LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Sambut HUT ke-25, Demokrat Manado Gelar Gerakan Langit Biru dan Rangkul UMKM Karangria

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Semangat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus penguatan kedekatan dengan masyarakat ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Manado melalui agenda Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Laskar Biru, Demokrat Bergerak, dalam rangka menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat.

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Daseng Karangria, Kota Manado, tersebut diisi dengan aksi sosial berupa bersih-bersih pantai dan pengobatan gratis. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Partai Demokrat yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan serta pelayanan langsung kepada masyarakat.

Sekitar 200 orang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya melibatkan kader dan jajaran Partai Demokrat, kegiatan ini juga menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Manado, khususnya yang berada di wilayah Daseng Karangria.

Keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dari konsep Demokrat Bergerak, karena kegiatan sosial tidak hanya diarahkan pada aksi lingkungan dan pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut terlibat dan bertumbuh bersama masyarakat.

Royke Anter, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Manado, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Demokrat di tengah masyarakat.

Menurut Royke, momentum HUT ke-25 Partai Demokrat harus diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung, bukan sekadar seremoni politik.

Gerakan bersih-bersih pantai, kata dia, merupakan pesan penting agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi gerakan bersama. Sementara pengobatan gratis menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan.


Kegiatan di Daseng Karangria juga memperlihatkan upaya Demokrat membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Sekitar 200 peserta hadir dan terlibat dalam agenda tersebut. Selain kader serta simpatisan, Demokrat secara khusus menggandeng UMKM lokal di kawasan Daseng Karangria, sehingga kegiatan sosial ini sekaligus menjadi ruang memperkuat ekonomi kerakyatan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa semangat Demokrat Bergerak tidak hanya berbicara mengenai aktivitas politik, tetapi juga bagaimana partai dapat membangun kolaborasi dengan masyarakat, pelaku usaha kecil, serta komunitas lokal.


Gerakan Langit Biru Indonesia Asri menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut. Aksi membersihkan kawasan pantai sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan yang semakin membutuhkan perhatian bersama.

Bagi Demokrat, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, komunitas, pelaku usaha, hingga organisasi politik memiliki peran untuk ikut menjaga ruang hidup bersama.

Di sisi lain, pengobatan gratis memperlihatkan bahwa kegiatan sosial Demokrat juga menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Memasuki usia 25 tahun, Partai Demokrat ingin menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk kembali memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan yang konkret dan menyentuh kebutuhan warga.

Dengan semangat Laskar Biru dan Demokrat Bergerak, agenda di Daseng Karangria menjadi gambaran bahwa politik kerakyatan dapat diterjemahkan melalui aksi nyata: lingkungan dijaga, masyarakat dilayani, UMKM diberdayakan, dan kebersamaan diperkuat.

HUT ke-25 Partai Demokrat pun diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan perjalanan partai, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat Kota Manado. (*)


Demokrat Bergerak di Manado, Laskar Biru Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Sambut HUT ke-25

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Semangat kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Manado melalui agenda Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, yang dirangkaikan dengan gerakan Laskar Biru, Demokrat Bergerak dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat.

Kegiatan tersebut diisi dengan aksi nyata di tengah masyarakat, di antaranya bersih-bersih pantai serta pengobatan gratis. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya Partai Demokrat menghadirkan kegiatan sosial yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mengajak warga menjaga lingkungan.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Manado, Noortje Henny Van Bone, yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Manado, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bersama jajaran partai dan Fraksi Demokrat DPRD Kota Manado.

“Kami DPC Partai beserta Fraksi DPRD Kota Manado melaksanakan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Partai Demokrat. Mudah-mudahan di tanggal 23 kami akan melaksanakan lomba pidato AHY bersama DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara,” ujar Noortje saat diwawancarai.

Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Partai Demokrat dalam menyemarakkan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mudah-mudahan partai kami bisa membantu Partai Demokrat ke-25 dan HUT RI ke-81 tahun,” lanjutnya.

Langit Biru, Bukan Sekadar Slogan

Gerakan Langit Biru Indonesia Asri juga memiliki makna yang lebih luas. Dalam pemberitaan resmi Partai Demokrat, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Juli 2026 memang mendorong kader Demokrat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui Gerakan Langit Biru. Partai Demokrat menyebut gerakan tersebut sebagai bentuk komitmen kader terhadap lingkungan hidup.

