LATEST POST

latest

Yasir Taruk Bua Soroti Transparansi Laporan Keuangan PDAM dan Perumda Pasar, Minta Banggar Disajikan Data Konkret

Rabu, 08 Juli 2026

/ by Nanang

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado, Yasir Taruk Bua, menyoroti minimnya penyajian laporan keuangan secara rinci dari PDAM dan Perumda Pasar dalam rapat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado.

Dalam rapat tersebut, Yasir menegaskan bahwa pembahasan terhadap perusahaan daerah tidak cukup hanya menampilkan angka-angka secara umum, melainkan harus disertai laporan keuangan yang lengkap agar DPRD dapat mengukur secara objektif kinerja masing-masing perusahaan.

Menurutnya, khusus untuk PDAM, aspek pelayanan kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan kesehatan keuangan perusahaan. Karena itu, Banggar perlu mengetahui secara jelas apakah perusahaan berada dalam kondisi sehat, memperoleh keuntungan, atau justru terus mengalami kerugian.

"Kalau berbicara tentang PDAM, ini bukan hanya soal pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menyangkut kinerja perusahaan. Harus ada laporan laba rugi yang jelas. Perusahaan ini sehat atau tidak, untung atau rugi. Jangan sampai perusahaan terus merugi tetapi tidak ada penjelasan karena laporan yang disampaikan tidak lengkap," tegas Yasir.

Ia mengaku belum melihat adanya penyajian laporan keuangan yang detail dalam dokumen yang disampaikan kepada Banggar. Kondisi tersebut, menurutnya, menyulitkan DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Yasir juga mengingatkan agar angka keuntungan yang dipaparkan tidak hanya bersifat administratif atau sekadar terlihat baik di atas kertas, melainkan benar-benar mencerminkan kondisi riil perusahaan.

"Jangan sampai laba itu hanya terlihat di atas kertas. Banggar membutuhkan data yang rinci sehingga bisa mengetahui kondisi sebenarnya dari perusahaan daerah," ujarnya.

Sorotan serupa disampaikan terhadap Perumda Pasar. Yasir meminta penjelasan mengenai kondisi keuangan perusahaan, termasuk realisasi pendapatan dari pengelolaan lapak dan penerimaan pada bulan sebelumnya.

Menurutnya, sebagai perusahaan daerah yang mengelola pasar tradisional, Perumda Pasar memiliki posisi strategis bahkan cenderung menjadi satu-satunya pengelola sehingga tidak memiliki kompetitor secara langsung. Dengan posisi tersebut, perusahaan seharusnya mampu menyajikan laporan keuangan yang transparan dan terukur.

"Bagaimana kondisi keuangan Perumda Pasar? Berapa pendapatan bulan lalu dari pengelolaan lapak? Ini perlu dijelaskan secara konkret. Perumda merupakan pemain tunggal, sehingga sudah seharusnya memiliki data keuangan yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Yasir.

Ia berharap ke depan seluruh perusahaan daerah dapat menyampaikan laporan keuangan secara lebih komprehensif agar pembahasan di Banggar tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar menjadi dasar evaluasi terhadap kinerja BUMD sekaligus mendorong peningkatan pelayanan publik dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). (***) 

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com