EXPRESSINDONEWS – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, kembali turun langsung menyapa masyarakat dalam agenda Reses II Tahun 2025. Legislator dapil Kota Manado ini memilih Kelurahan Manado Tua 1, Kecamatan Bunaken Kepulauan, sebagai titik awal reses, Rabu (3/9/2025).
Bertempat di Lingkungan V, Anter yang juga Anggota Komisi III Fraksi Demokrat, hadir bersama Camat Bunaken Imanuel Mandak, Lurah Manado Tua 1 Welfretz Baring, dan Kepala Puskesmas Bunaken Kepulauan dr. Stenly Rawung. Di hadapan pemerintah setempat dan masyarakat, ia menegaskan bahwa reses merupakan instrumen penting bagi anggota DPRD dalam menjaring aspirasi rakyat.
“Sejak 30 Agustus hingga 6 September 2025, kami turun ke daerah pemilihan untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi ini akan kami rangkum dan disampaikan dalam rapat paripurna kepada Gubernur,” ujar Anter.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan beragam keluhan, mulai dari pembangunan talud pemecah ombak, penerangan jalan, tower seluler, hingga bantuan untuk lansia. Tak ketinggalan usulan talud penahan tanah jalan yang dinilai sangat mendesak.
Menanggapi hal itu, Anter yang juga dikenal sebagai mantan legislator Kota Manado tiga periode menyatakan komitmennya.
“Semua aspirasi akan ditampung, dijadikan pokok pikiran, kemudian diinput dalam SIPD untuk dijabarkan oleh SKPD terkait. Ada mekanisme yang jelas, hasil reses akan disampaikan resmi dalam rapat paripurna,” tegasnya.
Esok harinya, Kamis (4/9/2025), Royke Anter kembali menyerap aspirasi warga, kali ini di Kelurahan Singkil Satu, Lingkungan II, Kecamatan Singkil. Sejumlah kebutuhan dasar kembali menjadi sorotan warga, mulai dari jalan setapak, talud penahan jalan, lampu penerangan, rehabilitasi kantor lurah, hingga penataan kabel listrik melalui pengadaan tiang PLN.
Tak hanya itu, masyarakat juga menyoroti soal data penerima bantuan pemerintah yang dinilai perlu diperbaharui agar tepat sasaran.
“Yang juga sangat mendesak adalah keberadaan sekolah tingkat SMA di Kecamatan Singkil. Ini kebutuhan riil masyarakat yang harus mendapat perhatian,” ungkap Anter.
Kepada media, ia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dibawa ke forum resmi DPRD.
“Semua akan kami tindaklanjuti. Untuk hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah kota, akan kami koordinasikan. Sedangkan yang menjadi kewenangan provinsi, tentu akan kami perjuangkan,” tandasnya.
