EXPRESSINDONEWS-- Nama Sulawesi Utara kembali muncul di tengah ketatnya persaingan sepak bola kasta tertinggi Indonesia. Empat pesepak bola asal Bumi Nyiur tercatat menjadi bagian dari klub yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia.
Mereka adalah Exel Runtukahu yang berseragam Persija Jakarta, Wahyudi Hamisi bersama Persita Tangerang, Bryan Pondaa di Adhyaksa FC, serta Jonathan Kawalo yang kini menjadi bagian dari skuad PSM Makassar.
Keberadaan empat pemain tersebut menjadi gambaran bahwa talenta sepak bola Sulawesi Utara tidak berhenti pada kompetisi lokal. Mereka mampu melewati berbagai tahapan pembinaan hingga mendapat kesempatan tampil di panggung sepak bola profesional tertinggi Tanah Air.
Dari empat nama itu, sosok Jonathan Kawalo menjadi perhatian tersendiri. Usianya yang masih muda membuat pemain PSM Makassar tersebut menjadi representasi generasi baru pesepak bola Sulawesi Utara yang sedang mencoba membuka jalan di level profesional.
Kesempatan berada di lingkungan tim utama PSM Makassar merupakan hasil dari proses yang cukup panjang.
Jonathan sebelumnya menjalani pembinaan sepak bola usia muda melalui Elite Pro Academy Borneo FC. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan bersama Elite Pro Academy PSM Makassar U20.
Kompetisi usia muda menjadi ruang bagi Jonathan untuk mengasah kemampuan sekaligus mengenal atmosfer sepak bola profesional. Dari sana, peluang untuk naik ke level senior mulai terbuka.
Perjalanan tersebut tentu tidak sederhana. Persaingan untuk menembus tim profesional sangat ketat. Setiap pemain dituntut bukan hanya memiliki kemampuan mengolah bola, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, konsistensi dan kemampuan beradaptasi dengan tuntutan sepak bola profesional.
Jonathan mampu melewati tahapan tersebut hingga akhirnya masuk dalam lingkungan skuad utama PSM Makassar.
Bagi pemain muda, berada di antara para pemain profesional merupakan pengalaman penting. Setiap latihan, pertandingan dan proses adaptasi menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membentuk kariernya.
Perjalanan Jonathan juga memiliki cerita tersendiri dari sisi keluarga.
Ia merupakan putra Hengky Kawalo, mantan pemain Persma Manado yang pernah memperkuat klub tersebut pada era 1980-an.
Lingkungan keluarga yang dekat dengan sepak bola membuat Jonathan sudah mengenal dunia olahraga tersebut sejak usia muda. Namun, menjadi anak seorang mantan pesepak bola bukanlah jaminan untuk mendapatkan tempat di level profesional.
Kemampuan di lapangan dan proses pembinaan menjadi modal utama yang membawanya sampai ke titik sekarang. Nama sang ayah mungkin menjadi bagian dari sejarah perjalanan keluarganya, tetapi karier Jonathan tetap harus ditentukan oleh kerja keras dan performanya sendiri.
Sebelum berhadapan dengan atmosfer akademi klub-klub besar, Jonathan lebih dulu mendapatkan pengalaman dari sepak bola daerah.
Ia dibesarkan melalui PS Manado, klub yang menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Sulawesi Utara.
Dari lingkungan sepak bola lokal tersebut, Jonathan kemudian berani melangkah keluar daerah. Pengalaman bersama Borneo FC dan PSM Makassar pada level akademi menjadi tahapan penting sebelum dirinya memperoleh kesempatan mendekati level senior.
Rangkaian perjalanan itu memperlihatkan bahwa pemain dari daerah tetap memiliki peluang untuk menembus kompetisi nasional apabila mendapatkan pembinaan dan kesempatan yang tepat.
Jonathan bukan satu-satunya putra Sulawesi Utara yang kini berada di Liga 1.
Ada Exel Runtukahu yang menjadi bagian dari Persija Jakarta, klub dengan sejarah panjang dan basis pendukung besar di Indonesia.
Kemudian Wahyudi Hamisi yang memperkuat Persita Tangerang serta Bryan Pondaa yang menjadi bagian dari Adhyaksa FC.
Masing-masing memiliki perjalanan karier berbeda. Namun, terdapat satu kesamaan: mereka membawa identitas sebagai pesepak bola asal Sulawesi Utara ke panggung sepak bola nasional.
Keberadaan empat pemain tersebut menjadi sinyal bahwa pembinaan talenta dari Sulawesi Utara masih memiliki potensi untuk menghasilkan pemain yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Bagi Jonathan Kawalo, perjalanan menuju sepak bola profesional justru baru memasuki fase penting.
Menembus lingkungan tim utama bukanlah garis akhir. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi, meningkatkan kualitas permainan dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan.
Statusnya sebagai pemain termuda di antara empat putra Sulawesi Utara tersebut juga membuat perjalanannya menarik untuk diikuti.
Dari PS Manado, berlanjut ke akademi Borneo FC, kemudian PSM Makassar U20 hingga berada di lingkungan tim senior PSM Makassar, perjalanan Jonathan menjadi contoh bahwa karier seorang pemain muda dibangun melalui tahapan demi tahapan.
Kini, empat nama—Exel Runtukahu, Wahyudi Hamisi, Bryan Pondaa dan Jonathan Kawalo—menjadi bagian dari cerita sepak bola Sulawesi Utara di Liga 1.
Mereka tidak sekadar membawa nama klub masing-masing. Di balik jersey yang dikenakan, ada identitas daerah yang ikut mereka bawa.
Bagi sepak bola Sulawesi Utara, semakin banyak putra daerah yang mampu menembus level tertinggi tentu menjadi dorongan bagi pemain-pemain muda lainnya untuk berani bermimpi lebih jauh.
Dan Jonathan Kawalo, dengan usianya yang masih muda, kini berada di salah satu titik penting dalam perjalanan tersebut: membuktikan bahwa talenta dari Bumi Nyiur mampu tumbuh, berkembang dan bersaing di panggung sepak bola profesional Indonesia. (Nanang Noholo)
