EXPRESSINDONEWS-- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Utara menggelar Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) sebagai bagian dari langkah konsolidasi dan penguatan struktur partai menuju Pemilu 2029. Dalam agenda tersebut, sebanyak 12 tokoh politik dan masyarakat resmi bergabung dengan PSI Sulawesi Utara.
Ke-12 tokoh yang menyatakan bergabung itu yakni Suryawati Rasyid, James Karinda, Edward Basilianus, Suardi Hamzah, Adrey Laikun, Idris Takainginang, Irvan Yusus, Jeiny Kuwe, Kerwin Imanuel Hinonaung, Rendy Kakasih, Beng Tamasoleny, Christian Stave Londa, serta Devly Laloan.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi sinyal bertambahnya kekuatan politik PSI di Sulawesi Utara menjelang persiapan menghadapi kontestasi politik tahun 2029.
Ketua DPW PSI Sulawesi Utara, Ir. Hj. Tatong Bara, mengatakan Rakorwilsus digelar untuk memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mengevaluasi progres kerja organisasi hingga ke tingkat daerah.
Menurut Tatong Bara, seluruh jajaran partai saat ini diarahkan untuk fokus pada target besar PSI sebagaimana yang telah ditetapkan oleh DPP.
“Rakorwilsus ini untuk konsolidasi. Kita melihat sudah sampai di mana kerja-kerja partai dan seperti apa langkah ke depan. PSI memiliki target besar untuk masuk parlemen dan memenangkan Pemilu 2029,” ujar Tatong Bara saat diwawancarai.
Ia menegaskan, PSI Sulawesi Utara telah menetapkan sejumlah target politik yang cukup ambisius pada Pemilu 2029. Di antaranya merebut satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara, membentuk satu fraksi di DPRD Provinsi Sulut, serta membentuk fraksi di 15 DPRD kabupaten dan kota.
“Di Sulut kami menargetkan satu kursi DPR RI, satu fraksi DPRD Provinsi dan fraksi di 15 kabupaten/kota. Ini menjadi pencapaian yang harus diwujudkan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bidang Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, Melky Pangemanan, mengatakan tren bergabungnya tokoh-tokoh politik ke PSI tidak hanya terjadi secara nasional, tetapi juga di daerah.
Menurutnya, tugas DPP, DPW dan DPC saat ini adalah mempercepat penyelesaian administrasi kepartaian serta memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kecamatan.
“Rakorwilsus ini menjadi momentum untuk mempercepat pengurusan administrasi sampai ke daerah. Bahkan hingga tingkat kecamatan harus bergerak lebih cepat di bawah kepemimpinan Ibu Tatong Bara,” kata Melky.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak tokoh politik mulai melirik PSI sebagai kendaraan politik baru. Salah satu faktor yang dinilai menjadi daya tarik adalah figur Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
“Di PSI ada magnet politik yaitu Pak Jokowi. Itu menjadi daya tarik tersendiri. Hari ini ada 12 tokoh yang bergabung ke PSI Sulawesi Utara dan saya rasa ke depan akan semakin banyak lagi,” ujarnya.
Masuknya sejumlah tokoh yang berasal dari berbagai latar belakang politik, termasuk mantan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara James Karinda serta mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado Adrey Laikun, dinilai semakin memperkuat basis politik PSI di Sulawesi Utara.
Rakorwilsus PSI Sulawesi Utara pun menjadi momentum penting bagi partai berlambang mawar tersebut untuk memanaskan mesin organisasi sekaligus menatap target besar pada Pemilu 2029. (***)
