LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Hence Madellu Tegaskan Pengabdian untuk Sitaro, Siap Besarkan PSI dan Bidik Target Politik Strategis

Tidak ada komentar

 


EXPRESSIDONEWS-- Calon Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Hence Madellu, menegaskan komitmennya untuk mengabdikan diri dan berkarya bagi daerah asalnya melalui jalur politik bersama PSI.

Hence Madelu yang resmi bergabung dengan PSI pada tahun 2025 ini menyampaikan bahwa pilihannya berlabuh ke PSI bukan tanpa alasan. Menurutnya, PSI merupakan partai yang memiliki visi dan misi terbuka, progresif, serta tidak membatasi ruang pengabdian berdasarkan latar belakang profesi, sejalan dengan semboyan PSI sebagai partai yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan.

“Saya melihat PSI sebagai partai yang sangat terbuka, tidak memandang profesi, tidak memiliki keterkaitan kepentingan lain, dan memberi ruang luas bagi siapa saja yang ingin mengabdi secara tulus. Inilah yang mendorong saya masuk politik dan langsung memilih PSI,” ujar Hence.

Sebagai warga asli Sitaro, Hence menegaskan bahwa keterlibatannya di dunia politik murni dilandasi semangat pengabdian untuk membangun daerah. Ia ingin membawa energi baru, gagasan segar, serta semangat kerja nyata demi kemajuan Sitaro.

“Pengabdian saya sepenuhnya untuk Sitaro. Saya ingin berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di tanah kelahiran saya,” tegasnya.

Dalam target politik ke depan, Hence Madelu menyampaikan bahwa PSI Sitaro memiliki cita-cita besar. Selain membesarkan struktur dan basis elektoral partai di seluruh wilayah Sitaro, PSI juga menargetkan posisi strategis dalam pemerintahan daerah.

“Cita-cita kami jelas, PSI harus menjadi partai besar di Sitaro. Target kita adalah mengikuti instruksi partai untuk menyiapkan kader terbaik menuju kontestasi Bupati Sitaro, dan tentu juga menempatkan kader PSI sebagai pimpinan DPRD. Ini adalah target bersama yang akan diperjuangkan secara kolektif,” ungkapnya.

Sejalan dengan visi-misi PSI Pusat, Hence menegaskan bahwa seluruh kader PSI di tingkat kabupaten/kota wajib menjalankan agenda besar partai, antara lain memperkuat politik bersih dan transparan, mendorong tata kelola pemerintahan yang anti-korupsi, memperjuangkan keadilan sosial, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada generasi muda, UMKM, dan kelompok rentan.

PSI juga menekankan pentingnya kerja nyata di tengah masyarakat, membangun kaderisasi berbasis meritokrasi, serta memperkuat kehadiran partai sebagai solusi atas persoalan-persoalan lokal di setiap daerah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Di luar aktivitas politik, Hence Madelu saat ini juga diketahui masih aktif bergelut di MBG, khususnya pada bagian ekspedisi, yang semakin memperkuat pengalamannya dalam kerja lapangan, manajemen, serta koordinasi lintas sektor. Pengalaman tersebut diyakini menjadi modal penting dalam menjalankan roda organisasi dan konsolidasi PSI di Sitaro.

Dengan semangat pengabdian, visi yang jelas, serta komitmen membesarkan partai, Hence Madelu optimistis PSI Sitaro akan tumbuh menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan dan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Sitaro. (***) 

Tommy Daud Parasan Apresiasi Polresta Manado Tangani Tarkam, Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Tidak ada komentar

 


Foto Kolase :Tommy Parasan (kiri) Kapolresta Manado (Tengah) Kasat Reskrim (Kanan) 

EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Tommy Daud Parasan, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado, khususnya kepada Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid serta Kasat Reskrim AKP Elwin Kristanto, atas langkah cepat dan tegas dalam menangani berbagai insiden tawuran antar kampung (tarkam) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Manado.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Manado yang juga bermitra dengan Pihak Kepolisian itu menilai kehadiran langsung pimpinan Polresta bersama jajaran di lokasi-lokasi rawan menjadi bukti nyata keseriusan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Langkah cepat Kapolresta Manado bersama Kasat Reskrim dan seluruh jajaran patut diapresiasi. Kehadiran langsung di lapangan, termasuk memberikan imbauan kepada masyarakat serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, menunjukkan komitmen kuat Polri dalam meredam potensi konflik,” ujar Anggota Fraksi Gerindra kepada media ini. 

