LATEST POST

latest

Sri Nanda Lamadau: Penanganan Tawuran dan Penikaman di Manado Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Senin, 08 Juni 2026

/ by Nanang

 


EXPRESSINDONEWS--  Maraknya kasus penikaman dan tawuran yang belakangan terjadi di Kota Manado mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Manado, Sri Nanda Lamadau. Politisi Partai NasDem yang juga personel Komisi I itu menegaskan bahwa persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian.

Menurut Sri Nanda, upaya menekan angka kriminalitas membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak-anak.

"Saya merasa ini bukan hanya menjadi pekerjaan kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Jangan semua persoalan langsung dibebankan kepada penegak hukum," ujarnya.

Ia menilai pengawasan orang tua terhadap anak-anak harus diperkuat. Selain itu, pemerintah di tingkat kecamatan juga perlu lebih maksimal memanfaatkan anggaran kamtibmas yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan produktif dan positif bagi generasi muda.

"Anggaran kamtibmas yang ada di kecamatan harus dimanfaatkan dengan baik. Bisa digunakan untuk pelatihan, pembinaan, dan kegiatan positif lainnya yang dapat mengurangi potensi terjadinya tawuran maupun tindakan kriminal," katanya.

Sri Nanda juga menyoroti kemungkinan faktor sosial dan ekonomi yang turut memengaruhi meningkatnya aksi kekerasan di kalangan anak muda. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas akses lapangan pekerjaan dan memperbanyak program pemberdayaan pemuda.

"Kita tidak tahu apakah salah satu penyebabnya adalah kurangnya lapangan pekerjaan. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja harus lebih aktif melakukan sosialisasi dan menggelar kegiatan seperti job fair agar anak-anak muda memiliki kesempatan yang lebih baik," jelasnya.

Di sisi lain, ia meminta aparat kepolisian untuk terus meningkatkan pengawasan dan patroli hingga ke tingkat lingkungan terkecil selama 24 jam penuh. Menurutnya, pelaku kejahatan yang terbukti bersalah harus ditindak tegas agar menimbulkan efek jera.

"Saya berharap pengawasan kepolisian semakin ditingkatkan sampai ke bawah. Jika memang ada pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana, harus ditindak tegas agar tidak muncul anggapan bahwa kejahatan adalah hal yang biasa," tegasnya.

Sri Nanda juga mengingatkan para orang tua agar tidak langsung menyalahkan aparat ketika anak mereka berhadapan dengan hukum. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam membina dan mengarahkan generasi muda.

Menurutnya, pembinaan karakter dan mental anak-anak muda perlu menjadi perhatian serius. Ia menilai sebagian generasi muda saat ini kerap menunjukkan sikap berlebihan ketika terlibat dalam suatu kasus atau konflik, sesuatu yang menurutnya bukan contoh yang baik bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap keluarga penerima bantuan sosial apabila terbukti tidak melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang berulang kali terlibat tindakan kriminal.

"Harus ada efek jera. Orang tua juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mengawasi anak-anak mereka. Ketika ada dampak yang dirasakan keluarga, tentu akan muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan perilaku anak," katanya.

Meski demikian, Sri Nanda tetap memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang selama ini terus berupaya menjaga keamanan di Kota Manado. Namun ia berharap langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan dapat semakin diperkuat agar mampu menekan angka kejahatan yang terus meningkat.

"Saya mengapresiasi kerja kepolisian. Tetapi penindakan harus terus diperkuat agar masyarakat, khususnya para pelaku kriminal, tidak menganggap remeh hukum dan aparat penegak hukum," pungkasnya. (***) 

Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com