EXPRESSINDONEWS-- Nama Papip Celebes kian menguat, tak hanya sebagai Trader Top Indonesia berpengaruh di level nasional, tetapi juga sebagai figur muda yang mulai diperbincangkan dalam pusaran isu kepemimpinan menuju 2030. Kepulangannya ke Manado, kampung halaman yang membesarkannya, dinilai bukan sekadar agenda personal, melainkan sinyal konsistensi membangun basis sosial dari akar rumput.
Di Sulawesi Utara, Papip aktif menggelar agenda edukasi dan berbagi pengalaman trading kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia hadir bukan dengan jargon instan, melainkan membawa pesan realistis tentang peluang dan risiko dunia pasar keuangan.
“Trading itu peluang besar, tapi risikonya juga nyata,” tegas Papip dalam salah satu sesi edukasi.
Tak berhenti pada transfer ilmu, Papip juga menjalankan program sosial berkelanjutan, berupa pemberangkatan umrah gratis setiap bulan bagi dua orang. Hingga kini, tercatat 10 warga telah diberangkatkan, sebuah program yang ia pastikan akan terus berjalan sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Sebagai trader yang memulai dari nol hingga menembus level nasional, Papip menyoroti banyaknya praktik menyimpang di dunia trading. Ia mengingatkan, tidak sedikit trader yang berurusan dengan hukum akibat penyalahgunaan keahlian, sementara lainnya tumbang karena gagal menjaga konsistensi.
“Kata kuncinya cuma satu: konsisten dan mau belajar. Tanpa itu, sehebat apa pun seseorang, sulit bertahan,” ujar Papip Celebes.
Ia juga menggarisbawahi bahwa trading bukan sekadar spekulasi, melainkan disiplin yang menuntut pemahaman menyeluruh—mulai dari dasar forex, psikologi trading, indikator teknikal, candlestick, berita ekonomi, hingga analisis histori pasar.
Bagi pemula, menurut Papip, fondasi adalah segalanya. Belajar dari mentor berpengalaman, dipadukan dengan literatur dan praktik berkelanjutan, menjadi kombinasi yang tak bisa ditawar.
Di tengah aktivitas edukasi dan sosial tersebut, isu kesiapan Papip Celebes untuk “bertarung” di 2030 mulai ramai diperbincangkan publik. Meski belum menyampaikan sikap politik secara terbuka, langkah-langkahnya membangun literasi, kemandirian finansial, serta kedekatan dengan masyarakat lokal dinilai sebagai modal sosial yang tak bisa diabaikan.
Papip sendiri memilih tetap fokus pada kerja nyata. Namun satu hal jelas: namanya kini tak hanya dikenal di layar grafik trading, tetapi juga mulai disebut dalam percakapan masa depan Sulawesi Utara. (***)
