LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Ferdinand Dumais: DPRD Manado Akan mengawasi Kemungkinan Kriminalisasi atas Victor Lasut (VL) dan IT Center

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado sekaligus personel Komisi I, Ferdinand Djeki Dumais, menyatakan penghormatan dan apresiasinya terhadap aksi damai yang dilakukan para tenant dan pegawai IT Center Manado yang menyuarakan aspirasi mereka terkait proses hukum yang tengah berjalan.

Menurut Dumais, penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib ke DPRD Kota Manado, Pemerintah Kota Manado, Polresta Manado hingga proses praperadilan di Pengadilan merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang harus dihormati bersama.

"Aksi damai ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan pada proses demokrasi dan penegakan hukum. Saat ini demokrasi dan keadilan sedang menguji dirinya sendiri, sekaligus menguji kualitas sumber daya manusia dan aparat penegak hukum yang menangani persoalan tersebut. Saya percaya aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan berintegritas," ujar Dumais.

Ferdinand Dumais: DPRD Kota Manado Akan Kawal Dugaan Kasus Limbah IT Center Secara Adil dan Transparan

Kita semua tahu bahwa IT Center adalah Pusat Ekonomi Digital terbesar di Indonesia Timur dan berkontribusi positif thdp UMKM dan PAD Kota Manado serta penyerapn tenaga kerja, kalau sampai IT Center tutup atau terganggu itu berarti dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi yang ada, ada ribuan orang tergnggu ekonominya yang merupakan pedagang, pegawai dan konsumen IT Center.

Ia menegaskan, seluruh tahapan hukum yang telah berjalan, mulai dari adanya laporan hingga penetapan tersangka terhadap VL dan berlanjut ke proses praperadilan, harus tetap mengedepankan asas-asas hukum yang berlaku. Menurutnya, kepastian hukum dan rasa keadilan harus menjadi tujuan utama dalam setiap proses penegakan hukum.

"Kalau nantinya tidak terbukti apa yang dituduhkan atau ternyata tidak ditemukan adanya pelanggaran sebagaimana yang dipersoalkan, maka penetapan tersangka terhadap saudara VL harus dibatalkan dan nama baik yang bersangkutan maupun IT Center harus dipulihkan. Sebaliknya, jika memang ditemukan pelanggaran, maka proses hukum harus tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Sebagai anggota Komisi I DPRD Kota Manado, Dumais memastikan pihaknya akan mengawal dan mengawasi perkembangan kasus tersebut demi menjamin terpenuhinya rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa DPRD Kota Manado akan menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan oleh peserta aksi damai. Salah satu langkah yang akan didorong adalah pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) serta peninjauan lapangan lintas komisi guna memperoleh gambaran yang utuh dan objektif terkait persoalan yang berkembang.

"DPRD memiliki tugas dan fungsi untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak-haknya, termasuk hak atas keadilan. Aspirasi yang masuk dari perwakilan tenant dan pengelola IT Center akan kami tindak lanjuti. Saya meyakini pimpinan DPRD, komisi-komisi terkait, serta fraksi-fraksi di DPRD Kota Manado akan mengambil langkah yang konstruktif demi menemukan solusi terbaik atas persoalan ini," pungkas Dumais.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa DPRD Kota Manado akan turut mengawasi proses penanganan dugaan kasus limbah IT Center agar berjalan secara transparan, profesional, serta memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh pihak. 


Agenda ini digelar di ruang komisi III DPRD Manado, dan dipimpin langsung ketua Komisi Jean Sumilat, Sekertaris Jendri Amrain dan Anggota Dolfie Angkou serta Yasir Taruk Bua(***)

Kasat Reskrim Polres Minsel Respons Dugaan Mafia Solar Benni, Akan Turunkan Anggota Lakukan Pengecekan

Tidak ada komentar

 




EXPRESSINDONEWS — Dugaan praktik penyalahgunaan dan penyaluran solar subsidi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) terus menjadi perhatian masyarakat. Berbagai informasi yang beredar di tengah publik turut menyeret nama Beni, yang disebut-sebut terkait dengan aktivitas distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan, IPTU Gede Indra Asti Angga Pratama, S.I.K., M.H., akhirnya memberikan respons saat dikonfirmasi media. Ia menyatakan akan mengarahkan anggotanya untuk melakukan pengecekan terhadap informasi yang berkembang di masyarakat.

