompok pengunjung.
Sejumlah warga mengaku resah. Bukan hanya karena keributan terjadi berulang kali, tetapi juga karena perkelahian kerap meluas hingga ke badan jalan, mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Beberapa insiden bahkan terekam kamera pengendara yang melintas dan tersebar di media sosial, memperlihatkan aksi kekerasan yang terjadi secara terbuka di ruang publik.
Sorotan tajam datang dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Manado, Tommy Daud Parasan. Ia menegaskan bahwa pola kejadian yang berulang menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengamanan internal tempat hiburan tersebut.
“Keributan selalu bermula dari dalam lokasi, kemudian berlanjut hingga ke luar dan terjadi di jalan raya. Ini sangat mengganggu masyarakat yang sedang melintas. Tidak bisa dibiarkan terus seperti ini,” tegas politisi muda dari Partai Gerindra itu, Senin (16/2).
Menurutnya, manajemen tempat hiburan malam seharusnya menjadikan aspek keamanan sebagai prioritas utama. Jika insiden serupa terus terjadi, maka wajar publik mempertanyakan standar pengawasan, prosedur keamanan, hingga kapasitas pengendalian situasi di dalam area usaha tersebut.
“Kalau kejadian seperti ini terus berulang, berarti ada yang tidak beres. Sistem keamanannya harus dievaluasi. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban,” tandasnya.
Ia pun mendesak Pemerintah Kota Manado melalui dinas terkait, bersama aparat kepolisian, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Liquid Bar Executive. Langkah tegas dinilai penting, baik dalam bentuk peringatan keras, pengetatan pengawasan, hingga kemungkinan sanksi administratif apabila ditemukan pelanggaran.
Bagi warga sekitar, keamanan dan ketertiban umum bukan sekadar formalitas perizinan, melainkan hak dasar yang wajib dilindungi. Pemerintah diharapkan tidak menunggu jatuhnya korban lebih besar sebelum mengambil tindakan nyata.(***)
