LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Elryc Mosal Turun Langsung Tinjau Keluarga yang Tinggal di Bawah Baliho, Pemkot Manado Siapkan Hunian Layak

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Kepedulian terhadap warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan ditunjukkan Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Elryc Mosal. Personel Komisi III DPRD Manado itu turun langsung meninjau satu keluarga asal Lingkungan IV Bunaken yang saat ini tinggal di kawasan pantai Tumumpa dan berteduh di bawah atap baliho.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah Elryc melihat video yang viral di media sosial yang memperlihatkan kondisi keluarga tersebut. Tanpa menunggu lama, ia mendatangi lokasi untuk memastikan langsung keadaan warga yang menjadi perhatian publik itu.

Di lokasi, Elryc berdialog dengan keluarga tersebut untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang mereka hadapi. Setelah mengetahui kondisi sebenarnya, ia segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Manado guna mencari solusi yang dapat segera direalisasikan.

Respons cepat pun datang dari Pemerintah Kota Manado. Melalui Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang, pemerintah berkomitmen memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga tersebut melalui program relokasi ke kawasan Pandu.

Proses penanganan juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Ketua Lingkungan setempat turut hadir dan langsung membantu pengurusan administrasi serta pembuatan surat rekomendasi kepada BPBD Kota Manado sebagai bagian dari tahapan relokasi yang sedang berjalan.

Elryc Mosal mengapresiasi gerak cepat seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan persoalan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Manado, Bapak Wali Kota Andrei Angouw, Bapak Wakil Wali Kota Richard Sualang, BPBD Kota Manado, pemerintah setempat, serta semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan bergerak cepat membantu keluarga ini," ujar Elryc.

Ia berharap langkah yang dilakukan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga tersebut. Selain itu, peristiwa ini menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah dapat dirasakan ketika seluruh elemen bergerak bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Elryc juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama. Menurutnya, persoalan kemanusiaan tidak dapat diselesaikan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan perhatian dari semua pihak.

"Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi berkat bagi keluarga tersebut dan menjadi contoh bahwa kepedulian serta kebersamaan mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan," tutupnya. (***) 

Pemerintah dan Wakil Rakyat Gagal Hadir: Tiga Anak di Manado Kehilangan Pendidikan dan Hidup Tanpa Listrik

Tidak ada komentar

 


Foto: Kolase (ist) 

EXPRESSINDONEWS--Di tengah berbagai klaim keberhasilan pembangunan dan program pengentasan kemiskinan, masih ada potret kehidupan yang menyayat hati di Kota Manado. Di sebuah gubuk sederhana di kawasan pesisir Tumumpa, tepat di sekitar akses menuju Pelabuhan Perikanan, sebuah keluarga hidup dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Dilansir dari Postingan Mardi Golindra, Hatija Taher bersama suami dan tiga putrinya bertahan di rumah reyot tanpa aliran listrik dan tanpa akses air bersih yang memadai. Setiap hari, Hatija mengumpulkan botol-botol bekas demi mendapatkan sedikit uang untuk menyambung hidup, sementara sang suami bekerja sebagai buruh kapal dengan penghasilan yang tidak menentu.

Kemiskinan yang mereka alami bukan sekadar soal keterbatasan ekonomi. Kemiskinan telah merampas hak dasar anak-anak mereka. Tiga putri Hatija terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena kondisi keluarga yang tak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan.

Kenyataan ini menjadi ironi besar di tengah Kota Manado. Ketika pemerintah terus berbicara tentang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, masih ada keluarga yang hidup tanpa fasilitas dasar yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara. Dimana Pemerintah setempat, Ketua Lingkungan, Kelurahan dan Kecamatan? 

Bukan hanya pemerintah yang patut mendapat sorotan. Kondisi ini juga menjadi pertanyaan serius terhadap peran wakil rakyat yang memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran daerah. Kehadiran keluarga miskin yang hidup dalam kondisi memprihatinkan hingga anak-anaknya putus sekolah menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang luput dari perhatian dan perlindungan negara.

Wakil rakyat yang dipilih melalui suara masyarakat sejatinya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kepentingan warga, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan. Namun fakta bahwa masih ada keluarga yang hidup di gubuk tanpa listrik dan air bersih serta kehilangan akses pendidikan menjadi indikator bahwa fungsi pengawasan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil belum berjalan optimal.

Ironisnya, di saat rakyat kecil berjuang untuk bertahan hidup, anggaran daerah setiap tahun terus digelontorkan untuk berbagai program, perjalanan dinas, fasilitas jabatan, hingga berbagai kebutuhan birokrasi. Sementara itu, di sudut lain kota, masih ada anak-anak yang harus mengorbankan masa depan mereka karena kemiskinan.

Kisah keluarga Hatija bukan sekadar cerita kemiskinan. Ini adalah cermin ketimpangan sosial yang masih terjadi dan menjadi alarm bagi pemerintah maupun wakil rakyat. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari proyek yang berdiri atau laporan yang disampaikan, tetapi dari seberapa banyak rakyat yang benar-benar merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka.

