LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Tommy Daud Parasan: Sumpah Pemuda Momentum Perkuat Persatuan dan Bangun Manado Lebih Maju

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Gerindra, Tommy Daud Parasan, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, dan mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.

Menurut Tommy, peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk kembali merefleksikan semangat perjuangan para pemuda yang pada 28 Oktober 1928 telah menegaskan tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Semangat tersebut, kata dia, harus terus hidup di tengah dinamika zaman dan keberagaman masyarakat. Pemuda memiliki posisi strategis sebagai motor perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta kontribusi positif bagi kemajuan bangsa.

“Pemuda adalah kekuatan perubahan. Mari bersatu, menjaga persatuan, dan bersama membangun Kota Manado yang lebih maju demi masa depan Indonesia,” demikian pesan Tommy Daud Parasan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

Ia menilai, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat dan idealisme, tetapi juga mampu menunjukkan kepedulian sosial, menjaga toleransi, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi Tommy, perbedaan latar belakang, suku, agama, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk melangkah bersama. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam menjaga keharmonisan dan mendorong kemajuan Kota Manado.

Ia pun berharap semangat Sumpah Pemuda dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas diri, serta berani mengambil bagian dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Persatuan adalah kekuatan, dan pemuda adalah bagian penting dari masa depan bangsa.” Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh, sehingga cita-cita mewujudkan Kota Manado yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera dapat diperjuangkan bersama.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa belum selesai. Kini, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat persatuan tersebut melalui karya, pengabdian, dan tindakan nyata bagi masyarakat. (***) 


Rahman Salehe: Sumpah Pemuda ke-98, Momentum Memperkuat Persatuan dan Melanjutkan Perjuangan Bangsa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada 28 Oktober 2026, Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe dari Fraksi PDI Perjuangan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, dan melanjutkan perjuangan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Menurut Rahman, perjalanan 98 tahun sejak lahirnya Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak pernah benar-benar selesai. Semangat para pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 harus terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.

“Bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang tidak memiliki perbedaan, melainkan bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman. Jangan sampai perbedaan justru menjadi alasan untuk terpecah belah,” menjadi pesan yang disampaikan Rahman dalam momentum bersejarah tersebut.

Ia menegaskan, persatuan bukan sekadar pilihan yang dilakukan pada waktu tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga sepanjang zaman. Semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Bagi Rahman, nilai-nilai Sumpah Pemuda harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi melalui karya, pemikiran, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan daerah dan nasional.

Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama, bahwa perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan politik tidak boleh mengikis semangat persaudaraan sebagai satu bangsa.

“Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. Mari terus menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan melanjutkan perjuangan untuk Indonesia yang semakin maju,” demikian pesan Rahman Salehe. (**) 


Peta Politik Manado Mulai Memanas! Rachman Kodu Diisukan ke DPRD Sulut, Amir Liputo Bidik DPR RI?

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS– Dinamika politik di Kota Manado mulai menjadi perhatian publik. Dua nama yang kini ikut diperbincangkan adalah Rachman Kodu, anggota DPRD Kota Manado dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Hi. Amir Liputo, S.H., legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua DPW PKS Sulut.

Keduanya disebut-sebut memiliki peluang untuk melangkah ke jenjang politik yang lebih tinggi. Rachman Kodu diisukan berpotensi maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, sementara Amir Liputo dikabarkan masuk dalam perbincangan terkait kemungkinan maju ke DPR RI.

Meski demikian, hingga kini isu tersebut perlu dipandang sebagai dinamika politik yang berkembang. Belum ada konfirmasi resmi yang dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa keduanya telah menetapkan keputusan pencalonan pada Pemilu 2029.

Namun, munculnya kedua nama ini cukup menarik untuk dicermati. Keduanya memiliki pengalaman di dunia politik, tetapi berada pada tahapan karier legislatif yang berbeda.


