EXPRESSINDONEWS — Capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dipaparkan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Manado, Tommy Daud Parasan, dari Fraksi Partai Gerindra.
Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya. Prabowo menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menangani berbagai persoalan nasional.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah penguatan ketahanan pangan nasional. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir, antara lain beras, jagung, gula konsumsi, gula industri, bawang putih, daging sapi, daging kerbau dan kedelai.
Selain pangan, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap sektor kelautan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut diarahkan untuk menghadirkan fasilitas terpadu seperti pelabuhan, tempat pelelangan ikan, penyimpanan dingin, pengolahan hasil laut, bengkel, perumahan dan fasilitas sosial. Pemerintah sebelumnya menargetkan pembangunan ribuan kampung nelayan secara bertahap hingga 2029.
Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga menjadi salah satu sorotan utama. Dalam materi capaian pemerintah yang ditampilkan, dividen setelah dikurangi Penyertaan Modal Negara (PMN) tercatat meningkat dari sekitar Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025, dengan target mencapai Rp200 triliun pada 2026.
Pemerintah juga menyampaikan hasil penataan BUMN, termasuk temuan terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai tidak produktif. Dari 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya yang teridentifikasi, sebanyak 290 BUMN telah ditutup, dengan target akhir 2026 menyisakan sekitar 300 BUMN dan mengurangi jumlah BUMN tidak produktif hingga 750.
Efisiensi tersebut diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya operasional sekitar Rp50 triliun per tahun.
Capaian sejumlah BUMN juga menunjukkan pertumbuhan laba yang signifikan pada semester pertama 2026. Dalam materi yang ditampilkan, PT Semen Indonesia mencatat kenaikan laba 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, PT Pertamina 86 persen, PT Pegadaian 84,4 persen, PT Pelabuhan Indonesia 60,4 persen dan PT Perkebunan Nusantara 54,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sektor sumber daya alam, pemerintah turut menyoroti langkah penertiban pertambangan ilegal. Salah satu yang ditampilkan adalah penutupan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung, disertai peningkatan kinerja PT Timah.
Presiden juga menekankan pentingnya memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat dan negara.
Bagi Tommy Parasan, rangkaian capaian tersebut menunjukkan adanya perubahan arah kebijakan yang menempatkan kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas.
“Apa yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan ini menurut saya bukan sekadar angka-angka di atas kertas. Yang paling penting adalah bagaimana angka tersebut menggambarkan perubahan arah pemerintahan: negara mulai lebih serius mengelola kekayaan sendiri, memperkuat pangan, menata BUMN dan memastikan sumber daya alam memberikan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Parasan.
Politisi Partai Gerindra itu menilai capaian swasembada pangan merupakan salah satu langkah strategis yang sangat penting bagi masa depan Indonesia.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa.
“Kita tidak boleh menjadi negara besar tetapi masih bergantung kepada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat. Karena itu, ketika Presiden menyampaikan capaian swasembada sejumlah komoditas, ini harus kita lihat sebagai bagian dari perjuangan menuju kemandirian bangsa. Tentu masih ada pekerjaan rumah, tetapi arah kebijakannya sudah jelas,” katanya.
Tommy menegaskan, sebagai kader Partai Gerindra sekaligus Anggota DPRD Kota Manado, dirinya bersama Fraksi Gerindra berkepentingan memastikan kebijakan pemerintah pusat juga memberikan dampak nyata hingga ke daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti di Jakarta. Program nasional harus mampu dirasakan masyarakat di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kelurahan dan desa.
“Kami di daerah tentu menyambut baik capaian ini. Tetapi apresiasi tidak boleh berhenti pada tepuk tangan. Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah ikut mengawal agar kebijakan pemerintah pusat benar-benar turun ke daerah dan dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai program Kampung Nelayan Merah Putih memiliki relevansi besar bagi daerah-daerah kepulauan dan pesisir, termasuk Sulawesi Utara.
Dengan potensi kelautan yang besar, kata Tommy, masyarakat pesisir membutuhkan dukungan nyata berupa infrastruktur, akses permodalan, fasilitas penyimpanan dan pengolahan hasil laut, hingga kepastian pasar.
“Sulawesi Utara adalah daerah kepulauan. Kita punya laut yang luas dan masyarakat yang hidup dari sektor perikanan. Kalau program Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar dibangun secara serius, saya yakin ini bisa menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan kita,” ujarnya.
Tommy pun menegaskan dukungannya terhadap agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sembari mengingatkan bahwa capaian yang telah diraih harus dijaga dan ditingkatkan.
“Kami dari Fraksi Partai Gerindra di DPRD Kota Manado memberikan apresiasi terhadap kerja Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah pemerintahan yang harus kita dukung bersama, tetapi sekaligus kita kawal. Karena ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya berapa banyak program yang dibuat, melainkan seberapa besar manfaatnya dirasakan rakyat,” pungkas Tommy.
Menurutnya, semangat utama yang harus dibangun adalah menjadikan pembangunan sebagai kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif dan masyarakat.
Ia berharap capaian yang dipaparkan Presiden dalam pidato kenegaraan menjadi momentum untuk memperkuat optimisme nasional sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke daerah, termasuk Kota Manado dan Sulawesi Utara. (***)
