LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

PETI Simbalang Digrebek, Empat Ekskavator Diamankan! Polres Boltim Diminta Telusuri Dugaan Pemodal dan Aktor di Balik Tambang Ilegal

Tidak ada komentar

 





EXPRESSINDONEWS — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Simbalang, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menjadi perhatian setelah aparat kepolisian melakukan operasi penindakan yang dipimpin langsung Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si.

Dalam operasi tersebut, petugas dilaporkan menemukan empat unit alat berat jenis ekskavator serta sejumlah orang di lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal.

Penindakan ini memunculkan harapan masyarakat agar pengusutan tidak berhenti sebatas mengamankan pekerja maupun operator alat berat. Aparat penegak hukum diharapkan menelusuri seluruh mata rantai aktivitas pertambangan tersebut, mulai dari pemilik alat berat, penyedia modal, pengendali operasional hingga pihak yang diduga menikmati hasil pertambangan.

Keberadaan empat unit ekskavator di lokasi menjadi salah satu aspek yang perlu didalami penyidik. Pasalnya, penggunaan alat berat dalam aktivitas pertambangan membutuhkan pembiayaan dan pengaturan operasional yang perlu ditelusuri.

Siapa pemilik empat ekskavator tersebut? Apakah alat berat itu milik pribadi, disewa, atau didatangkan oleh pihak tertentu? Siapa yang membiayai bahan bakar dan operasionalnya?

Pertanyaan tersebut penting untuk mengungkap pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan aktivitas PETI di Simbalang.

Penyidik juga diharapkan menelusuri dokumen kepemilikan, transaksi penyewaan, aliran dana serta komunikasi yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan tersebut.

Di tengah penindakan tersebut, muncul informasi yang turut menyoroti nama Jeje dan Cheril terkait dugaan aktivitas pertambangan di kawasan Simbalang.


Namun, informasi mengenai dugaan keterkaitan kedua nama tersebut masih harus diverifikasi. Belum dapat disimpulkan adanya keterlibatan maupun tanggung jawab hukum tanpa hasil penyelidikan dan bukti yang sah.

Karena itu, apabila penyidik menemukan petunjuk yang relevan, informasi tersebut patut didalami secara profesional melalui pemeriksaan saksi, penelusuran kepemilikan alat berat, dokumen transaksi, serta aliran dana.

Klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut juga diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.

Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan diharapkan menjadikan penindakan di Simbalang sebagai pintu masuk untuk mengungkap keseluruhan jaringan dugaan pertambangan ilegal.

Penegakan hukum terhadap PETI tidak cukup hanya dengan mengamankan orang-orang yang berada di lokasi. Apabila ditemukan bukti yang cukup, pihak yang terbukti menyediakan modal, mengendalikan kegiatan, memfasilitasi operasional, maupun terlibat dalam pelanggaran hukum harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan perundang-undangan.

Jangan sampai proses penegakan hukum hanya menyentuh pekerja lapangan, sementara pihak yang terbukti berada di balik pendanaan dan pengendalian kegiatan tidak tersentuh.

Masyarakat tentu membutuhkan kepastian bahwa penanganan perkara ini berjalan transparan, objektif, dan tidak tebang pilih.

Kini sejumlah hal menjadi perhatian publik, di antaranya status hukum empat unit ekskavator, jumlah orang yang diamankan, hasil pemeriksaan di lokasi, serta perkembangan penyelidikan terhadap dugaan pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas PETI Simbalang.

Selain itu, masyarakat juga menantikan penjelasan resmi Polres Boltim mengenai langkah lanjutan penanganan perkara tersebut.

Penindakan terhadap pertambangan tanpa izin bukan hanya menyangkut persoalan administrasi perizinan, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan lingkungan, ketertiban masyarakat, serta kepastian penegakan hukum.

Pengusutan yang menyeluruh akan menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa siapa pun yang terbukti melanggar hukum dapat dimintai pertanggungjawaban.