Diketahui, dalam beberapa hari terakhir Kota Manado sempat diwarnai aksi tarkam di sejumlah titik, di antaranya wilayah Sindulang antar lingkungan, Ternate Baru–Ketang Baru, Wonasa, Ternate Tanjung, hingga Karombasan. Sejumlah lokasi tersebut bahkan didatangi langsung Kapolresta Manado dan Kasat Reskrim untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keamanan.

Meski demikian, Tommy menegaskan bahwa upaya pencegahan konflik sosial tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak kepolisian semata. Menurutnya, Pemerintah Kota Manado harus turut ambil bagian secara aktif dan berkelanjutan.

“Penanganan masalah sosial seperti tarkam ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Polresta Manado. Pemkot Manado harus hadir dan bekerja bersama. Peran pemerintah sangat penting, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga ketua lingkungan yang sehari-hari hidup dan mengenal langsung masyarakat di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.

Tommy menilai sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Dengan koordinasi yang kuat, potensi konflik dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

Sebagai Ketua PD Tunas Indonesia Raya (Tidar) Sulawesi Utara, organisasi kepemudaan Partai Gerindra, Tommy Parasan juga mengajak generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi dan menjadikan perdamaian sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemuda harus menjadi pelopor persatuan, bukan justru terjebak dalam konflik yang merugikan masa depan. Tidar Sulawesi Utara siap bersinergi dengan pemerintah, kepolisian, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan cinta damai,” ungkapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar kolaborasi lintas sektor terus diperkuat demi menjaga Kota Manado tetap aman, damai, dan kondusif, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik tanpa rasa takut maupun kekhawatiran. (Laks) 

Peduli Masa Depan Generasi Muda, Florence Panungkelan Desak Dispora Lebih Proaktif

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Florence Panungkelan, menaruh perhatian serius terhadap pemberdayaan generasi muda di daerah ini. Ia menegaskan pentingnya peran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dalam menghadirkan program-program konkret yang mampu menjawab persoalan pengangguran di kalangan pemuda.

Florence menilai, hingga kini masih banyak anak muda di Kota Manado yang belum terserap dalam dunia kerja maupun kegiatan produktif. Hal tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah, khususnya Dispora, melalui perencanaan program yang tepat sasaran.

Dalam agenda hearing bersama Komisi IV DPRD Kota Manado, politisi PDI Perjuangan itu secara khusus mempertanyakan langkah dan strategi Dispora dalam menyiapkan program pemberdayaan bagi pemuda yang belum memiliki pekerjaan.

“Saya menaruh fokus besar pada isu kepemudaan. Faktanya, masih banyak pemuda yang menganggur. Karena itu saya ingin tahu, program apa saja yang disiapkan Dispora untuk menjawab persoalan ini,” ungkap Florence.

Ia menambahkan, kejelasan program pemerintah sangat penting agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat, terutama saat dirinya turun langsung ke lapangan dalam kegiatan reses maupun penyerapan aspirasi.

“Kalau programnya jelas, itu bisa kami sampaikan ke masyarakat. Banyak pemuda sebenarnya punya potensi dan bakat, hanya saja belum didukung fasilitas atau wadah yang memadai,” jelasnya.

Menurut Florence, program kepemudaan yang dirancang dengan baik tidak hanya menjadi sarana pengembangan diri, tetapi juga dapat berkontribusi menekan angka pengangguran di Kota Manado.

Ia mencontohkan, masih banyak pemuda yang memiliki kemampuan di bidang olahraga maupun keterampilan lain, namun tidak berkembang karena minimnya program pembinaan yang berkelanjutan.

“Bayangkan ada pemuda yang punya bakat, tapi tidak ada program pengembangan. Akhirnya potensi itu terhenti begitu saja. Ini yang harus kita cegah,” tuturnya.

