LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Rukun Nusa Utara Jemaat GMIM Sion Ranomut Gelar Ibadah Syukur Tulude 2026

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Rukun Nusa Utara Jemaat GMIM Sion Ranomut, Kota Manado, menggelar Ibadah Syukur Tulude sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam mengawali Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (7/2/2026) di Gedung Gereja GMIM Sion Ranomut dan dihadiri ratusan warga jemaat serta masyarakat Nusa Utara.

Perayaan Tulude tahun ini dirangkaikan dalam dua agenda utama, yakni prosesi adat dan ibadah syukur, yang mencerminkan kuatnya harmoni antara iman Kristen dan nilai-nilai budaya Nusa Utara.

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 14.00 WITA dengan prosesi adat Kue Tamo. Upacara ini ditandai dengan pemotongan Kue Tamo sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan berkat Tuhan sepanjang tahun yang baru. Prosesi adat berlangsung meriah dengan iringan Musik Bambu dari Koha Tateli serta penampilan Group Masamper ST25 yang menambah semarak suasana.

Dalam momentum tersebut, Ketua Rukun Nusa Utara juga melakukan pemasangan Poporong kepada Pemerintah Kota Manado yang diwakili oleh Camat Paal Dua, Franky Mantis, SE, Par, MM. Prosesi ini disaksikan langsung oleh seluruh undangan dan masyarakat yang hadir sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan.

Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan Ibadah Syukur Tulude di dalam gereja yang dipimpin oleh Pdt. Alfrets Daleno, M.Pd.K. Ibadah berlangsung dengan penuh kekhusyukan, menggunakan liturgi dua bahasa sebagai cerminan kekayaan iman dan budaya warga Nusa Utara.

Turut hadir dalam ibadah ini unsur Kepolisian dari Polsek Tikala yang diwakili oleh Wakapolsek Ipda Axel Pelongan, serta sejumlah undangan dari berbagai wilayah Nusa Utara.

Dalam khotbahnya, Pdt. Alfrets Daleno menekankan bahwa Tulude bukan sekadar tradisi budaya, melainkan warisan leluhur yang sarat dengan nilai rohani, khususnya dalam membangun rasa syukur, kerendahan hati, dan ketergantungan kepada Tuhan.

Suasana ibadah semakin hidup saat Group Masamper ST25 mengiringi prosesi manaikan Kue Tamo dengan lagu-lagu khas Nusa Utara yang menggugah semangat kebersamaan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Paal Dua, Franky Mantis, yang menyampaikan bahwa perayaan Tulude merupakan ekspresi syukur masyarakat Nusa Utara sekaligus sarana mempererat kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sion Ranomut, Pdt. Meike Takasenseran, S.Th. Ia menegaskan bahwa tradisi Tulude menjadi pengingat akan kasih Tuhan yang senantiasa menjaga, merawat, dan melindungi umat-Nya. Menurutnya, perayaan ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan semangat hidup rukun dalam nilai “baku-baku bae, baku-baku tolong”. Ia menambahkan, ke depan tradisi Tulude direncanakan akan ditetapkan sebagai bagian dari hari-hari raya gerejawi di Jemaat GMIM Sion Ranomut.

Rangkaian Ibadah Syukur Tulude ditutup dengan Masamper bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pesta rakyat. Seluruh rangkaian kebersamaan ini disiapkan oleh jemaat dengan iringan musik bambu, sebagai simbol sukacita, persaudaraan, dan kekompakan antara gereja dan masyarakat. (***)

Dugaan Penggelapan Pajak dan Penahanan Ijazah Karyawan di Altitude, DPRD–Pemkot Manado Diminta Turun Lapangan

Tidak ada komentar

Foto: Istimewa



EXPRESSIDONEWS-- Dugaan serius mencuat di balik operasional salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Manado. Praktik yang disinyalir merugikan daerah dan mencederai hak-hak pekerja ini kini menjadi sorotan publik, sekaligus memunculkan desakan agar DPRD dan Pemerintah Kota Manado tidak hanya berdiam diri, tetapi segera turun langsung ke lapangan.

Indikasi dugaan penggelapan pajak hiburan mengemuka setelah ditemukan fakta bahwa pajak hiburan yang dibebankan kepada konsumen melalui sistem tagihan (bill) diduga tidak disetorkan ke kas Pemerintah Kota Manado dalam kurun waktu yang cukup lama. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik.