"Nanti saya arahkan anggota untuk cek," singkat IPTU Gede Indra saat dikonfirmasi wartawan.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini menantikan langkah konkret aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan solar subsidi yang ramai diperbincangkan.

Sebelumnya, sejumlah warga mempertanyakan keseriusan penanganan dugaan praktik mafia solar di Minahasa Selatan. Pasalnya, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai hasil penyelidikan ataupun tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Nama Beni kembali mencuat dalam berbagai laporan dan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Namun demikian, hingga saat ini belum ada penetapan status hukum maupun pernyataan resmi dari pihak kepolisian yang menyatakan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam dugaan pelanggaran tersebut.

Masyarakat berharap pengecekan yang akan dilakukan oleh jajaran Satreskrim Polres Minahasa Selatan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini berkembang. Transparansi dan keterbukaan dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi serta menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Selain itu, warga juga meminta agar apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi, aparat dapat bertindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

Dengan adanya respons dari Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan, publik kini menunggu hasil pengecekan yang akan dilakukan aparat guna memastikan kebenaran informasi yang beredar terkait dugaan praktik mafia solar di wilayah Minahasa Selatan.

Judul alternatif yang lebih kuat:

Kasat Reskrim Minsel Turun Tangan, Dugaan Mafia Solar Beni Akan Dicek

Dugaan Mafia Solar di Minsel Jadi Sorotan, Kasat Reskrim: Saya Arahkan Anggota Cek

Nama Beni Kembali Mencuat, Polres Minsel Mulai Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi

Kasat Reskrim Minsel Buka Suara Soal Dugaan Mafia Solar, Anggota Diterjunkan ke Lapangan (***) 

Kasat Reskrim Polres Minsel Bungkam, Dugaan Mafia Solar Beni Jadi Sorotan Masyarakat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Penanganan dugaan praktik mafia solar subsidi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah tegas aparat penegak hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan, IPTU Gede Indra Asti Angga Pratama, S.I.K., M.H., memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait perkembangan informasi dugaan penyalahgunaan dan penimbunan solar subsidi yang selama ini ramai diperbincangkan masyarakat.

Sikap tertutup tersebut justru memunculkan berbagai pertanyaan di tengah publik. Masyarakat menilai aparat penegak hukum perlu memberikan penjelasan secara terbuka guna menghindari munculnya spekulasi yang dapat menurunkan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum.

Di sisi lain, nama Beni kembali disebut-sebut dalam berbagai informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan aktivitas distribusi solar subsidi yang diduga berlangsung di wilayah Minahasa Selatan. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status maupun hasil penyelidikan terhadap dugaan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan apakah dugaan praktik mafia solar yang selama ini menjadi perbincangan benar-benar sedang ditangani secara serius oleh aparat, atau justru terjadi pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

"Jika memang tidak ada pelanggaran, sampaikan kepada publik. Namun jika ada indikasi pelanggaran, masyarakat berharap aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu," ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Masyarakat berharap Polres Minahasa Selatan dapat memberikan klarifikasi resmi terkait informasi yang berkembang, sehingga tidak menimbulkan asumsi adanya perlindungan terhadap pihak tertentu. Transparansi dalam penanganan kasus dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan media terkait dugaan praktik mafia solar yang menyeret nama Beni tersebut. (***) 

Dugaan Bisnis Solar Subsidi Ilegal Benni Alias Mules di Minahasa Selatan Kembali Jadi Sorotan, Kinerja APH Dipertanyakan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali mencuat di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Aktivitas yang diduga melibatkan praktik pengumpulan dan distribusi solar subsidi secara tidak sesuai peruntukannya itu menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi merugikan negara dan mengganggu hak masyarakat penerima subsidi.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan adanya seorang oknum yang dikenal dengan nama Benni alias Mules yang diduga menjalankan aktivitas bisnis solar subsidi ilegal. Meski dugaan tersebut telah lama menjadi perbincangan, hingga kini yang bersangkutan disebut masih beraktivitas seperti biasa.

