LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

2025 PSSI Pusat Belum Beri Subsidi Hanya Tahun 2024 PSSI Pusat Beri Subsidi 350jt Untuk Sulut,Demi Sepak Bola Sulut Joune Ganda Keluarkan Anggaran 800jt

Tidak ada komentar


Expressindonews--Kebangkitan sepak bola di Sulawesi Utara dalam beberapa tahun terakhir tak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Joune Ganda di tubuh PSSI Provinsi Sulawesi Utara.

Di tengah berbagai tantangan pembinaan dan keterbatasan anggaran, geliat kompetisi serta perhatian terhadap pengembangan pemain muda mulai menunjukkan arah yang lebih positif.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa setiap Asosiasi Provinsi menerima dukungan dana dari PSSI Pusat sebesar kurang lebih Rp500 juta per tahun. Tapi di tahun 2024 PSSI Hanya Memberika 350jt,Namun, angka tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan operasional, kompetisi, hingga pembinaan berjenjang di daerah.

Di sinilah peran kepemimpinan menjadi krusial.

Di bawah komando Joune Ganda, PSSI Sulawesi Utara tidak hanya mengandalkan bantuan pusat.

Ia bahkan menunjukkan komitmen nyata dengan mengorbankan dana pribadinya demi menjaga roda organisasi tetap berjalan. Total pengeluaran PSSI Sulut tercatat mencapai lebih dari Rp800 juta, angka yang melampaui subsidi tahunan dari pusat. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp450 juta lebih merupakan kontribusi pribadi Joune Ganda, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh pimpinan organisasi olahraga di tingkat daerah.

Transparansi penggunaan anggaran itu turut dipaparkan secara terbuka dalam Kongres Tahunan PSSI Sulut yang digelar pada 19 November 2025 di Hotel Sentra Minahasa Utara. Dalam forum tersebut, Sekretaris PSSI Sulut saat itu, Vendry Rorimpandey, mempresentasikan laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2024 secara rinci di hadapan para anggota (voters), disaksikan utusan PSSI Pusat serta perwakilan KONI Sulawesi Utara.

Paparan tersebut memperlihatkan bahwa total pengeluaran organisasi mencapai lebih dari Rp800 juta dan belum termasuk anggaran untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Fakta ini menegaskan adanya selisih signifikan antara dana subsidi pusat dan kebutuhan riil di daerah, yang kemudian ditutupi oleh komitmen internal, termasuk kontribusi langsung dari ketua.

Sejumlah anggota PSSI Sulut menilai, langkah Joune Ganda bukan perkara mudah. Tidak banyak pimpinan organisasi yang bersedia mengeluarkan dana pribadi hingga ratusan juta rupiah demi keberlangsungan dan kemajuan sepak bola daerah.

 Kepedulian ini dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mendorong bangkitnya semangat kompetisi dan pembinaan di Sulawesi Utara.

Dampak dari kepemimpinan tersebut mulai terasa, baik dari meningkatnya aktivitas kompetisi lokal, perhatian terhadap talenta muda, hingga kepercayaan publik terhadap organisasi.

Meski masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, fondasi yang dibangun saat ini dinilai cukup kuat untuk membawa sepak bola Sulut ke arah yang lebih baik.

Tak heran jika dukungan terhadap Joune Ganda untuk kembali memimpin PSSI Sulut terus menguat. Bahkan, sekitar 90 persen anggota atau voters disebut masih menginginkan dirinya melanjutkan kepemimpinan, dengan harapan kesinambungan program dan kemajuan yang telah dirintis dapat terus berlanjut.

Pertanyaan pun mengemuka di kalangan pecinta sepak bola Sulawesi Utara: adakah sosok lain yang memiliki komitmen, pengorbanan, dan kepedulian serupa demi kemajuan sepak bola daerah? Waktu yang akan menjawab, namun yang pasti, standar kepemimpinan telah diletakkan cukup tinggi.



*****

Andrew Palit Soroti Tempat Pembuangan Sampah Ilegal, Minta DLH dan Kecamatan Bergerak Serius

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Persoalan sampah di Kota Manado kembali mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Kota Manado, Personil Komisi II, Andrew Ignatius Palit. Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan itu mengkritisi kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado bersama seluruh pemerintah kecamatan terkait penanganan sampah, khususnya di kawasan lorong dan permukiman warga.