Catatan Redaksi, Berita ini disusun berdasarkan informasi awal mengenai operasi penindakan PETI di Simbalang. Dugaan keterkaitan nama Jeje dan Cheril belum merupakan fakta hukum dan masih memerlukan verifikasi. Redaksi membuka ruang klarifikasi serta hak jawab bagi semua pihak yang disebutkan. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan. (***) 

Oscar Manoppo Tegaskan Penertiban Bukan Kewenangan Pemkab Boltim, Pemda Masih Tunggu Langkah Polda Sulut

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS– Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oscar Manoppo, angkat bicara terkait persoalan penertiban yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, menyusul munculnya berbagai aspirasi dan keluhan warga yang mengaku turut merasakan dampak dari kebijakan tersebut.

Saat diwawancarai mengenai perkembangan persoalan itu, Oscar menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim hingga kini masih menunggu tindak lanjut dari Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut).

Menurutnya, kewenangan dalam penanganan persoalan tersebut saat ini berada sepenuhnya di tangan Polda Sulut, bukan pada pemerintah kabupaten. Karena itu, Pemkab Boltim masih menempatkan diri dalam posisi menunggu proses dan langkah yang akan diambil oleh pihak kepolisian.

"Untuk saat ini, kami masih menunggu dari Polda Sulut. Kewenangan penuh ada pada Polda Sulut, bukan di Pemkab Boltim. Kami juga terus melakukan koordinasi," jelas Oscar Manoppo. Ia menegaskan, komunikasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian tetap berjalan guna mengikuti perkembangan penanganan persoalan tersebut.

Di tengah berbagai respons masyarakat yang terdampak, publik kini menantikan kejelasan tindak lanjut dari pihak berwenang. Sementara itu, Pemkab Boltim menyatakan tetap menunggu perkembangan dari Polda Sulut sesuai kewenangan yang dimiliki masing-masing institusi. (***) 

Ferdinand Dj Dumais: Wartawan Harus Menjadi Penjaga Kebenaran dan Jembatan Aspirasi Masyarakat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, mengawal jalannya pemerintahan, serta menjadi penghubung antara kepentingan masyarakat dan para pemangku kebijakan. Peran tersebut menuntut wartawan untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, independensi, dan kode etik jurnalistik.

Pesan tersebut disampaikan Ferdinand Dj Dumais dalam sambutannya pada acara Gala Dinner dan Malam Penganugerahan PWI Awards 2026.

Di hadapan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), unsur pemerintah, anggota DPRD, lembaga peradilan, aparat penegak hukum, serta para insan pers, Ferdinand menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar penyampai informasi, melainkan jembatan yang menghubungkan berbagai elemen bangsa.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan kebijakan menjadi informasi yang dapat dipahami masyarakat, sekaligus menyuarakan berbagai persoalan publik agar mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari pihak yang berwenang.

Ia menilai, pemberitaan yang benar, akurat, dan berimbang merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan demokrasi. Sebab, masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya agar mampu memahami persoalan, menentukan sikap, serta berpartisipasi secara sehat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Berita yang baik, benar, akurat, dan berimbang bukan sekadar rangkaian kata yang dibaca masyarakat. Berita adalah oksigen dan energi bagi kehidupan demokrasi," ungkap Ferdinand.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki nilai pengabdian yang luhur. Jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mencari dan menyampaikan berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kebenaran, mencerdaskan masyarakat, serta mengangkat harkat dan martabat manusia.

Ferdinand juga menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional. Kritik terhadap pemerintah maupun lembaga publik merupakan bagian penting dari demokrasi, begitu pula fungsi kontrol sosial yang dijalankan media.

Namun, menurutnya, setiap produk jurnalistik harus tetap berpijak pada fakta, integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

"Jangan sampai profesi yang begitu mulia justru kehilangan marwah akibat informasi yang tidak terverifikasi, pemberitaan yang tidak berimbang, atau kepentingan yang mengesampingkan kebenaran," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ferdinand berharap PWI terus memperkuat perannya sebagai rumah besar bagi wartawan, sekaligus menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan jurnalis yang independen, berintegritas, profesional, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa PWI Awards 2026 tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni penyerahan penghargaan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang apresiasi sekaligus refleksi atas perjuangan, dedikasi, dan pengabdian insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Ferdinand, penghargaan bukanlah garis akhir dari perjalanan seorang wartawan, melainkan pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar dalam mempertahankan kepercayaan publik.