Untuk itu, Florence mendorong agar Dispora Kota Manado ke depan lebih aktif memperbanyak dan memperluas program kepemudaan yang mampu menjadi wadah pengembangan bakat, minat, serta keterampilan generasi muda, agar mereka dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing. (***) 

Rukun Nusa Utara Jemaat GMIM Sion Ranomut Gelar Ibadah Syukur Tulude 2026

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Rukun Nusa Utara Jemaat GMIM Sion Ranomut, Kota Manado, menggelar Ibadah Syukur Tulude sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam mengawali Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (7/2/2026) di Gedung Gereja GMIM Sion Ranomut dan dihadiri ratusan warga jemaat serta masyarakat Nusa Utara.

Perayaan Tulude tahun ini dirangkaikan dalam dua agenda utama, yakni prosesi adat dan ibadah syukur, yang mencerminkan kuatnya harmoni antara iman Kristen dan nilai-nilai budaya Nusa Utara.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 14.00 WITA dengan prosesi adat Kue Tamo. Upacara ini ditandai dengan pemotongan Kue Tamo sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan berkat Tuhan sepanjang tahun yang baru. Prosesi adat berlangsung meriah dengan iringan Musik Bambu dari Koha Tateli serta penampilan Group Masamper ST25 yang menambah semarak suasana.

Dalam momentum tersebut, Ketua Rukun Nusa Utara juga melakukan pemasangan Poporong kepada Pemerintah Kota Manado yang diwakili oleh Camat Paal Dua, Franky Mantis, SE, Par, MM. Prosesi ini disaksikan langsung oleh seluruh undangan dan masyarakat yang hadir sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan.

Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Syukur Tulude di dalam gereja yang dipimpin oleh Pdt. Alfrets Daleno, M.Pd.K. Ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan, menggunakan liturgi dua bahasa sebagai cerminan kekayaan iman dan budaya warga Nusa Utara.

Turut hadir dalam ibadah ini unsur Kepolisian dari Polsek Tikala yang diwakili oleh Wakapolsek Ipda Axel Pelongan, serta sejumlah undangan dari berbagai wilayah Nusa Utara.

Dalam khotbahnya, Pdt. Alfrets Daleno menekankan bahwa Tulude bukan sekadar tradisi budaya, melainkan warisan leluhur yang sarat dengan nilai rohani, khususnya dalam membangun rasa syukur, kerendahan hati, dan ketergantungan kepada Tuhan.

Suasana ibadah semakin hidup saat Group Masamper ST25 mengiringi prosesi manaikan Kue Tamo dengan lagu-lagu khas Nusa Utara yang menggugah semangat kebersamaan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Paal Dua, Franky Mantis, yang menyampaikan bahwa perayaan Tulude merupakan ekspresi syukur masyarakat Nusa Utara sekaligus sarana mempererat kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sion Ranomut, Pdt. Meike Takasenseran, S.Th. Ia menegaskan bahwa tradisi Tulude menjadi pengingat akan kasih Tuhan yang senantiasa menjaga, merawat, dan melindungi umat-Nya. Menurutnya, perayaan ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat hidup rukun dalam nilai “baku-baku bae, baku-baku tolong”. Ia menambahkan, ke depan tradisi Tulude direncanakan akan ditetapkan sebagai bagian dari hari-hari raya gerejawi di Jemaat GMIM Sion Ranomut.

Rangkaian Ibadah Syukur Tulude ditutup dengan Masamper bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pesta rakyat. Seluruh rangkaian kebersamaan ini disiapkan oleh jemaat dengan iringan musik bambu, sebagai simbol sukacita, persaudaraan, dan kekompakan antara gereja dan masyarakat. (***)

Dugaan Penggelapan Pajak dan Penahanan Ijazah Karyawan di Altitude, DPRD–Pemkot Manado Diminta Turun Lapangan

Tidak ada komentar

Foto: Istimewa



EXPRESSIDONEWS-- Dugaan serius mencuat di balik operasional salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Manado. Praktik yang disinyalir merugikan daerah dan mencederai hak-hak pekerja ini kini menjadi sorotan publik, sekaligus memunculkan desakan agar DPRD dan Pemerintah Kota Manado tidak hanya berdiam diri, tetapi segera turun langsung ke lapangan.