Rachman Kodu merupakan kader PKS yang terpilih sebagai anggota DPRD Kota Manado periode 2024–2029 melalui daerah pemilihan Tuminting, Bunaken Darat, dan Bunaken Kepulauan.

Pada Pemilu 2024, Rachman memperoleh 2.376 suara berdasarkan daftar calon terpilih yang diberitakan DetikManado.com. Perolehan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu wakil rakyat dari daerah pemilihan Manado bagian utara.

Dalam menjalankan tugas legislatif, Rachman tercatat berada di Komisi II DPRD Kota Manado yang membidangi perekonomian dan keuangan.

Rekam jejaknya antara lain terlihat dalam kegiatan reses pada 26 Juli 2025 di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan pertanyaan mengenai pelaksanaan program Koperasi Merah Putih. Rachman meminta instansi terkait memberikan penjelasan secara terperinci agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai program tersebut.

Ia juga pernah menyampaikan catatan kepada pemerintahan Andrei Angouw dan Richard Sualang mengenai pembangunan infrastruktur, khususnya penanganan banjir di Kelurahan Mahawu serta ketimpangan pembangunan di wilayah Manado Utara.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa isu infrastruktur dan pemerataan pembangunan menjadi bagian dari perhatian politiknya.

Dengan pengalaman sebagai legislator tingkat kota, peluang Rachman untuk melangkah ke DPRD Sulut tentu menjadi salah satu hal yang menarik untuk diamati. Apabila benar maju pada kontestasi mendatang, ia perlu memperluas jangkauan dukungan politik sekaligus menunjukkan kapasitas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang lebih luas.


Berbeda dengan Rachman, Amir Liputo telah lebih dahulu menapaki perjalanan panjang di dunia legislatif.

Politikus yang akrab disapa Aba Amir ini memulai kiprah politiknya sebagai anggota DPRD Kota Manado pada periode 2004–2009 dan 2009–2014. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya ke DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada periode 2014–2019, 2019–2024, dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029.

Perjalanan tersebut menjadikan Amir salah satu figur PKS yang memiliki pengalaman lintas tingkat pemerintahan, dari legislatif kota hingga provinsi.

Pada 24 Juli 2025, Amir dipercaya oleh DPP PKS untuk memimpin DPW PKS Sulawesi Utara periode 2025–2030. Penunjukan tersebut menambah tanggung jawabnya, bukan hanya dalam menjalankan fungsi sebagai anggota dewan, tetapi juga dalam membangun organisasi dan mempersiapkan partai menghadapi kontestasi politik berikutnya.

Rekam jejak Amir juga mencakup aktivitas sosial dan keagamaan. Ia pernah terlibat dalam kepengurusan organisasi keagamaan di Manado, termasuk Majelis Ulama Indonesia dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an, serta aktif dalam kegiatan pelayanan masyarakat.

Pada September 2026, Amir turut menjadi perhatian setelah mengantarkan aspirasi buruh Sulawesi Utara ke DPR RI. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas aspirasi pekerja yang sebelumnya disampaikan dalam demonstrasi di DPRD Sulut, terutama mengenai perlindungan ketenagakerjaan.

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa komunikasi politik Amir tidak hanya berlangsung di tingkat daerah, tetapi juga menjangkau lembaga legislatif nasional.

Karena itu, isu mengenai kemungkinan dirinya maju ke DPR RI menjadi menarik untuk diperbincangkan. Meski demikian, pengalaman panjang sebagai legislator dan posisi strategis di partai belum dengan sendirinya memastikan pencalonan ataupun peluang memperoleh kursi di Senayan.


Apabila isu yang berkembang tersebut benar-benar mengarah pada pencalonan, Rachman Kodu dan Amir Liputo akan menghadapi tantangan politik yang berbeda.

Rachman perlu membangun rekam jejak yang semakin kuat di tingkat kota sekaligus memperluas basis dukungan apabila hendak bertarung di tingkat provinsi.

