EXPRESSINDONEWS — Persoalan akses jalan kembali menjadi keluhan utama warga Kairagi Weru Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Kondisi akses menuju kompleks permukiman warga dinilai belum memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Keluhan tersebut mencuat dalam agenda reses Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Demokrat, Wiliam Billy Kaeng (WBK), Daerah Pemilihan (Dapil) Tikala-Paal Dua. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan langsung berbagai kesulitan yang mereka alami, terutama menyangkut akses keluar-masuk kawasan permukiman.
Salah satu warga, Wilmar, purnawirawan TNI yang berdomisili di Lingkungan V, menyampaikan bahwa masyarakat hingga kini masih diperhadapkan dengan persoalan akses yang sangat terbatas.
Menurutnya, warga bahkan terpaksa memanfaatkan jembatan gantung untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika masyarakat membutuhkan bahan bangunan, kebutuhan pokok maupun gas LPG.
Persoalan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan. Warga mengeluhkan adanya keterbatasan akses bagi kendaraan yang hendak mengantarkan berbagai kebutuhan ke kompleks permukiman.
Pengantaran bahan bangunan, misalnya, disebut harus disertai izin berupa surat dari kelurahan. Sementara untuk kebutuhan seperti LPG dan bahan pokok lainnya, akses pengantaran disebut hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, khususnya Sabtu dan Minggu melalui sistem kanvas.
Kondisi ini membuat warga merasa aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari mereka ikut terhambat.
Bahkan, berdasarkan aspirasi yang disampaikan dalam reses, masyarakat Lingkungan V merasa seakan-akan masih terisolasi. Keberadaan kawasan Kantor Angkatan Laut di sekitar akses menuju kompleks warga disebut menjadi salah satu persoalan yang selama ini membuat akses masyarakat tidak mudah.
Warga pun berharap pemerintah tidak berhenti pada keberadaan jembatan gantung sebagai satu-satunya alternatif akses. Mereka meminta adanya solusi permanen sehingga kawasan permukiman dapat terhubung dengan akses jalan yang layak dan dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat secara lebih luas.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wiliam Billy Kaeng menegaskan bahwa persoalan akses Kairagi Weru Lingkungan V tidak boleh hanya berhenti sebagai catatan reses di tingkat DPRD Kota Manado.
Sebagai wakil rakyat, WBK menyatakan akan meneruskan persoalan tersebut ke tingkat pemerintah pusat, termasuk menyampaikan aspirasi kepada DPR RI.
“Untuk kapasitas saya sebagai Anggota DPRD Kota Manado, saya akan sampaikan ke DPR RI. Mungkin Ibu Hillary bisa turun langsung ke lokasi ini,” ujar WBK.
Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat membutuhkan perhatian lintas lembaga karena menyangkut akses dasar warga. Ia menilai, kondisi di lapangan perlu dilihat secara langsung agar solusi yang diberikan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain persoalan akses jalan, warga Lingkungan V juga menyampaikan aspirasi terkait pelebaran anak sungai yang dinilai penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan lingkungan.
Sementara itu, warga Kairagi Weru juga mengusulkan penambahan unit tempat sampah. Aspirasi tersebut menjadi bagian lain yang turut dicatat WBK dalam pelaksanaan reses.
Bagi masyarakat Kairagi Weru Lingkungan V, persoalan akses bukan sekadar soal jalan. Di balik sulitnya kendaraan masuk ke kawasan tersebut, terdapat kebutuhan dasar warga yang ikut terdampak—mulai dari distribusi bahan bangunan, LPG, hingga kebutuhan pokok.
Karena itu, warga berharap aspirasi yang telah disampaikan melalui reses tidak berhenti menjadi dokumentasi politik semata. Mereka menantikan adanya langkah nyata pemerintah untuk membuka akses yang lebih layak dan memastikan masyarakat Lingkungan V tidak lagi merasa terisolasi di wilayahnya sendiri. (***)