Semangat itu sejalan dengan agenda Partai Demokrat yang menempatkan perbaikan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan hidup sebagai salah satu klaster agenda perubahan dan perbaikan.

Karena itu, aksi membersihkan pantai di Manado tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan gotong royong membersihkan sampah. Gerakan tersebut menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama—termasuk partai politik yang hadir di tengah masyarakat.

Di sisi lain, pengobatan gratis memperlihatkan bahwa kepedulian Demokrat tidak berhenti pada isu lingkungan. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan akses pemeriksaan dan layanan kesehatan.

Momentum menuju usia seperempat abad Partai Demokrat pun diarahkan menjadi ruang untuk memperkuat kembali kedekatan kader dengan masyarakat.

Dengan semangat “Demokrat Bergerak”, Laskar Biru di Kota Manado berupaya menerjemahkan politik kerakyatan melalui aksi nyata: lingkungan dijaga, masyarakat dilayani, dan kebersamaan terus dibangun.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa memasuki usia 25 tahun, eksistensi Partai Demokrat tidak hanya diukur dari aktivitas politik, tetapi juga dari seberapa jauh kader mampu menghadirkan manfaat dan bekerja bersama masyarakat. (***) 

Listrik 24 Jam Hadir di Siladen, Camat Bunaken Kepulauan: Kebahagiaan Besar bagi Warga

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS— Warga Pulau Siladen, Kecamatan Bunaken Kepulauan, akhirnya dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh setelah bertahun-tahun hanya mendapatkan pasokan listrik sekitar enam jam setiap malam.

Mulai Kamis (13/8/2026), sistem kelistrikan di Pulau Siladen yang sebelumnya beroperasi terbatas dari pukul 18.00 hingga 24.00 WITA kini dapat dinikmati masyarakat sepanjang hari.

Kehadiran listrik 24 jam tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat di salah satu kawasan kepulauan yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Kota Manado. Perubahan ini tidak hanya menjawab kebutuhan dasar warga, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi peningkatan aktivitas pendidikan, ekonomi dan produktivitas masyarakat.

Camat Bunaken Kepulauan, Immanuel Mandak, menyambut penuh sukacita perubahan tersebut. Menurutnya, beroperasinya listrik selama 24 jam merupakan sebuah kemajuan penting bagi masyarakat Siladen yang selama ini harus menyesuaikan berbagai aktivitas dengan keterbatasan waktu pelayanan listrik.

“Tentu ini menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Siladen. Listrik yang biasanya hanya dinikmati selama enam jam, mulai hari ini bisa dinikmati 24 jam full. Ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar kemajuan ini bisa berdampak baik bagi masyarakat,” kata Mandak.

Mandak menilai, manfaat listrik 24 jam akan sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah. Dengan tersedianya listrik sepanjang hari, aktivitas belajar tidak lagi harus dibatasi oleh waktu padamnya listrik.

Selain pendidikan, ketersediaan listrik yang lebih stabil juga diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha maupun warga yang menjalankan kegiatan produktif kini memiliki ruang lebih luas untuk memanfaatkan peralatan elektronik dan menjalankan aktivitas tanpa terikat pada waktu operasional listrik yang sebelumnya hanya enam jam.

Bagi masyarakat Siladen, perubahan tersebut bukan sekadar soal bertambahnya durasi penerangan. Listrik 24 jam menjadi simbol hadirnya akses pelayanan dasar yang lebih baik di wilayah kepulauan.

Camat Bunaken Kepulauan pun mengajak masyarakat untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas kelistrikan tersebut secara bijak agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

Dengan hadirnya layanan listrik 24 jam, Siladen kini memiliki modal penting untuk mendorong kemajuan masyarakat, memperkuat sektor pendidikan, meningkatkan produktivitas, sekaligus mendukung geliat ekonomi di wilayah kepulauan Kota Manado. (***) 

Di Reses WBK, Bukan Lagi Soal Jalan, Ini Jeritan Warga Kairagi Weru yang Merasa Terisolir di Tengah Kota Manado

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS — Persoalan akses jalan kembali menjadi keluhan utama warga Kairagi Weru Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Kondisi akses menuju kompleks permukiman warga dinilai belum memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keluhan tersebut mencuat dalam agenda reses Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Demokrat, Wiliam Billy Kaeng (WBK), Daerah Pemilihan (Dapil) Tikala-Paal Dua. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan langsung berbagai kesulitan yang mereka alami, terutama menyangkut akses keluar-masuk kawasan permukiman.