Tak berhenti pada persoalan pajak, dugaan pelanggaran ketenagakerjaan pun ikut terkuak. Sejumlah mantan karyawan mengungkapkan adanya penahanan gaji selama lebih dari satu bulan, bahkan hingga satu setengah bulan. Ironisnya, pungutan tax dan service charge tetap tercantum dalam setiap transaksi konsumen, namun para pekerja mengaku tidak pernah menerima hak service charge sejak tempat hiburan tersebut beroperasi.

“Gaji kami tidak dibayar satu bulan setengah. Di bill jelas ada tax dan service, tapi sejak awal buka kami tidak pernah terima uang service,” ungkap salah satu mantan karyawan.

Pengakuan lain datang dari mantan karyawan perempuan yang memilih mengundurkan diri karena merasa tertekan. Ia mengaku hingga kini ijazah aslinya masih ditahan oleh pihak manajemen, meski statusnya sudah tidak lagi bekerja.

“Saya sudah resign, tapi ijazah saya belum dikembalikan sampai sekarang. Bukan cuma saya, ada juga teman-teman lain,” tuturnya. Demi alasan keamanan, ia meminta identitasnya dirahasiakan.

Perempuan tersebut juga mengaku telah menempuh jalur resmi dengan melaporkan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan ke Pusat Layanan Pengaduan Kementerian Ketenagakerjaan (LAPOR MENAKER) pada 16 Desember 2025, lengkap dengan kronologi kejadian serta lima bukti pendukung. Meski laporan tersebut telah direspons, penanganannya disebut masih dilempar kembali ke tingkat daerah tanpa kejelasan tindak lanjut.

“Kalau tidak ada bukti, saya tidak mungkin berani melapor. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” ujarnya dengan nada kecewa.

Dilansid dari Pronews5.com penelusuran langsung di lokasi menunjukkan tempat hiburan tersebut masih beroperasi normal pada malam hari, dengan pungutan pajak dan service charge tetap tercantum dalam setiap transaksi pengunjung. Namun saat upaya konfirmasi lanjutan dilakukan pada siang hari, lokasi tampak tertutup dan tidak ada pihak manajemen yang dapat dimintai keterangan. Warga sekitar menyebutkan tempat tersebut biasanya baru dibuka pada sore hingga malam hari.

Rangkaian dugaan penggelapan pajak hiburan, penahanan gaji, hingga penahanan ijazah karyawan ini memunculkan tanda tanya besar terkait fungsi pengawasan pemerintah daerah. Publik mempertanyakan mengapa dugaan yang telah beredar luas ini belum ditindaklanjuti secara serius.

Masyarakat kini mendesak DPRD Kota Manado dan Pemerintah Kota Manado agar tidak bersikap pasif. Turun langsung ke lapangan dinilai penting untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut sekaligus menjaga kepercayaan publik. Jika terbukti, kasus ini bukan hanya melanggar aturan perpajakan daerah, tetapi juga berpotensi melanggar undang-undang ketenagakerjaan.

Langkah tegas dari instansi terkait, mulai dari Badan Pendapatan Daerah, Dinas Ketenagakerjaan, hingga aparat penegak hukum, kini dinanti publik. Pembiaran berlarut-larut hanya akan memperbesar kecurigaan masyarakat dan mencederai rasa keadilan. (***) 

Ferdinand Djeki Dumais: Gerindra Ekosistem Politik Lengkap, Siap Kawal Amanat Rakyat dan 4 Pilar Kebangsaan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra ke-18 menjadi momentum refleksi dan peneguhan komitmen perjuangan bagi seluruh kader Partai Gerakan Indonesia Raya. Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kota Manado, Ferdinand Djeki Dumais, S.Th., personel Komisi I sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Manado.

Menurut Dumais, Partai Gerindra bukan sekadar partai politik, melainkan telah menjelma sebagai ekosistem politik yang lengkap dan menjadi platform perjuangan bersama bagi kaum nasionalis dan religius di Indonesia.

“Gerindra lahir dari intensi yang luhur dan komitmen yang kuat untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan serta memperjuangkan kemandirian bangsa. Inilah yang membuat Gerindra terus relevan dan dibutuhkan oleh rakyat Indonesia,” ujar Dumais, Sabtu (6/2).