"Wartawan yang hebat bukan hanya mereka yang mampu menghasilkan berita besar, tetapi mereka yang mampu menghadirkan kebenaran, memberikan manfaat, dan meninggalkan jejak positif bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.

Menutup sambutannya, Ferdinand mengajak seluruh wartawan di Sulawesi Utara untuk terus menjaga marwah profesi, memperkuat solidaritas, serta menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam setiap karya jurnalistik.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan PWI Awards 2026, seraya berharap insan pers Sulawesi Utara semakin maju, profesional, independen, dan bermartabat.

"Maju terus wartawan Sulawesi Utara. Teruslah menjadi jembatan informasi, penjaga kebenaran, dan suara masyarakat. Jaga integritas, junjung profesionalisme, serta rawat kepercayaan publik," tutup Ferdinand. (***) 

Rakor Tiga Pilar PDIP Sulut, Olly Klaim Konsolidasi di 15 Daerah Tuntas 100 Persen

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS– PDI Perjuangan Sulawesi Utara mempertegas soliditas dan kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika serta agenda politik mendatang. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar yang berlangsung di Hotel Sentra, Minahasa Utara, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan strategis partai berlambang banteng moncong putih ini dihadiri langsung Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, yang juga menjabat Ketua DPR RI, bersama ribuan kader dari berbagai tingkatan kepengurusan di Sulawesi Utara.

Rakor diawali dengan laporan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, yang memaparkan perkembangan konsolidasi organisasi sekaligus kesiapan partai dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

Olly mengungkapkan, kehadiran Puan Maharani menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh kader PDI Perjuangan di Sulawesi Utara. Terlebih, agenda tersebut dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, yakni hanya tiga hari. Namun, berkat kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran, kegiatan berskala besar itu dapat terlaksana dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa konsolidasi internal partai di seluruh wilayah Sulawesi Utara telah rampung sepenuhnya.

"Harapan kita di tahun-tahun politik ke depan, PDI Perjuangan Sulawesi Utara pasti menang. Konsolidasi organisasi yang sudah kita lakukan di 15 kabupaten dan kota kini sudah 100 persen selesai," tegas Olly.

Dalam laporannya, Olly turut menyampaikan keterlibatan kader PDI Perjuangan dalam aksi-aksi kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran. Hal ini, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

Sementara itu, kehadiran Puan Maharani menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perjuangan ribuan kader yang memadati lokasi kegiatan.

Melalui sambutannya, Puan menekankan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi harus ditopang oleh kerja nyata seluruh unsur partai, baik struktural, legislatif maupun eksekutif.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut, Reza Rumambi, menjelaskan bahwa salah satu pesan penting Puan dalam Rakor tersebut berkaitan dengan komitmen menjaga lingkungan hidup melalui gerakan yang konkret dan berkelanjutan.

Puan, kata Reza, mendorong seluruh jajaran partai untuk mengambil bagian dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menyediakan fasilitas pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Instruksi tersebut diwujudkan melalui gerakan Teba (Tempat Buang Sampah), yang ditargetkan menjadi gerakan bersama seluruh kader PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga daerah.

Bahkan, gerakan tersebut diarahkan untuk melibatkan seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan di Indonesia dengan target mencatatkan prestasi melalui Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

"Seluruh anggota fraksi se-Indonesia, baik DPD, DPC, maupun anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota ditugaskan untuk menjalankan instruksi ini," jelas Reza.

Selain memperkuat konsolidasi tiga pilar dan kepedulian terhadap lingkungan, Rakor tersebut juga memberikan perhatian terhadap regenerasi kepemimpinan partai. Kehadiran organisasi sayap seperti Taruna Merah Putih (TMP) dan Banteng Muda Indonesia (BMI) menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam perjuangan politik PDI Perjuangan.

Rakor Tiga Pilar ini turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga merupakan pengurus DPP, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Sulut, pengurus DPC dan PAC, organisasi sayap partai, kepala daerah dari PDI Perjuangan, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan kabupaten/kota.