Salah satu warga, Wilmar, purnawirawan TNI yang berdomisili di Lingkungan V, menyampaikan bahwa masyarakat hingga kini masih diperhadapkan dengan persoalan akses yang sangat terbatas.

Menurutnya, warga bahkan terpaksa memanfaatkan jembatan gantung untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari. Kondisi tersebut semakin menyulitkan ketika masyarakat membutuhkan bahan bangunan, kebutuhan pokok maupun gas LPG.

Persoalan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan. Warga mengeluhkan adanya keterbatasan akses bagi kendaraan yang hendak mengantarkan berbagai kebutuhan ke kompleks permukiman.

Pengantaran bahan bangunan, misalnya, disebut harus disertai izin berupa surat dari kelurahan. Sementara untuk kebutuhan seperti LPG dan bahan pokok lainnya, akses pengantaran disebut hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu, khususnya Sabtu dan Minggu melalui sistem kanvas.

Kondisi ini membuat warga merasa aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari mereka ikut terhambat.

Bahkan, berdasarkan aspirasi yang disampaikan dalam reses, masyarakat Lingkungan V merasa seakan-akan masih terisolasi. Keberadaan kawasan Kantor Angkatan Laut di sekitar akses menuju kompleks warga disebut menjadi salah satu persoalan yang selama ini membuat akses masyarakat tidak mudah.

Warga pun berharap pemerintah tidak berhenti pada keberadaan jembatan gantung sebagai satu-satunya alternatif akses. Mereka meminta adanya solusi permanen sehingga kawasan permukiman dapat terhubung dengan akses jalan yang layak dan dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat secara lebih luas.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wiliam Billy Kaeng menegaskan bahwa persoalan akses Kairagi Weru Lingkungan V tidak boleh hanya berhenti sebagai catatan reses di tingkat DPRD Kota Manado.

Sebagai wakil rakyat, WBK menyatakan akan meneruskan persoalan tersebut ke tingkat pemerintah pusat, termasuk menyampaikan aspirasi kepada DPR RI.

“Untuk kapasitas saya sebagai Anggota DPRD Kota Manado, saya akan sampaikan ke DPR RI. Mungkin Ibu Hillary bisa turun langsung ke lokasi ini,” ujar WBK.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat membutuhkan perhatian lintas lembaga karena menyangkut akses dasar warga. Ia menilai, kondisi di lapangan perlu dilihat secara langsung agar solusi yang diberikan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Selain persoalan akses jalan, warga Lingkungan V juga menyampaikan aspirasi terkait pelebaran anak sungai yang dinilai penting untuk mendukung keamanan dan kenyamanan lingkungan.

Sementara itu, warga Kairagi Weru juga mengusulkan penambahan unit tempat sampah. Aspirasi tersebut menjadi bagian lain yang turut dicatat WBK dalam pelaksanaan reses.

Bagi masyarakat Kairagi Weru Lingkungan V, persoalan akses bukan sekadar soal jalan. Di balik sulitnya kendaraan masuk ke kawasan tersebut, terdapat kebutuhan dasar warga yang ikut terdampak—mulai dari distribusi bahan bangunan, LPG, hingga kebutuhan pokok.

Karena itu, warga berharap aspirasi yang telah disampaikan melalui reses tidak berhenti menjadi dokumentasi politik semata. Mereka menantikan adanya langkah nyata pemerintah untuk membuka akses yang lebih layak dan memastikan masyarakat Lingkungan V tidak lagi merasa terisolasi di wilayahnya sendiri. (***) 


Wiliam Billy Kaeng Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-48 untuk AHY, Tegaskan Semangat Demokrat untuk Rakyat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Demokrat, Wiliam Billy Kaeng, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-48 kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat.

Ucapan tersebut disampaikan melalui sebuah poster yang menampilkan sosok AHY bersama Wiliam Billy Kaeng, sekaligus membawa pesan tentang semangat kebersamaan, perubahan dan harapan bagi Indonesia.

