LATEST POST

latest

Warga Soroti Trans Manado, Bajaj hingga Akses Jalan Warga di Reses Ferdinand Dumais

Jumat, 06 Maret 2026

/ by Nanang

 


EXPRESSINDONEWS-- Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Djeki Dumais, menggelar agenda reses di kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi warga.

Dalam pertemuan tersebut, sedikitnya delapan pertanyaan disampaikan oleh tiga perwakilan masyarakat yang hadir. Salah satu aspirasi datang dari warga Tomakese yang menyoroti persoalan akses jalan dari Pandu menuju Politeknik.

Menurut warga, akses tersebut sangat penting karena banyak mahasiswa yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk menuju kampus. Namun kondisi jalan dinilai belum memadai dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Selain itu, warga juga mengeluhkan akses menuju lahan pekuburan yang sulit dilalui ketika hujan turun karena kondisi jalan yang berlumpur.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ferdinand Dumais menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk soal transportasi publik.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya selama ini cukup vokal dalam menyuarakan kebutuhan jalur transportasi Trans Manado di wilayah utara Kota Manado yang hingga kini belum tersedia.

“Saya termasuk yang bersuara keras soal Trans Manado, karena sampai sekarang belum ada jalur yang melayani wilayah utara. Aspirasi ini tentu akan kami akomodir karena fungsi kami di DPRD adalah membela kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbedaan pendapat dalam proses pembahasan kebijakan merupakan hal yang wajar selama bertujuan untuk memperjuangkan kepentingan publik.

Selain itu, Dumais juga menyoroti keberadaan kendaraan Bajaj yang saat ini mulai beroperasi di Kota Manado. Ia mengaku telah menyampaikan kritik kepada Dinas Perhubungan terkait hal tersebut.

“Saya sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan agar hal ini ditindaklanjuti. Pendapatan Asli Daerah (PAD) berasal dari pajak dan retribusi, sementara Bajaj sampai sekarang belum memberikan kontribusi bagi Kota Manado,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan tersebut perlu dikawal bersama agar keberadaan moda transportasi baru tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Dalam forum reses tersebut, masyarakat juga meminta DPRD Kota Manado untuk memanggil pihak terkait melalui rapat dengar pendapat, khususnya Polresta Manado dan Dinas Perhubungan. Permintaan itu muncul menyusul terbitnya plat nomor kendaraan bagi Bajaj, sementara izin operasionalnya dinilai belum jelas.

Selain isu transportasi, warga juga mengangkat persoalan sengketa tanah yang hingga kini belum terselesaikan. Menanggapi hal itu, Dumais mengakui bahwa persoalan tanah merupakan masalah yang cukup kompleks karena telah berada pada tingkat kementerian.

“Masalah tanah ini bukan persoalan mudah. Saya tidak ingin berjanji, tetapi saya akan berusaha memperjuangkannya karena persoalan ini sudah berada di tingkat kementerian,” katanya.

Menutup kegiatan reses tersebut, Dumais menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir, termasuk perwakilan dinas dan masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada dinas-dinas yang hadir, perangkat daerah, serta masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk datang dan menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Pertemuan ini adalah bagian dari mekanisme resmi reses DPRD untuk mendengar langsung suara masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, agar dapat diwujudkan dalam program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Dumais. (***)

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com