Ia menegaskan, dalam perjalanannya selama 18 tahun sejak didirikan pada 6 Februari 2008, Gerindra telah menjadi aset besar bangsa Indonesia. Banyak kader Gerindra, lanjutnya, telah mengambil peran strategis dalam membangun dan memperkuat sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih jauh, Dumais menilai kepemimpinan Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, telah membawa Gerindra ke level yang lebih tinggi sebagai kekuatan nasional.

“Presiden Prabowo Subianto adalah sosok yang matang secara kepemimpinan. Beliau telah mengendorse Gerindra bukan hanya sebagai partai politik yang kuat, tetapi sebagai tiang bangsa. Artinya, Gerindra bersama kekuatan politik lainnya selalu siap mengawal perjalanan bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote hingga Miangas,” tegasnya.

Ia menambahkan, Partai Gerindra berkomitmen penuh untuk memanifestasikan dan melaksanakan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam momentum HUT ke-18 ini, Dumais menegaskan bahwa Gerindra akan terus konsisten melaksanakan amanat rakyat, memperkuat demokrasi sebagai sendi kehidupan bernegara, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal.

“Tujuan besar kita adalah mewujudkan kecerdasan bangsa dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Secara khusus, Dumais juga menyampaikan komitmennya bersama Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Yulius Selvanus Komaling (YSK) sebagai Ketua DPD Gerindra Sulawesi Utara, dan Louis Carl Schramm sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Manado.

“Saya pribadi bersama Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado selalu siap melaksanakan sumpah kader partai dan berpihak kepada rakyat Kota Manado. Ini adalah kewajiban ideologis dan moral kami sebagai kader Gerindra,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ferdinand Djeki Dumais menyampaikan ucapan selamat dan doa bagi Partai Gerindra di usia ke-18 tahun.

“Selamat HUT Partai Gerindra ke-18. Tuhan memberkati Partai Gerindra, seluruh pengurus DPP, DPD, DPC, PAC hingga ranting. Makin Indonesia, makin Gerindra, dan makin berdampak bagi bangsa, negara, serta rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kota Manado,” pungkasnya. (***) 

Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Advokat KAI Digelar di Pengadilan Tinggi Manado

Tidak ada komentar


 MANADO — Pengadilan Tinggi Manado menggelar sidang terbuka dengan agenda pengambilan sumpah/janji advokat bagi anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI) wilayah hukum Pengadilan Tinggi Manado, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang sidang Pengadilan Tinggi Manado tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Amin Sutikno, S.H., M.H., yang secara resmi mengambil sumpah para advokat baru.

Prosesi sakral ini turut dihadiri jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (DPD KAI) Sulawesi Utara, yakni Arisdo Fernando Silalahi, S.H. selaku Ketua Presidium DPD KAI Sulut, Anatje Agustina Padang, S.H. Presidium, Andref Supratman Papudo, S.H. Presidium, Sachlan Kurusi, S.H. Sekretaris, serta Jerry Ransun, S.H. Bendahara.

Adapun advokat yang diambil sumpah/janjinya pada kesempatan tersebut adalah:

Claudia Soleman, S.H.

Anisa Jihan Tumiwa, S.H.

Aswar, S.H.

Irvin Kurniawan Biki, S.H.

Ferry Fransiskus Pioh, S.H.

Dalam prosesi pengambilan sumpah, para advokat menyatakan komitmennya untuk menjalankan profesi dengan menjunjung tinggi hukum, keadilan, serta kode etik advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Amin Sutikno, dalam arahannya menegaskan bahwa sumpah advokat bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan hukum yang harus dipegang teguh sepanjang menjalankan profesi.

Sementara itu, Ketua Presidium DPD KAI Sulut, Arisdo Fernando Silalahi, menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Tinggi Manado atas terlaksananya sidang terbuka tersebut.

Ia berharap para advokat yang baru diambil sumpah dapat menjadi penegak hukum yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam penegakan hukum di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para advokat baru untuk secara resmi menjalankan tugas profesinya di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Manado, sekaligus memperkuat peran advokat sebagai salah satu pilar penegakan hukum di Indonesia.