Menurut Palit, penanganan sampah di jalan-jalan utama dan ruas umum saat ini sudah menunjukkan progres yang cukup baik. Pengangkutan sampah di titik-titik utama dinilai berjalan lebih tertata dibanding sebelumnya. Namun, kondisi berbeda justru masih ditemukan di lorong-lorong serta kawasan padat penduduk.

“Untuk sampah yang berada di jalan umum saya melihat sudah cukup baik penanganannya. Tetapi yang menjadi persoalan serius saat ini adalah di lorong-lorong. Masih banyak ditemukan titik pembuangan sampah ilegal yang dibiarkan,” tegas Palit.

Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele, sebab tumpukan sampah liar di lorong dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari bau tak sedap, saluran air tersumbat, hingga memicu banjir saat hujan deras mengguyur Kota Manado.

Palit menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya terfokus di jalan protokol atau pusat kota semata. Pemerintah, kata dia, harus memastikan kebersihan menjangkau seluruh wilayah hingga ke lingkungan terkecil.

“Jangan hanya jalan utama yang bersih, tapi di belakang permukiman justru penuh sampah. Kota yang bersih harus dimulai dari lorong-lorong, dari lingkungan warga sendiri,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado bersama jajaran kecamatan, kelurahan, hingga perangkat lingkungan untuk lebih aktif melakukan pengawasan serta penertiban titik-titik pembuangan liar. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar budaya buang sampah sembarangan bisa dihilangkan.

Sebagai wakil rakyat, Palit memastikan akan terus mengawal persoalan kebersihan kota agar menjadi perhatian serius pemerintah. Ia berharap sinergi antara instansi terkait dan masyarakat dapat menghadirkan Manado yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga. (***) 

Gerald Kalangit, Pengusaha Muda Nahkodai TIDAR Sitaro Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Pemerintah

Tidak ada komentar

 




EXPRESSINDONEWS-- SOSOK Gerald Kalangit kembali menjadi perhatian publik setelah dipercaya memimpin Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Figur muda yang dikenal sebagai pengusaha ini dinilai membawa energi baru dalam pergerakan organisasi kepemudaan di daerah kepulauan tersebut.

Dengan latar belakang sebagai entrepreneur muda, Gerald dikenal aktif membangun usaha secara mandiri serta memiliki jaringan yang luas di kalangan generasi muda dan pelaku usaha. Pengalaman itu disebut menjadi modal penting dalam memimpin organisasi yang berorientasi pada kaderisasi, pemberdayaan pemuda, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Usai menerima amanah sebagai Ketua PC TIDAR Sitaro, Gerald menegaskan komitmennya untuk menjadikan organisasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, TIDAR harus hadir bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan menjadi kekuatan produktif yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan program pembangunan.

“Sebagai Ketua PC TIDAR Sitaro, saya siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sitaro. Kami akan mengawal seluruh program pemerintah, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Gerald.

Ia juga menegaskan bahwa TIDAR Sitaro akan berdiri di garis depan dalam membantu masyarakat, terutama dalam isu kepemudaan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan. Menurutnya, anak muda harus mengambil peran nyata dan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah.

Selain dikenal sebagai pengusaha muda, Gerald dipandang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat serta kemampuan membangun komunikasi lintas sektor. Hal itu membuat banyak pihak optimistis TIDAR Sitaro di bawah kepemimpinannya mampu berkembang lebih progresif dan berdampak nyata.

Menanggapi berbagai tuduhan maupun isu yang sempat diarahkan kepadanya, Gerald memilih merespons secara elegan. Ia menegaskan bahwa dirinya lebih memilih fokus bekerja dan membuktikan kapasitas melalui tindakan nyata dibanding terjebak dalam polemik yang tidak produktif.

“Bagi saya, jawaban terbaik atas setiap tudingan adalah kerja nyata. Saya ingin membuktikan lewat pengabdian, bukan lewat perdebatan,” tegasnya.

