EXPRESSINDONEWS– PDI Perjuangan Sulawesi Utara mempertegas soliditas dan kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika serta agenda politik mendatang. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar yang berlangsung di Hotel Sentra, Minahasa Utara, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan strategis partai berlambang banteng moncong putih ini dihadiri langsung Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, yang juga menjabat Ketua DPR RI, bersama ribuan kader dari berbagai tingkatan kepengurusan di Sulawesi Utara.
Rakor diawali dengan laporan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, yang memaparkan perkembangan konsolidasi organisasi sekaligus kesiapan partai dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.
Olly mengungkapkan, kehadiran Puan Maharani menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh kader PDI Perjuangan di Sulawesi Utara. Terlebih, agenda tersebut dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, yakni hanya tiga hari. Namun, berkat kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran, kegiatan berskala besar itu dapat terlaksana dengan baik.
Ia juga menegaskan bahwa konsolidasi internal partai di seluruh wilayah Sulawesi Utara telah rampung sepenuhnya.
"Harapan kita di tahun-tahun politik ke depan, PDI Perjuangan Sulawesi Utara pasti menang. Konsolidasi organisasi yang sudah kita lakukan di 15 kabupaten dan kota kini sudah 100 persen selesai," tegas Olly.
Dalam laporannya, Olly turut menyampaikan keterlibatan kader PDI Perjuangan dalam aksi-aksi kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran. Hal ini, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
Sementara itu, kehadiran Puan Maharani menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perjuangan ribuan kader yang memadati lokasi kegiatan.
Melalui sambutannya, Puan menekankan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi harus ditopang oleh kerja nyata seluruh unsur partai, baik struktural, legislatif maupun eksekutif.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut, Reza Rumambi, menjelaskan bahwa salah satu pesan penting Puan dalam Rakor tersebut berkaitan dengan komitmen menjaga lingkungan hidup melalui gerakan yang konkret dan berkelanjutan.
Puan, kata Reza, mendorong seluruh jajaran partai untuk mengambil bagian dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menyediakan fasilitas pemilahan sampah organik dan nonorganik.
Instruksi tersebut diwujudkan melalui gerakan Teba (Tempat Buang Sampah), yang ditargetkan menjadi gerakan bersama seluruh kader PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga daerah.
Bahkan, gerakan tersebut diarahkan untuk melibatkan seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan di Indonesia dengan target mencatatkan prestasi melalui Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
"Seluruh anggota fraksi se-Indonesia, baik DPD, DPC, maupun anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota ditugaskan untuk menjalankan instruksi ini," jelas Reza.
Selain memperkuat konsolidasi tiga pilar dan kepedulian terhadap lingkungan, Rakor tersebut juga memberikan perhatian terhadap regenerasi kepemimpinan partai. Kehadiran organisasi sayap seperti Taruna Merah Putih (TMP) dan Banteng Muda Indonesia (BMI) menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam perjuangan politik PDI Perjuangan.
Rakor Tiga Pilar ini turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga merupakan pengurus DPP, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Sulut, pengurus DPC dan PAC, organisasi sayap partai, kepala daerah dari PDI Perjuangan, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan kabupaten/kota.
Melalui pertemuan tersebut, PDI Perjuangan Sulawesi Utara tidak hanya memperlihatkan kekuatan konsolidasi internal, tetapi juga menegaskan arah perjuangan partai yang bertumpu pada soliditas organisasi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan generasi muda. (***)






