EXPRESSINDONEWS-- Pos Balai Karantina Pelabuhan Manado mengamankan 28 ekor ayam yang dikirim dari Tahuna, setelah dalam pemeriksaan awal tidak dilengkapi dokumen dari tempat asal.
Ke-28 ekor ayam jenis Filipina ini dari pelabuhan Manado, langsung dibawa ke Balai Karantina untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Sesuai tupoksi Balai Karantina, kami harus memeriksa kelayakan dokumen setiap hewan maupun tumbuhan yang masuk pelabuhan maupun bandara," jelas penanggung jawab Karantina, drh Samuel Johnson Ndahawali.
Menurutnya pemeriksaan tersebut dilakukan Balai Karantina untuk memastikan setiap hewan dan tumbuhan yang masuk, dalam kondisi sehat.
"Karena, apabila hewannya sakit atau tumbuhannya terkena hama, dikhawatirkan penyakit dan hama tersebut dapat menyebar di daerah kita," tambahnya.
Samuel Johnson Ndahawali yang baru sebulan bertugas di Pos Karantina pelabuhan Manado, namun telah dua kali menggagalkan pengiriman ayam ilegal ke Sulut ini menegaskan, penanganan ke-28 ekor ayam yang diamankan Jumat (13/3/2026) subuh itu dari KM Barcelona II rute Tahuna - Manado ini selanjutnya diserahkan aparat Penegakkan Hukum (Gakkum).
"Tupoksi kita hanya sampai pada hal menyangkut kekarantinaan, kesehatan hewan dan kelayakan tumbuhan yang masuk. Soal dokumen lain, termasuk kepemilikan, pengiriman itu sudah ranah bagian yang lain," tambahnya.
Dari penelusuran lapangan, pengiriman seperti itu diduga melibatkan oknum aparat dari Tahuna yang sudah berkolaborasi dengan oknum-oknum tertentu di pelabuhan Manado.
Pengangkutan sejak pengiriman hingga tiba di pelabuhan tujuan, ayam ilegal ini ditangani oleh petugas bagasi yang sudah diatur. Kuat dugaan permainan dimulai dengan menyuap Rp 750 ribu ke Anak Buah Kapal (ABK) agar dimulus.
Beberapa ABK yang diwawancarai mengungkapkan, pengiriman dari Tahuna dikoordinir oknum petugas Polair. Namun, ditanya lebih mendalam, ABK yang minta identitasnya dirahasiakan ini kemudian menyebut oknum Pomal (TNI AL). "Semua diatur oleh pak F dari KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Operasional Pelabuhan," ungkapnya.
Pengiriman ayam jenis Filipina dari Sangihe ke Manado, disinyalir berkaitan erat dengan aktivitas judi sabung ayam di daerah ini. Meski harganya tergolong cukup mahal, berkisar antara Rp 5 hingga Rp 15 juta per ekor, namun peminatnya cukup besar.
Oleh karena itu, upaya memasukkan jenis ayam ini ke Manado terus dilakukan dengan diback-up oknum-oknum petugas berseragam dan pangkat serta jabatan. Kuat dugaan mereka sudah terorganisir rapi, terstruktur dan didukung penyandang dana. (***)
