LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Papip Celebes, Pemuda Milioner Asal Manado Support Penggalangan Dana Sosial untuk Korban Bencana Kepulauan Sitaro (Siau)

Tidak ada komentar


Expressindonews Manado-Aksi kemanusiaan terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat Sulawesi Utara untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana alam di Kepulauan Sitaro, khususnya di Pulau Siau. Salah satu dukungan nyata datang dari Papip Celebes, pemuda milioner asal Kota Manado yang sempat viral di dunia maya karena kisah sukses dan gaya hidup inspiratifnya.

Papip Celebes menunjukkan kepeduliannya dengan turut mensupport kegiatan penggalangan dana sosial yang digelar oleh Relawan Aksi Sosial Pemuda Manado Peduli Bencana (ASP-MPB). Keterlibatan Papip Celebes ini menjadi bukti bahwa popularitas dan kesuksesan dapat dimanfaatkan untuk tujuan kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Penggalangan dana tersebut merupakan hasil kolaborasi antara wartawan dan para penyanyi serta musisi Manado yang tergabung dalam ASP-MPB. Mereka secara sukarela turun langsung ke lapangan, melakukan aksi sosial, menghibur masyarakat, serta mengajak warga untuk ikut berdonasi demi meringankan beban korban bencana di Kepulauan Sitaro.

Dalam kesempatan tersebut, Papip Celebes menyampaikan bahwa membantu sesama adalah kewajiban moral, terlebih bagi mereka yang diberikan kelimpahan rezeki. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak boleh sebatas ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata.

“Bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Hari ini mereka yang terkena musibah, besok bisa saja kita. Karena itu sudah sepatutnya kita saling menopang dan menguatkan,” ungkap Papip Celebes.

Dukungan Papip Celebes tidak hanya berupa materi, tetapi juga dorongan moral kepada para relawan agar tetap konsisten dan ikhlas dalam menjalankan misi kemanusiaan. Kehadirannya memberikan semangat tambahan bagi para wartawan dan musisi Manado yang tanpa pamrih mengabdikan waktu, tenaga, dan kreativitas mereka untuk kepentingan sosial.

Relawan ASP-MPB menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Papip Celebes. Menurut mereka, dukungan dari figur publik dan tokoh muda inspiratif sangat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperluas jangkauan penggalangan dana.

Dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan langsung kepada korban bencana di Kepulauan Sitaro, baik dalam bentuk kebutuhan pokok, bantuan medis, maupun keperluan darurat lainnya. Diharapkan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan penderitaan warga yang terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Aksi kemanusiaan ini menjadi cerminan kuatnya rasa solidaritas masyarakat Sulawesi Utara. Kolaborasi antara relawan, insan pers, musisi, dan tokoh muda seperti Papip Celebes membuktikan bahwa kepedulian dan persatuan adalah kekuatan utama dalam menghadapi bencana.


(Chandra Matheos)

Fantatis, U-12 Panzer Manado Champion U-13 Nyaris Final Piala PS Manado

Tidak ada komentar

Expressindonews Manado- Nama SSB Panzer Pegadaian Manado makin popular di level sepak bola usia dini Sulut.

Anak anak dari utara Manado ini telah membuktikan kemampuan bermain di rumput hijau.

Salah satunya kejuaraan bergengsi sepak bola usia dini Piala PS Manado.

Squad besutan coach Lukman Idris dan Ass coach Elvis sukses memboyong piala dan medali.

Di U-12 Panzer Pegadaian sukses melumat tim kuat lainnya Maesa Manado di grand final di Lapangan KONI Manado, Minggu (18/01/2026).

Mereka menang dramatis melalui adu finalti 2-1, setelah seri di waktu normal 2 x 10 menit.

Tim Panzer Pegadaian dinilai pantas jawara. SSB yang Home base di Lap 712 Loreng. Bailang merupakan tim yang diunggulkan di KU-12 tahun.

“Alhamdulillah anak anak bermain lepas dengan mengandalkan kerjasama yang sudah padu dan mereka punya rasa percaya diri,”kata Lukman usai pertandingan.

Kata Lukman, tim Panzer U-12 ini sudah kesekian kali juara satu di beberapa turnamen sejenis. 

“Sebelum Piala PS. Manado, tim yang sama sukses merebut juara satu Piala ABI yang digeber FC Bina Taruna akhir tahun 2025,”ucap pelatih yang kaya visi.

Di U-13 Panzer Manado nyaris masuk babak final. Mereka hanya merebut medali perunggu usai dikalahkan Masufa.

Salah satu kunci anak anak bisa main bagus dari faktor pengurus dan dukungan total orang tua. 

