LATEST POST

latest

Kapolsek Singkil Inisiasi Perdamaian Remaja Ketang Baru dan Wawonasa, FKDM: Penegakan Hukum Harus Berjalan Seiring Upaya Damai

Sabtu, 18 Juli 2026

/ by Nanang

 


EXPRESSINDONEWS-- Aksi perkelahian antarremaja (tarkam) yang beberapa kali terjadi di wilayah Kelurahan Ketang Baru dan Wawonasa kembali menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Kapolsek Singkil, Ipda M. Barahama, mengambil langkah cepat dengan melakukan pembinaan terhadap sejumlah remaja yang terjaring, kemudian mempertemukan mereka dalam forum mediasi di Mapolsek Singkil.

Pertemuan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, tokoh pemuda hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado. Dari Ketang Baru hadir antara lain Umar Duka, Emon, Jhoni Laps, Kepala Lingkungan IV Rita David, Kepala Lingkungan III Yudi Yunan, dan Kepala Lingkungan V Fikri Palamani. Sementara dari Wawonasa hadir tokoh masyarakat Asni Van Gobel, Mariani Laiya, serta tokoh pemuda Putra Noho, Fathur Magau, Fajrin Alansyah, Moh. Erwin Gasim, Sabri Sini, Firman Mohamad, dan Restu Tahili.

Anggota FKDM Kota Manado, Sapril Palamani, menilai kehadiran para tokoh dari kedua wilayah menjadi bukti kuat bahwa masyarakat memiliki komitmen untuk segera mengakhiri konflik yang selama ini meresahkan warga.

"Kami mengapresiasi langkah Kapolsek Singkil yang menginisiasi pertemuan ini. Kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan tokoh pemuda menunjukkan adanya keseriusan untuk menyelesaikan persoalan hingga ke akar masalah. Perdamaian harus menjadi tujuan utama, namun penegakan hukum juga tetap harus berjalan terhadap siapa pun yang terbukti menjadi provokator maupun pelaku kekerasan," ujar Sapril Palamani.

Menurut Sapril, hasil pertemuan tersebut menjadi langkah awal yang positif karena para remaja yang sebelumnya terlibat bentrokan menunjukkan sikap kooperatif selama proses mediasi berlangsung.

FKDM juga mengusulkan agar aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam yang dinilai rawan terjadi bentrokan. Selain itu, penyisiran terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok pemicu konflik dinilai penting untuk mencegah terulangnya aksi kekerasan.

"Upaya damai tidak boleh berhenti pada mediasi semata. Harus ada patroli yang intensif, pembinaan berkelanjutan, serta proses hukum yang adil terhadap pihak-pihak yang terbukti memprovokasi maupun melakukan tindakan kekerasan agar konflik tidak terus berulang," tegasnya.

Dalam forum tersebut, kedua belah pihak juga sepakat menandatangani surat pernyataan damai yang disaksikan pemerintah setempat melalui para ketua lingkungan dari masing-masing kelurahan. Kesepakatan itu diharapkan menjadi komitmen bersama untuk mengakhiri permusuhan dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Sapril Palamani mengingatkan bahwa masyarakat Ketang Baru dan Wawonasa sejatinya memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat.

"Ketang Baru dan Wawonasa adalah saudara serumpun. Kita berasal dari akar budaya dan hubungan kekeluargaan yang sama. Jangan biarkan konflik sesaat merusak persaudaraan yang telah terjalin selama ini. Mari hentikan pertikaian dan bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di lingkungan kita," pungkasnya. (***) 

Next Story Posting Lama Beranda
Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com