Melalui pertemuan tersebut, PDI Perjuangan Sulawesi Utara tidak hanya memperlihatkan kekuatan konsolidasi internal, tetapi juga menegaskan arah perjuangan partai yang bertumpu pada soliditas organisasi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan generasi muda. (***) 

Victor Mailangkay: HUT ke-598 Minahasa, Momentum Perkuat Budaya dan Dorong Kemajuan Daerah

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa.

Menurut Victor, usia 598 tahun merupakan perjalanan sejarah yang panjang, sekaligus menjadi bukti kuatnya identitas, tradisi, serta nilai-nilai luhur yang terus hidup dan diwariskan oleh masyarakat Minahasa dari generasi ke generasi.

Ia menilai, Minahasa memiliki kekayaan yang tidak hanya terletak pada keindahan alam dan potensi sumber daya daerah, tetapi juga pada karakter masyarakatnya yang menjunjung tinggi persaudaraan, kerja keras, serta filosofi kehidupan Si Tou Timou Tumou Tou.

Mengusung tema “Minahasa Daerah Pariwisata yang Maju dan Sejahtera”, Victor berharap peringatan hari jadi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan sektor pariwisata, melestarikan warisan budaya, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus bersinergi, menjaga persatuan, serta mengambil bagian dalam pembangunan demi mewujudkan Minahasa yang semakin berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-598 Kabupaten Minahasa. Kiranya semangat kebersamaan, kearifan lokal, dan kecintaan terhadap daerah terus menjadi kekuatan dalam membangun Minahasa yang maju, sejahtera, serta menjadi kebanggaan Sulawesi Utara,” ungkap Victor Mailangkay. (***) 

PDI Perjuangan Sulut Gelar Rakor Tiga Pilar, 2000 Kader Siap Hadir, Puan Maharani Dijadwalkan Hadir

Tidak ada komentar

 


Foto (istimewa): Ketua DPD PDI-Perjuangan Sulut Olly Dondokambey (kiri) Sekertaris Reza Rumambi (Kanan) 

EXPRESSINDONEWS-- PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Utara mulai memantapkan langkah organisasi melalui agenda besar Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026.

Pertemuan yang diproyeksikan diikuti sekitar 2.000 kader dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara ini dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat barisan, menyatukan visi, serta memastikan seluruh elemen partai bergerak dalam satu komando perjuangan.

Agenda tersebut juga dijadwalkan dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, termasuk Ketua DPP Bidang Politik, Puan Maharani, yang kini menjabat Ketua DPR RI.

Tak sekadar menjadi ajang pertemuan kader, Rakor Tiga Pilar akan diarahkan pada pembenahan dan penguatan struktur partai. Sejumlah hal penting yang menjadi perhatian meliputi konsolidasi kepengurusan di seluruh tingkatan, pembentukan badan dan sayap partai, hingga optimalisasi peran organisasi dalam memperluas kerja politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menariknya, pembahasan tidak hanya berkutat pada urusan internal partai. Persoalan lingkungan, khususnya penanganan sampah, serta peningkatan keterlibatan generasi muda dalam politik turut menjadi isu yang akan diangkat.

Dua persoalan tersebut dinilai penting karena partai politik dituntut tidak hanya membangun kekuatan elektoral, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam menjawab tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Reza Rumambi, menegaskan bahwa Rakor Tiga Pilar memiliki arti penting dalam memastikan seluruh struktur partai semakin terorganisasi dan memiliki arah kerja yang jelas.

Menurutnya, kekuatan partai tidak cukup hanya diukur dari keberadaan kepengurusan, melainkan juga dari kemampuan setiap struktur menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara nyata.

Ia menjelaskan, penguatan organisasi, pembentukan badan serta sayap partai, dan peningkatan koordinasi antarelemen merupakan bagian penting dalam membangun mesin partai yang solid dan efektif.

Di sisi lain, Reza menilai PDI Perjuangan harus tetap memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, isu lingkungan dan pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian yang perlu mendapat respons melalui keterlibatan kader.

Begitu pula dengan generasi muda. Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai kelompok pemilih dalam setiap momentum politik, tetapi harus diberikan kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

"Kami ingin memastikan PDI Perjuangan di Sulawesi Utara semakin solid, memiliki struktur yang kuat, serta mampu menjalankan kerja-kerja politik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," menjadi semangat yang ingin dibangun melalui agenda tersebut.

