EXPRESSINDONEWS-- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, memilih turun langsung menemui massa aksi yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulut, Rabu (1/4/2026). Pertemuan berlangsung terbuka, disertai dialog antara pemerintah daerah dan perwakilan demonstran.
Di hadapan massa, Victor menegaskan kehadirannya merupakan mandat dari Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan publik pada Pilkada 27 November 2024 yang mengantarkan keduanya memimpin Sulawesi Utara.
“Kami hadir untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi aspirasi bapak dan ibu sekalian. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” ujarnya.
Victor turut mengapresiasi jalannya aksi yang berlangsung tertib. Menurutnya, penyampaian pendapat secara damai mencerminkan kedewasaan demokrasi masyarakat Sulut.
Menanggapi tuntutan yang disampaikan, ia menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen untuk menindaklanjuti, meski sejumlah persoalan membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan.
“Ini bukan persoalan baru. Ada keterkaitan kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan bersama dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut awal, disepakati lima perwakilan massa akan ditunjuk untuk menyampaikan aspirasi secara lebih rinci kepada pemerintah.
Sementara itu, Koordinator Gabungan Aksi, Indra Patrianus Wongkar, menjelaskan aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ia menyebut, tuntutan utama berkaitan dengan kepastian hukum atas lahan yang telah lama ditempati warga di sejumlah wilayah, di antaranya Pinagoluman, Lolak, Bolaang Timur, hingga kawasan Pandu di Manado.
“Kami meminta kejelasan status lahan HGU yang sudah lama dimanfaatkan masyarakat, baik untuk pertanian maupun permukiman. Banyak yang sudah membangun rumah permanen, sehingga kami berharap dapat diterbitkan sertifikat hak milik,” tegasnya.
Selain persoalan agraria, massa juga menyoroti kondisi infrastruktur di beberapa wilayah yang dinilai belum memadai, seperti jalan rusak dan permukiman yang kurang tersentuh pembangunan.
Indra menegaskan, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah, bukan sekadar janji.
Usai berdialog dengan Wakil Gubernur, massa melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Sulawesi Utara untuk menyampaikan aspirasi lanjutan kepada pihak legislatif. (***)






