EXPRESSINDONEWS-- Keputusan Johanis Victor Mailangkay untuk meninggalkan Partai NasDem tidak hanya menjadi bagian dari dinamika politik Sulawesi Utara, tetapi juga memunculkan berbagai respons dari mereka yang selama ini berjalan bersama.
Salah satu pesan yang menarik perhatian datang dari Michael Tungari. Alih-alih menyoroti perbedaan politik, Tungari memilih menyampaikan pesan yang sarat makna tentang persahabatan, penghormatan dan pengabdian.
“Terima kasih kaka Victor atas kebersamaan, persahabatan, dan setiap langkah yang pernah kita lalui bersama,” ungkap Tungari.
Bagi Tungari, perubahan langkah politik merupakan bagian dari perjalanan setiap orang. Namun, keputusan untuk mengambil jalan berbeda tidak serta-merta menghapus hubungan yang telah terbangun.
“Setiap perjalanan memiliki waktunya, dan setiap pengabdian memiliki jalannya masing-masing. Perbedaan langkah tidak menghapus rasa hormat, dan perubahan posisi tidak menghapus persaudaraan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pesan penting di tengah dinamika politik yang kini mengiringi langkah Victor Mailangkay.
Tungari juga menyampaikan dorongan agar Victor tetap melanjutkan pengabdian, terlepas dari posisi dan wadah politik yang nantinya dipilih.
“Teruslah melangkah, teruslah mengabdi. Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan di mana kita berdiri, tetapi apa yang kita berikan bagi negeri,” katanya.
Pesan itu sekaligus memperlihatkan bahwa perubahan kendaraan politik tidak selalu harus dimaknai sebagai berakhirnya sebuah hubungan. Ada sejarah kebersamaan dan persahabatan yang tetap dihargai meski arah perjalanan politik mulai berbeda.
Di penghujung pesannya, Tungari menutup dengan sebuah kalimat yang memiliki ikatan kuat dengan perjalanan politik Victor selama berada di NasDem.
Kini, setelah Victor Mailangkay menyatakan mundur dari NasDem, perhatian publik tentu tertuju pada langkah politik berikutnya. Ke mana Victor akan membawa perjalanan pengabdiannya selanjutnya masih menjadi bagian dari dinamika politik Sulawesi Utara. (***)






