LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Dumais Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga DAS Sario Lewat RDP

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Anggota DPRD Kota Manado, Ferdinand Djeki Dumais, menyampaikan tanggapannya terkait rencana pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I dan Komisi III bersama masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Sario.

Dalam pernyataannya, Dumais menegaskan bahwa DPRD memiliki kewajiban konstitusional untuk menerima dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Hal tersebut merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 yang mengatur fungsi dan tugas DPRD dalam menjalankan peran pelayanan publik.

“DPRD bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, yakni melayani dan menerima aspirasi masyarakat serta mengawalnya demi sebesar-besarnya kepentingan masyarakat,” ujar Dumais.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa DPRD juga berperan sebagai jembatan antara berbagai pihak yang terlibat dalam persoalan DAS Sario. Peran ini dinilai penting untuk memastikan adanya koordinasi yang efektif sekaligus memperkuat arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kota Manado.

Menurutnya, upaya penyelesaian persoalan DAS Sario tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pihak terkait telah menyatakan komitmen untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan tersebut.

“Beberapa pihak yang terlibat dalam penanganan DAS Sario telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini. DPRD akan terus mengawal agar komitmen tersebut benar-benar direalisasikan,” tegasnya.

RDP yang direncanakan tersebut diharapkan menjadi forum strategis dalam merumuskan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di kawasan DAS Sario, khususnya terkait potensi risiko banjir dan dampak lingkungan lainnya. (***) 

Komunitas DAS Sario Desak Kepastian Penyelesaian Banjir, RDP Tertunda Diminta Segera Dijadwalkan Ulang

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Komunitas Daerah Aliran Sungai (DAS) Sario menyampaikan harapan sekaligus desakan kepada DPRD Kota Manado untuk segera memastikan penyelesaian persoalan banjir yang berdampak pada warga di kawasan DAS Sario. Penundaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang semula dijadwalkan pada 4 Mei 2026 dinilai tidak boleh menghambat upaya penanganan masalah yang telah lama dirasakan masyarakat.

RDP tersebut sebelumnya diagendakan sebagai forum resmi untuk menyalurkan aspirasi warga, yang diperjuangkan oleh Ferdinand Dumais, selaku personel Komisi I DPRD Kota Manado sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, bersama jajaran Komisi I dan komisi terkait lainnya. Komunitas DAS Sario menyampaikan apresiasi atas langkah dan upaya yang telah ditempuh para legislator tersebut dalam mengawal persoalan warga.

Namun, pelaksanaan RDP harus ditunda karena masih diperlukan koordinasi lintas komisi, khususnya dengan Komisi III, guna memastikan pembahasan berjalan komprehensif dan melibatkan seluruh pihak terkait.

Dalam forum yang direncanakan itu, Komunitas DAS Sario akan diwakili oleh Koordinator Suryanto Makalalag, bersama Harce Sumolang dan Steven Pangkey.

Komunitas menegaskan bahwa penundaan tersebut diharapkan tidak berdampak pada kepastian hukum serta tidak merugikan masyarakat yang terdampak banjir. Selain itu, mereka mengingatkan pentingnya menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan.

“Oleh karena itu, kami meminta agar RDP segera dijadwalkan kembali dengan memastikan kehadiran seluruh pihak terkait, guna menjamin penyelesaian yang jelas, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” demikian pernyataan Komunitas DAS Sario.

Komunitas juga menyatakan tetap menghargai langkah-langkah progresif yang telah dilakukan oleh Komisi I dan komisi lainnya di DPRD Kota Manado. Mereka berharap lembaga legislatif tersebut dapat terus mengawal dan mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), Balai Sungai, serta perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Manado.

