LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Franko Wangko: Festival Bung Karno Manado 2026 Hadir Lebih Meriah, Libatkan Ribuan Peserta dari Berbagai Kalangan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan kembali digaungkan melalui pelaksanaan Festival Bung Karno Manado (FBKM) 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival yang digagas Pemerintah Kota Manado ini dipersiapkan dengan konsep yang lebih beragam guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Panitia FBKM 2026, Franko Wangko, mengungkapkan bahwa festival tersebut bukan sekadar agenda seremonial memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan generasi muda, komunitas, serta masyarakat dalam semangat persatuan.

“Festival ini telah menjadi bagian dari agenda tahunan yang selalu mendapat sambutan luar biasa. Karena itu, tahun ini kami menghadirkan lebih banyak kegiatan yang dapat diikuti berbagai kalangan,” ujar Franko Wangko.

Salah satu kegiatan unggulan yang kembali menjadi magnet utama adalah Bung Karno Run 2026. Ajang lari yang dikenal sebagai salah satu event terbesar di Kota Manado tersebut dipastikan diikuti sekitar 1.500 peserta dengan dukungan delapan komunitas lari yang turut berpartisipasi menyukseskan pelaksanaannya.

Menurut Franko, tingginya minat masyarakat terhadap Bung Karno Run menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media efektif dalam membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat.

Selain itu, FBKM 2026 juga menghadirkan inovasi baru melalui Boxing Competition, yang untuk pertama kalinya dimasukkan dalam rangkaian perlombaan. Kehadiran cabang olahraga tinju ini diproyeksikan menjadi salah satu atraksi yang menyedot perhatian peserta maupun penonton.

Beragam kompetisi lainnya turut melengkapi kemeriahan festival, mulai dari Dance Competition, Mobile Legends Competition, Beyblade Competition, Lomba Pidato, Lomba Menggambar, hingga Lomba Pembacaan Dedication of Life.

Franko menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada hiburan dan prestasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat perjuangan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

“Melalui Festival Bung Karno Manado, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami nilai perjuangan, nasionalisme, serta semangat persatuan yang menjadi warisan Bung Karno. Harapannya, nilai-nilai itu dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Franko.

Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, Festival Bung Karno Manado 2026 diharapkan kembali menjadi perayaan kebangsaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat rasa persaudaraan dan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. (***) 

Sri Nanda Lamadau: Penanganan Tawuran dan Penikaman di Manado Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Maraknya kasus penikaman dan tawuran yang belakangan terjadi di Kota Manado mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Manado, Sri Nanda Lamadau. Politisi Partai NasDem yang juga personel Komisi I itu menegaskan bahwa persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian.

Menurut Sri Nanda, upaya menekan angka kriminalitas membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak-anak.

"Saya merasa ini bukan hanya menjadi pekerjaan kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Jangan semua persoalan langsung dibebankan kepada penegak hukum," ujarnya.

Ia menilai pengawasan orang tua terhadap anak-anak harus diperkuat. Selain itu, pemerintah di tingkat kecamatan juga perlu lebih maksimal memanfaatkan anggaran kamtibmas yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan produktif dan positif bagi generasi muda.

"Anggaran kamtibmas yang ada di kecamatan harus dimanfaatkan dengan baik. Bisa digunakan untuk pelatihan, pembinaan, dan kegiatan positif lainnya yang dapat mengurangi potensi terjadinya tawuran maupun tindakan kriminal," katanya.

Sri Nanda juga menyoroti kemungkinan faktor sosial dan ekonomi yang turut memengaruhi meningkatnya aksi kekerasan di kalangan anak muda. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas akses lapangan pekerjaan dan memperbanyak program pemberdayaan pemuda.

"Kita tidak tahu apakah salah satu penyebabnya adalah kurangnya lapangan pekerjaan. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja harus lebih aktif melakukan sosialisasi dan menggelar kegiatan seperti job fair agar anak-anak muda memiliki kesempatan yang lebih baik," jelasnya.

Di sisi lain, ia meminta aparat kepolisian untuk terus meningkatkan pengawasan dan patroli hingga ke tingkat lingkungan terkecil selama 24 jam penuh. Menurutnya, pelaku kejahatan yang terbukti bersalah harus ditindak tegas agar menimbulkan efek jera.

"Saya berharap pengawasan kepolisian semakin ditingkatkan sampai ke bawah. Jika memang ada pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana, harus ditindak tegas agar tidak muncul anggapan bahwa kejahatan adalah hal yang biasa," tegasnya.

Sri Nanda juga mengingatkan para orang tua agar tidak langsung menyalahkan aparat ketika anak mereka berhadapan dengan hukum. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam membina dan mengarahkan generasi muda.