“Dukungan pengurus sangat besar 

mempengaruhi semangat anak anak dan tim pelatih. Peran orang tua sangat kuat memotivasi anak anak mereka,”tutur pendiri FC Panzer Pegadaian Hamdi Idris 

Prestasi anak anak dari utara ini membuat pengurus Panzer Pegadaian dan para orang tua sangat senang. 

Mereka mengakui materi anak anak Panzer sangat terbatas. Tim U-12 ini baru setengah tahun dipadukan.

“Syukur alhamdulillah, anak anak luar biasa dari awal penyisihan sampai final mereka tak kenal lelah,”kata Manager Basten Hasan.

Keberhasilan Maulidan,Bintang, Dede dkk makin menumbuhkan rasa percaya diri pengurus yang diketuai Johni Amu untuk laga nasional MILO di Jakarta akhir Januari ini.

Panzer tim SSB yang lolos wakili Sulut berkat runner uP di seri Regional MILO KU-12 yang putaran final seri nasional di GOR Soemantri Kuningan.(****)

DPRD Manado Rekomendasikan Usaha Tetap Berjalan di Tengah Keputusan Penutupan Sementara UMKM Kampung Cina

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Polemik penutupan sementara aktivitas UMKM di kawasan Kampung Cina, Kota Manado, kembali mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang mempertemukan pelaku UMKM dengan DPRD Kota Manado. Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Manado menyampaikan keputusan untuk menutup sementara aktivitas UMKM Kampung Cina sambil menunggu penataan dan regulasi lanjutan.

Namun, Komisi II DPRD Kota Manado justru mengeluarkan rekomendasi berbeda. Komisi yang membidangi perekonomian ini merekomendasikan agar aktivitas UMKM di Kampung Cina tetap dapat dijalankan sembari menunggu keputusan resmi lanjutan dari Pemerintah Kota Manado.

Ketua Komisi II DPRD Kota Manado, Nanses Rakian, dalam RDP tersebut secara tegas meminta agar pelaku UMKM tetap diberi ruang untuk beraktivitas seperti biasa. Menurutnya, keberlangsungan usaha kecil menjadi penopang penting ekonomi masyarakat, terlebih di tengah kondisi lapangan kerja yang semakin terbatas.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Lily Binti. Ia menekankan pentingnya menjaga denyut perekonomian Kota Manado agar tetap stabil. Lily mengingatkan bahwa situasi mencari pekerjaan saat ini sangat sulit, sehingga keberadaan UMKM di Kampung Cina menjadi pilihan realistis bagi banyak warga untuk mempertahankan penghidupan mereka.

Sementara itu, Adolfien Wangania turut mendukung agar UMKM tetap beroperasi, namun memberikan catatan khusus terkait persoalan kebersihan. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik dan teratur, agar tidak terjadi penumpukan sampah di satu titik yang dapat mencoreng wajah Kota Manado.

Dari sisi keberlanjutan sosial dan ekonomi, Andrew Ignatius Palit menegaskan bahwa menjaga ekosistem Kota Manado berarti tidak menutup mata terhadap mata pencaharian masyarakat. Ia menilai bahwa kebijakan penataan seharusnya tidak mematikan usaha rakyat kecil yang menggantungkan hidup pada aktivitas UMKM.

Aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) juga menjadi perhatian. Rachman Kodu menambahkan bahwa aktivitas UMKM harus tetap berjalan dengan tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.

Di tengah polemik yang berkembang, DPRD Kota Manado menegaskan posisinya sebagai penengah antara kepentingan penataan kota dan keberlangsungan ekonomi rakyat. Melalui RDP ini, DPRD berharap Pemerintah Kota Manado dapat mengambil keputusan yang adil, humanis, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

RDP Komisi II DPRD Manado Bongkar Dugaan Iuran Ilegal di Coffee Street Kampung Cina

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Komisi II DPRD Kota Manado menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengurai polemik pengelolaan Coffee Street Kampung Cina, khususnya terkait iuran yang dipungut dari pelaku UMKM tanpa kejelasan dasar hukum dan aliran penggunaannya. RDP tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi II, Nanses Rakian, bersama anggota Lily Binti, Andrew Palit, Adolfien Wangania, Lily Walandha, Frangko Wangko, Conny Rares, dan Rachman Kodu.

Dalam forum resmi tersebut, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan keberatan serius atas kenaikan biaya sewa lapak yang dinilai tidak wajar. Rahmat Manoppo, salah satu pelaku UMKM, mengungkapkan bahwa awalnya iuran hanya sebesar Rp150 ribu, kemudian melonjak menjadi Rp500 ribu, hingga akhirnya mencapai Rp1,3 juta. Kenaikan drastis tersebut, menurutnya, sangat memberatkan dan menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pedagang kecil.

