LATEST POST

latest

Direktur Keuangan Perumda Pasar Manado Buka Ruang Dialog, Tegaskan Penataan Pedagang Pasar Bersehati Tetap Berjalan

Senin, 27 Juli 2026

/ by Nanang

 


EXPRESSINDONEWS--  Direktur Keuangan Perumda Pasar Manado, Irving Kurniawan, angkat bicara terkait aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah pedagang ikan di kawasan Pasar Bersehati. Ia menegaskan, langkah penataan yang dilakukan Perumda Pasar merupakan bagian dari upaya menegakkan aturan sekaligus menciptakan tata kelola pasar yang lebih tertib.

Irving mengatakan, pihaknya memahami adanya protes dari para pedagang. Namun, menurutnya, Perumda Pasar tetap berupaya mendengarkan dan menampung aspirasi pedagang untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama.

"Pada prinsipnya, Perumda Pasar mencari win-win solution dalam setiap pertimbangan. Aturan tetap harus ditegakkan secara maksimal, meskipun ada protes dari pedagang. Selama ini kami juga masih terus mendengar aspirasi dari para pedagang," ujar Irving.

Terkait kebijakan pemagaran pada malam hari, Irving menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan karena pada waktu tertentu tidak terdapat aktivitas perdagangan. Menurutnya, apabila pedagang berjualan di lokasi yang telah ditentukan dan sesuai aturan, maka tidak ada alasan bagi pihaknya untuk melakukan pembatasan.

"Kenapa dilakukan pemagaran pada malam hari? Karena memang tidak ada aktivitas. Kalau tidak berjualan di luar area yang ditentukan, untuk apa kita melakukan pemagaran?" jelasnya.

Sementara terkait insiden pengrusakan fasilitas, Irving menyebut pihak Perumda Pasar telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Untuk kejadian pengrusakan, kami sudah melakukan proses laporan di Polresta Manado," ungkapnya.

Irving juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan para pedagang merupakan hak yang dilindungi. Namun demikian, ia memastikan Perumda Pasar tetap membuka ruang komunikasi dan dialog untuk mencari titik temu atas persoalan yang terjadi.

"Hari ini para pedagang melakukan aksi demo, itu adalah hak mereka. Pada intinya, Perumda Pasar tetap membuka ruang diskusi dan dialog," katanya.

Salah satu persoalan yang hingga kini belum menemukan titik temu, menurut Irving, berkaitan dengan penggunaan Collbox. Ia menjelaskan, sejak awal fasilitas tersebut diperuntukkan sebagai tempat transaksi, bukan sebagai lokasi penampungan ikan.

"Pembatasan Collbox ini sejak awal karena tempat tersebut bukan untuk penampungan, tetapi khusus untuk transaksi. Ini yang menjadi tarik-menarik persoalan, antara tempat penampungan dan tempat transaksi. Berdasarkan beberapa kajian yang sudah dilakukan, keduanya merupakan dua hal yang berbeda," jelasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya telah ada komitmen agar Collbox ditempatkan di bagian belakang. Namun, menurutnya, komitmen tersebut belum sepenuhnya dijalankan sehingga persoalan tersebut masih menjadi salah satu sumber perbedaan pandangan antara pengelola dan pedagang.

Di sisi lain, Irving menyebut kapasitas lapak khusus pedagang ikan di Pasar Bersehati mencapai 225 lapak. Ia mengatakan, Perumda Pasar berupaya memfasilitasi pedagang yang selama ini berjualan secara tidak resmi agar dapat masuk dalam sistem pendataan dan berjualan secara tertib.

"Kapasitas yang tersedia ada 225 lapak khusus untuk tempat ikan. Mekanisme penjualan di pasar ini memang berbeda. Ada orang-orang yang selama ini berjualan secara liar, dan itu yang coba kami fasilitasi. Namun, mereka tidak mau didata karena ada biaya administrasi. Menurut kami, ini menjadi salah satu sistem yang justru bisa merusak tata kelola pasar," tuturnya.

Irving menegaskan, di era digitalisasi saat ini, seluruh aktivitas perdagangan harus dilakukan secara tertib dan terdata. Karena itu, pedagang diharapkan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan oleh pengelola pasar.

"Ini sudah era digitalisasi. Semua harus terdaftar dan terdokumentasi. Mekanismenya memang sudah seperti itu," tegasnya.

Hingga saat ini, Irving memastikan Perumda Pasar Manado masih membuka ruang dialog dengan para pedagang. Ia juga mempertanyakan langkah aksi demonstrasi yang diarahkan ke Polda, sementara menurutnya, ruang komunikasi dengan pihak Perumda Pasar masih terbuka.

"Sampai hari ini kami masih terbuka untuk dialog. Kami juga bingung kenapa demo dilakukan di Polda," katanya.

Irving berharap para pedagang dapat kembali berjualan dengan mengikuti aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, aksi berkepanjangan justru berpotensi merugikan para pedagang itu sendiri.

"Harapan kami, mereka bisa kembali berjualan. Kalau tidak berjualan, yang rugi nantinya mereka sendiri. Kami tidak ingin para pedagang dimanfaatkan dalam kondisi seperti ini. Harapan besar Perumda Pasar adalah agar para pedagang dapat berjualan sesuai aturan yang sudah ditetapkan dan tidak berjualan di tempat-tempat yang dilarang," pungkasnya.(***) 

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com