Menurutnya, pembinaan karakter dan mental anak-anak muda perlu menjadi perhatian serius. Ia menilai sebagian generasi muda saat ini kerap menunjukkan sikap berlebihan ketika terlibat dalam suatu kasus atau konflik, sesuatu yang menurutnya bukan contoh yang baik bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap keluarga penerima bantuan sosial apabila terbukti tidak melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang berulang kali terlibat tindakan kriminal.

"Harus ada efek jera. Orang tua juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mengawasi anak-anak mereka. Ketika ada dampak yang dirasakan keluarga, tentu akan muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan perilaku anak," katanya.

Meski demikian, Sri Nanda tetap memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang selama ini terus berupaya menjaga keamanan di Kota Manado. Namun ia berharap langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan dapat semakin diperkuat agar mampu menekan angka kejahatan yang terus meningkat.

"Saya mengapresiasi kerja kepolisian. Tetapi penindakan harus terus diperkuat agar masyarakat, khususnya para pelaku kriminal, tidak menganggap remeh hukum dan aparat penegak hukum," pungkasnya. (***) 

Rachman Kodu Usul Pola MBG Dievaluasi: SPPG Dihapus, Bantuan Sembako Langsung ke Keluarga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Rachman Kodu, menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Namun, legislator PKS dari Daerah Pemilihan Tuminting, Bunaken, dan Bunaken Kepulauan itu menilai pola pelaksanaan di lapangan perlu dievaluasi agar lebih efektif, tepat sasaran, dan tidak membebani anggaran negara.

Menurut Kodu, salah satu persoalan utama dalam implementasi MBG saat ini adalah besarnya anggaran yang terserap untuk pembangunan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan skema alternatif dengan menyalurkan bantuan bahan pokok langsung kepada keluarga penerima manfaat.

"Kami tetap mendukung penuh Program MBG. Tetapi menurut saya, pola pelaksanaannya perlu diubah. SPPG justru menjadi komponen yang menyerap anggaran sangat besar. Jika pemerintah menyalurkan sembako langsung ke rumah-rumah, kemudian siswa membawa makanan dari rumah ke sekolah, maka tujuan program tetap tercapai dengan biaya yang jauh lebih efisien," ujar Kodu.

Ia menjelaskan, dalam skema tersebut pemerintah dapat membentuk tim pemeriksa gizi yang bertugas memastikan makanan yang dibawa siswa memenuhi standar nutrisi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kontrol kualitas tetap berjalan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembangunan dapur-dapur khusus.

Kodu juga menolak usulan pemberian bantuan dalam bentuk uang tunai. Menurutnya, skema tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru dan tidak menjamin dana digunakan sesuai tujuan program.

"Kalau diganti dengan uang, saya rasa jangan. Itu justru bisa menambah masalah. Lebih baik langsung dalam bentuk sembako karena manfaatnya langsung masuk ke dapur keluarga masing-masing," katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengalihkan pelaksanaan program ke kantin sekolah. Menurutnya, model tersebut berpotensi memunculkan persoalan tata kelola anggaran dan membuka ruang praktik yang tidak sehat.

"Jangan menggunakan kantin sekolah. Ada potensi penyimpangan dan permainan anggaran di situ. Nanti akan muncul banyak kepentingan dan biaya-biaya tambahan yang justru mirip dengan persoalan yang terjadi pada SPPG saat ini," tegasnya.

Kodu menilai persoalan MBG sebenarnya tidak rumit untuk diselesaikan. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap program pemerintah tetap harus diberikan, namun pelaksanaan di lapangan harus disesuaikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Saya melihat program ini baik. Yang keliru adalah eksekusinya di lapangan. Jangan sampai tujuan mulia pemerintah justru tidak tercapai karena pola pelaksanaannya tidak tepat," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pernah berdiskusi dengan Deputi UMKM terkait keterlibatan pelaku usaha kecil dalam program MBG. Dari pengamatannya, manfaat ekonomi yang dijanjikan belum sepenuhnya dirasakan UMKM di daerah.

"Saya sempat bertanya kepada Deputi UMKM karena selama ini disebut MBG akan menyentuh UMKM. Tetapi fakta di lapangan tidak seperti itu. Yang terlibat justru mereka yang memiliki modal besar untuk membangun SPPG. Masyarakat biasa dan pelaku usaha kecil belum banyak terakomodasi," katanya.

Menurut Kodu, jika bantuan pangan disalurkan langsung ke keluarga, dampak ekonomi akan lebih luas karena perputaran uang dan kebutuhan bahan pangan akan langsung dirasakan oleh pedagang pasar, petani, dan pelaku usaha lokal.