Sementara Amir memiliki modal pengalaman legislatif yang lebih panjang serta tanggung jawab kepemimpinan partai di tingkat provinsi. Jika maju ke DPR RI, tantangannya adalah membangun dukungan yang memadai dalam kontestasi dengan cakupan pemilih yang lebih luas.

Keduanya juga perlu memperhitungkan strategi partai, komposisi calon, kekuatan basis pemilih, dan dinamika politik menjelang Pemilu 2029.

Pada akhirnya, wacana pencalonan tidak cukup hanya diukur dari popularitas atau lamanya seseorang berkiprah dalam politik. Masyarakat tentu akan menilai apa yang telah dikerjakan, seberapa konsisten aspirasi rakyat diperjuangkan, serta apa yang ditawarkan untuk menjawab persoalan daerah.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya. Apakah Rachman Kodu benar-benar akan mencoba peruntungan di DPRD Sulut? Dan apakah Amir Liputo akan memperluas pengabdiannya ke DPR RI?

Jawabannya masih menunggu perkembangan politik dan pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait. Yang pasti, perjalanan keduanya menjadi bagian dari dinamika politik Manado dan Sulawesi Utara yang patut dicermati menjelang Pemilu 2029. (***) 

Penambang Tewas di Boltim, Polisi Diminta Usut Pemilik Lubang! Kapolres Janji Periksa Mursyid L

Tidak ada komentar

 


Foto: istimewa 

EXPRESSINDONEWS--  Kematian seorang penambang, Alfian (39) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi perhatian serius. Aparat kepolisian didesak mengusut tuntas insiden tersebut, bukan hanya mengungkap penyebab kematian korban, tetapi juga menelusuri kepemilikan lubang tambang, legalitas aktivitas pertambangan, hingga dugaan pelanggaran aturan yang berlaku.

Sorotan mengarah pada lubang tambang yang disebut-sebut milik Mursyid L. Pihak kepolisian diharapkan memastikan kebenaran informasi mengenai kepemilikan tersebut sekaligus memeriksa siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan operasional di lokasi kejadian.

Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., M.Mar.Eng., menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan pada keesokan harinya.

Pemeriksaan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka fakta secara menyeluruh, termasuk menggali keterangan mengenai aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.


Kasus ini dinilai perlu ditangani secara komprehensif. Selain menyelidiki penyebab kematian korban, aparat penegak hukum perlu menelusuri sejumlah aspek penting, antara lain:

Legalitas pertambangan Apakah lokasi tersebut memiliki izin yang sesuai dengan ketentuan, termasuk status perizinan dan wilayah operasionalnya.

Kepemilikan dan pengelolaan lubang Siapa pemilik, pengelola, serta pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan di lokasi.

Keselamatan kerja Apakah kondisi lubang tambang memenuhi standar keselamatan dan apakah terdapat dugaan kelalaian yang berkontribusi terhadap insiden.

Pengawasan dan operasional Bagaimana aktivitas penambangan dijalankan, siapa yang mengendalikan kegiatan, serta apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan pertambangan.

Pertanggungjawaban hukum Apabila ditemukan unsur pidana atau pelanggaran administratif, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Pemeriksaan terhadap aspek-aspek tersebut penting agar penanganan perkara tidak berhenti pada kronologi kematian pekerja. Jika ditemukan aktivitas pertambangan tanpa izin atau pelanggaran lainnya, temuan itu perlu ditindaklanjuti oleh aparat dan instansi berwenang berdasarkan bukti.


Kematian pekerja tambang merupakan persoalan serius yang menyangkut keselamatan manusia dan kepatuhan terhadap hukum. Karena itu, penyelidikan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif.

Publik berhak mengetahui apakah aktivitas di lokasi tersebut telah memenuhi ketentuan perizinan dan keselamatan, serta apakah terdapat pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kini, perhatian tertuju pada langkah nyata kepolisian setelah pernyataan mengenai pemanggilan dan pemeriksaan pihak terkait. Masyarakat berharap seluruh fakta dibuka, mulai dari penyebab kematian korban, status izin pertambangan, hingga tanggung jawab pemilik dan pengelola lubang.

