EXPRESSINDONEWS – Insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, mengawal jalannya pemerintahan, serta menjadi penghubung antara kepentingan masyarakat dan para pemangku kebijakan. Peran tersebut menuntut wartawan untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, independensi, dan kode etik jurnalistik.
Pesan tersebut disampaikan Ferdinand Dj Dumais dalam sambutannya pada acara Gala Dinner dan Malam Penganugerahan PWI Awards 2026.
Di hadapan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), unsur pemerintah, anggota DPRD, lembaga peradilan, aparat penegak hukum, serta para insan pers, Ferdinand menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar penyampai informasi, melainkan jembatan yang menghubungkan berbagai elemen bangsa.
Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan kebijakan menjadi informasi yang dapat dipahami masyarakat, sekaligus menyuarakan berbagai persoalan publik agar mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari pihak yang berwenang.
Ia menilai, pemberitaan yang benar, akurat, dan berimbang merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan demokrasi. Sebab, masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya agar mampu memahami persoalan, menentukan sikap, serta berpartisipasi secara sehat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Berita yang baik, benar, akurat, dan berimbang bukan sekadar rangkaian kata yang dibaca masyarakat. Berita adalah oksigen dan energi bagi kehidupan demokrasi," ungkap Ferdinand.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki nilai pengabdian yang luhur. Jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mencari dan menyampaikan berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kebenaran, mencerdaskan masyarakat, serta mengangkat harkat dan martabat manusia.
Ferdinand juga menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional. Kritik terhadap pemerintah maupun lembaga publik merupakan bagian penting dari demokrasi, begitu pula fungsi kontrol sosial yang dijalankan media.
Namun, menurutnya, setiap produk jurnalistik harus tetap berpijak pada fakta, integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
"Jangan sampai profesi yang begitu mulia justru kehilangan marwah akibat informasi yang tidak terverifikasi, pemberitaan yang tidak berimbang, atau kepentingan yang mengesampingkan kebenaran," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ferdinand berharap PWI terus memperkuat perannya sebagai rumah besar bagi wartawan, sekaligus menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan jurnalis yang independen, berintegritas, profesional, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa PWI Awards 2026 tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni penyerahan penghargaan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang apresiasi sekaligus refleksi atas perjuangan, dedikasi, dan pengabdian insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurut Ferdinand, penghargaan bukanlah garis akhir dari perjalanan seorang wartawan, melainkan pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar dalam mempertahankan kepercayaan publik.
"Wartawan yang hebat bukan hanya mereka yang mampu menghasilkan berita besar, tetapi mereka yang mampu menghadirkan kebenaran, memberikan manfaat, dan meninggalkan jejak positif bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.
Menutup sambutannya, Ferdinand mengajak seluruh wartawan di Sulawesi Utara untuk terus menjaga marwah profesi, memperkuat solidaritas, serta menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam setiap karya jurnalistik.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan PWI Awards 2026, seraya berharap insan pers Sulawesi Utara semakin maju, profesional, independen, dan bermartabat.
"Maju terus wartawan Sulawesi Utara. Teruslah menjadi jembatan informasi, penjaga kebenaran, dan suara masyarakat. Jaga integritas, junjung profesionalisme, serta rawat kepercayaan publik," tutup Ferdinand. (***)






