EXPRESSINDONEWS – Pemerintah Kota Manado bersama Kementerian PUPR resmi menuntaskan rangkaian sosialisasi pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di tiga kecamatan, yakni Tuminting, Mapanget, dan Singkil. Program ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, yang menilai pembangunan tersebut sebagai langkah penting untuk menjamin kesehatan lingkungan dan generasi mendatang.
Kepala Dinas PUPR Kota Manado, John Suwu, menegaskan bahwa pembangunan IPLT adalah bagian dari strategi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sanitasi kota. “Pertumbuhan penduduk Manado yang pesat berdampak pada meningkatnya kebutuhan pengelolaan air limbah domestik. Dengan adanya IPLT, lumpur tinja dari tangki septik masyarakat akan dikelola secara terjadwal, aman, dan ramah lingkungan,” jelas Suwu.
Pemerintah Kota Manado telah menyiapkan lokasi pembangunan IPLT di Kelurahan Sumompo. Lokasi tersebut sudah tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado yang diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2023. Infrastruktur pendukung juga akan segera dipersiapkan, termasuk sistem pemisahan limbah dan air untuk mencegah penyakit menular seperti diare.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Julises Oehlers SH, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat. “Kota Manado beruntung mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk membangun fasilitas ini. IPLT akan melayani kebutuhan tiga kecamatan dengan total penduduk sekitar 150 ribu jiwa. Dampaknya sangat vital bagi kesehatan masyarakat,” tegas Oehlers.
Kasie Intel Kejari Manado, Arther Piri SH, MH, yang hadir mewakili Kajari, menyebut pembangunan IPLT di Sumompo masuk kategori proyek strategis daerah.
"Sebagai proyek strategis, kami dari kejaksaan hadir untuk melakukan pengamanan, memastikan pelaksanaan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat fungsi, serta terbebas dari hambatan maupun gangguan," jelasnya.
Dalam pemaparan materi, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Baperida Manado, Frenty Polii ST.MT, menjelaskan urgensi IPLT dalam mendukung sanitasi aman. Sanitasi aman di Kota Manado masih sangat rendah, di bawah 3 persen. IPLTmasih sangat rendah, di bawah 3 persen. IPLT ini bagian dari target peningkatan akses sanitasi aman hingga 40 persen pada 2029, sesuai dengan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali," paparnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Asisten I Julises Oehlers, Kadis PUPR John Suwu, Plt Camat Singkil Hence Patimbano Kapolsek Singkil Simanjuntak, serta sejumlah perwakilan instansi terkait. Antusiasme masyarakat terlihat jelas dengan hadirnya warga dari tiga kecamatan yang berharap proyek strategis ini segera terealisasi demi masa depan lingkungan Manado yang lebih sehat. (***)