Usut tuntas kematian korban. Periksa legalitas tambang. Ungkap siapa yang bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berpijak pada bukti, tanpa tebang pilih dan tanpa mengabaikan hak semua pihak untuk memberikan klarifikasi.

Hingga terdapat hasil pemeriksaan resmi, kepemilikan lubang, status perizinan, dan dugaan pelanggaran di lokasi tersebut masih perlu dipastikan oleh pihak berwenang. (***) 

Reinaldy Ibrahim, Pengusaha Muda yang Menjadikan Berbagi sebagai Wujud Syukur

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Kepedulian tidak selalu hadir melalui sesuatu yang besar. Terkadang, perhatian sederhana yang diberikan dengan tulus justru menjadi penguat bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Nilai inilah yang kembali diperlihatkan pengusaha muda Kota Bitung, Reinaldy Ibrahim, saat menyambangi warga korban kebakaran di Kelurahan Pateten Satu, Lingkungan I, Kecamatan Aertembaga, Jumat (23/10/2026).

Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha, Reinaldy menyempatkan diri datang langsung ke posko kebakaran untuk menyerahkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah. Bersama seorang rekannya, ia hadir dengan penampilan sederhana, mengenakan kaos oblong hitam, celana hijau, dan sandal jepit.

Tidak ada kesan berlebihan dalam kehadirannya. Reinaldy datang membawa bantuan sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak harus dibungkus dengan kemewahan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pala Pateten, Arifin Usman.

Bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan bayi, kebutuhan orang tua, serta sejumlah keperluan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga pascakebakaran.

Namun, kepedulian Reinaldy tidak berhenti pada bantuan yang telah dipersiapkan. Ketika seorang warga mengungkapkan kebutuhan untuk membeli sandal jepit, ia spontan memberikan uang agar warga tersebut dapat membeli barang yang dibutuhkan.

Momen sederhana itu memperlihatkan sisi kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian. Baginya, membantu tidak selalu harus menunggu adanya permintaan resmi atau kegiatan besar. Ketika melihat ada sesama yang membutuhkan, kesempatan untuk meringankan beban menjadi sesuatu yang patut dimanfaatkan.


Kebiasaan berbagi yang ditunjukkan Reinaldy bukan hanya muncul ketika terjadi bencana. Dalam kesehariannya, khususnya setiap Jumat, ia juga kerap menyisihkan berkat untuk dibagikan kepada masyarakat.

Konsistensi tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial yang terus ia upayakan. Bagi Reinaldy, berbagi bukan semata-mata tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan tentang ketulusan, kepekaan, dan kemauan untuk hadir bagi orang lain.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, hari ini saya diberikan kesempatan untuk berbagi berkat berupa perlengkapan bayi untuk anak-anak, kebutuhan orang tua, serta beberapa keperluan lainnya. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Reinaldy.

Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama. Dalam situasi ketika sebagian masyarakat harus menghadapi kehilangan dan kesulitan akibat musibah, semangat gotong royong perlu terus dipelihara agar mereka tidak merasa berjuang sendirian.

“Selama masih ada berkat dan kesempatan, kita harus terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

BATUBARA, Pesan tentang Berkat dan Kebersamaan

Di balik kebiasaannya membantu masyarakat, Reinaldy juga menitipkan sebuah pesan yang ia maknai melalui istilah “BATUBARA”, singkatan dari “Berkat Tuhan Berbagi Rata”.

Baginya, ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap berkat yang diterima dapat menghadirkan manfaat ketika dibagikan kepada sesama. Kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan berlimpah, tetapi dapat dimulai dari apa yang tersedia dan kemampuan yang dimiliki saat ini.

