EXPRESSINDONEWS-- Komitmen penguatan pelayanan kesehatan dasar kembali menjadi sorotan dalam agenda pembahasan Komisi IV DPRD Kota Manado bersama Dinas Kesehatan. Personil Komisi IV dari PSI, Monica Tambajong, menegaskan pentingnya pembenahan layanan frontline service kesehatan melalui penguatan fungsi puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
Menurut Monica, tidak seluruh warga memiliki akses mudah menuju rumah sakit. Faktor jarak dan kendala transportasi masih menjadi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga keberadaan puskesmas harus diperkuat sebagai fasilitas kesehatan pertama yang cepat, dekat, dan responsif.
“Puskesmas harus benar-benar menjadi garda terdepan. Tidak semua masyarakat bisa langsung ke rumah sakit karena terkendala transportasi maupun akses,” ujar Monica.
Dalam rapat tersebut, Monica menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari ketersediaan tenaga medis hingga kesiapan dokter yang siaga di setiap puskesmas. Ia mempertanyakan apakah rumah dinas dokter yang tersedia benar-benar ditempati dan apakah terdapat dokter yang standby untuk memastikan respon cepat saat terjadi kondisi darurat.
Selain itu, Srikandi PSI tersebut juga menekankan perlunya optimalisasi pelayanan puskesmas terhadap kelompok rentan, khususnya ibu hamil. Ia meminta perhatian serius terhadap penanganan risiko kehamilan, pencegahan penyakit menular, serta intensitas sosialisasi kesehatan kepada para ibu hamil di wilayah kerja masing-masing puskesmas.
Menjawab hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado menjelaskan bahwa secara umum kebutuhan sumber tenaga medis di puskesmas telah memenuhi sembilan tenaga strategis yang dibutuhkan. Namun, untuk ketersediaan dokter di seluruh puskesmas, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan dan akan menyampaikan hasil lengkapnya kemudian.
Dinas Kesehatan juga mengakui masih adanya kekurangan tenaga dokter di sejumlah puskesmas, sehingga sementara ini beberapa fasilitas kesehatan lebih banyak diisi perawat dan bidan.
Sementara terkait rumah dinas tenaga kesehatan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan disebut telah memiliki program penunjang sarana dan prasarana. Meski demikian, banyak rumah dinas yang masih membutuhkan perhatian serius karena keterbatasan anggaran dan tingginya kebutuhan perbaikan.
Dorongan yang disampaikan Monica dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan nasional. Penguatan puskesmas, pemerataan tenaga medis, serta pelayanan cepat hingga tingkat kelurahan menjadi fondasi penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. (***)