Dengan semangat muda, pengalaman usaha, dan komitmen terhadap masyarakat, Gerald Kalangit kini membawa harapan baru bagi TIDAR Sitaro untuk tampil sebagai organisasi pemuda yang solid, progresif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan daerah. (***) 

Dinas Kesehatan Manado Paparkan Tren Positif, Angka Kematian Ibu dan Anak Terus Menurun

Tidak ada komentar

 




EXPRESSINDONEWS-- Kinerja Dinas Kesehatan Kota Manado dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak mulai menunjukkan hasil positif. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kematian ibu dan anak di Kota Manado tercatat mengalami tren penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Boby Kereh menjelaskan, untuk kasus kematian ibu pada tahun 2025 tercatat sebanyak dua orang. Angka tersebut stabil dibanding tahun 2024, dan jauh menurun jika dibandingkan tahun 2022 maupun 2023 yang masing-masing mencatat enam kasus.

“Data ini menunjukkan adanya tren penurunan angka kematian ibu di Kota Manado dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Boby Kereh saat diwawancarai, Senin (27/4), di kompleks Kantor DPRD Kota Manado.

Sementara itu, angka kematian bayi juga mulai menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 20 kasus, kemudian meningkat menjadi 32 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 31 kasus pada 2025.

Menurut Boby, berbagai langkah strategis terus dilakukan pihaknya untuk menekan angka kematian ibu, bayi, maupun balita. Salah satunya melalui proses screening atau deteksi dini terhadap ibu hamil dan bayi berisiko.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin terus dioptimalkan melalui jaringan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Manado. Program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesehatan ibu dan anak juga dilakukan secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Manado juga rutin melakukan pemeriksaan penyakit menular serta pengawasan ketat terhadap potensi penularan penyakit antara ibu dan bayi.

Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan berharap tren penurunan angka kematian ibu dan anak di Kota Manado dapat terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan di tingkat dasar. (***) 

Monica Tambajong Soroti Layanan Kesehatan Garis Depan, Dorong Puskesmas Jadi Garda Terdepan!!!

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Komitmen penguatan pelayanan kesehatan dasar kembali menjadi sorotan dalam agenda pembahasan Komisi IV DPRD Kota Manado bersama Dinas Kesehatan. Personil Komisi IV dari PSI, Monica Tambajong, menegaskan pentingnya pembenahan layanan frontline service kesehatan melalui penguatan fungsi puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Menurut Monica, tidak seluruh warga memiliki akses mudah menuju rumah sakit. Faktor jarak dan kendala transportasi masih menjadi persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, sehingga keberadaan puskesmas harus diperkuat sebagai fasilitas kesehatan pertama yang cepat, dekat, dan responsif.

“Puskesmas harus benar-benar menjadi garda terdepan. Tidak semua masyarakat bisa langsung ke rumah sakit karena terkendala transportasi maupun akses,” ujar Monica.

Dalam rapat tersebut, Monica menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari ketersediaan tenaga medis hingga kesiapan dokter yang siaga di setiap puskesmas. Ia mempertanyakan apakah rumah dinas dokter yang tersedia benar-benar ditempati dan apakah terdapat dokter yang standby untuk memastikan respon cepat saat terjadi kondisi darurat.

Selain itu, Srikandi PSI tersebut juga menekankan perlunya optimalisasi pelayanan puskesmas terhadap kelompok rentan, khususnya ibu hamil. Ia meminta perhatian serius terhadap penanganan risiko kehamilan, pencegahan penyakit menular, serta intensitas sosialisasi kesehatan kepada para ibu hamil di wilayah kerja masing-masing puskesmas.

Menjawab hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado menjelaskan bahwa secara umum kebutuhan sumber tenaga medis di puskesmas telah memenuhi sembilan tenaga strategis yang dibutuhkan. Namun, untuk ketersediaan dokter di seluruh puskesmas, pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan dan akan menyampaikan hasil lengkapnya kemudian.

Dinas Kesehatan juga mengakui masih adanya kekurangan tenaga dokter di sejumlah puskesmas, sehingga sementara ini beberapa fasilitas kesehatan lebih banyak diisi perawat dan bidan.

Sementara terkait rumah dinas tenaga kesehatan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan disebut telah memiliki program penunjang sarana dan prasarana. Meski demikian, banyak rumah dinas yang masih membutuhkan perhatian serius karena keterbatasan anggaran dan tingginya kebutuhan perbaikan.

