LATEST POST

latest

Aktivitas PETI Ratatotok Disinyalir Milik Kader NasDem masih terus Berjalan, Victor Mailangkay :Itu Urusan Pribadi

Jumat, 23 Januari 2026

/ by Nanang

 


Foto: Lokasi Tambang (ist) 

EXPRESSINDONEWS-- Klaim berulang Dekker Mamusung yang menyatakan tidak lagi terlibat dalam aktivitas pertambangan kini dipertanyakan. Temuan lapangan berdasarkan keterangan warga dan penambang aktif menunjukkan dugaan kuat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Ratatotok masih berlangsung.

Sorotan publik menguat setelah beredar dokumentasi puluhan galon solar serta informasi penggunaan sianida dalam proses pengolahan emas. Solar tersebut diduga digunakan untuk mengoperasikan alat berat, sementara sianida dipakai dalam metode rendaman bak yang dikenal berisiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan.

Warga menyebut aktivitas PETI berlokasi di jalur menuju Nibong, kawasan Manguni Kecil, dengan dugaan keberadaan sekitar lima unit excavator yang aktif sejak akhir 2025 hingga awal 2026. “Puluhan galon solar itu tidak masuk akal jika bukan untuk alat berat,” ujar seorang penambang.

Penggunaan sianida tanpa pengawasan negara dinilai memperparah kerusakan ekologis Ratatotok, mencemari tanah dan aliran air, serta mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Nama Dekker kembali disorot karena statusnya sebagai mantan anggota DPRD Minahasa Tenggara (2019–2024) dan kini Sekretaris DPD Partai NasDem Minahasa Tenggara, sehingga dugaan keterlibatan PETI tak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga isu etika dan konflik kepentingan.

Alih-alih meredam polemik, klarifikasi yang disampaikan justru memicu kecurigaan baru. Sejumlah jurnalis mengaku kesulitan mendapatkan konfirmasi lanjutan, menambah tanda tanya atas komitmen transparansi.

Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba, penambangan tanpa izin dengan alat berat dan bahan kimia berbahaya dapat dipidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp100 miliar. Namun hingga kini, publik belum melihat penindakan hukum yang tegas.

Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum di Sulawesi Utara. Pembiaran berkepanjangan dikhawatirkan memperdalam kerusakan lingkungan dan krisis kepercayaan publik.

Sementara itu, Ketua DPW NasDem Sulawesi Utara Victor Mailangkay menegaskan dugaan aktivitas tersebut tidak terkait dengan partai dan merupakan urusan pribadi.

"Yah itu kan Pribadi tidak ada sangkut paut dengan partai. Kami dari DPW baru tau hal ini melalui berita viral. Dan saya tanya apakah kalian sudah lihat lokasi? Apakah ada beberapa yang bermain terus hanya satu yant disorot? Dan saya tegaskan sekali lagi bahwa pribadi dia itu tidak ada hubungan dengan partai,"kata Mailangkay kepada media ini. (***) 

Next Story Posting Lama Beranda
Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com