EXPRESSINDONEWS – Persoalan pelayanan air bersih kembali menjadi aspirasi utama warga dalam pelaksanaan masa reses III Anggota DPRD Kota Manado, Natanael Pepah, SE, Personil Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan (Dapil) Sario–Malalayang. Berbagai keluhan masyarakat mulai dari sulitnya akses air bersih, kondisi jalan lingkungan, hingga fasilitas Pantai Malalayang yang mulai rusak mengemuka dalam dialog bersama warga.
Pada kesempatan tersebut, Natanael Pepah menjelaskan bahwa program bantuan bedah rumah memiliki persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya penerima merupakan pemilik sah tanah tempat rumah berdiri.
"Program bantuan bedah rumah memang memiliki ketentuan. Salah satu syarat utamanya adalah rumah tersebut berdiri di atas tanah milik sendiri, bukan hanya menumpang di lahan atau rumah milik orang lain," jelas Pepah.
Namun demikian, persoalan yang paling banyak disampaikan warga adalah belum maksimalnya pelayanan air bersih dari PDAM, khususnya di wilayah Malalayang II dan kawasan Manibang yang berada di jaringan bagian dalam. Warga mengaku aliran air sering tidak mengalir atau tidak stabil sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Natanael Pepah mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru yang akan menjadi penyuplai kebutuhan air bersih Kota Manado.
"Empat IPA baru ini nantinya akan dikoneksikan ke wilayah Malalayang dan Krida. Secara teknis seharusnya wilayah ini sudah bisa mendapatkan suplai air yang lebih baik. Namun kami tetap akan meminta informasi resmi dari PDAM terkait progresnya," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa persoalan pelayanan air bersih di Malalayang sebenarnya telah dikomunikasikan sejak tahun lalu. Berdasarkan informasi yang diterimanya, PDAM berencana menambah bak penampung guna meningkatkan distribusi air kepada pelanggan di kawasan tersebut.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga Malalayang Dua, Ipi Kalalo, kembali menyuarakan keresahan masyarakat yang hingga kini masih kesulitan memperoleh air bersih.
"Kami berharap bantuan pemerintah terkait air bersih benar-benar bisa sampai kepada kami. Persoalan ini sudah pernah kami sampaikan sebelumnya. Kami hanya menumpang tinggal di tanah orang lain, apakah tidak ada kebijakan khusus? Sekarang musim kemarau sangat panjang, kami sangat membutuhkan air bersih dan juga wadah penampung air," ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Natanael Pepah menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan segera melakukan koordinasi dengan PDAM maupun instansi terkait.
"Kami akan berkoordinasi terkait persoalan ini. Karena memang status tanah yang ditempati bukan milik sendiri, tentu harus dikoordinasikan dengan PDAM dan dinas terkait agar bisa dicarikan solusi terbaik," kata Pepah.
Warga pun berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius. Mereka mengaku telah menunggu selama kurang lebih empat tahun tanpa adanya penyelesaian yang nyata.
Selain air bersih, masyarakat juga meminta Pemerintah Kota Manado kembali membenahi kawasan Pantai Malalayang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan. Warga menilai sejumlah fasilitas umum seperti toilet dan lampu penerangan sudah banyak yang rusak sehingga mengurangi daya tarik kawasan tersebut.
Menjawab berbagai aspirasi yang disampaikan, Natanael Pepah mengaku telah melakukan koordinasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Untuk persoalan air bersih dan saluran air bersih saya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR. Sementara untuk jalan lingkungan yang masuk ke rumah-rumah warga sudah saya komunikasikan dengan Dinas Perkim. Tugas kami adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kalau ini tidak terlaksana, kasihan masyarakat terutama yang tinggal di lorong-lorong yang infrastrukturnya masih kurang memadai," tegasnya.
Menurutnya, kebutuhan air bersih bagi warga Malalayang II tetap menjadi prioritas utama yang harus segera ditindaklanjuti.
"Air bersih di Malalayang II masih menjadi kebutuhan paling mendesak dan ini terus saya kawal. Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan pada masa reses ini akan saya bawa dan perjuangkan dalam sidang maupun rapat paripurna DPRD Kota Manado. Khusus permintaan bantuan tong atau wadah penampung air, kami juga akan berkoordinasi dengan PDAM serta melihat kemungkinan solusi bagi warga yang menempati tanah milik orang lain," tutup Natanael Pepah. (***)