Indikasi dugaan penggelapan pajak hiburan mengemuka setelah ditemukan fakta bahwa pajak hiburan yang dibebankan kepada konsumen melalui sistem tagihan (bill) diduga tidak disetorkan ke kas Pemerintah Kota Manado dalam kurun waktu yang cukup lama. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik.

Tak berhenti pada persoalan pajak, dugaan pelanggaran ketenagakerjaan pun ikut terkuak. Sejumlah mantan karyawan mengungkapkan adanya penahanan gaji selama lebih dari satu bulan, bahkan hingga satu setengah bulan. Ironisnya, pungutan tax dan service charge tetap tercantum dalam setiap transaksi konsumen, namun para pekerja mengaku tidak pernah menerima hak service charge sejak tempat hiburan tersebut beroperasi.

“Gaji kami tidak dibayar satu bulan setengah. Di bill jelas ada tax dan service, tapi sejak awal buka kami tidak pernah terima uang service,” ungkap salah satu mantan karyawan.

Pengakuan lain datang dari mantan karyawan perempuan yang memilih mengundurkan diri karena merasa tertekan. Ia mengaku hingga kini ijazah aslinya masih ditahan oleh pihak manajemen, meski statusnya sudah tidak lagi bekerja.

“Saya sudah resign, tapi ijazah saya belum dikembalikan sampai sekarang. Bukan cuma saya, ada juga teman-teman lain,” tuturnya. Demi alasan keamanan, ia meminta identitasnya dirahasiakan.

Perempuan tersebut juga mengaku telah menempuh jalur resmi dengan melaporkan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan ke Pusat Layanan Pengaduan Kementerian Ketenagakerjaan (LAPOR MENAKER) pada 16 Desember 2025, lengkap dengan kronologi kejadian serta lima bukti pendukung. Meski laporan tersebut telah direspons, penanganannya disebut masih dilempar kembali ke tingkat daerah tanpa kejelasan tindak lanjut.

“Kalau tidak ada bukti, saya tidak mungkin berani melapor. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujarnya dengan nada kecewa.

Dilansid dari Pronews5.com penelusuran langsung di lokasi menunjukkan tempat hiburan tersebut masih beroperasi normal pada malam hari, dengan pungutan pajak dan service charge tetap tercantum dalam setiap transaksi pengunjung. Namun saat upaya konfirmasi lanjutan dilakukan pada siang hari, lokasi tampak tertutup dan tidak ada pihak manajemen yang dapat dimintai keterangan. Warga sekitar menyebutkan tempat tersebut biasanya baru dibuka pada sore hingga malam hari.

Rangkaian dugaan penggelapan pajak hiburan, penahanan gaji, hingga penahanan ijazah karyawan ini memunculkan tanda tanya besar terkait fungsi pengawasan pemerintah daerah. Publik mempertanyakan mengapa dugaan yang telah beredar luas ini belum ditindaklanjuti secara serius.

Masyarakat kini mendesak DPRD Kota Manado dan Pemerintah Kota Manado agar tidak bersikap pasif. Turun langsung ke lapangan dinilai penting untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut sekaligus menjaga kepercayaan publik. Jika terbukti, kasus ini bukan hanya melanggar aturan perpajakan daerah, tetapi juga berpotensi melanggar undang-undang ketenagakerjaan.

Langkah tegas dari instansi terkait, mulai dari Badan Pendapatan Daerah, Dinas Ketenagakerjaan, hingga aparat penegak hukum, kini dinanti publik. Pembiaran berlarut-larut hanya akan memperbesar kecurigaan masyarakat dan mencederai rasa keadilan. (***) 

Ferdinand Djeki Dumais: Gerindra Ekosistem Politik Lengkap, Siap Kawal Amanat Rakyat dan 4 Pilar Kebangsaan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-18 menjadi momentum refleksi dan peneguhan komitmen perjuangan bagi seluruh kader Partai Gerakan Indonesia Raya. Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kota Manado, Ferdinand Djeki Dumais, S.Th., personel Komisi I sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Manado.

Menurut Dumais, Partai Gerindra bukan sekadar partai politik, melainkan telah menjelma sebagai ekosistem politik yang lengkap dan menjadi platform perjuangan bersama bagi kaum nasionalis dan religius di Indonesia.

