EXPRESSINDONEWS-- Musyawarah Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sulawesi Utara resmi menetapkan Tommy Parasan sebagai Ketua Umum POBSI Sulut masa bakti 2026-2030. Penetapan tersebut berlangsung dalam agenda Musprov yang digelar di Kantor KONI Sulawesi Utara, kawasan Sario, Manado, Sabtu (23/5/2026).
Musprov POBSI Sulut turut dihadiri perwakilan KONI Provinsi Sulawesi Utara serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut. Dalam proses musyawarah, Tommy Parasan maju sebagai calon tunggal dan memperoleh dukungan mayoritas dari pengurus kabupaten/kota.
Dari total 15 kabupaten/kota pemilik suara, sebanyak 12 suara menyatakan dukungan kepada Tommy Parasan hingga akhirnya ditetapkan secara sah sebagai Ketua Umum POBSI Sulawesi Utara periode 2026-2030.
Penetapan itu sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh organisasi biliar Sulut, dengan harapan mampu membawa prestasi olahraga biliar daerah ke level yang lebih tinggi.
Dalam sambutannya usai terpilih, Tommy Parasan mengajak seluruh peserta musyawarah untuk memanjatkan puji syukur atas terselenggaranya agenda tersebut. Ia menyebut amanah yang diberikan kepadanya menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga biliar di Sulawesi Utara.
“Saya siap mengembangkan olahraga biliar di Sulawesi Utara. Tentunya saya membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh pengurus serta atlet agar kita bisa melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Sulawesi Utara,” ujar Tommy.
Tommy mengaku olahraga biliar memiliki arti penting dalam perjalanan hidupnya. Menurutnya, olahraga tersebut bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga telah membentuk perjalanan hidupnya sebagai seorang atlet.
“Biliar bagi saya bisa merubah kehidupan saya menjadi atlet. Saya memang sangat menyukai olahraga dan sempat merenungi semua perjalanan ini,” katanya.
Ia menilai potensi atlet biliar di Sulawesi Utara sangat besar, namun masih membutuhkan jam terbang dan fasilitas kompetisi yang memadai untuk berkembang.
“Visi misi saya adalah memperkembangkan atlet di Sulawesi Utara karena mereka sangat potensial. Mereka hanya kurang jam terbang. Saya ingin ke depan kita bisa mengikuti open tournament nasional dan itu pasti akan saya fasilitasi,” tegasnya.
Tak hanya di tingkat nasional, Tommy juga menargetkan atlet Sulut mampu tampil dalam turnamen internasional melalui program seleksi dan pembinaan yang terarah.
“Nanti akan ada seleksi dan kita fasilitasi untuk mengikuti tournament nasional maupun internasional. Saya akan bekerja semaksimal mungkin agar olahraga biliar Sulawesi Utara bisa terbang tinggi dan membawa nama daerah semakin dikenal,” tambahnya.
Dalam forum musyawarah tersebut, sejumlah pengurus kabupaten/kota juga menyampaikan pandangan dan masukan untuk kemajuan POBSI Sulut ke depan.
Ketua POBSI Bolaang Mongondow Selatan, Zulfikli Muldok, yang juga merupakan anggota DPRD Bolsel dari PKS, mengusulkan adanya kontribusi sebesar lima persen dari total hadiah turnamen yang digelar di Sulawesi Utara dengan total prize di atas Rp10 juta.
Menurutnya, langkah itu dapat menjadi sumber pendanaan organisasi tanpa membebani penyelenggara maupun atlet.
“Saran saya, total hadiah Rp10 juta ke atas ada pemotongan lima persen untuk POBSI kabupaten/kota penyelenggara dan juga POBSI Sulawesi Utara agar tidak membebani. Kita harus berkaca dari daerah lain seperti Makassar dan Gorontalo, atlet mereka sudah berkembang keluar daerah sementara kita masih berputar di sini saja,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan POBSI Kepulauan Sangihe mengajak seluruh pengurus dan atlet untuk bersama-sama mendukung kepemimpinan Tommy Parasan demi kemajuan olahraga biliar di Sulawesi Utara.
Dukungan juga datang dari Ketua POBSI Manado, Jendri Amrain. Ia optimistis kepemimpinan Tommy akan membawa perubahan besar bagi perkembangan biliar di daerah.
“Tommy merupakan mantan Ketua Tidar dan saya yakin biliar Sulawesi Utara akan semakin maju. Dengan kapasitas dan kedekatan yang dimiliki Tommy dengan para pemimpin daerah, ada harapan besar olahraga ini berkembang lebih jauh,” kata Jendri.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap usulan kontribusi lima persen untuk pembinaan atlet, dengan catatan penggunaannya dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
“Kami setuju usulan lima persen itu digunakan secara jelas untuk kepentingan atlet. Harapan kami, tugas ini dipikul dengan sungguh-sungguh dan POBSI Sulut dipimpin dengan arif serta bijaksana,” tandasnya. (***)