Selama masih ada anak-anak yang putus sekolah karena kemiskinan, selama masih ada keluarga yang hidup tanpa listrik dan air bersih di tengah kota, maka pekerjaan rumah pemerintah dan wakil rakyat belum selesai. Rakyat berhak bertanya: di mana negara, dan di mana mereka yang dipilih untuk memperjuangkan suara rakyat, ketika masih ada warga yang hidup dalam kondisi seperti ini?. (***) 

Secara terang-terangan, Jimmy Gosal Tak Beri Maaf Orang-orang Ini

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Perdebatan soal siapa yang paling layak berdiri di puncak sepak bola dunia semakin seru. Setelah Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara sekaligus Anggota DPRD Kota Manado, Reza Rumambi, lebih dulu menjagokan Belanda sebagai kandidat terkuat, dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Dj Dumais, dengan penuh keyakinan memilih Spanyol, kini muncul pandangan lain yang tak kalah menarik.

Adalah Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado, Jimmy Gosal, yang akhirnya ikut masuk dalam perdebatan tersebut. Kehadiran politisi yang dikenal dekat dengan dunia olahraga itu langsung menambah panas diskusi yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan di kalangan pecinta sepak bola.

Jika Reza Rumambi menilai Belanda memiliki momentum untuk mengakhiri penantian panjangnya, sementara Ferdinand Dumais mengandalkan data dan analisis yang menempatkan Spanyol sebagai kandidat paling kuat, Jimmy Gosal justru memiliki pandangan berbeda.

Tanpa ragu, Jimmy menjatuhkan pilihannya kepada Argentina.

Menurutnya, tim berjuluk Albiceleste itu masih menjadi kekuatan yang sangat sulit untuk digeser dari jajaran elite dunia. Argentina dinilai memiliki modal lengkap, mulai dari mental juara, pengalaman bertanding di level tertinggi, hingga karakter tim yang selalu mampu tampil kuat dalam pertandingan-pertandingan besar.

"Tidak perlu maaf-maaf, Kalau saya tetap memilih Argentina. Mereka punya mental juara, pengalaman, dan tradisi yang kuat di turnamen besar. Tim seperti ini tidak boleh dianggap remeh," ujar Jimmy Gosal.

Lebih jauh, Jimmy menilai keberhasilan Argentina dalam beberapa tahun terakhir bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Menurutnya, fondasi permainan yang kuat, kedalaman skuad, serta budaya kompetitif yang terus terjaga membuat Argentina tetap menjadi salah satu tim paling berbahaya.

Masuknya Jimmy Gosal dalam perdebatan ini membuat peta prediksi semakin menarik. Kini, tiga kekuatan besar dunia memiliki pendukung kuat dari tokoh-tokoh Sulawesi Utara. Belanda mendapat dukungan dari Reza Rumambi, Spanyol menjadi pilihan Ferdinand Dumais, sementara Argentina diyakini Jimmy Gosal sebagai tim yang akan berdiri paling tinggi di akhir kompetisi.

Tak hanya itu, nama Andrew Palit yang sebelumnya ikut dalam diskusi tersebut juga menambah warna dalam adu argumentasi yang berkembang. Masing-masing memiliki dasar analisis dan keyakinan yang berbeda, menjadikan perdebatan ini semakin hidup dan menarik untuk diikuti.

Meski berbagai prediksi terus bermunculan, semuanya pada akhirnya akan ditentukan di atas lapangan. Statistik, sejarah, kualitas pemain, hingga mental bertanding akan menjadi faktor yang menguji setiap prediksi yang kini ramai diperbincangkan.

Satu hal yang pasti, perdebatan yang melibatkan Reza Rumambi, Ferdinand Dumais, Andrew Palit, dan kini Jimmy Gosal telah menghadirkan suasana berbeda bagi para pencinta sepak bola. Empat nama, empat pandangan, dan satu pertanyaan besar yang masih menunggu jawaban: siapa yang akan tersenyum paling akhir? (***)

Sebelum Perdebatan Memanas, Ferdinand Dumais Lebih Dulu Minta Maaf ke Dua Nama Ini

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS--  Perdebatan soal tim terbaik dunia semakin menarik. Setelah sebelumnya Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Reza Rumambi, secara terbuka menjagokan Belanda, kini Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, Ferdinand Dj Dumais, muncul dengan pandangan berbeda yang berpotensi memanaskan adu argumentasi di kalangan pecinta sepak bola.

Tak tanggung-tanggung, Ferdinand secara langsung menantang prediksi Reza Rumambi dan Andrew Palit. Dengan mengandalkan data statistik serta analisis performa tim-tim elite dunia, ia meyakini bahwa Spanyol merupakan kandidat paling kuat untuk berdiri di puncak.

