LATEST POST

latest

Liga 4 Sulut di Ujung Tanduk, Mampukah PLT Ketua PSSI Sulut Ambil Risiko??

Jumat, 09 Januari 2026

/ by Chandra


Expressindonews - Manado - Pelaksanaan Liga 4 Sulawesi Utara yang merupakan agenda resmi PSSI Pusat kini berada di ujung ketidakpastian. Sorotan pun mengarah kepada PLT Ketua PSSI Sulut yang terinformasi dijabat oleh Vivin Sungkono, salah satu Exco PSSI Pusat. Publik sepak bola Sulut mulai mempertanyakan, mampukah pucuk pimpinan sementara ini mengambil langkah konkret demi keberlangsungan kompetisi yang sangat dinanti ratusan pemain muda daerah.


Beredar informasi di kalangan internal sepak bola Sulut bahwa untuk menggelar Liga 4 dibutuhkan anggaran berkisar Rp250 juta hingga Rp300 juta. Sementara itu, subsidi dari PSSI Pusat disebut-sebut hanya berada di angka Rp100 juta, jumlah yang dinilai jauh dari kata cukup untuk membiayai keseluruhan pelaksanaan kompetisi.


Kondisi ini memunculkan isu sensitif, di mana Ketua PLT PSSI Sulut disebut-sebut harus berkorban menggunakan dana pribadi sebesar Rp200 juta hingga Rp300 juta apabila Liga 4 tetap ingin digelar sesuai jadwal antara bulan Januari hingga April. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menegaskan kesediaan tersebut.


Padahal, jika menilik ke belakang, saat Joune Ganda masih menjabat sebagai Ketua PSSI Sulut definitif, kompetisi serupa dapat berjalan dan menjadi wadah resmi bagi klub serta pemain Sulut untuk bersaing di level nasional. Perbandingan ini secara otomatis menimbulkan pertanyaan publik terkait keberanian dan komitmen kepemimpinan saat ini.


Sejumlah anggota PSSI Sulut dikabarkan mulai merasa dirugikan apabila Liga 4 tidak jadi digelar. Pasalnya, hampir seluruh anggota telah melakukan persiapan matang, bahkan beberapa tim masih aktif menggelar seleksi pemain. Harapan besar telah ditanamkan, bukan hanya oleh pengurus klub, tetapi juga oleh para pemain muda yang menggantungkan masa depan sepak bolanya pada ajang ini.


Jika Liga 4 akhirnya batal, maka bukan hanya persoalan teknis yang dipertaruhkan, melainkan juga impian ratusan pemain Sulawesi Utara yang berpeluang “dimatikan” sebelum sempat bersaing. Situasi ini pun berpotensi menimbulkan anggapan bahwa PSSI Pusat dan PSSI Sulut gagal menghadirkan keadilan kompetisi bagi daerah.


Kini, publik sepak bola Sulut menunggu sikap tegas dan keterbukaan dari Ketua PLT PSSI Sulut. Apakah Liga 4 akan tetap digelar dengan segala keterbatasan, atau justru menjadi catatan kelam yang meninggalkan kekecewaan mendalam bagi insan sepak bola Bumi Nyiur Melambai.


(****)


Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com