EXPRESSINDONEWS-- Kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang ditemukan meninggal secara tidak wajar di sebuah rumah kos di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terus memantik perhatian publik. Di tengah derasnya sorotan, satu nama tampil lantang menyuarakan tuntutan keadilan: Ferdinand Dumais.
Anggota DPRD Kota Manado yang dikenal aktif mengawal isu sosial dan hak asasi manusia ini menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Ia menyatakan siap mengawal penuh proses penuntasan kasus yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.
Kota Tomohon, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Manado dengan waktu tempuh hampir satu jam, kini menjadi pusat perhatian publik Sulawesi Utara. Kasus kematian Evia bukan hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga memicu desakan luas agar dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen guna membuka tabir peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Ferdinand Dumais, legislator Manado dari Fraksi Gerindra, menyebut terdapat sejumlah kejanggalan yang menurutnya belum diurai secara terbuka oleh aparat penegak hukum.
“Saya akan mengawal kasus ini dalam koridor penegakan hukum. Tujuannya satu, keadilan bagi korban dan keluarganya,” ujar Ferdinand, Minggu (25/1/2026).
Ia mengungkapkan bahwa dorongan tersebut lahir dari nurani pribadi setelah mendengar langsung cerita pilu keluarga korban. Menurutnya, kasus ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan menyangkut martabat dan masa depan seorang anak muda yang berjuang menempuh pendidikan demi membahagiakan orang tuanya.
“Ini soal dignity. Seorang mahasiswi dengan cita-cita besar harus kehilangan nyawa secara tragis. Ada tanggung jawab moral untuk memastikan kasus ini tuntas dan tidak terulang di kemudian hari,” tegasnya.
Ferdinand juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses penanganan perkara agar berjalan transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.
Sementara itu, dari pihak keluarga, Alfrita Lontolawa, ibu kandung almarhumah Evia, menyampaikan bantahan tegas terhadap sejumlah pernyataan yang sebelumnya disampaikan aparat kepolisian dalam konferensi pers di Polda Sulut.
Melalui sebuah tulisan, Alfrita menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan Evia selama ini berjalan harmonis dan penuh kasih. Ia membantah keras adanya konflik keluarga sebagaimana sempat disinggung dalam keterangan resmi sebelumnya.
Pernyataan keluarga tersebut semakin memperkuat dorongan publik agar fakta-fakta di balik kematian Evia Maria Mangolo diungkap secara menyeluruh, jujur, dan berkeadilan. (***)