Andrew Palit Tegaskan Komitmen Pembangunan dan Dorong Peran Aktif Kecamatan di Musrenbang Mapanget

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado Komisi II, Andrew Palit, tampil menonjol dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mapanget yang digelar di Aula Kantor Camat Mapanget, Rabu (04/02/26). Kehadirannya tidak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai wakil rakyat yang aktif menyerap dan menegaskan komitmen pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Dalam forum perencanaan strategis tersebut, Andrew Palit menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Manado tetap berjalan pada rel yang tepat, dengan fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, khususnya peningkatan infrastruktur dan penguatan keamanan lingkungan. Ia menekankan bahwa pemotongan anggaran transfer dari pemerintah pusat tidak boleh menjadi alasan terhambatnya program prioritas yang telah disepakati bersama masyarakat.

“Yang terpenting adalah komitmen dan kepemimpinan. Selama program disusun berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan riil masyarakat, pembangunan tetap bisa berjalan meskipun dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kemampuan anggaran,” tegas Palit di hadapan peserta Musrenbang.

Selain isu infrastruktur seperti perbaikan drainase, jalan, dan fasilitas kantor kelurahan, Andrew Palit juga memberi perhatian serius pada persoalan ketenagakerjaan, khususnya bagi generasi muda di Kecamatan Mapanget. Ia menepis stigma bahwa anak muda enggan bekerja, dan menilai persoalan utama justru terletak pada kurangnya akses informasi peluang kerja.

“Anak muda bukan malas, tapi sering kali tidak tahu di mana peluang itu ada. Karena itu, saya mendorong pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk lebih proaktif menyampaikan informasi lowongan pekerjaan,” ujar Palit.

Ia menambahkan, rencana masuknya sejumlah usaha dan jaringan kafe berskala nasional ke Kota Manado harus menjadi peluang emas yang dimanfaatkan oleh generasi muda lokal. Menurutnya, sinergi antara pemerintah wilayah dan masyarakat sangat penting agar peluang ekonomi tidak justru dinikmati oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Sementara itu, Camat Mapanget Deysie Kalalo menyampaikan bahwa Musrenbang telah menghasilkan berbagai usulan strategis dari seluruh kelurahan, dengan prioritas pada perbaikan drainase di titik rawan genangan, peningkatan infrastruktur jalan, perbaikan bangunan kantor Kelurahan Kima Atas, serta penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kalalo menegaskan seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibawa ke tahapan perencanaan selanjutnya untuk diselaraskan dengan program jangka pendek dan menengah Pemerintah Kota Manado.

Musrenbang Kecamatan Mapanget turut dihadiri Kapolsek Mapanget, perwakilan Baperida Kota Manado, perwakilan dinas teknis terkait, serta unsur masyarakat dari seluruh kelurahan. (***) 

Di Tengah Perbedaan, Elryc Mosal Menyatukan Perjuangan Rakyat Kepulauan

Tidak ada komentar

 



EXPRESSIDONEWS-- Perjuangan menjaga lingkungan tidak selalu berjalan lurus dan mudah. Di Kepulauan Bunaken dan Manado Tua, isu hutan konservasi justru membuka luka lama tentang keadilan, kepastian hukum, dan ruang hidup masyarakat. Di tengah persoalan itulah nama Elryc Milan Maesa Mosal, Anggota DPRD Kota Manado, tampil sebagai salah satu figur yang konsisten berdiri di barisan terdepan bersama rakyat.

Sebagai personel Komisi III DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Elryc memilih jalur yang tidak populis namun substansial memperjuangkan hak masyarakat. 

Akar persoalan hutan konservasi di Pulau Bunaken dan Pulau Manado Tua terletak pada penetapan kawasan konservasi yang mencakup lahan milik warga. Tanah yang telah ditempati secara turun-temurun oleh masyarakat, kini berada dalam status kawasan hutan negara. Akibatnya, warga menghadapi keterbatasan serius sulit membangun rumah, mengurus sertifikat tanah, hingga terhambat mengembangkan ekonomi lokal.

Kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum yang berkepanjangan. Masyarakat hidup di wilayah sendiri, namun merasa seperti tamu di rumahnya sendiri.

Usulan yang dibawah adalah hutan konservasi di daratan harus dicabut. Seluruh wilayah di Bunaken dan Manado Tua ( Daratan) diusulkan dialihkan menjadi Zona APL (Areal Penggunaan Lain). Tujuannya jelas memberikan kepastian hukum, melindungi hak masyarakat, tanpa menghilangkan esensi pelestarian lingkungan.

