EXPRESSINDONEWS-- Kepedulian tidak selalu hadir melalui sesuatu yang besar. Terkadang, perhatian sederhana yang diberikan dengan tulus justru menjadi penguat bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Nilai inilah yang kembali diperlihatkan pengusaha muda Kota Bitung, Reinaldy Ibrahim, saat menyambangi warga korban kebakaran di Kelurahan Pateten Satu, Lingkungan I, Kecamatan Aertembaga, Jumat (23/10/2026).
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, Reinaldy menyempatkan diri datang langsung ke posko kebakaran untuk menyerahkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah. Bersama seorang rekannya, ia hadir dengan penampilan sederhana, mengenakan kaos oblong hitam, celana hijau, dan sandal jepit.
Tidak ada kesan berlebihan dalam kehadirannya. Reinaldy datang membawa bantuan sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak harus dibungkus dengan kemewahan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pala Pateten, Arifin Usman.
Bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan bayi, kebutuhan orang tua, serta sejumlah keperluan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga pascakebakaran.
Namun, kepedulian Reinaldy tidak berhenti pada bantuan yang telah dipersiapkan. Ketika seorang warga mengungkapkan kebutuhan untuk membeli sandal jepit, ia spontan memberikan uang agar warga tersebut dapat membeli barang yang dibutuhkan.
Momen sederhana itu memperlihatkan sisi kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian. Baginya, membantu tidak selalu harus menunggu adanya permintaan resmi atau kegiatan besar. Ketika melihat ada sesama yang membutuhkan, kesempatan untuk meringankan beban menjadi sesuatu yang patut dimanfaatkan.
Kebiasaan berbagi yang ditunjukkan Reinaldy bukan hanya muncul ketika terjadi bencana. Dalam kesehariannya, khususnya setiap Jumat, ia juga kerap menyisihkan berkat untuk dibagikan kepada masyarakat.
Konsistensi tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial yang terus ia upayakan. Bagi Reinaldy, berbagi bukan semata-mata tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan tentang ketulusan, kepekaan, dan kemauan untuk hadir bagi orang lain.
“Puji Tuhan, Alhamdulillah, hari ini saya diberikan kesempatan untuk berbagi berkat berupa perlengkapan bayi untuk anak-anak, kebutuhan orang tua, serta beberapa keperluan lainnya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Reinaldy.
Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. Dalam situasi ketika sebagian masyarakat harus menghadapi kehilangan dan kesulitan akibat musibah, semangat gotong royong perlu terus dipelihara agar mereka tidak merasa berjuang sendirian.
“Selama masih ada berkat dan kesempatan, kita harus terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.
BATUBARA, Pesan tentang Berkat dan Kebersamaan
Di balik kebiasaannya membantu masyarakat, Reinaldy juga menitipkan sebuah pesan yang ia maknai melalui istilah “BATUBARA”, singkatan dari “Berkat Tuhan Berbagi Rata”.
Baginya, ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap berkat yang diterima dapat menghadirkan manfaat ketika dibagikan kepada sesama. Kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan berlimpah, tetapi dapat dimulai dari apa yang tersedia dan kemampuan yang dimiliki saat ini.
Kehadiran Reinaldy di tengah warga korban kebakaran menjadi gambaran bahwa nilai kemanusiaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari bantuan kebutuhan sehari-hari hingga respons spontan terhadap kebutuhan seseorang.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan, sosok pengusaha muda yang gemar berbagi seperti Reinaldy mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya berkaitan dengan usaha dan pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menggunakan kesempatan dan berkat yang dimilikinya untuk membantu orang lain.
Sebab, bagi mereka yang sedang tertimpa musibah, bantuan yang diberikan dengan tulus bukan sekadar barang atau uang. Lebih dari itu, ada pesan bahwa mereka tidak sendiri dan masih banyak orang yang peduli terhadap perjuangan mereka untuk bangkit kembali. (***)