Ia juga menegaskan bahwa orang tua merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan anak-anak mereka, termasuk persoalan alergi makanan maupun kondisi kesehatan tertentu.

"Saya yakin orang tua tidak mungkin memberikan makanan yang membahayakan anaknya sendiri. Justru mereka yang paling memahami kebutuhan gizi, alergi, dan kondisi kesehatan anak-anak mereka," ungkapnya.

Karena itu, Kodu berharap pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai opsi yang lebih efisien tanpa mengurangi tujuan utama program. Menurutnya, anggaran negara yang besar harus dimanfaatkan secara optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Kalau yang kurang dari keluarga adalah peralatan atau standar penyajian, negara bisa memfasilitasi itu. Misalnya menyediakan wadah makanan atau perlengkapan yang dibutuhkan. Dengan begitu anggaran menjadi lebih kecil karena dapur keluarga yang digunakan, bukan membangun fasilitas baru dengan biaya miliaran rupiah. Yang terpenting, bantuan dari negara benar-benar bermanfaat dan tidak sia-sia," pungkasnya. (***)

Wagub Sulut Victor Mailangkay: March For Jesus 2026 Jadi Momentum Menebar Damai dan Memperkuat Persaudaraan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menghadiri dan berjalan bersama ribuan umat Kristiani dalam kegiatan March For Jesus 2026 yang mengusung tema "Perarakan Kemenangan Kristus", Sabtu pagi.

Kegiatan yang mengambil titik start di Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan berakhir di kawasan Megamas itu berlangsung penuh sukacita serta semangat kebersamaan. Ribuan peserta tampak mengikuti perarakan dengan tertib sebagai wujud ungkapan iman dan rasa syukur kepada Tuhan.

Menurut Victor Mailangkay, March For Jesus bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kasih, persatuan, dan pengharapan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

"Perjalanan iman ini menjadi simbol kebersamaan kita sebagai masyarakat Sulawesi Utara. Saya melihat semangat persaudaraan yang begitu kuat, serta kerinduan untuk menghadirkan damai dan menjadi berkat bagi sesama," ujar Mailangkay.

Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Sulawesi Utara merupakan anugerah yang harus terus dirawat dan dijaga bersama. Karena itu, setiap momentum yang mempererat hubungan antarsesama perlu didukung sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang harmonis.

"Kita patut bersyukur karena Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. Nilai-nilai kasih, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman harus terus menjadi fondasi dalam membangun daerah yang maju dan sejahtera," katanya.

Wagub juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta aparat keamanan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Melalui kegiatan tersebut, Victor Mailangkay berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga persatuan serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

"Semoga semangat yang terpancar dalam March For Jesus 2026 menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus menebarkan kasih, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama membawa Sulawesi Utara semakin diberkati," tutupnya. (***) 

Dugaan Penampungan Solar dan Sianida Ilegal di Ratatotok, Nama Kiki M Jadi Sorotan Warga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyimpanan bahan bakar solar ilegal dan bahan kimia berbahaya jenis sianida kembali menjadi perhatian masyarakat di wilayah Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara. Keberadaan lokasi yang disebut-sebut menjadi tempat penampungan kedua bahan tersebut memicu kekhawatiran warga terkait dampak hukum, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.

Dalam informasi yang berkembang di tengah masyarakat, nama Kiki M ikut menjadi sorotan. Ia disebut memiliki lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan solar dalam jumlah besar yang berada di area belakang kediamannya. Selain itu, lokasi yang sama juga dikabarkan menjadi tempat penyimpanan sianida yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Warga mempertanyakan mengapa aktivitas yang diduga berlangsung secara terbuka tersebut belum terlihat tersentuh penindakan yang signifikan. Kondisi ini menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan memunculkan desakan agar aparat terkait segera melakukan pemeriksaan serta penelusuran secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, solar yang ditampung tersebut diduga digunakan untuk mendukung operasional alat berat maupun mesin pengolahan emas di sejumlah titik pertambangan ilegal. Sementara sianida diketahui merupakan bahan kimia berbahaya yang kerap digunakan dalam proses pemisahan emas, namun penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dan perizinan yang ketat sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat menilai keberadaan penampungan solar dan sianida tanpa pengawasan yang jelas berpotensi menimbulkan risiko besar. Selain ancaman pencemaran lingkungan, penyimpanan bahan mudah terbakar dan zat beracun dalam jumlah besar juga dapat membahayakan keselamatan warga yang bermukim di sekitar lokasi.

Tak hanya itu, muncul pula isu mengenai dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang disebut melindungi aktivitas tersebut. Meski demikian, hingga kini dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Warga Ratatotok berharap aparat kepolisian dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan lapangan, mengusut kebenaran informasi yang beredar, serta mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran. Menurut mereka, tindakan cepat dan transparan sangat diperlukan guna mencegah berkembangnya praktik-praktik yang berpotensi merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.