Kehadiran Reinaldy di tengah warga korban kebakaran menjadi gambaran bahwa nilai kemanusiaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari bantuan kebutuhan sehari-hari hingga respons spontan terhadap kebutuhan seseorang.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, sosok pengusaha muda yang gemar berbagi seperti Reinaldy mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya berkaitan dengan usaha dan pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menggunakan kesempatan dan berkat yang dimilikinya untuk membantu orang lain.

Sebab, bagi mereka yang sedang tertimpa musibah, bantuan yang diberikan dengan tulus bukan sekadar barang atau uang. Lebih dari itu, ada pesan bahwa mereka tidak sendiri dan masih banyak orang yang peduli terhadap perjuangan mereka untuk bangkit kembali. (***) 


Edukasi Migrasi Aman, Felly Runtuwene Dorong Generasi Muda Sulut Manfaatkan Peluang Kerja Legal ke Luar Negeri

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS– Edukasi mengenai perlindungan pekerja migran dan prosedur keberangkatan yang aman menjadi perhatian dalam kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migrasi Aman dalam rangka mendukung program SMK Go Global, yang menghadirkan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, bersama perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai peluang kerja di luar negeri melalui jalur resmi, sekaligus pentingnya perlindungan sejak proses persiapan keberangkatan hingga berada di negara penempatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KP2MI, Sukarman, serta sambutan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene.

Dalam sambutannya, Felly menyoroti perkembangan dukungan anggaran bagi sektor perlindungan pekerja migran dari waktu ke waktu. Ia menyebut, anggaran yang sebelumnya berada pada kisaran ratusan miliar rupiah kini telah meningkat hingga triliunan rupiah.

Menurut Felly, peningkatan dukungan tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan, serta memastikan calon pekerja migran memperoleh akses melalui mekanisme yang benar.

Ia juga menekankan pentingnya program SMK Go Global sebagai program prioritas nasional yang diharapkan dapat membuka peluang bagi generasi muda, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ini menjadi tantangan yang harus kita ambil bersama demi kehidupan keluarga yang lebih baik. Kalau ingin mengadu nasib di luar negeri, mari gunakan jalur yang benar. Jangan sampai kita justru masuk melalui jalur yang salah,” tegas Felly.


Dalam wawancara langsung, Felly menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di sela-sela agenda reses dengan melibatkan mitra kerja, yakni KP2MI, untuk menyosialisasikan program pemerintah yang membuka peluang bagi anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri secara aman dan legal.

Ia mengatakan, melalui program yang tersedia, peserta berkesempatan mengikuti pelatihan yang dibiayai negara, bahkan memperoleh uang saku sesuai ketentuan program. Setelah melalui tahapan seleksi, pelatihan, dan persyaratan yang berlaku, peserta dapat dipersiapkan untuk bekerja di berbagai negara sesuai minat serta kebutuhan pasar kerja.

“Sekali lagi, kementerian yang menangani pekerja migran memberikan perlindungan kepada mereka sejak sebelum berangkat hingga tiba di negara penempatan. Di sana, perwakilan pemerintah Indonesia, termasuk melalui Kementerian Luar Negeri, juga berperan dalam memberikan perlindungan. Semua ini menjadi bagian dari upaya bersama,” jelasnya.

Felly menegaskan, masyarakat Sulawesi Utara perlu mengetahui bahwa pemerintah menyediakan berbagai program dan mekanisme perlindungan bagi warga yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri.

Karena itu, ia berharap informasi mengenai peluang kerja resmi dapat disampaikan secara luas agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran pihak-pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan cara yang tidak bertanggung jawab.


Felly juga mengimbau keluarga, pemerintah desa dan kelurahan, serta lingkungan masyarakat agar lebih memperhatikan proses keberangkatan warga yang hendak bekerja ke luar negeri.