Dorongan yang disampaikan Monica dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas pembangunan nasional. Penguatan puskesmas, pemerataan tenaga medis, serta pelayanan cepat hingga tingkat kelurahan menjadi fondasi penting untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. (***) 

RDP Komisi IV DPRD Manado, Florens Panungkelan Soroti Data Stunting hingga Kematian Ibu Hamil dan Balita

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kota Manado bersama Dinas Kesehatan Kota Manado berlangsung dengan sorotan tajam terhadap persoalan stunting, kesehatan ibu hamil, angka kematian bayi, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Personil Komisi IV DPRD Kota Manado, Florens Panungkelan, menegaskan pentingnya penyajian data yang akurat dan transparan terkait capaian kinerja Dinas Kesehatan.

Menurut Florens, persoalan stunting harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menyoroti adanya klaim penurunan angka stunting dari 25 persen pada 2025 menjadi 18 persen, namun dinilai perlu didukung data yang jelas dan valid.

“Lebih bagus kalau ada data. Kalau turunnya hanya 0,4 persen, maka harus dijelaskan secara rinci. Jangan sampai disampaikan seolah turun signifikan tanpa dasar data yang kuat. Kinerja Dinas Kesehatan jadi dinilai kurang baik jika penyampaian datanya tidak jelas,” tegas Florens dalam rapat.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan menyampaikan laporan resmi mengenai angka kematian ibu hamil, bayi, dan balita di Kota Manado. Dalam pemaparannya disebutkan, pada tahun 2025 terdapat dua kasus kematian ibu hamil serta 31 kasus kematian bayi dan balita.

Florens menekankan bahwa seluruh persoalan tersebut harus diseriusi agar ke depan terjadi penurunan angka kasus, bukan justru peningkatan. Menurutnya, keberhasilan menekan stunting dan kematian ibu maupun anak akan berdampak langsung pada penilaian positif terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Saya minta stunting, ibu hamil, dan balita benar-benar diseriusi. Harus ada penurunan, bukan kenaikan, supaya kinerja pemerintah terlihat baik di mata masyarakat,” ujarnya.

Selain isu kesehatan masyarakat, Florens juga menyinggung kebijakan layanan kesehatan terkait perubahan kelas rawat inap. Ia menyoroti posisi Kelas III yang di-upgrade ke Kelas II dan I, sehingga dikhawatirkan kelas III akan hilang dan pasien berpotensi masuk kategori pasien umum.

Sementara itu, dalam rapat tersebut turut disampaikan bahwa angka kematian ibu hamil di Kota Manado mengalami penurunan. Komisi IV berharap tren positif itu dapat terus dipertahankan melalui program kesehatan yang terukur dan berbasis data.(***) 

Jessica Wowor Optimistis TIDAR Sulut Makin Maju di Bawah Kepemimpinan Standius Bara Prima

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Ketua Bidang Pengembangan Peranan dan Perempuan TIDAR Sulawesi Utara, Jessica Wowor, menyampaikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru TIDAR Sulawesi Utara di bawah nahkoda Standius Bara Prima. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kader menjadi bukti nyata soliditas organisasi dalam menatap masa depan yang lebih progresif.

Jessica menegaskan, dukungan dari seluruh kader dan pengurus menjadi energi besar bagi TIDAR untuk terus berkembang serta menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

“Ini merupakan support nyata dari teman-teman TIDAR dan bentuk kepercayaan kepada Bro Standius Bara Prima untuk membawa TIDAR semakin maju, sesuai slogan kami yakni kompak bergerak dan berdampak,” ujar Jessica.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tommy Parasan selaku mantan Ketua PD TIDAR Sulawesi Utara yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam membesarkan organisasi.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bro Tommy Parasan, eks Ketua PD TIDAR Sulawesi Utara, yang sudah membawa TIDAR sebesar ini. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin,” tambahnya.

Jessica berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun sebelumnya serta memperluas jaringan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

“Semoga TIDAR semakin jaya, semakin maju, menjangkau hingga ranting-ranting, serta benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Utara,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda dalam membangun organisasi yang modern, inklusif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Perempuan dan pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan perubahan positif. TIDAR harus menjadi rumah perjuangan yang melahirkan kader berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi untuk daerah,” tutup Jessica. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com