LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

PDAM Wanua Wenang Catat Kenaikan Pelanggan, 9.349 Pengaduan Sepanjang 2025 Diklaim Tuntas Ditindaklanjuti

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Perumda Air Minum (PDAM) Wanua Wenang Kota Manado terus menunjukkan peningkatan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2025, jumlah pelanggan tercatat mencapai 34.963 sambungan rumah (SR). Sepanjang tahun yang sama, perusahaan juga menerima 9.349 pengaduan pelanggan dan seluruhnya telah ditindaklanjuti.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Kota Manado, Meiky Taliwuna, saat rapat pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado di Ruang Paripurna DPRD Kota Manado, Rabu (8/7/2026).

Taliwuna menjelaskan, setelah pengelolaan PT Air diambil alih, jumlah pelanggan PDAM saat itu berada di kisaran 28.800 sambungan rumah. Seiring berbagai program pengembangan jaringan dan peningkatan layanan, jumlah tersebut terus mengalami pertumbuhan menjadi sekitar 33 ribu pelanggan pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 34.963 sambungan rumah pada 2025.

"Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terjadi penambahan sekitar 6.162 sambungan rumah baru," ujar Taliwuna.

Untuk tahun 2025, PDAM menargetkan pembangunan 5.000 sambungan rumah baru. Hingga akhir Juni 2025, realisasi pemasangan telah mencapai sekitar 2.500 sambungan rumah, yang sebagian besar dilakukan melalui program sambungan rumah gratis.

Menurut Taliwuna, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah memperluas cakupan pelayanan air bersih kepada masyarakat, mengingat tingkat cakupan pelanggan PDAM di Kota Manado masih berada pada kisaran 25 hingga 30 persen.

"Program ini diberikan secara gratis karena cakupan pelayanan kita masih relatif rendah. Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional yang berkisar sekitar 11 persen," jelasnya.

Meski berada di atas rata-rata nasional, Taliwuna mengakui capaian tersebut masih jauh dari target ideal yang diharapkan, yakni 80 persen cakupan pelayanan.

"Karena itu, salah satu strategi untuk mempercepat peningkatan cakupan pelayanan adalah melalui program sambungan rumah gratis. Walaupun prosesnya tidak bisa dilakukan secara instan, program ini tetap kami jalankan secara bertahap," katanya.

Selain memperluas jaringan pelanggan, PDAM Wanua Wenang juga melakukan peningkatan kualitas pelayanan melalui penggantian 1.428 meter air pelanggan secara gratis sepanjang tahun 2025.

Ia menjelaskan, penggantian meter air dilakukan tanpa membebankan biaya kepada pelanggan karena selama kurang lebih 15 tahun sebelumnya belum pernah dilakukan penggantian meter secara menyeluruh.

"Langkah ini kami lakukan agar tidak merugikan pelanggan maupun PDAM sendiri. Meter yang sudah tua berpotensi memengaruhi akurasi pencatatan pemakaian air, sehingga penggantian menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan," tutup Taliwuna. (***) 

FKDM Manado Ajak Warga Aktif Jaga Keamanan Lingkungan, Soroti Penyalahgunaan Obat Gangguan Jiwa hingga Titik Rawan Tawuran

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado terus memperkuat peran masyarakat dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi bersama anggota FKDM Kota Manado yang dipimpin Sapril Palamani, didampingi Lurah Karame Iskandar Polontalo, S.IP.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat menjadi perhatian serius, mulai dari pentingnya meningkatkan kewaspadaan warga, dugaan penyalahgunaan obat untuk penderita gangguan jiwa, hingga perlunya penguatan fasilitas keamanan di sejumlah titik rawan.

Sapril Palamani menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas aparat, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

"FKDM mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Warga diharapkan tidak ragu memberikan informasi kepada instansi terkait apabila menemukan potensi gangguan keamanan maupun hal-hal yang dapat mengancam ketertiban di lingkungan masing-masing. Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ujar Sapril.

Selain itu, Sapril juga menyoroti fenomena yang dinilai mengkhawatirkan, yakni banyaknya obat yang seharusnya diperuntukkan bagi penderita gangguan jiwa diduga dikonsumsi oleh masyarakat yang tidak memiliki indikasi medis.

"Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama. Jika benar terjadi penyalahgunaan obat-obatan tersebut, tentu harus mendapat pengawasan lebih ketat dari pihak-pihak terkait karena dapat menimbulkan dampak yang membahayakan bagi pengguna maupun lingkungan sekitar," katanya.

Tak hanya itu, FKDM juga menerima berbagai masukan mengenai masih adanya sejumlah titik yang rawan terjadi tawuran antarwarga (tarkam), namun belum terjangkau kamera CCTV maupun penerangan jalan yang memadai.

Menurut Sapril, kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar sistem pengawasan dapat diperkuat.

"Kami berharap titik-titik rawan yang belum terpantau CCTV serta lokasi dengan penerangan jalan yang minim dapat menjadi perhatian pemerintah. Upaya pencegahan jauh lebih efektif apabila didukung sarana pengawasan dan infrastruktur yang memadai," tegasnya.