Dengan adanya sinergi antar lembaga dan komitmen bersama, masyarakat DAS Sario berharap persoalan banjir yang selama ini menjadi ancaman dapat segera menemukan solusi yang konkret dan berkelanjutan. (***) 

Wagub Victor Mailangkay Saksikan Sabut Kelapa Desa Kapitu Tembus Pasar China

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Wakil Gubernur Victor Mailangkay menyaksikan langsung pelepasan dua kontainer produk olahan sabut kelapa dari Desa Kapitu yang resmi diberangkatkan menuju Guangzhou, China, dalam sebuah momentum yang menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa dan potensi ekspor daerah.

Mewakili Gubernur Yulius Selvanus Komaling, kehadiran Wagub Victor Mailangkay menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong produk-produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Di lokasi kegiatan, tumpukan sabut kelapa yang dahulu kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, kini berubah menjadi komoditas bernilai tinggi. Melalui proses pengolahan dan kerja keras masyarakat setempat, bahan sederhana itu berhasil menembus pasar global.

Peristiwa ini bukan hanya tentang ekspor dua kontainer semata, tetapi juga tentang ketekunan warga desa, semangat pelaku usaha lokal, serta harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan Desa Kapitu menjadi bukti bahwa kekuatan Sulawesi Utara lahir dari desa-desa yang terus bergerak, masyarakat yang tidak pernah berhenti mencoba, dan potensi besar yang terus berkembang.

Diharapkan, pelepasan ekspor ini menjadi awal dari semakin banyak kisah sukses serupa dari daerah-daerah di Sulawesi Utara, yang mampu membawa produk lokal menembus pasar dunia. (***) 

2025 PSSI Pusat Belum Beri Subsidi Hanya Tahun 2024 PSSI Pusat Beri Subsidi 350jt Untuk Sulut,Demi Sepak Bola Sulut Joune Ganda Keluarkan Anggaran 800jt

Tidak ada komentar


Expressindonews--Kebangkitan sepak bola di Sulawesi Utara dalam beberapa tahun terakhir tak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Joune Ganda di tubuh PSSI Provinsi Sulawesi Utara.

Di tengah berbagai tantangan pembinaan dan keterbatasan anggaran, geliat kompetisi serta perhatian terhadap pengembangan pemain muda mulai menunjukkan arah yang lebih positif.

Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa setiap Asosiasi Provinsi menerima dukungan dana dari PSSI Pusat sebesar kurang lebih Rp500 juta per tahun. Tapi di tahun 2024 PSSI Hanya Memberika 350jt,Namun, angka tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan operasional, kompetisi, hingga pembinaan berjenjang di daerah.

Di sinilah peran kepemimpinan menjadi krusial.

Di bawah komando Joune Ganda, PSSI Sulawesi Utara tidak hanya mengandalkan bantuan pusat.

Ia bahkan menunjukkan komitmen nyata dengan mengorbankan dana pribadinya demi menjaga roda organisasi tetap berjalan. Total pengeluaran PSSI Sulut tercatat mencapai lebih dari Rp800 juta, angka yang melampaui subsidi tahunan dari pusat. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp450 juta lebih merupakan kontribusi pribadi Joune Ganda, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh pimpinan organisasi olahraga di tingkat daerah.

Transparansi penggunaan anggaran itu turut dipaparkan secara terbuka dalam Kongres Tahunan PSSI Sulut yang digelar pada 19 November 2025 di Hotel Sentra Minahasa Utara. Dalam forum tersebut, Sekretaris PSSI Sulut saat itu, Vendry Rorimpandey, mempresentasikan laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2024 secara rinci di hadapan para anggota (voters), disaksikan utusan PSSI Pusat serta perwakilan KONI Sulawesi Utara.

Paparan tersebut memperlihatkan bahwa total pengeluaran organisasi mencapai lebih dari Rp800 juta dan belum termasuk anggaran untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Fakta ini menegaskan adanya selisih signifikan antara dana subsidi pusat dan kebutuhan riil di daerah, yang kemudian ditutupi oleh komitmen internal, termasuk kontribusi langsung dari ketua.

