EXPRESSINDONEWS-- Persoalan ketersediaan air bersih di wilayah Kepulauan Bunaken, khususnya Pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen, kembali menjadi perhatian. Memasuki musim kemarau, masyarakat di sejumlah wilayah kepulauan harus menghadapi keterbatasan sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, personel Komisi III sekaligus legislator daerah pemilihan Tuminting-Bunaken dan Bunaken Kepulauan, Elryc Mosal, menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Sebagai putra kepulauan, Mosal memahami kondisi masyarakat yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.
Menurutnya, kondisi di setiap pulau memiliki persoalan yang berbeda. Di Pulau Bunaken, misalnya, air sumur rata-rata memiliki rasa asin sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sementara di Manado Tua, masyarakat masih sangat bergantung pada air hujan yang ditampung untuk memenuhi sebagian kebutuhan air bersih.
“Persoalan air bersih di wilayah Kepulauan Bunaken, khususnya Bunaken, Manado Tua, dan Siladen, merupakan persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terlebih saat memasuki musim kemarau seperti sekarang,” ujar Mosal.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Manado melalui Perumda PDAM bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah turun langsung membantu masyarakat dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah kepulauan.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang tengah menghadapi kondisi kekeringan.
Namun, Mosal menegaskan bahwa persoalan air bersih tidak boleh hanya diselesaikan melalui pendistribusian air ketika masyarakat mengalami kekurangan.
Ia mendorong pemerintah untuk mulai menyiapkan kebijakan dan program yang lebih terencana sehingga persoalan air bersih di wilayah kepulauan dapat ditangani secara berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Manado melalui Perumda PDAM serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah turun langsung membantu masyarakat dengan mendistribusikan air bersih ke wilayah kepulauan. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan saat ini,” katanya.
Meski demikian, lanjut Mosal, distribusi air secara situasional belum cukup untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia berharap Pemerintah Kota Manado dapat menyusun program pengadaan dan penyediaan air bersih yang secara khusus memperhatikan karakteristik wilayah kepulauan, termasuk Pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen.
“Menurut saya, persoalan ini tidak cukup hanya ditangani melalui bantuan atau distribusi air secara situasional. Perlu ada solusi yang lebih berkelanjutan. Harapan saya, Pemerintah Kota Manado dapat menyiapkan program dan pengadaan air bersih secara lebih terencana untuk masyarakat di Pulau Bunaken, Manado Tua, dan Siladen,” tegasnya.
Mosal menilai akses terhadap air bersih merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah.
Karena itu, ia berharap pemerintah tidak hanya hadir ketika musim kemarau atau ketika terjadi krisis air, tetapi mampu memastikan ketersediaan air bersih sebagai bagian dari pelayanan dasar yang berjalan secara berkelanjutan.
“Kebutuhan air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, saya berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat kepulauan, tidak hanya ketika musim kemarau, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan dasar yang berkelanjutan,” pungkas Mosal.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar persoalan air bersih di kawasan Kepulauan Bunaken tidak lagi dipandang sebagai persoalan musiman. Bagi masyarakat kepulauan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan sehari-hari yang menyangkut keberlangsungan kehidupan warga.
"Disini, saya akan terus memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat, mulai dari Bunaken, Manado Tua, dan Pulau Siladen untuk terus tersedia air bersih," Tutupnya.
(***)