Di lapangan, masyarakat menyoroti keberadaan kendaraan roda empat berwarna putih bernomor polisi DB 1886 EG yang diduga digunakan untuk mengangkut solar subsidi menggunakan tandon berkapasitas besar. Kendaraan tersebut disebut kerap terlihat melakukan aktivitas yang memunculkan pertanyaan terkait mekanisme pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Dugaan praktik tersebut memantik keresahan publik. Pasalnya, solar subsidi merupakan program pemerintah yang diperuntukkan bagi sektor-sektor produktif seperti nelayan, petani, pelaku usaha mikro, serta kelompok masyarakat tertentu yang memenuhi kriteria penerima. Ketika distribusinya diduga disalahgunakan untuk kepentingan bisnis pribadi, maka dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang berhak memperoleh subsidi.

Selain berpotensi merugikan keuangan negara, dugaan penyelewengan BBM subsidi juga dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kelangkaan solar di sejumlah wilayah. Kondisi ini sering kali menyulitkan masyarakat dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polres Minahasa Selatan, dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan aktivitas tersebut. Langkah tegas dan transparan dinilai penting untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan serta memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Di sisi lain, pengawasan dari pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan instansi yang berwenang dalam distribusi BBM bersubsidi, juga diharapkan semakin diperketat. Sistem pengawasan yang kuat diperlukan guna mencegah terjadinya penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat luas.

Perlu diketahui, penyalahgunaan pengangkutan maupun niaga BBM bersubsidi tanpa izin merupakan perbuatan yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci untuk menjaga program subsidi pemerintah tetap tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (***) 

Victor Mailangkay: Dari Sulawesi Utara, Semangat Pancasila Terus Dijaga dan Dirawat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam dasar negara. Di Sulawesi Utara, semangat kebersamaan, toleransi, dan persatuan yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat dinilai sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Victor Mailangkay, Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang mampu mempersatukan masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang.

"Mari memaknai kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Sulawesi Utara, Pancasila adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, persatuan harus terus dijaga, semangat gotong royong harus terus dihidupkan, dan kerja nyata untuk kemajuan daerah harus menjadi komitmen bersama," ujar Victor Mailangkay.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kuatnya persatuan masyarakat dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan semangat kebangsaan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", sebuah pesan yang menegaskan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan sebagai kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Melalui momentum ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap seluruh masyarakat dapat terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, demi mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, harmonis, dan berkelanjutan.

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila adalah pemersatu bangsa, energi gotong royong, dan fondasi menuju Indonesia yang kuat serta Sulawesi Utara yang semakin maju. (***) 

Jeane Laluyan Apresiasi Aksi Heroik Warga yang Selamatkan Anak Tenggelam : Orang Tua Jangan Lalai

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Peristiwa menegangkan terjadi di kawasan Pantai Karangria, Kota Manado, ketika seorang anak dilaporkan nyaris tenggelam setelah diduga terseret ombak saat berada di area pantai. Beruntung, aksi cepat dan keberanian warga yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan korban sebelum terjadi hal yang lebih fatal. Informasi kejadian tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian masyarakat luas. 

Berdasarkan informasi yang beredar, anak tersebut diduga sedang berada di kawasan pantai ketika kondisi ombak yang cukup kuat menyeretnya ke area yang lebih dalam. Situasi sempat membuat panik warga sekitar. Namun, salah seorang warga dengan sigap turun ke laut dan berhasil mengevakusi korban ke tempat yang lebih aman.

Aksi penyelamatan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai sebagai bentuk kepedulian dan keberanian masyarakat dalam membantu sesama di tengah situasi darurat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Jeane Laluyan, yang merupakan Srikandi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Kota Manado dan personel Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara, menyampaikan rasa syukur karena korban berhasil diselamatkan.

"Pertama-tama saya bersyukur karena anak tersebut dapat diselamatkan dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Saya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang dengan berani dan cepat mengambil tindakan penyelamatan. Tindakan seperti ini menunjukkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang masih sangat kuat di tengah masyarakat kita," ujar Jeane Laluyan.