Fakta lain yang terungkap dalam RDP adalah penggunaan dana iuran oleh pengelola. Rifky Sagay, yang juga pelaku UMKM sekaligus bendahara pengelola, menyebutkan bahwa dana yang dikumpulkan digunakan sebagai "honor" pengelola. Ronald Katamyong selaku pengelola disebut menerima Rp3,5 juta per bulan, sementara sekretaris dan bendahara masing-masing menerima Rp2,5 juta, termasuk adanya biaya keamanan yang tidak memiliki dasar resmi.

Temuan ini memicu pertanyaan keras dari Komisi II DPRD terkait legalitas Ronald Katamyong sebagai pengelola. DPRD menilai penarikan iuran dengan nominal besar tanpa payung hukum jelas berpotensi melanggar aturan dan merugikan pelaku UMKM.

Di tengah ketegangan yang muncul, Komisi II berupaya mengambil peran sebagai penengah. DPRD mendorong pihak-pihak yang berselisih untuk menahan diri, saling memaafkan, dan menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Kota Manado sebagai pemegang kewenangan.

Perwakilan Pemerintah Kota Manado dalam RDP menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melakukan penagihan iuran kepada pelaku UMKM. Pemerintah hanya menetapkan Jalan S. Parman sebagai lokasi kuliner wisata, tanpa memungut biaya operasional apa pun.

Ronald Katamyong dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kenaikan iuran merupakan hasil kesepakatan dalam rapat bersama pelaku UMKM. Ia juga menyebutkan bahwa sejak awal aktivitas berjualan di luar kawasan tersebut bersifat liar karena belum memiliki izin resmi dari Pemkot Manado, sehingga sempat dilakukan penutupan. Ia mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Manado, Novly Siwy, menyatakan bahwa dalam waktu 14 hari ke depan, aktivitas UMKM di Kampung Cina akan dinonaktifkan sementara. Pengelolaan kawasan tersebut selanjutnya akan diambil alih oleh Badan Promosi Pariwisata hingga terbit aturan baru yang jelas dan sah.

Bagian Hukum Pemkot Manado juga memberikan penjelasan terkait Keputusan Wali Kota (Kepwal) Nomor 99. Dalam Kepwal tersebut, kata mereka, hanya diatur penetapan lokasi di Jalan S. Parman, tanpa menyebutkan manajemen operasional maupun pihak pengelola.

Mewakili Komisi II DPRD, Andrew Ignatius Palit menegaskan bahwa RDP ini digelar untuk menjawab keresahan publik terkait isu iuran yang viral serta mendorong transparansi pengelolaan. Ia menegaskan bahwa dari hasil RDP telah digarisbawahi bahwa Pemerintah Kota Manado tidak melakukan pemungutan biaya apa pun kepada pelaku UMKM, sebagaimana juga dikuatkan oleh Kepwal tahun 2017.

“Kami mendukung kawasan ini tetap dibuka karena berkontribusi pada perekonomian Kota Manado. Banyak masyarakat yang menggantungkan hidup di sini. Jangan sampai kebijakan yang tidak tepat justru merusak ekosistem usaha rakyat. Ada nilai positif yang harus dijaga, dan pengelolaan kawasan Kampung Cina perlu ditinjau kembali agar lebih tertib, adil, dan berpihak pada pelaku UMKM,” tegas Andrew Palit.

Masyarakat Manado Sampaikan Apresiasi Tinggi kepada Relawan ASP-MPB dan Musisi Peduli Bencana Aceh–Sumatera

Tidak ada komentar


Expressindonews MANADO - Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh Relawan Aksi Sosial Pemuda Manado Peduli Bencana (ASP-MPB) bersama para musisi Kota Manado melalui kegiatan penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera. Aksi kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat Kota Manado.

Sejumlah warga Manado di antaranya Tonny Karim, Rinda Rasunala, Suryani Darise, serta masyarakat lainnya secara terbuka menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga atas keikhlasan para relawan dan musisi yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta kemampuan mereka demi membantu saudara-saudara sebangsa yang tertimpa musibah.

“Keikhlasan para musisi Manado ini sangat membanggakan kami sebagai warga Kota Manado. Tidak semua orang memiliki niat dan keberanian untuk turun langsung ke jalan demi kepentingan kemanusiaan,” ungkap Tonny Karim saat ditemui di sela kegiatan penggalangan dana.

