EXPRESSINDONEWS-- Pembangunan pedestrian oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado terus berlanjut hingga tahun 2025. Tidak hanya menyasar pusat kota, kali ini program tersebut mulai menjangkau perkampungan padat penduduk. Salah satunya terlihat di kawasan kompleks Lapangan Ketang Baru. Selain menghadirkan fasilitas umum, Pemkot juga berencana membuka ruang khusus bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Langkah ini mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Manado, Andrew Ignatius Palit. Legislator PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Singkil–Mapanget itu menilai, kehadiran pedestrian dan ruang UMKM merupakan wujud nyata kerja keras pemerintah dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok kampung.
“Saya mendukung penuh rencana pemerintah untuk menghadirkan UMKM di area terbuka Lapangan Ketang Baru. Namun, penting agar yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah warga sekitar seperti Ketang Baru, Ternate Baru, Wonasa, Karame, dan wilayah terdekat,” tegas Palit.
Menurutnya, ruang UMKM di Lapangan Ketang Baru nantinya akan didominasi oleh kuliner. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk merangsang kreativitas masyarakat agar tidak hanya menjual menu standar yang selama ini umum ditemui.
“Jangan hanya kopi biasa, pisang goreng, atau indomie. Harus ada sesuatu yang berbeda agar menarik minat pengunjung. Misalnya, kuliner muslim dengan cita rasa khas atau penyajian yang menggambarkan identitas budaya lokal. Bahkan, bisa menghadirkan variasi unik seperti kopi dengan metode penyeduhan khas Timur Tengah. Hal ini akan jadi daya tarik bagi orang yang datang dari luar, misalnya dari Malalayang,” jelas Palit.
Politisi muda itu menegaskan, diversifikasi kuliner bukan hanya soal selera, tetapi juga strategi ekonomi. Dengan ragam menu yang kuat mengangkat identitas lokal, kawasan pedestrian Ketang Baru bisa berkembang menjadi destinasi wisata kuliner baru di Kota Manado.
“Ini bukan hanya mendukung UMKM, tapi juga cara meminimalisir angka pengangguran, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.