Dalam poster tersebut, Wiliam Billy Kaeng menyampaikan pesan agar AHY terus memimpin dengan hati serta membawa perubahan dan harapan bagi masyarakat Indonesia.

“Teruslah memimpin dengan hati, membawa perubahan dan harapan bagi Indonesia. Demokrat selalu bersama untuk Indonesia yang lebih baik,” demikian pesan yang tertuang dalam ucapan tersebut.

Bagi Kaeng, sosok AHY tidak hanya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, tetapi juga figur yang membawa arah dan semangat bagi kader Demokrat di seluruh Indonesia.

Sebagai kader sekaligus Anggota DPRD Kota Manado Dapil Tikala–Paal Dua, Kaeng menilai semangat kepemimpinan dan perjuangan untuk rakyat harus terus menjadi bagian dari kerja-kerja politik Demokrat, termasuk melalui tugasnya sebagai wakil rakyat di tingkat daerah.

Ucapan ulang tahun tersebut pun menjadi bentuk dukungan sekaligus doa agar AHY senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan keteguhan dalam menjalankan tanggung jawabnya.

“Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit. Demokrat untuk Rakyat, Demokrat untuk Indonesia,” menjadi pesan penutup yang disematkan Wiliam Billy Kaeng dalam ucapan tersebut. (***) 

65 Tahun Jemaat GMIM Sion Ranomut: Menapaki Zaman, Merawat Iman dan Kebersamaan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS— Enam puluh lima tahun bukan sekadar angka bagi Jemaat GMIM Sion Ranomut. Perjalanan panjang tersebut menjadi kesaksian tentang bagaimana iman, pelayanan, dan kebersamaan terus dipelihara di tengah perubahan zaman.

Semangat itu terasa dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Jemaat GMIM Sion Ranomut yang dirangkaikan dengan ibadah syukur. Jemaat bersama para pelayan, mantan ketua jemaat, pendeta yang pernah melayani, serta tamu undangan berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan ucapan syukur.

Ibadah berlangsung khidmat sejak awal. Prosesi para pelayan khusus bersama khadim menjadi bagian pembuka, dilanjutkan dengan penyalaan lilin sebagai simbol dimulainya persekutuan dalam momentum istimewa tersebut. Pujian dan penyembahan yang dibawakan panitia HRG 2 turut menghidupkan suasana ibadah.

Ketua Panitia HRG 2, Pdt. Pingkan Ngantung, S.Th., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaat serta undangan yang hadir. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan perayaan HUT bukan hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai kesempatan untuk kembali mengingat karya Tuhan dalam perjalanan pelayanan jemaat.

Pesan penguatan iman kemudian disampaikan Pdt. Piet Martin Tampi, S.Th., M.Si., selaku pemimpin ibadah. Dalam khotbahnya, jemaat diajak untuk tetap menempatkan Tuhan sebagai dasar dalam menjalani kehidupan sekaligus mempertahankan semangat kebersamaan dan kerukunan dalam pelayanan.

Perjalanan 65 tahun Jemaat GMIM Sion Ranomut pun menjadi ruang refleksi. Berbagai dinamika yang telah dilewati tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi fondasi bagi jemaat untuk terus bertumbuh dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Ibadah syukur kemudian ditutup dengan doa khadim dan doa makan yang dipimpin Ketua Jemaat GMIM Sion Ranomut, Pdt. Meike Kindangen-Takasenseran, S.Th.


Nuansa emosional semakin terasa dengan hadirnya sejumlah mantan ketua jemaat serta para pendeta yang pernah menjalankan pelayanan di Jemaat GMIM Sion Ranomut.

Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah jemaat dibangun melalui estafet pelayanan dari generasi ke generasi. Para pelayan terdahulu turut meninggalkan jejak pengabdian yang menjadi bagian penting dalam perjalanan 65 tahun Jemaat GMIM Sion Ranomut.

Momentum tersebut sekaligus mempererat kembali tali persaudaraan antara para pelayan, jemaat dan keluarga besar GMIM Sion Ranomut.


Mewakili Pemerintah Kota Manado, Steven Tumiwa, M.Pd., turut hadir dan menyampaikan ucapan selamat HUT ke-65 kepada seluruh keluarga besar Jemaat GMIM Sion Ranomut.