Hal senada disampaikan Rinda Rasunala yang menilai bahwa aksi turun ke jalan untuk mengamen bukanlah perkara mudah. Menurutnya, dibutuhkan ketulusan hati dan kepedulian sosial yang tinggi untuk melakukan hal tersebut. “Apa yang mereka lakukan murni dari hati. Ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan yang patut menjadi contoh bagi kita semua,” ujarnya.

Penggalangan dana tersebut terinformasi dipimpin langsung oleh musisi senior Manado, Sutomo Katili, bersama rekan-rekannya sesama musisi, di antaranya Tirsa Soraya, Mamed Napu, Manaf Singer, Chia Singer, Buang Sango Steward, serta kawan-kawan lainnya. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, mereka menghibur masyarakat sambil mengajak untuk turut berdonasi bagi para korban bencana.

Suryani Darise menambahkan bahwa aksi para musisi dan relawan ASP-MPB menunjukkan wajah kemanusiaan Kota Manado yang sesungguhnya. “Ketulusan mereka sangat membanggakan kami. Tidak gampang melakukan hal seperti ini. Yang mampu melakukannya hanyalah orang-orang yang benar-benar ikhlas membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana,” katanya.

Aksi sosial ini diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban para korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera, tetapi juga menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Masyarakat Manado pun berharap kegiatan kemanusiaan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap sesama.


( Gilbert Vers )

Peringati Isra Mi’raj 2026, Andrew Ignatius Palit Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Nilai Kebersamaan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026, Anggota DPRD Kota Manado, Andrew Ignatius Palit, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan reflektif kepada seluruh umat Muslim, khususnya di Kota Manado.

Anggota legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan yang mewakili Daerah Pemilihan Singkil–Mapanget ini menuturkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum spiritual yang sarat makna untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Semoga perjalanan suci ini menguatkan iman, meneguhkan shalat, dan menuntun langkah Bapak dan Ibu yang merayakan menuju kehidupan yang lebih berkah,” ujar Andrew Palit.

Menurutnya, nilai utama dari Isra Mi’raj adalah perintah shalat sebagai fondasi pembentukan akhlak dan disiplin spiritual umat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, terutama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Andrew Palit juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan keagamaan sebagai ruang memperkuat toleransi dan solidaritas sosial antarumat beragama di Kota Manado yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerukunan yang tinggi.

“Peringatan hari besar keagamaan harus menjadi sarana introspeksi diri, memperbaiki sikap, serta memperkuat nilai-nilai moral, etika, dan kebersamaan dalam kehidupan sosial. Inilah spirit yang harus terus kita jaga demi terciptanya masyarakat yang damai dan berkeadilan,” tambahnya.

Ia berharap, peringatan Isra Mi’raj tahun ini dapat membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkokoh semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Manado yang harmonis dan inklusif. (***) 

Andrew Palit Borong 10 Ton Milu Petani Mapanget Barat, Wujud Nyata Keberpihakan pada UMKM

Tidak ada komentar

 




EXPRESSINDONEWS-- Kepedulian terhadap sektor pertanian lokal kembali ditunjukkan oleh Andrew Ignatius Palit, Kader PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Singkil–Mapanget. Ia secara langsung membeli hasil panen milu (jagung) milik petani di Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, dengan total volume mencapai 10 ton dengan luas 200 hektar. 

Milu hasil panen tersebut dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram. Jika ditotal, nilai transaksi mencapai Rp65 juta. Langkah ini disambut positif oleh para petani, mengingat hasil panen mereka dapat terserap dengan baik tanpa harus melalui rantai distribusi yang panjang dan merugikan petani.

Andrew Palit menyampaikan bahwa pembelian langsung dari petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap UMKM pertanian di Kota Manado, khususnya di wilayah Singkil–Mapanget. Menurutnya, petani adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi rakyat yang harus terus diperjuangkan.

“Ini adalah bentuk kepedulian dan dukungan saya kepada petani lokal. Harapannya, langkah ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong kemajuan UMKM pertanian di Kota Manado,” ujar Andrew Palit.

Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para petani yang membutuhkan dukungan serupa ke depan.

“Kalau ada panen seperti ini lagi, silakan hubungi saya. Selama itu untuk kepentingan petani dan memberi dampak positif, saya siap membantu,” tambahnya.

Langkah yang dilakukan Andrew Ignatius Palit sejalan dengan nilai dan semangat PDI Perjuangan yang konsisten memperjuangkan ekonomi kerakyatan dan keberpihakan kepada wong cilik. Tindakan ini mencerminkan peran kader partai yang tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi turun langsung memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Upaya ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang berkelanjutan antara petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, sehingga sektor pertanian di Kota Manado semakin kuat, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com