EXPRESSINDONEWS– Edukasi mengenai perlindungan pekerja migran dan prosedur keberangkatan yang aman menjadi perhatian dalam kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migrasi Aman dalam rangka mendukung program SMK Go Global, yang menghadirkan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, bersama perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Sulawesi Utara.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai peluang kerja di luar negeri melalui jalur resmi, sekaligus pentingnya perlindungan sejak proses persiapan keberangkatan hingga berada di negara penempatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KP2MI, Sukarman, serta sambutan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene.
Dalam sambutannya, Felly menyoroti perkembangan dukungan anggaran bagi sektor perlindungan pekerja migran dari waktu ke waktu. Ia menyebut, anggaran yang sebelumnya berada pada kisaran ratusan miliar rupiah kini telah meningkat hingga triliunan rupiah.
Menurut Felly, peningkatan dukungan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan, serta memastikan calon pekerja migran memperoleh akses melalui mekanisme yang benar.
Ia juga menekankan pentingnya program SMK Go Global sebagai program prioritas nasional yang diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Ini menjadi tantangan yang harus kita ambil bersama demi kehidupan keluarga yang lebih baik. Kalau ingin mengadu nasib di luar negeri, mari gunakan jalur yang benar. Jangan sampai kita justru masuk melalui jalur yang salah,” tegas Felly.
Dalam wawancara langsung, Felly menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela agenda reses dengan melibatkan mitra kerja, yakni KP2MI, untuk menyosialisasikan program pemerintah yang membuka peluang bagi anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri secara aman dan legal.
Ia mengatakan, melalui program yang tersedia, peserta berkesempatan mengikuti pelatihan yang dibiayai negara, bahkan memperoleh uang saku sesuai ketentuan program. Setelah melalui tahapan seleksi, pelatihan, dan persyaratan yang berlaku, peserta dapat dipersiapkan untuk bekerja di berbagai negara sesuai minat serta kebutuhan pasar kerja.
“Sekali lagi, kementerian yang menangani pekerja migran memberikan perlindungan kepada mereka sejak sebelum berangkat hingga tiba di negara penempatan. Di sana, perwakilan pemerintah Indonesia, termasuk melalui Kementerian Luar Negeri, juga berperan dalam memberikan perlindungan. Semua ini menjadi bagian dari upaya bersama,” jelasnya.
Felly menegaskan, masyarakat Sulawesi Utara perlu mengetahui bahwa pemerintah menyediakan berbagai program dan mekanisme perlindungan bagi warga yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri.
Karena itu, ia berharap informasi mengenai peluang kerja resmi dapat disampaikan secara luas agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran pihak-pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan cara yang tidak bertanggung jawab.
Felly juga mengimbau keluarga, pemerintah desa dan kelurahan, serta lingkungan masyarakat agar lebih memperhatikan proses keberangkatan warga yang hendak bekerja ke luar negeri.
Menurutnya, pemerintah setempat dapat berperan melalui edukasi, pemeriksaan administrasi sesuai kewenangan, serta komunikasi dan wawancara untuk memastikan tujuan keberangkatan dan dokumen yang dimiliki calon pekerja migran.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah warga menjadi korban penipuan, perdagangan orang, maupun praktik pemberangkatan ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
“Jangan mudah terbujuk rayu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bukannya mendapatkan uang, justru nyawa yang bisa hilang. Ini penting untuk terus kita sampaikan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan agar masyarakat mengetahui perbedaan peluang kerja yang legal dan ilegal,” tegas Felly.
Ia berharap, melalui sosialisasi yang berkelanjutan, calon pekerja migran dan keluarga dapat lebih cermat dalam memeriksa informasi lowongan, legalitas perusahaan penempatan, serta prosedur keberangkatan sebelum mengambil keputusan.
Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kota Manado, Sri Nanda Lamadau, menyambut positif kegiatan edukasi perlindungan dan migrasi aman tersebut.
Nanda menilai, sosialisasi seperti ini penting karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai program pemerintah, khususnya kesempatan kerja di luar negeri yang harus ditempuh melalui jalur resmi dan disertai perlindungan yang memadai.
Ia juga menyoroti rekam jejak Felly Estelita Runtuwene dalam mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk bidang kesehatan melalui BPJS Kesehatan dan perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.
“Dari apa yang disampaikan Kak Felly, saya melihat ini sebagai hal yang sangat positif. Kita tahu bersama, Kak Felly selama ini turut mengawal berbagai persoalan masyarakat, mulai dari BPJS Kesehatan hingga BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut,” ujar Nanda.
Bagi Nanda, keterlibatan Felly dalam kegiatan bersama KP2MI menunjukkan pentingnya kesinambungan pengawasan dan sosialisasi kebijakan agar program pemerintah tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar diketahui dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
Ia berharap, program SMK Go Global dapat menjadi salah satu jalan bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, serta memperbaiki taraf hidup keluarga melalui proses yang aman dan sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan juga membutuhkan persiapan, keterampilan, dokumen yang sah, dan jaminan perlindungan. Dengan demikian, peluang kerja internasional dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan keselamatan dan masa depan para pekerja migran. (***)