Melalui forum diskusi ini, FKDM Kota Manado berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, serta aparat keamanan semakin kuat sehingga potensi gangguan keamanan dapat dideteksi sejak dini dan situasi kamtibmas di Kota Manado tetap aman, tertib, dan  kondusif. (***) 

Yasir Taruk Bua Kritik Besarnya Sisa Anggaran 2025: Cermin Perencanaan OPD yang Tidak Matang

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS--  Anggota DPRD Kota Manado, Yasir Taruk Bua, menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 yang dinilai menjadi indikator belum optimalnya perencanaan dan pelaksanaan program di lingkungan Pemerintah Kota Manado.

Dalam rapat paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Manado, Yasir mempertanyakan mengapa SiLPA masih begitu besar, padahal pemerintah telah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor.

"Di satu sisi kita melakukan efisiensi anggaran, tetapi di sisi lain justru masih terdapat SiLPA yang cukup besar. Ini perlu menjadi perhatian serius," ujar Yasir.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat kelemahan dalam proses perencanaan program dan penganggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program yang telah dialokasikan dalam APBD seharusnya dapat direncanakan secara lebih matang agar pelaksanaannya berjalan optimal dan anggaran yang telah disediakan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Yasir menegaskan, besarnya sisa anggaran tidak boleh dipandang sebagai hal yang biasa, melainkan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat daerah, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan program.

Ia berharap Pemerintah Kota Manado melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh OPD yang memiliki penyerapan anggaran rendah, sehingga penyusunan APBD tahun berikutnya dapat dilakukan dengan lebih realistis, terukur, dan berorientasi pada hasil.

"Ke depan, perencanaan harus lebih matang agar setiap program yang telah dianggarkan benar-benar terlaksana. Dengan demikian, anggaran yang disusun dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan tidak lagi menyisakan SiLPA dalam jumlah besar," tegas Yasir. (***) 

Dolfie Angkouw Kritik Besarnya SiLPA, Desak Perumda dan PDAM Jadi Andalan PAD Manado

Tidak ada komentar

 



EXORESSINDONEWS-- Anggota DPRD Kota Manado, Dolfie Angkouw, mengusulkan dua poin strategis yang menjadi perhatian dalam Rapat Paripurna DPRD bersama Pemerintah Kota Manado terkait pembahasan arah kebijakan pembangunan dan penganggaran daerah.

Menurut Dolfie, penguatan sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus menjadi prioritas pemerintah, khususnya terhadap Perumda Pasar dan Perumda Air Minum (PDAM). Ia menilai kedua perusahaan daerah tersebut sudah saatnya dikelola secara lebih serius agar mampu menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi daerah.

"Dua hal yang saya tambahkan menjadi pokok pembahasan. Pertama, mengenai BUMD, khususnya Perumda dan PDAM. Sudah saatnya pemerintah lebih serius meningkatkan peran perusahaan daerah sebagai bagian penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Dolfie dalam rapat paripurna.

Ia berharap Pemerintah Kota Manado mulai memasukkan target dan terobosan peningkatan kontribusi kedua BUMD tersebut dalam rancangan APBD Tahun Anggaran 2027, sehingga normalisasi dan optimalisasi PAD dari sektor perusahaan daerah dapat diwujudkan secara bertahap.

Selain itu, Dolfie juga menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada Tahun Anggaran 2025 yang dinilainya menunjukkan masih adanya sejumlah program yang belum terlaksana secara maksimal.

Untuk itu, ia mengusulkan agar seluruh penyaluran bantuan sosial lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari sektor olahraga, pariwisata, kesejahteraan rakyat (Kesra), hingga bidang lainnya, ke depan dilaksanakan melalui sistem digital.

"Program bantuan sosial ke depan perlu direncanakan berbasis sistem digital agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, serta lebih efisien dalam pengelolaan anggaran," tegasnya.

Usulan tersebut diharapkan menjadi masukan strategis dalam penyusunan kebijakan anggaran Pemerintah Kota Manado, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (***) 


Camat Bunaken Apresiasi Program KATANA BAZNAS Sulut, Perkuat Ketangguhan Warga Bailang Hadapi Bencana

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Camat Bunaken, Herry Anwar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, dalam rangka pelaksanaan Program KATANA (Kampung Tanggap Bencana) di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken.

Menurut Herry Anwar, kehadiran Ketua BAZNAS Sulut menjadi bentuk perhatian nyata terhadap upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dengan tingkat kerawanan tertentu.

"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., selaku Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, atas kunjungan dan perhatian luar biasa yang diberikan kepada wilayah kami," ujar Herry.

Ia menegaskan, pelaksanaan Program KATANA di Kelurahan Bailang merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Program tersebut dinilai tidak hanya menghadirkan dukungan dalam bentuk fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin tangguh, mandiri, dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

"Sebagai wilayah yang memiliki karakteristik geografis yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, Program KATANA menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan warga dalam menghadapi situasi darurat," katanya.

Herry juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Manado melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dalam membangun budaya sadar bencana yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen penuh mengawal pelaksanaan Program KATANA agar berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kelurahan Bailang," tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Herry Anwar berharap kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS Sulut dapat menjadi contoh pengelolaan risiko bencana yang inklusif dan kolaboratif, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.

