EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Demokrat, William Billy Kaeng, angkat bicara terkait persoalan limbah yang terjadi di salah satu SPPG di wilayah Tumumpa. Sebagai personel Komisi IV DPRD Kota Manado yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Billy Kaeng meminta Dinas Kesehatan Kota Manado untuk lebih aktif dan rutin turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan.
Menurut Billy, kejadian limbah di SPPG Tumumpa harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Ia menegaskan, pengawasan terhadap program pelayanan makanan maupun dapur penyedia makanan harus dilakukan secara berkala, bukan hanya sebatas administrasi.
“Dinas Kesehatan Kota Manado harus rutin turun lapangan untuk mengecek langsung kondisi di setiap SPPG. Mulai dari kelayakan makanan, kebersihan lingkungan, pengolahan limbah, hingga kesehatan para pekerja dan masyarakat sekitar harus benar-benar diperhatikan,” tegas Billy Kaeng.
Ia menilai, persoalan limbah yang dikeluhkan warga bukan hal sepele karena dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat serta kenyamanan lingkungan sekitar. Karena itu, pengawasan lintas instansi dinilai sangat penting agar pelayanan publik tetap berjalan sesuai standar kesehatan.
Billy juga meminta agar seluruh pengelola SPPG di Kota Manado lebih memperhatikan sistem pengelolaan limbah serta menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat. Menurutnya, program yang bertujuan membantu masyarakat jangan sampai justru menimbulkan persoalan baru di tengah warga.
“Kejadian di Tumumpa ini harus jadi evaluasi bersama. Jangan sampai ada pembiaran. Pemerintah harus hadir memastikan semua berjalan sesuai aturan dan standar kesehatan,” tambahnya.
Dirinya berharap, Dinas Kesehatan bersama instansi terkait dapat melakukan inspeksi rutin dan memberikan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat.
Menurut WBK sapaan akrabnya, bahwa ini Program mulia yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk anak bangsa Indonesia.
"keamanan, higienitas, dan kualitas gizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," Tutupnya.
(***)
