Expressindonews - Manajemen PSBS Biak diduga belum melunasi gaji seluruh offisial dan pemain selama empat bulan terakhir. Dugaan tunggakan gaji tersebut memicu kekecewaan dari sejumlah pihak di internal tim yang berharap persoalan ini segera mendapat penyelesaian.
Salah seorang offisial PSBS Biak yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hingga kini dirinya bersama sejumlah offisial dan pemain belum menerima gaji sejak Maret hingga Juni 2026.
"Kami belum menerima gaji dari bulan Maret sampai Juni 2026. Kami mewakili tim offisial dan pemain merasa sangat kecewa dengan perlakuan manajemen PSBS Biak," ujarnya.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran gaji telah berdampak pada kondisi ekonomi para offisial maupun pemain yang selama ini tetap menjalankan tugas dan kewajibannya bersama klub.
Mereka berharap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia sebagai induk organisasi sepak bola nasional dapat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar hak-hak offisial dan pemain dapat segera dipenuhi.
Di sisi lain, beredar video yang memperlihatkan Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Yunus Nusi, memberikan penjelasan terkait permasalahan yang dialami PSBS Biak. Dalam pernyataannya, Yunus Nusi menyebut bahwa pihak PSSI telah menyampaikan persoalan tersebut kepada PT Liga Indonesia Baru agar menjadi perhatian serius.
Ia juga menyampaikan bahwa PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan jaminan kepada PSSI akan memanfaatkan dana deposit milik PSBS Biak sesuai mekanisme yang berlaku untuk membantu menyelesaikan kewajiban klub terhadap offisial dan pemain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen PSBS Biak terkait dugaan tunggakan gaji tersebut maupun tindak lanjut penyelesaiannya.
(****)
