EXPRESSINDONEWS-- Kinerja Dinas Kesehatan Kota Manado dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak mulai menunjukkan hasil positif. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kematian ibu dan anak di Kota Manado tercatat mengalami tren penurunan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Boby Kereh menjelaskan, untuk kasus kematian ibu pada tahun 2025 tercatat sebanyak dua orang. Angka tersebut stabil dibanding tahun 2024, dan jauh menurun jika dibandingkan tahun 2022 maupun 2023 yang masing-masing mencatat enam kasus.
“Data ini menunjukkan adanya tren penurunan angka kematian ibu di Kota Manado dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Boby Kereh saat diwawancarai, Senin (27/4), di kompleks Kantor DPRD Kota Manado.
Sementara itu, angka kematian bayi juga mulai menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 20 kasus, kemudian meningkat menjadi 32 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 31 kasus pada 2025.
Menurut Boby, berbagai langkah strategis terus dilakukan pihaknya untuk menekan angka kematian ibu, bayi, maupun balita. Salah satunya melalui proses screening atau deteksi dini terhadap ibu hamil dan bayi berisiko.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin terus dioptimalkan melalui jaringan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Manado. Program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesehatan ibu dan anak juga dilakukan secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Manado juga rutin melakukan pemeriksaan penyakit menular serta pengawasan ketat terhadap potensi penularan penyakit antara ibu dan bayi.
Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan berharap tren penurunan angka kematian ibu dan anak di Kota Manado dapat terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan di tingkat dasar. (***)