Menurutnya, pemerintah setempat dapat berperan melalui edukasi, pemeriksaan administrasi sesuai kewenangan, serta komunikasi dan wawancara untuk memastikan tujuan keberangkatan dan dokumen yang dimiliki calon pekerja migran.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah warga menjadi korban penipuan, perdagangan orang, maupun praktik pemberangkatan ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

“Jangan mudah terbujuk rayu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bukannya mendapatkan uang, justru nyawa yang bisa hilang. Ini penting untuk terus kita sampaikan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan agar masyarakat mengetahui perbedaan peluang kerja yang legal dan ilegal,” tegas Felly.

Ia berharap, melalui sosialisasi yang berkelanjutan, calon pekerja migran dan keluarga dapat lebih cermat dalam memeriksa informasi lowongan, legalitas perusahaan penempatan, serta prosedur keberangkatan sebelum mengambil keputusan.


Sementara itu, Ketua yayasan Salam Foundation yang selalu bergerak di Bidang sosial, Sri Nanda Lamadau, menyambut positif kegiatan edukasi perlindungan dan migrasi aman tersebut.

Nanda menilai, sosialisasi seperti ini penting karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai program pemerintah, khususnya kesempatan kerja di luar negeri yang harus ditempuh melalui jalur resmi dan disertai perlindungan yang memadai.

Ia juga menyoroti rekam jejak Felly Estelita Runtuwene dalam mengawal berbagai isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk bidang kesehatan melalui BPJS Kesehatan dan perlindungan pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Dari apa yang disampaikan Kak Felly, saya melihat ini sebagai hal yang sangat positif. Kita tahu bersama, Kak Felly selama ini turut mengawal berbagai persoalan masyarakat, mulai dari BPJS Kesehatan hingga BPJS Ketenagakerjaan. Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut,” ujar Nanda.

Bagi Nanda, keterlibatan Felly dalam kegiatan bersama KP2MI menunjukkan pentingnya kesinambungan pengawasan dan sosialisasi kebijakan agar program pemerintah tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar diketahui dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ia berharap, program SMK Go Global dapat menjadi salah satu jalan bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk meningkatkan keterampilan, memperluas kesempatan kerja, serta memperbaiki taraf hidup keluarga melalui proses yang aman dan sesuai ketentuan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan juga membutuhkan persiapan, keterampilan, dokumen yang sah, dan jaminan perlindungan. Dengan demikian, peluang kerja internasional dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan keselamatan dan masa depan para pekerja migran. (***) 

Victor Mailangkay Sambut Kedatangan Pangdam XII/Merdeka Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan di Sulawesi Utara

Tidak ada komentar

 


 EXPRESSINDONEWS – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Mayjen TNI Anggit Exton Yustiawan, Panglima Kodam XII/Merdeka, yang hadir di Provinsi Sulawesi Utara, Bumi Nyiur Melambai.

Ucapan tersebut disampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan seluruh masyarakat sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan untuk semakin mempererat hubungan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Selamat Datang di Nyiur Melambai, Sulawesi Utara,” demikian ungkapan penyambutan yang disampaikan Victor Mailangkay.

Menurutnya, kehadiran Pangdam XII/Merdeka menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkokoh persatuan, serta mendukung keberlanjutan pembangunan di daerah.

Victor menegaskan bahwa terciptanya Sulawesi Utara yang aman dan kondusif membutuhkan kebersamaan, komitmen, serta dukungan dari seluruh unsur, baik TNI, pemerintah daerah maupun masyarakat.

Ia berharap, hubungan harmonis dan semangat gotong royong yang selama ini telah terbangun dapat terus dipelihara dan ditingkatkan demi kepentingan masyarakat luas.

“Kiranya kebersamaan dan semangat gotong royong yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan Sulawesi Utara yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” ungkapnya.

Penyambutan ini sekaligus menjadi harapan agar koordinasi dan kerja sama antara jajaran TNI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara semakin solid, sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan agenda pembangunan dapat berjalan optimal.

Dengan semangat kebersamaan, Sulawesi Utara diharapkan terus menjadi daerah yang menjunjung tinggi persatuan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan rasa aman dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (***) 


© all rights reserved
made with www.expressindonews.com