EXPRESSINDONEWS-- — Kasus meninggalnya seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri terus menuai perhatian publik. Peristiwa yang viral di media sosial itu diduga berkaitan dengan trauma mendalam akibat pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang dosen.
Menanggapi hal tersebut, Ferdinand Dumais, pemerhati sosial yang juga anggota DPRD Kota Manado Komisi I, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang sebagai peristiwa tunggal tanpa latar belakang yang jelas.
“Dari beberapa informasi yang masuk kepada saya, saya mensinyalir ada latar belakang serius di balik peristiwa ini. Oleh karena itu, kasus ini sangat pantas untuk diselidiki secara menyeluruh dan transparan,” ujar Ferdinand.
Ia menilai, jika dugaan tersebut benar, maka ini bukan hanya persoalan individu, melainkan menyangkut tanggung jawab institusi dan penegakan hukum yang adil bagi korban. Ferdinand pun mendorong agar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Kepolisian dapat berperan lebih aktif dalam mendampingi keluarga korban serta mengawal proses hukum.
Selain itu, sebagai anggota DPRD yang membidangi urusan hukum dan pemerintahan, Ferdinand menegaskan bahwa Komisi I akan terus melakukan koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulawesi utara dan pihak-pihak terkait guna memastikan kasus ini mendapat perhatian serius dan juga pengungkapan kebenaran penyebab kematian Evie Maria Mangolo.
“Saya secara pribadi dan kelembagaan akan mengawasi perkembangan kasus ini. Saya berdiri untuk membela kebenaran dan memastikan keadilan ditegakkan,” tegasnya.
Ia juga secara khusus meminta Kepolisian Daerah Sulawesi Utara untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menggali seluruh fakta dan dugaan yang berkembang di masyarakat.
“Ini adalah panggilan hati nurani. Kita berbicara tentang nyawa, tentang keadilan, dan tentang keberanian negara hadir melindungi warganya,” pungkas Ferdinand.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas dan diharapkan dapat ditangani secara profesional, transparan, serta berkeadilan demi menjawab keresahan publik dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
Hasil Otopsi diumumkan secara terbuka dan tetap memperhatikan latar belakang dan faktor Psikologis penyebab kematian Evia Maria Mangolo,
"Saya berbicara sebagai Pemerhati Kemanusiaan, ada Human Dignity yang harus dihargai tinggi serta sikap etika yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan hati nurani, mungkin secara prosedural sudah benar semuanya tetapi kebenaran sejati punya caranya sendiri mengungkapkan peristiwa ini agar semuan Etichs & Compliance,"tegasnya
Dirinya berharap banyak pada Polda Sulut untuk mengungkapkan kebenaran penyebab kematian Evia Matia Mangolo ini dan semua yang terlibat punya tanggungbjawab moral yang nantinya juga harus dipertanggung jawabkan, semua pihak dan khususnya Keluarga Almarhumah menunggu kebenaran penyebab kematian Evie Maria Mangolo, katanya menutup pembicaraan(***)
