LATEST POST

latest

Aktivis Tanpa Prestasi dan Rekam Jejak Olahraga Maju Ketua KONI Manado, Aroma Kekuasaan Kian Menyengat

Jumat, 05 Desember 2025

/ by Nanang

 



EXPRESSINDONEWS-- Munculnya nama Calvin Castro sebagai bakal calon Ketua KONI Kota Manado memunculkan beragam reaksi di tengah publik olahraga Sulawesi Utara. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut lebih sarat nuansa politik ketimbang lahir dari rekam jejak panjang di dunia pembinaan olahraga.

Calvin Castro yang selama ini dikenal sebagai aktivis, dinilai belum memiliki pengalaman teknis dan struktural yang memadai dalam pengelolaan organisasi olahraga. Karena itu, sebagian kalangan menilai pencalonannya terkesan “dipoles” untuk mengisi ruang kekosongan figur olahraga yang benar-benar berlatar belakang prestasi dan pembinaan.

Penilaian tersebut semakin menguat setelah proses pendaftaran Calvin Castro turut didampingi oleh dua Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, yakni Recky Langie selaku Staf Khusus Bidang Investasi serta Christian Yokung sebagai Staf Khusus Bidang Olahraga dan juga petinggi partai lainnya ikut mengawal proses pendaftaran dan pengembalian berkas. Recky Langie sendiri diketahui juga merupakan kerabat dari Kapolda Sulawesi Utara. Kehadiran figur-figur yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan itu memunculkan tafsir politik di tengah masyarakat.

Sejumlah pengamat menilai, dukungan yang mengalir kepada Calvin Castro tidak semata-mata lahir dari pertimbangan kapasitas di bidang olahraga, melainkan disinyalir juga karena adanya tekanan dan kepentingan politik tertentu. Bahkan, tidak sedikit yang menilai dukungan tersebut terkesan sebagai upaya “mencari muka” kepada penguasa.

“Olahraga seharusnya menjadi ruang netral, tempat prestasi dan profesionalisme menjadi dasar utama kepemimpinan. Jangan sampai organisasi olahraga justru menjadi panggung perebutan pengaruh dan kekuasaan,” ujar salah satu pemerhati olahraga di Manado yang enggan disebutkan namanya.

Kekhawatiran publik pun mengarah pada satu hal penting: citra olahraga Sulawesi Utara. Banyak pihak mengingatkan agar ambisi politik tidak sampai menodai marwah dan tujuan utama pembinaan olahraga, yakni mencetak atlet berprestasi serta membangun sistem yang sehat dan berkelanjutan.

“Jangan karena haus kekuasaan, lalu olahraga dijadikan kendaraan. KONI adalah rumah besar atlet, bukan ruang kompromi politik,” tegas seorang pelatih cabang olahraga.

Hingga kini, dinamika menuju pemilihan Ketua KONI Manado terus berkembang. Publik pun berharap, siapapun yang nantinya memimpin benar-benar lahir dari kapasitas, integritas, serta pengalaman nyata di dunia olahraga, bukan semata hasil dari permainan kepentingan politik.(***) 

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com