EXPRESSINDONEWS-- Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi perhatian publik di Kota Manado. Kali ini, sosok yang dikenal dengan nama Daeng Heru disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas penyaluran solar bersubsidi secara ilegal.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, Daeng Heru diduga menjalankan aktivitas pengumpulan dan distribusi BBM subsidi dengan memanfaatkan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Manado.
Ia disinyalir berperan sebagai pengelola yang menyalurkan solar bersubsidi kepada sejumlah perusahaan besar. BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak tersebut diduga kembali diperjualbelikan demi meraup keuntungan.
Aktivitas yang diduga telah berlangsung cukup lama itu kini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Masyarakat pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) agar tidak menutup mata terhadap dugaan praktik mafia BBM yang dinilai merugikan negara dan masyarakat kecil.
"Jangan hanya fokus pada pemberantasan premanisme yang dipublikasikan secara besar-besaran, sementara dugaan mafia solar yang merugikan negara justru dibiarkan bebas beroperasi," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga berharap kepolisian maupun instansi terkait segera melakukan penyelidikan dan penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum dalam distribusi BBM bersubsidi tersebut.
Perlu diketahui, penyalahgunaan BBM subsidi merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan aktivitas yang melibatkan Daeng Heru. Aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan penelusuran guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat. (***)