Dalam sambutannya, pemerintah memberikan apresiasi terhadap kontribusi jemaat yang selama ini turut mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial masyarakat, khususnya dalam menjaga kerukunan, kedamaian serta nilai-nilai moral di tengah kehidupan Kota Manado.

Sinergi antara gereja dan pemerintah dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis serta memperkuat semangat kebersamaan.

Sementara itu, mewakili BPMJ dan BPMW, Wakil Ketua Jemaat, Pnt. Royke Anter, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat, panitia dan para undangan yang telah mengambil bagian dalam perayaan tersebut.

Ia berharap momentum HUT ke-65 dapat menjadi titik penguatan bagi jemaat untuk semakin dewasa dalam iman dan semakin konsisten menjalankan tugas pelayanan.

“Kiranya di usia yang ke-65 tahun ini, Jemaat GMIM Sion Ranomut semakin dewasa dalam iman, kuat dalam pelayanan, serta terus menjadi berkat bagi sesama dan kemuliaan nama Tuhan,” ujar Pnt. Royke Anter.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Sekretaris Panitia HRG 2, Virgi Jacob, S.Kom., kepada seluruh jemaat, donatur, sponsor dan panitia yang telah memberikan dukungan serta bekerja bersama sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat terlaksana.

Setelah ibadah syukur, perayaan berlanjut dalam suasana kekeluargaan melalui ramah tamah dan jamuan kasih. Jemaat dan tamu undangan berbaur dalam suasana santai, menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga besar.

Kemeriahan semakin terasa ketika panitia HRG 2 menggelar penarikan undian doorprise. Antusiasme jemaat menghadirkan gelak tawa sekaligus menutup rangkaian perayaan HUT ke-65 dalam suasana penuh sukacita.

Bagi Jemaat GMIM Sion Ranomut, usia 65 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan. Dengan semangat iman dan kebersamaan, jemaat diharapkan terus bertumbuh, melayani dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat di tengah perkembangan Kota Manado. (***) 

Tiga Titik Reses, Nur Amalia Serap Aspirasi hingga Fokus pada Generasi Z

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Keadilan Demokrasi, Nur Amalia, menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan fungsi representasi masyarakat melalui agenda reses masa persidangan tahun 2026.

Srikandi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga merupakan personel Komisi III DPRD Kota Manado sekaligus Ketua Fraksi Keadilan Demokrasi itu tercatat menggelar tiga titik agenda reses. Rangkaian tersebut menjadi momentum penting bagi Nur Amalia untuk turun langsung mendengar berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.

Bagi Nur Amalia, reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan wakilnya secara langsung. Aspirasi yang disampaikan warga menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi DPRD untuk mendorong kebijakan pemerintah daerah yang lebih tepat sasaran.

“Tiga titik saya laksanakan reses dan ditutup dengan Generasi Z, karena mereka harus diperhatikan. Aspirasi yang saya dapatkan seperti biasa, mulai dari lampu jalan, jalan rusak hingga listrik yang sering mati. Tetapi khusus Generasi Z, banyak hal yang saya dapatkan dan ini membuat saya semakin semangat,” ujar Nur Amalia.


Salah satu perhatian yang mengemuka dalam reses adalah persoalan ketenagakerjaan, khususnya terkait pemerataan peluang kerja bagi kalangan pemuda.

Nur Amalia menilai, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Manado telah berupaya membuka berbagai peluang kerja. Namun, tantangan di lapangan masih perlu mendapat perhatian, terutama bagaimana memastikan generasi muda memperoleh pekerjaan yang layak sekaligus memiliki perlindungan terhadap hak-haknya sebagai pekerja.

Dalam forum tersebut turut disoroti persoalan hak karyawan yang terkadang dinilai tidak sesuai dengan kontrak kerja. Termasuk pertanyaan mengenai jaminan keamanan dan perlindungan bagi pekerja ketika menjalankan tugasnya.

Kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, Fadil, Nur Amalia mendorong agar persoalan tersebut menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya dituntut membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan dunia kerja memberikan kepastian terhadap hak dan perlindungan para pekerja.

“Peluang kerja memang ada dan Dinas Tenaga Kerja sudah melaksanakan semaksimal mungkin. Tetapi kita juga harus melihat bagaimana hak-hak karyawan terpenuhi sesuai kontrak kerja dan bagaimana jaminan keamanan mereka,” menjadi salah satu perhatian yang disuarakan dalam agenda reses tersebut.