"Semoga kerja sama ini menjadi model sukses dalam manajemen risiko bencana yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sehingga mampu mewujudkan masyarakat Bailang yang lebih tangguh, aman, dan berdaya," tutupnya. (***) 

Elryc Mosal Apresiasi Program Sambungan Air Gratis, Dorong Perumda Air Minum Maksimalkan Sumber Air Bersih di Wilayah Utara

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Anggota Komisi III DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Elryc Mosal, memberikan apresiasi terhadap langkah Perumda Air Minum Kota Manado yang terus menghadirkan berbagai program pelayanan kepada masyarakat, termasuk program pemasangan sambungan air bersih secara gratis bagi warga.

Meski demikian, Elryc menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius, khususnya terkait distribusi air bersih di wilayah utara Kota Manado yang masih kerap mengalami gangguan pasokan.

"Untuk PDAM, kami mengapresiasi program saluran air gratis dan berbagai upaya pelayanan yang sudah dilakukan. Namun, di daerah utara yang saya wakili, suplai air masih cukup sering mengalami gangguan. Ini menjadi perhatian yang harus segera dicarikan solusi," ujar Elryc dalam pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD Kota Manado dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia mengusulkan agar Perumda Air Minum tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan pelanggan, tetapi juga mulai memetakan serta memanfaatkan potensi sumber-sumber air bersih yang tersedia di wilayah yang masih mengalami keterbatasan layanan.

Menurutnya, optimalisasi sumber air bersih akan membantu memperkuat kapasitas distribusi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

"Kenapa PDAM tidak melihat potensi sumur atau sumber air bersih yang ada, kemudian dimanfaatkan sambil memaksimalkan sistem pembagian air kepada masyarakat. Menurut saya, ini merupakan langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan," tegasnya.

Melalui masukan tersebut, Elryc berharap Perumda Air Minum Kota Manado dapat menyusun strategi pengembangan infrastruktur dan pengelolaan sumber air yang lebih efektif, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah utara, dapat terpenuhi secara optimal. (***) 

Ferdinand Dumais Dorong Penguatan PDAM dan Evaluasi Perumda Pasar, Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi BUMD

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado, Ferdinand Djeki Dumais, menekankan pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya PDAM dan Perumda Pasar, agar mampu menjalankan fungsi pelayanan publik sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam rapat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado, Ferdinand mengingatkan bahwa Undang-Undang tentang BUMD mengamanatkan dua fungsi utama perusahaan daerah, yakni fungsi sosial dan fungsi usaha. Karena itu, direksi dan seluruh jajaran manajemen dituntut bekerja secara maksimal agar kedua fungsi tersebut berjalan seimbang.

Menurutnya, kinerja PDAM menunjukkan perkembangan yang cukup positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, upaya penguatan perusahaan harus terus dilakukan agar mampu meningkatkan pelayanan sekaligus memperbesar pendapatan.

"Semakin banyak pelanggan, maka semakin besar pula potensi pendapatan perusahaan. Karena itu, penambahan jumlah pelanggan harus menjadi keharusan dalam strategi pengembangan PDAM ke depan," ujar Ferdinand.

Ia mengusulkan dua langkah strategis untuk memperkuat PDAM. Salah satunya adalah melakukan pencabutan atau penyesuaian terhadap peraturan daerah yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan pengembangan perusahaan, dengan melibatkan seluruh pihak terkait dalam pembahasannya.

Selain itu, Ferdinand menilai evaluasi terhadap aset PDAM harus segera dilakukan sebagai bagian dari percepatan penguatan perusahaan.

"Evaluasi aset PDAM dapat menjadi akselerasi besar bagi pengembangan perusahaan. Saya juga mendorong Direktur Utama untuk terus melakukan berbagai upaya pembenahan agar PDAM semakin kuat dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ferdinand turut menyoroti kondisi Perumda Pasar. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan perusahaan daerah harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, khususnya terkait pemisahan kekayaan daerah yang dijadikan penyertaan modal.

Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai mekanisme pengelolaan keuntungan perusahaan, termasuk kontribusi yang dikembalikan kepada Pemerintah Kota Manado sebagai pemilik modal.

"Sesuai PP Nomor 54, kekayaan daerah yang menjadi penyertaan modal harus dipisahkan. Karena itu perlu dijelaskan bagaimana mekanisme pendapatan perusahaan dikembalikan kepada pemerintah daerah dan bagaimana pencatatannya dalam laporan keuangan," katanya.

Ferdinand juga mencermati pertumbuhan Perumda Pasar yang dinilai cukup baik. Namun, ia mempertanyakan kondisi keuangan perusahaan pada tahun 2025 yang terlihat mengalami stagnasi.

"Secara pertumbuhan cukup bagus, tetapi pada 2025 terlihat stagnan. Perlu dijelaskan apakah ada beban pembiayaan yang tinggi atau faktor lain yang memengaruhi kinerja perusahaan. Hal-hal seperti ini harus dipaparkan secara terbuka agar Banggar memperoleh gambaran yang utuh dalam melakukan evaluasi," pungkasnya. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com