MINAHASA — Semangat pembinaan sepak bola usia dini terus ditunjukkan oleh masyarakat pecinta sepak bola di Kabupaten Minahasa. Salah satunya melalui keikutsertaan Tim Pinabetengan Rimboka FC dalam turnamen resmi PSSI Soeratin U13 yang memperebutkan Piala Gubernur Sulawesi Utara.
Keikutsertaan Pinabetengan dalam ajang resmi tersebut menjadi momentum penting bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level kompetitif. Tidak sekadar mengejar hasil pertandingan, kehadiran tim asal Minahasa ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi sepak bola sejak usia dini.
Tim Pinabetengan Rimboka FC mendapat sentuhan langsung dari sosok yang memiliki pengalaman di level nasional. Tim ini dilatih oleh Dirga Lasut, mantan pemain Tim Nasional Indonesia.
Pengalaman Dirga di dunia sepak bola diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus pembelajaran kepada para pemain muda, baik dari sisi teknik, disiplin, mental bertanding maupun pemahaman terhadap permainan.
Di bawah arahan sang pelatih, para pemain Pinabetengan dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di turnamen Soeratin U13 yang merupakan salah satu kompetisi penting dalam pembinaan sepak bola usia muda.
Namun, kiprah Pinabetengan tidak berdiri sendiri. Di balik tim U13 tersebut terdapat proses pembinaan berjenjang yang telah dilakukan melalui Tim Soputan, sebuah tim junior yang menjadi wadah pengembangan pemain usia muda mulai dari kelompok U8 hingga U12.
Tim Soputan secara konsisten memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenal dan mencintai sepak bola sejak usia dini. Bahkan, hampir setiap pekan tim junior tersebut mengikuti berbagai festival sepak bola kelompok umur U8 dan U9 yang digelar di sejumlah daerah di Sulawesi Utara.
Keaktifan mengikuti festival menjadi salah satu cara bagi para pemain muda untuk memperoleh jam terbang. Mereka tidak hanya berlatih di lapangan, tetapi juga belajar menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, memahami arti kerja sama tim, serta membangun mental kompetitif sejak usia dini.
Menariknya, perjalanan Tim Soputan maupun Pinabetengan juga tidak terlepas dari dukungan besar para orang tua pemain.
Keterlibatan orang tua bukan hanya sebatas memberikan izin dan mendampingi anak saat bertanding.
Dalam berbagai kesempatan, para orang tua bahkan secara bersama-sama menggalang dukungan dengan cara patungan untuk memenuhi kebutuhan tim ketika mengikuti pertandingan atau festival sepak bola.
Semangat gotong royong tersebut menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Klub, pelatih, pemain dan orang tua menjadi satu kesatuan yang saling menopang demi memberikan kesempatan terbaik bagi anak-anak untuk berkembang.
Bagi keluarga pemain, mengikuti festival dan turnamen bukan semata-mata tentang memenangkan pertandingan. Ada proses pendidikan karakter yang ingin dibangun melalui sepak bola, mulai dari kedisiplinan, sportivitas, keberanian, tanggung jawab hingga kemampuan menghargai rekan satu tim dan lawan.
Kini, kesempatan lebih besar datang kepada Tim Pinabetengan Rimboka FC. Untuk pertama kalinya dalam momentum ini, mereka ambil bagian dalam turnamen resmi PSSI Soeratin U13 Piala Gubernur Sulawesi Utara.
Ajang tersebut menjadi panggung bagi pemain-pemain muda Pinabetengan untuk menunjukkan hasil pembinaan yang selama ini mereka jalani. Persaingan tentu tidak mudah karena mereka harus berhadapan dengan tim-tim usia muda terbaik dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Namun, pengalaman bertanding secara rutin melalui Tim Soputan menjadi modal penting. Para pemain diharapkan mampu tampil percaya diri dan menikmati setiap pertandingan yang dijalani.
Kehadiran Pinabetengan juga memperlihatkan bahwa potensi sepak bola tidak hanya berada di pusat-pusat pembinaan yang sudah lebih dahulu dikenal. Dari Minahasa, proses pembinaan terus berjalan dengan dukungan masyarakat dan orang tua yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak-anak mereka.
Dengan ditangani mantan pemain Timnas Indonesia Dirga Lasut, Tim Pinabetengan diharapkan mampu menjadikan keikutsertaan di Soeratin U13 sebagai pengalaman berharga untuk membentuk generasi pesepak bola berikutnya.
Sementara Tim Soputan akan terus menjadi bagian dari proses regenerasi, mempersiapkan pemain-pemain muda dari U8 hingga U12 sebelum nantinya naik ke kelompok usia yang lebih tinggi.
Bagi Pinabetengan, perjalanan di Soeratin U13 bukan sekadar tentang mengejar trofi Piala Gubernur. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten, ditopang kerja keras pelatih, pemain serta dukungan orang tua, dapat membuka jalan bagi anak-anak Minahasa untuk tampil di kompetisi resmi PSSI.
Semangat tersebut diharapkan terus dipertahankan. Sebab, dari festival-festival kecil yang diikuti anak-anak usia dini, bisa lahir pemain-pemain hebat yang suatu saat bukan hanya membawa nama Pinabetengan dan Minahasa, tetapi juga Sulawesi Utara di panggung sepak bola nasional.
( Chandra Matheos )

