LATEST POST

latest

Dana KUR Raib di Rekening Nasabah, Sistem Keamanan Bank BRI Dipertanyakan?

Kamis, 22 Januari 2026

/ by Nanang

 



EXPRESSINDONEWS-- Dugaan lemahnya sistem keamanan perbankan kembali mencuat. Seorang warga Kelurahan Tuminting, Sarce Nggilu, melaporkan dugaan tindak pidana pencurian dana di rekening Bank BRI ke Polresta Manado, Rabu (22/1/2026). Pelaporan ini mendapat pendampingan langsung dari Anggota DPRD Kota Manado, Sri Nanda Lamadau, personel Komisi I sekaligus Srikandi Partai NasDem.

Peristiwa tersebut bermula pada 17 Januari 2026. Korban diketahui baru saja mencairkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total sekitar Rp20 juta. Setelah melakukan beberapa transaksi, sisa saldo di rekening korban tercatat sebesar Rp11.894.000. Namun, kejanggalan muncul pada 20 Januari 2026 saat korban hendak menarik uang di mesin ATM.

Korban dibuat terkejut. Saldo yang sebelumnya tersisa Rp11,8 juta mendadak berkurang drastis dan hanya menyisakan sekitar Rp994.000. Tidak merasa pernah melakukan transaksi lanjutan, korban pun merasa terancam dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Manado agar dapat diusut secara hukum.

Sri Nanda Lamadau menegaskan, hilangnya dana tersebut bukan persoalan sepele. Menurutnya, berdasarkan hasil pengecekan rekening koran di Bank BRI, ditemukan sejumlah transaksi yang tidak diketahui dan tidak pernah dilakukan oleh korban.

“Hari ini kami melaporkan hilangnya dana di rekening BRI. Uang awalnya sekitar 20 juta dari cairan KUR, setelah transaksi sisa 11 juta lebih. Tapi tiba-tiba tinggal seratus ribuan. Di rekening koran terlihat banyak transaksi yang tidak diketahui,” tegas Sri Nanda.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak Bank BRI menyatakan transaksi tersebut dilakukan melalui mobile banking dan aplikasi lain. Pernyataan ini justru menimbulkan tanda tanya besar.

“Untuk m-banking itu harus daftar pakai KTP, nomor telepon, bahkan verifikasi tertentu. Jangankan mengunduh aplikasi, menggunakan ponsel pintar saja ibu ini tidak paham. Lalu bagaimana mungkin m-banking bisa aktif?” ujar Sri Nanda dengan nada heran.

Sri Nanda pun melontarkan kritik keras terhadap sistem keamanan Bank BRI. Ia menilai, di era teknologi yang semakin canggih, seharusnya bank sekelas BRI memiliki sistem pengamanan berlapis yang mampu melindungi nasabah, khususnya masyarakat kecil.

“Kalau sistem ini bisa dibobol, saya sangat menyayangkan. Sudah banyak kejadian serupa. Mungkin bagi bank ini angka kecil, tapi bagi rakyat kecil ini sangat besar. Sampai kapan kejadian seperti ini terus berulang?” katanya.

Ia juga menyoroti sikap Bank BRI yang dinilai tidak bertanggung jawab. Menurutnya, jawaban pihak bank yang hanya mampu mencetak rekening koran tanpa bisa melacak sumber transaksi sangat tidak masuk akal.

“Aneh, sekelas Bank BRI tidak bisa tahu siapa yang membuka, dari mana titik lokasi transaksi dilakukan. Jawaban mereka cuma ‘kami hanya bisa print rekening koran, selebihnya tidak tahu’. Ini sangat disayangkan,” tegasnya.

Lebih ironis lagi, korban kini harus tetap menanggung cicilan KUR selama 24 bulan, meski uangnya justru raib secara misterius.

“Ini sudah jatuh tertimpa tangga. Uangnya dibobol, tapi cicilan tetap jalan. Ini sangat parah. Kami mau ada tanggung jawab dari pihak BRI, bukan sekadar jawaban normatif,” tambah Sri Nanda.

Ia berharap Polresta Manado dapat mengusut kasus ini secara cepat dan transparan, serta mendorong Bank BRI untuk membuka fakta yang sebenarnya. Menurutnya, pelaporan ini penting agar tidak muncul korban-korban lain di kemudian hari.

“Ini harus dilaporkan agar tidak ada lagi masyarakat kecil yang dirugikan. Negara harus hadir, bank juga harus bertanggung jawab,” pungkasnya. (Laks) 

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com