Sejumlah anggota PSSI Sulut menilai, langkah Joune Ganda bukan perkara mudah. Tidak banyak pimpinan organisasi yang bersedia mengeluarkan dana pribadi hingga ratusan juta rupiah demi keberlangsungan dan kemajuan sepak bola daerah.

 Kepedulian ini dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mendorong bangkitnya semangat kompetisi dan pembinaan di Sulawesi Utara.

Dampak dari kepemimpinan tersebut mulai terasa, baik dari meningkatnya aktivitas kompetisi lokal, perhatian terhadap talenta muda, hingga kepercayaan publik terhadap organisasi.

Meski masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, fondasi yang dibangun saat ini dinilai cukup kuat untuk membawa sepak bola Sulut ke arah yang lebih baik.

Tak heran jika dukungan terhadap Joune Ganda untuk kembali memimpin PSSI Sulut terus menguat. Bahkan, sekitar 90 persen anggota atau voters disebut masih menginginkan dirinya melanjutkan kepemimpinan, dengan harapan kesinambungan program dan kemajuan yang telah dirintis dapat terus berlanjut.

Pertanyaan pun mengemuka di kalangan pecinta sepak bola Sulawesi Utara: adakah sosok lain yang memiliki komitmen, pengorbanan, dan kepedulian serupa demi kemajuan sepak bola daerah? Waktu yang akan menjawab, namun yang pasti, standar kepemimpinan telah diletakkan cukup tinggi.



*****

Andrew Palit Soroti Tempat Pembuangan Sampah Ilegal, Minta DLH dan Kecamatan Bergerak Serius

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Persoalan sampah di Kota Manado kembali mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Kota Manado, Personil Komisi II, Andrew Ignatius Palit. Legislator dari Fraksi PDI-Perjuangan itu mengkritisi kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado bersama seluruh pemerintah kecamatan terkait penanganan sampah, khususnya di kawasan lorong dan permukiman warga.

Menurut Palit, penanganan sampah di jalan-jalan utama dan ruas umum saat ini sudah menunjukkan progres yang cukup baik. Pengangkutan sampah di titik-titik utama dinilai berjalan lebih tertata dibanding sebelumnya. Namun, kondisi berbeda justru masih ditemukan di lorong-lorong serta kawasan padat penduduk.

“Untuk sampah yang berada di jalan umum saya melihat sudah cukup baik penanganannya. Tetapi yang menjadi persoalan serius saat ini adalah di lorong-lorong. Masih banyak ditemukan titik pembuangan sampah ilegal yang dibiarkan,” tegas Palit.

Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele, sebab tumpukan sampah liar di lorong dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari bau tak sedap, saluran air tersumbat, hingga memicu banjir saat hujan deras mengguyur Kota Manado.

Palit menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya terfokus di jalan protokol atau pusat kota semata. Pemerintah, kata dia, harus memastikan kebersihan menjangkau seluruh wilayah hingga ke lingkungan terkecil.

“Jangan hanya jalan utama yang bersih, tapi di belakang permukiman justru penuh sampah. Kota yang bersih harus dimulai dari lorong-lorong, dari lingkungan warga sendiri,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado bersama jajaran kecamatan, kelurahan, hingga perangkat lingkungan untuk lebih aktif melakukan pengawasan serta penertiban titik-titik pembuangan liar. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar budaya buang sampah sembarangan bisa dihilangkan.

Sebagai wakil rakyat, Palit memastikan akan terus mengawal persoalan kebersihan kota agar menjadi perhatian serius pemerintah. Ia berharap sinergi antara instansi terkait dan masyarakat dapat menghadirkan Manado yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga. (***) 

Gerald Kalangit, Pengusaha Muda Nahkodai TIDAR Sitaro Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Pemerintah

Tidak ada komentar

 




EXPRESSINDONEWS-- SOSOK Gerald Kalangit kembali menjadi perhatian publik setelah dipercaya memimpin Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Figur muda yang dikenal sebagai pengusaha ini dinilai membawa energi baru dalam pergerakan organisasi kepemudaan di daerah kepulauan tersebut.

