EXPRESSINDONEWS-- Rukun Nusa Utara Jemaat GMIM Sion Ranomut, Kota Manado, menggelar Ibadah Syukur Tulude sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam mengawali Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (7/2/2026) di Gedung Gereja GMIM Sion Ranomut dan dihadiri ratusan warga jemaat serta masyarakat Nusa Utara.
Perayaan Tulude tahun ini dirangkaikan dalam dua agenda utama, yakni prosesi adat dan ibadah syukur, yang mencerminkan kuatnya harmoni antara iman Kristen dan nilai-nilai budaya Nusa Utara.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 14.00 WITA dengan prosesi adat Kue Tamo. Upacara ini ditandai dengan pemotongan Kue Tamo sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan berkat Tuhan sepanjang tahun yang baru. Prosesi adat berlangsung meriah dengan iringan Musik Bambu dari Koha Tateli serta penampilan Group Masamper ST25 yang menambah semarak suasana.
Dalam momentum tersebut, Ketua Rukun Nusa Utara juga melakukan pemasangan Poporong kepada Pemerintah Kota Manado yang diwakili oleh Camat Paal Dua, Franky Mantis, SE, Par, MM. Prosesi ini disaksikan langsung oleh seluruh undangan dan masyarakat yang hadir sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan.
Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Syukur Tulude di dalam gereja yang dipimpin oleh Pdt. Alfrets Daleno, M.Pd.K. Ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan, menggunakan liturgi dua bahasa sebagai cerminan kekayaan iman dan budaya warga Nusa Utara.
Turut hadir dalam ibadah ini unsur Kepolisian dari Polsek Tikala yang diwakili oleh Wakapolsek Ipda Axel Pelongan, serta sejumlah undangan dari berbagai wilayah Nusa Utara.
Dalam khotbahnya, Pdt. Alfrets Daleno menekankan bahwa Tulude bukan sekadar tradisi budaya, melainkan warisan leluhur yang sarat dengan nilai rohani, khususnya dalam membangun rasa syukur, kerendahan hati, dan ketergantungan kepada Tuhan.
Suasana ibadah semakin hidup saat Group Masamper ST25 mengiringi prosesi manaikan Kue Tamo dengan lagu-lagu khas Nusa Utara yang menggugah semangat kebersamaan.
Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Paal Dua, Franky Mantis, yang menyampaikan bahwa perayaan Tulude merupakan ekspresi syukur masyarakat Nusa Utara sekaligus sarana mempererat kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sion Ranomut, Pdt. Meike Takasenseran, S.Th. Ia menegaskan bahwa tradisi Tulude menjadi pengingat akan kasih Tuhan yang senantiasa menjaga, merawat, dan melindungi umat-Nya. Menurutnya, perayaan ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat hidup rukun dalam nilai “baku-baku bae, baku-baku tolong”. Ia menambahkan, ke depan tradisi Tulude direncanakan akan ditetapkan sebagai bagian dari hari-hari raya gerejawi di Jemaat GMIM Sion Ranomut.
Rangkaian Ibadah Syukur Tulude ditutup dengan Masamper bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pesta rakyat. Seluruh rangkaian kebersamaan ini disiapkan oleh jemaat dengan iringan musik bambu, sebagai simbol sukacita, persaudaraan, dan kekompakan antara gereja dan masyarakat. (***)