Apabila tidak segera ditangani, persoalan ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk citra kawasan pertambangan di Ratatotok serta menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat setempat. (***) 

Jimmy Gosal: HAPSA PKB GMIM 2026 Jadi Ajang Memperkuat Solidaritas dan Kebersamaan Kaum Bapa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Semangat persaudaraan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ibadah Agung dan Pembukaan Hari Persatuan (HAPSA) Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM Tahun 2026 yang berlangsung di Mission Center GMIM, Manado.

Ketua Umum Panitia HAPSA PKB GMIM 2026, Jimmy Gosal, SH, MH, menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan gereja, melainkan momentum strategis untuk mempererat hubungan antaranggota Pria Kaum Bapa dari seluruh wilayah pelayanan GMIM.

Menurut Jimmy, kehadiran ribuan peserta dalam kegiatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.

"HAPSA merupakan ruang perjumpaan yang mempertemukan Pria Kaum Bapa dari berbagai daerah. Dari momentum inilah rasa persaudaraan semakin dipererat dan kekompakan terus dibangun untuk mendukung pelayanan gereja serta kehidupan sosial di tengah masyarakat," ujar Jimmy.

Anggota DPRD Kota Manado itu menambahkan, peran Pria Kaum Bapa memiliki posisi penting dalam menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat kehidupan gereja, serta menjadi teladan dalam lingkungan sosial. Karena itu, HAPSA diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan semangat baru dalam pengabdian dan pelayanan.

Pembukaan HAPSA PKB Sinode GMIM 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE.

Dalam kesempatan tersebut, Victor Mailangkay mengapresiasi peran Pria Kaum Bapa GMIM yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas sosial di Sulawesi Utara. Ia menilai semangat pelayanan yang terus dipupuk oleh kaum bapak menjadi modal besar dalam mendukung pembangunan daerah.

Jimmy Gosal berharap seluruh rangkaian HAPSA PKB GMIM 2026 dapat semakin memperkuat tali persaudaraan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkokoh komitmen Pria Kaum Bapa untuk terus menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

"HAPSA adalah milik seluruh Pria Kaum Bapa GMIM. Melalui kebersamaan ini, kita memperkuat persatuan, membangun kekompakan, dan meneguhkan komitmen untuk terus melayani dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.(***) 

Victor Mailangkay: HAPSA PKB GMIM Jadi Momentum Memperkuat Persaudaraan dan Keteladanan Keluarga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Ribuan Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM yang memadati kawasan Mission Center GMIM Manado dalam Ibadah Agung dan Pembukaan Hari Persatuan (HAPSA) PKB Sinode GMIM Tahun 2026 menghadirkan suasana penuh kebersamaan, iman, dan persaudaraan.

Mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menghadiri langsung pembukaan kegiatan tersebut. Menurutnya, HAPSA PKB bukan hanya agenda rutin organisasi gereja, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai pelayanan dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah ribuan peserta yang hadir dari berbagai wilayah pelayanan GMIM, Victor merasakan kuatnya semangat persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Sulawesi Utara. Ia menilai, kebersamaan yang dibangun melalui pelayanan gereja memiliki kontribusi besar dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.

"HAPSA PKB GMIM mengingatkan kita bahwa peran seorang bapak sangat penting, baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Keteladanan, tanggung jawab, dan semangat melayani yang ditunjukkan para Pria Kaum Bapa menjadi fondasi dalam membangun keluarga yang kokoh dan lingkungan yang harmonis," ujar Victor.

Menurutnya, keluarga merupakan pilar utama pembangunan. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkualitas dan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Karena itu, nilai-nilai kebersamaan dan pelayanan yang terus dipupuk oleh PKB GMIM patut dijaga dan diwariskan.

Victor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pria Kaum Bapa GMIM yang selama ini konsisten mengambil bagian dalam pelayanan dan pengabdian bagi gereja maupun masyarakat. Ia berharap HAPSA PKB Sinode GMIM Tahun 2026 dapat semakin mempererat tali persaudaraan, memperkuat iman, serta membawa dampak positif bagi kemajuan Sulawesi Utara.

"Semoga semangat kebersamaan yang terbangun dalam HAPSA ini terus menjadi kekuatan untuk menjaga kerukunan, mempererat persatuan, dan mendukung pembangunan daerah yang kita cintai bersama," tuturnya.

Kegiatan HAPSA PKB Sinode GMIM 2026 pun menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai iman, persaudaraan, dan gotong royong tetap hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Sulawesi Utara, menjadi modal sosial yang berharga untuk membangun daerah yang damai, maju, dan sejahtera.(***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com