Perhatian Nur Amalia kemudian diarahkan pada kebutuhan anak muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Ia menyebut, pelatihan digital marketing menjadi salah satu kebutuhan penting karena telepon pintar dan gadget yang selama ini hanya digunakan sebagai sarana komunikasi maupun hiburan, dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.

“Pertama, pelatihan digitalisasi. Karena anak muda hari ini membutuhkan support. Dari HP atau gadget bisa menjadi sumber pendapatan yang sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Nur Amalia menilai keterampilan digital dapat menjadi alternatif mata pencaharian bagi generasi muda, terutama ketika persaingan memperoleh pekerjaan formal semakin tinggi.

Selain digital marketing, masyarakat juga mengusulkan adanya pelatihan kepemimpinan bagi generasi muda agar mereka tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan memimpin, berorganisasi dan mengambil keputusan.


Dalam reses tersebut juga muncul gagasan agar sejumlah program yang dinilai positif di pusat kota dapat direplikasi di wilayah lain, termasuk Mapanget.

Nur Amalia menegaskan, gagasan tersebut bukan berarti memindahkan program yang sudah ada, tetapi mengadopsi konsepnya agar manfaat yang dirasakan masyarakat dapat diperluas.

“Bukan memindahkan, tetapi meng-copy paste program yang sudah bagus. Saya rasa ini bagus untuk dilirik pemerintah,” katanya.

Menurut dia, pemerataan pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada wilayah tertentu. Program pemerintah yang terbukti memberikan manfaat harus memiliki peluang untuk dikembangkan di kawasan lain sesuai kebutuhan masyarakat.


Nur Amalia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam tiga titik reses tersebut akan dibawa ke tingkat pemerintah kota untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran.

Ia menegaskan, hasil reses bukan sekadar catatan yang berhenti di forum pertemuan, tetapi merupakan amanat masyarakat yang harus dikawal agar mendapat tindak lanjut dari pemerintah.

“Aspirasi ini pasti saya akan bawa ke Pemerintah Kota. Bukan hanya pemerintah, tetapi kami sendiri juga akan ikut ambil bagian,” tegasnya.

Ia berharap, sinergi antara DPRD, pemerintah kota dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang disampaikan dalam reses.

Selain persoalan infrastruktur, ketenagakerjaan dan kepemudaan, kondisi musim kemarau panjang juga menjadi perhatian.

Nur Amalia mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kota Manado mulai mengalami keterbatasan air. Kondisi tersebut membuat masyarakat membutuhkan perhatian pemerintah, khususnya dalam penyediaan bantuan air bersih bagi wilayah yang terdampak kekeringan.

“Untuk musim kemarau panjang, kita memang kekurangan air sehingga terjadi kekeringan. Banyak kondisi dan titik di kecamatan sudah mendapatkan kabar kering dan mereka ingin mendapatkan perhatian pemerintah untuk mendapatkan bantuan air,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Terlebih, sejumlah wilayah seperti Mapanget masih memiliki banyak pepohonan dan tumbuhan yang mudah terbakar ketika kondisi lingkungan kering.

Nur Amalia secara khusus mengimbau masyarakat, terutama para perokok, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.

“Dengan musim seperti ini sangat mudah terjadi kebakaran. Di Mapanget masih banyak pohon dan tumbuhan yang berpotensi terbakar. Jadi bagi perokok, jangan membuang sembarangan,” pesannya.

Rangkaian tiga agenda reses Nur Amalia tersebut sekaligus memperlihatkan upaya legislator untuk memperluas ruang penyerapan aspirasi. Tidak hanya menyentuh persoalan klasik seperti jalan, lampu penerangan dan listrik, tetapi juga membawa isu ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, keterampilan digital, kepemimpinan generasi muda hingga ancaman kekeringan dan kebakaran.

Bagi Nur Amalia, suara masyarakat yang terkumpul dari reses harus menjadi pijakan dalam memperjuangkan kebijakan dan pembangunan yang lebih merata, sekaligus memastikan kebutuhan kelompok muda—termasuk Generasi Z—tidak terlewatkan dalam agenda pembangunan Kota Manado. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com