“Gerindra lahir dari intensi yang luhur dan komitmen yang kuat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan serta memperjuangkan kemandirian bangsa. Inilah yang membuat Gerindra terus relevan dan dibutuhkan oleh rakyat Indonesia,” ujar Dumais, Sabtu (6/2).

Ia menegaskan, dalam perjalanannya selama 18 tahun sejak didirikan pada 6 Februari 2008, Gerindra telah menjadi aset besar bangsa Indonesia. Banyak kader Gerindra, lanjutnya, telah mengambil peran strategis dalam membangun dan memperkuat sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih jauh, Dumais menilai kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, telah membawa Gerindra ke level yang lebih tinggi sebagai kekuatan nasional.

“Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang matang secara kepemimpinan. Beliau telah mengendorse Gerindra bukan hanya sebagai partai politik yang kuat, tetapi sebagai tiang bangsa. Artinya, Gerindra bersama kekuatan politik lainnya selalu siap mengawal perjalanan bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas,” tegasnya.

Ia menambahkan, Partai Gerindra berkomitmen penuh untuk memanifestasikan dan melaksanakan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam momentum HUT ke-18 ini, Dumais menegaskan bahwa Gerindra akan terus konsisten melaksanakan amanat rakyat, memperkuat demokrasi sebagai sendi kehidupan bernegara, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal.

“Tujuan besar kita adalah mewujudkan kecerdasan bangsa dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Secara khusus, Dumais juga menyampaikan komitmennya bersama Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Yulius Selvanus Komaling (YSK) sebagai Ketua DPD Gerindra Sulawesi Utara, dan Louis Carl Schramm sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Manado.

“Saya pribadi bersama Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado selalu siap melaksanakan sumpah kader partai dan berpihak kepada rakyat Kota Manado. Ini adalah kewajiban ideologis dan moral kami sebagai kader Gerindra,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ferdinand Djeki Dumais menyampaikan ucapan selamat dan doa bagi Partai Gerindra di usia ke-18 tahun.

“Selamat HUT Partai Gerindra ke-18. Tuhan memberkati Partai Gerindra, seluruh pengurus DPP, DPD, DPC, PAC hingga ranting. Makin Indonesia, makin Gerindra, dan makin berdampak bagi bangsa, negara, serta rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Manado,” pungkasnya. (***) 

Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Advokat KAI Digelar di Pengadilan Tinggi Manado

Tidak ada komentar


 MANADO — Pengadilan Tinggi Manado menggelar sidang terbuka dengan agenda pengambilan sumpah/janji advokat bagi anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI) wilayah hukum Pengadilan Tinggi Manado, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang sidang Pengadilan Tinggi Manado tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Amin Sutikno, S.H., M.H., yang secara resmi mengambil sumpah para advokat baru.

Prosesi sakral ini turut dihadiri jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Sulawesi Utara, yakni Arisdo Fernando Silalahi, S.H. selaku Ketua Presidium DPD KAI Sulut, Anatje Agustina Padang, S.H. Presidium, Andref Supratman Papudo, S.H. Presidium, Sachlan Kurusi, S.H. Sekretaris, serta Jerry Ransun, S.H. Bendahara.

Adapun advokat yang diambil sumpah/janjinya pada kesempatan tersebut adalah:

Claudia Soleman, S.H.

Anisa Jihan Tumiwa, S.H.

Aswar, S.H.

Irvin Kurniawan Biki, S.H.

Ferry Fransiskus Pioh, S.H.

Dalam prosesi pengambilan sumpah, para advokat menyatakan komitmennya untuk menjalankan profesi dengan menjunjung tinggi hukum, keadilan, serta kode etik advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Amin Sutikno, dalam arahannya menegaskan bahwa sumpah advokat bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan hukum yang harus dipegang teguh sepanjang menjalankan profesi.

Sementara itu, Ketua Presidium DPD KAI Sulut, Arisdo Fernando Silalahi, menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Tinggi Manado atas terlaksananya sidang terbuka tersebut.

Ia berharap para advokat yang baru diambil sumpah dapat menjadi penegak hukum yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam penegakan hukum di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para advokat baru untuk secara resmi menjalankan tugas profesinya di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Manado, sekaligus memperkuat peran advokat sebagai salah satu pilar penegakan hukum di Indonesia.

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com