Dengan latar belakang sebagai entrepreneur muda, Gerald dikenal aktif membangun usaha secara mandiri serta memiliki jaringan yang luas di kalangan generasi muda dan pelaku usaha. Pengalaman itu disebut menjadi modal penting dalam memimpin organisasi yang berorientasi pada kaderisasi, pemberdayaan pemuda, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Usai menerima amanah sebagai Ketua PC TIDAR Sitaro, Gerald menegaskan komitmennya untuk menjadikan organisasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, TIDAR harus hadir bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan menjadi kekuatan produktif yang mampu menjembatani aspirasi masyarakat dengan program pembangunan.

“Sebagai Ketua PC TIDAR Sitaro, saya siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sitaro. Kami akan mengawal seluruh program pemerintah, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Gerald.

Ia juga menegaskan bahwa TIDAR Sitaro akan berdiri di garis depan dalam membantu masyarakat, terutama dalam isu kepemudaan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan. Menurutnya, anak muda harus mengambil peran nyata dan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah.

Selain dikenal sebagai pengusaha muda, Gerald dipandang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat serta kemampuan membangun komunikasi lintas sektor. Hal itu membuat banyak pihak optimistis TIDAR Sitaro di bawah kepemimpinannya mampu berkembang lebih progresif dan berdampak nyata.

Menanggapi berbagai tuduhan maupun isu yang sempat diarahkan kepadanya, Gerald memilih merespons secara elegan. Ia menegaskan bahwa dirinya lebih memilih fokus bekerja dan membuktikan kapasitas melalui tindakan nyata dibanding terjebak dalam polemik yang tidak produktif.

“Bagi saya, jawaban terbaik atas setiap tudingan adalah kerja nyata. Saya ingin membuktikan lewat pengabdian, bukan lewat perdebatan,” tegasnya.

Dengan semangat muda, pengalaman usaha, dan komitmen terhadap masyarakat, Gerald Kalangit kini membawa harapan baru bagi TIDAR Sitaro untuk tampil sebagai organisasi pemuda yang solid, progresif, dan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan daerah. (***) 

Dinas Kesehatan Manado Paparkan Tren Positif, Angka Kematian Ibu dan Anak Terus Menurun

Tidak ada komentar

 




EXPRESSINDONEWS-- Kinerja Dinas Kesehatan Kota Manado dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak mulai menunjukkan hasil positif. Dalam beberapa tahun terakhir, angka kematian ibu dan anak di Kota Manado tercatat mengalami tren penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado, Boby Kereh menjelaskan, untuk kasus kematian ibu pada tahun 2025 tercatat sebanyak dua orang. Angka tersebut stabil dibanding tahun 2024, dan jauh menurun jika dibandingkan tahun 2022 maupun 2023 yang masing-masing mencatat enam kasus.

“Data ini menunjukkan adanya tren penurunan angka kematian ibu di Kota Manado dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Boby Kereh saat diwawancarai, Senin (27/4), di kompleks Kantor DPRD Kota Manado.

Sementara itu, angka kematian bayi juga mulai menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 20 kasus, kemudian meningkat menjadi 32 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 31 kasus pada 2025.

Menurut Boby, berbagai langkah strategis terus dilakukan pihaknya untuk menekan angka kematian ibu, bayi, maupun balita. Salah satunya melalui proses screening atau deteksi dini terhadap ibu hamil dan bayi berisiko.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin terus dioptimalkan melalui jaringan Puskesmas di seluruh wilayah Kota Manado. Program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesehatan ibu dan anak juga dilakukan secara berkelanjutan.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Kota Manado juga rutin melakukan pemeriksaan penyakit menular serta pengawasan ketat terhadap potensi penularan penyakit antara ibu dan bayi.

Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan berharap tren penurunan angka kematian ibu dan anak di Kota Manado dapat terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan di tingkat dasar. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com