Elryc menegaskan, akan terus menjadi garda terdepan sampai sampai wilayah Konservasi di Bunaken dan Manado tua Hilang. 

Menariknya, dalam proses ini Elryc Mosal juga menggandeng berbagai elemen masyarakat yang sebelumnya tidak selalu sejalan dengan dirinya. Dari sini lahir satu pesan kuat, perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan.

Untuk berteman, tidak harus sama. Untuk berjalan bersama, tidak harus satu golongan.

Di tengah keberagaman pandangan, Elryc memilih mendengar, merangkul, dan melangkah bersama. Karena masa depan Bunaken dan Manado Tua tidak bisa dibangun oleh satu kelompok saja, melainkan oleh keberanian untuk bersatu demi kepentingan bersama.

Perjuangan ini bukan kerja instan. Elryc Mosal bersama Pemerintah Kota Manado telah berulang kali mengikuti audiensi dan rapat koordinasi, mulai dari tingkat DPR RI, DPD RI, hingga kementerian terkait. Prosesnya panjang, melelahkan, dan membutuhkan kesabaran ekstra.

Namun bagi Elryc, mundur bukan pilihan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang yang menunjukkan keberpihakan nyata terhadap masyarakat kepulauan, serta keseriusan mengawal aspirasi hingga ke tingkat pusat.

“Ini bukan perjuangan sesaat. Ini ikhtiar panjang demi keadilan dan martabat masyarakat Bunaken dan Manado Tua,” tegasnya.

Di akhir langkahnya, Elryc menyerahkan perjuangan ini pada nilai-nilai iman dan pengabdian.

“Kiranya setiap langkah dan ikhtiar ini diberkati dan diberi kelancaran. Tuhan Yesus memberkati perjuangan kami untuk rakyat,” tutupnya. (***)

DPC PDI Perjuangan Manado Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Pakowa, Tegaskan Komitmen Bersama Rakyat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS— Musibah kebakaran yang melanda Kelurahan Pakowa, Lingkungan II, Jalan Gunung Krakatau, Selasa (3/2/2026), mendapat perhatian serius dari DPC PDI Perjuangan Kota Manado. Sebagai bentuk kepedulian, partai berlambang banteng moncong putih itu turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.10 WITA tersebut mengakibatkan satu unit rumah milik Keluarga Wowor–Habiebi yang dihuni lima orang hangus terbakar. Selain itu, rumah Keluarga Nurhayati Lahayi dengan lima penghuni turut terdampak. Meski kerugian material cukup besar, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

Proses pemadaman melibatkan lima unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi, dengan dukungan semangat gotong royong warga sekitar hingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke rumah lainnya.

Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial, DPC PDI Perjuangan Kota Manado hadir langsung menyerahkan bantuan kepada para korban. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Jeffry Polii, SH, bersama Anggota DPRD Kota Manado, Florens S.T. Panungkelan, serta Jimmy Gosal, S.H., M.H.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Jeffry Polii, SH, menyampaikan bahwa kehadiran partai di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan politik PDI Perjuangan.

“PDI Perjuangan tidak hanya hadir saat momentum politik, tetapi selalu berada di tengah rakyat, terlebih ketika masyarakat sedang mengalami musibah. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap sesama,” ujar Jeffry.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Manado, Florens S.T. Panungkelan, menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap konsisten berpihak kepada rakyat dalam kondisi apa pun.

“PDI Perjuangan selalu bersama rakyat dalam keadaan apa pun. Saat rakyat mengalami kesulitan, kami wajib hadir, mendengar, dan membantu semampu kami,” tegas Florens.

Hal senada disampaikan Jimmy Gosal, S.H., M.H. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi penguat semangat untuk bangkit pasca musibah.

“Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan mendesak para korban. Lebih dari itu, kehadiran kami adalah untuk menyampaikan bahwa mereka tidak sendiri dan ada banyak pihak yang peduli,” kata Jimmy.

DPC PDI Perjuangan Kota Manado juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong serta memperkuat solidaritas sosial sebagai modal utama menghadapi berbagai situasi darurat di tengah permukiman padat. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com