Dengan kehadiran ribuan kader dan jajaran DPP, Rakor Tiga Pilar diharapkan mampu melahirkan energi baru bagi perjalanan organisasi PDI Perjuangan di Sulawesi Utara.

Lebih dari sekadar konsolidasi, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempertegas bahwa kekuatan partai harus berjalan beriringan dengan keberpihakan kepada rakyat, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterbukaan terhadap munculnya generasi pemimpin muda. (***) 

Belum Ada Orang Seperti Joune Ganda, Pimpin PSSI Sulut Dengan Cara Seperti Ini!!

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Memasuki masa transisi dan menjelang pelaksanaan Kongres PSSI Sulawesi Utara, harapan terhadap hadirnya figur yang memiliki kapasitas, kepedulian serta kemampuan manajerial dalam membangun sepak bola daerah semakin menguat.

Salah satu pelaku sepak bola Sulawesi Utara, Hamdan Paneo, menilai Joune Ganda merupakan sosok yang layak mendapat perhatian serius dalam bursa calon Ketua PSSI Sulawesi Utara.

Saat diwawancarai, Hamdan mengatakan bahwa dunia sepak bola Sulawesi Utara membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami olahraga dari sisi teknis, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap keberlangsungan berbagai program pembinaan.

Menurutnya, Joune Ganda selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap kegiatan dan program sepak bola, terutama menyangkut pembinaan klub serta pengembangan talenta-talenta muda di Sulawesi Utara.

“Memasuki masa transisi Kongres PSSI Sulawesi Utara, saya sangat mengharapkan figur seperti Pak Joune Ganda. Beliau sangat peduli terhadap kegiatan dan program PSSI yang berjalan, terutama pembinaan klub,” ujar Hamdan.

Hamdan bahkan menggambarkan keterlibatan Joune Ganda dalam mendukung perkembangan sepak bola sebagai bentuk komitmen total football, di mana perhatian diberikan secara menyeluruh terhadap kebutuhan pembangunan sepak bola Sulawesi Utara.

Bukan hanya soal program dan kegiatan, kemampuan manajerial serta dukungan terhadap kebutuhan pembiayaan juga menjadi salah satu pertimbangan penting.

Menurut Hamdan, persoalan finansial merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari upaya membangun organisasi sepak bola yang profesional dan berkelanjutan.

“Termasuk persoalan finansial, tentu harus ada kemampuan untuk meng-cover berbagai kebutuhan kegiatan. Ini salah satu kelebihan dan kemampuan yang dimiliki Pak Joune Ganda,” katanya.

Ia menilai, dengan kapasitas, jaringan dan kemampuan manajemen yang dimiliki, Joune Ganda berpotensi membawa PSSI Sulawesi Utara ke arah yang lebih terstruktur dan produktif.

Hamdan pun menyayangkan apabila figur seperti Joune Ganda tidak mendapat perhatian dalam dinamika pemilihan Ketua PSSI Sulawesi Utara.

“Sangat disayangkan kalau figur seperti Pak Joune Ganda tidak diperhatikan. Menurut saya, beliau punya kemampuan untuk me-manage semua ini. Belum tentu mudah menemukan figur dengan kapasitas seperti beliau untuk PSSI Sulawesi Utara,” tegasnya.

Harapan Hamdan cukup jelas. Ia menginginkan Joune Ganda dapat tampil dan mendapat kesempatan memimpin PSSI Sulawesi Utara, dengan orientasi utama memperkuat pembinaan, memperbanyak kegiatan sepak bola serta membuka ruang yang lebih besar bagi klub dan generasi muda.

“Harapan saya, Pak Joune Ganda bisa menjadi Ketua PSSI Sulawesi Utara. Banyak kegiatan sepak bola yang bisa dibuat dan tentunya pembinaan harus menjadi perhatian utama,” pungkas Hamdan.

Kini, menjelang Kongres PSSI Sulawesi Utara, nama-nama kandidat mulai menjadi perhatian publik sepak bola. Dukungan terhadap figur yang dinilai memiliki kapasitas, komitmen dan kemampuan membangun organisasi pun diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah baru sepak bola Sulawesi Utara ke depan. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com