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait aspek keselamatan di kawasan wisata pantai yang sering dikunjungi masyarakat, terlebih saat cuaca dan kondisi gelombang sedang tidak menentu.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengawasan terhadap anak-anak saat berada di pantai harus benar-benar diperhatikan. Orang tua tidak boleh lengah karena situasi di laut bisa berubah sangat cepat. Selain itu, perlu adanya langkah-langkah pencegahan dan edukasi keselamatan bagi para pengunjung kawasan wisata pantai," katanya.

Jeane juga mendorong pemerintah serta pihak terkait untuk memperkuat sistem keamanan di kawasan pesisir dan lokasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.

"Kita berharap ada perhatian lebih terhadap fasilitas keselamatan, papan peringatan daerah rawan, hingga kesiapsiagaan petugas di lokasi-lokasi wisata pantai. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama sehingga kejadian serupa dapat diminimalisir ke depan," tegasnya.

Ia turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut yang dapat berubah sewaktu-waktu, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak ke kawasan pantai.

"Jangan mengabaikan faktor keselamatan. Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan, hindari bermain terlalu jauh ke tengah laut, dan segera menjauh dari area pantai apabila kondisi cuaca mulai memburuk atau gelombang meningkat. Kesadaran bersama sangat penting untuk mencegah terjadinya musibah," pungkasnya.

Peristiwa di Pantai Karangria ini pun menjadi bukti bahwa kewaspadaan, kepedulian warga, dan respons cepat di lapangan dapat menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa seseorang saat menghadapi situasi darurat. (***)

Sri Nanda Lamadau Serahkan Bantuan Korban Rumah Roboh di Molas, Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan oleh Sri Nanda Lamadau, Srikandi Partai NasDem yang juga Personil Komisi I DPRD Kota Manado dari Daerah Pemilihan Tuminting, Bunaken, dan Bunaken Kepulauan.

Setelah menerima laporan dari warga Kelurahan Molas Lingkungan V, Kecamatan Bunaken Darat, terkait rumah milik seorang warga bernama Rahul yang roboh akibat diterjang hujan deras dan angin kencang, Sri Nanda langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan korban mendapatkan bantuan.

Menurut Sri Nanda, informasi tersebut diterimanya dari masyarakat yang mengabarkan bahwa rumah Rahul, yang dikenal sebagai salah satu warga yang selama ini dekat dengannya, mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

"Saya mendapat telepon dari masyarakat Cempaka Molas Lingkungan V yang mengabarkan bahwa rumah Aba Rahul roboh akibat hujan deras dan angin kencang. Beliau adalah warga yang juga pernah mendampingi saya saat masa kampanye. Mendengar kabar itu, saya langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Kota Manado untuk memastikan penanganannya," ujar Sri Nanda.

Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa Dinas Sosial Kota Manado telah lebih dahulu menyalurkan bantuan kepada korban. Namun demikian, Sri Nanda tetap turun langsung menemui keluarga korban dan menyerahkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril.

"Puji syukur, Dinas Sosial Kota Manado sudah lebih dulu memberikan bantuan. Saya juga datang langsung membawa sembako. Mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi saya berharap dapat sedikit membantu kebutuhan Aba Rahul dan istrinya di tengah situasi yang sedang mereka hadapi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sri Nanda juga memberikan penguatan kepada keluarga korban agar tetap tabah menghadapi cobaan yang datang.

"Saya menyampaikan kepada Aba Rahul bahwa tidak ada seorang pun yang menginginkan musibah atau bencana terjadi. Namun ini adalah bagian dari takdir Allah SWT yang harus diterima dengan ikhlas dan penuh kesabaran. Saya percaya, di balik setiap ujian pasti ada hikmah dan jalan terbaik yang telah disiapkan Tuhan," tuturnya.

Selain menyampaikan rasa empati kepada korban, legislator NasDem tersebut juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Manado, khususnya warga di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang belakangan ini cukup ekstrem. Pastikan kondisi rumah aman, periksa pohon-pohon besar di sekitar tempat tinggal, serta segera melapor kepada pemerintah setempat apabila terdapat potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan warga. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama," tegasnya.

Sri Nanda menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem, sehingga penanganan terhadap warga terdampak dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

"Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga korban, dan kita semua dijauhkan dari berbagai musibah. Mari saling peduli, saling membantu, dan terus menjaga kebersamaan dalam menghadapi setiap tantangan," pungkasnya. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com