EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Andrew Palit, menyampaikan sejumlah catatan kritis dalam agenda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, Palit menyoroti program pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Menurutnya, secara kasat mata program tersebut terlihat berhasil, terutama dengan capaian target pembentukan 10 kelompok pengelola. Namun, ia mempertanyakan substansi dari capaian tersebut.
“Secara angka memang terlihat sukses, tapi yang menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya target utama dari program ini, dan apa yang benar-benar dikelola. Apakah masyarakat sudah memahami dan merasakan manfaatnya?” ujar Palit dalam forum tersebut.
Ia juga menyinggung kondisi di lapangan yang dinilai masih jauh dari ideal. Meski wajah Kota Manado di jalan-jalan utama tampak tertata dan bersih, Palit mengungkapkan masih adanya persoalan serius di wilayah lain, seperti di kawasan Kaiwatu yang disebutnya terdapat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal serta titik-titik pembuangan sampah liar.
“Ini menjadi perhatian serius. Edukasi kepada masyarakat harus lebih ditingkatkan, karena fakta di lapangan menunjukkan masih adanya praktik pembuangan sampah ilegal,” tegasnya.
Selain itu, Palit turut mempertanyakan kejelasan program kawasan tanpa rokok yang direncanakan pemerintah kota. Ia meminta penjelasan rinci mengenai lokasi penerapan serta target yang ingin dicapai dari kebijakan tersebut.
“Perlu ada kejelasan, kawasan tanpa rokok ini akan diterapkan di mana saja dan seperti apa modelnya. Kalau kita melihat di kota-kota maju di luar negeri, masyarakat bisa berjalan dengan nyaman di trotoar tanpa terganggu asap rokok. Bahkan, merokok hanya diperbolehkan di area-area khusus,” jelasnya.
Palit menilai, kebijakan kawasan tanpa rokok akan sangat relevan dengan perkembangan gaya hidup generasi muda saat ini, khususnya Generasi Z dan Alpha yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan.
“Anak muda sekarang sudah mulai meninggalkan kebiasaan yang tidak sehat. Ini harus menjadi perhatian pemerintah. Kawasan bebas rokok bisa menjadi ruang publik yang lebih nyaman, di mana masyarakat bisa beraktivitas dengan udara bersih dan lingkungan yang sehat,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk terhadap tenaga pendidik yang masih merokok di area pendidikan.
“Sekolah harus menjadi contoh. Guru-guru juga perlu memberikan teladan yang baik, termasuk dalam hal tidak merokok di lingkungan sekolah,” pungkas Palit. (***)