"Jadi mohon maaf Ketua Reza Rumambi dan Bro Andrew Palit, berdasarkan data dan analisa yang ada, saya melihat Spanyol yang akan keluar sebagai pemenang," ujar Ferdinand.

Menurutnya, keyakinan tersebut bukan sekadar prediksi tanpa dasar. Ia mengacu pada hasil analisis berbagai lembaga statistik internasional yang menempatkan Spanyol sebagai tim dengan peluang tertinggi dibanding negara-negara pesaing lainnya.

Ferdinand menilai kekuatan utama La Furia Roja saat ini terletak pada perpaduan generasi muda dan pemain berpengalaman yang membuat skuad mereka semakin lengkap di semua lini.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian adalah Lamine Yamal. Bintang muda Barcelona itu disebut sebagai simbol regenerasi sukses yang sedang berlangsung di tubuh tim nasional Spanyol.

Selain itu, filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang selama ini menjadi identitas Spanyol dinilai masih menjadi senjata utama yang sulit ditandingi. Ditambah kedalaman skuad yang merata, Ferdinand melihat Spanyol memiliki modal yang sangat kuat untuk mengungguli para rivalnya.

"Spanyol memiliki kombinasi pemain muda berbakat, pemain matang, serta konsistensi taktik yang sudah teruji. Itu yang membuat mereka sangat solid dan layak menjadi favorit," jelasnya.

Meski menempatkan Spanyol di posisi teratas, Ferdinand tetap memberikan penghormatan kepada tim-tim besar lainnya. Menurutnya, Belanda dan Jerman masih memiliki peluang besar untuk berada di jajaran teratas dan menjadi pesaing utama.

"Saya memprediksi Spanyol berada di posisi pertama, sementara Belanda dan Jerman berpotensi melengkapi tiga besar," katanya.

Pernyataan Ferdinand pun dipastikan menambah seru perdebatan yang sebelumnya telah dimulai oleh Reza Rumambi. Kini publik menanti, siapa yang pada akhirnya akan terbukti paling tepat dalam membaca peta persaingan sepak bola dunia. (***)

Astaga!! Andrew Palit " Tantang"Reza Rumambi Soal Ini??

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Perdebatan seru soal calon juara Piala Dunia 2026 ikut mewarnai ruang media sosial para politisi Sulawesi Utara. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Manado, Reza Rumambi, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Belanda untuk menjadi kampiun dunia tahun ini.

Dalam unggahannya, Reza bahkan dengan penuh percaya diri menuliskan pesan bernada gurauan kepada para pendukung tim lain. "Jangan tambah-tambah urusan, negara lain pulang kampung," tulisnya, sembari menjagokan De Oranje melangkah hingga mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Namun keyakinan Reza langsung mendapat respons dari rekan separtainya di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Manado, Andrew Ignatius Palit. Menurut Andre, tahun ini bukan milik Belanda, melainkan Jerman yang akan berjaya di panggung dunia.

"Maaf yah Pena Reza, kali ini Jerman mo dapa Belanda yang pulang kampung," ujar Andre sambil tertawa saat menanggapi unggahan tersebut.

Canda dan adu prediksi antar legislator PDI Perjuangan itu pun menjadi hiburan tersendiri bagi para pecinta sepak bola. Meski berbeda pilihan, keduanya menunjukkan bahwa semangat mendukung tim favorit bisa menjadi perekat kebersamaan di luar aktivitas politik dan pemerintahan.

Kini, publik tinggal menunggu apakah prediksi Reza Rumambi yang menjagokan Belanda atau keyakinan Andrew Ignatius Palit terhadap Jerman yang akan terbukti saat Piala Dunia 2026 mencapai puncaknya. (***) 

Franko Wangko: Festival Bung Karno Manado 2026 Hadir Lebih Meriah, Libatkan Ribuan Peserta dari Berbagai Kalangan

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan kembali digaungkan melalui pelaksanaan Festival Bung Karno Manado (FBKM) 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival yang digagas Pemerintah Kota Manado ini dipersiapkan dengan konsep yang lebih beragam guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Panitia FBKM 2026, Franko Wangko, mengungkapkan bahwa festival tersebut bukan sekadar agenda seremonial memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan generasi muda, komunitas, serta masyarakat dalam semangat persatuan.

“Festival ini telah menjadi bagian dari agenda tahunan yang selalu mendapat sambutan luar biasa. Karena itu, tahun ini kami menghadirkan lebih banyak kegiatan yang dapat diikuti berbagai kalangan,” ujar Franko Wangko.

Salah satu kegiatan unggulan yang kembali menjadi magnet utama adalah Bung Karno Run 2026. Ajang lari yang dikenal sebagai salah satu event terbesar di Kota Manado tersebut dipastikan diikuti sekitar 1.500 peserta dengan dukungan delapan komunitas lari yang turut berpartisipasi menyukseskan pelaksanaannya.

Menurut Franko, tingginya minat masyarakat terhadap Bung Karno Run menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media efektif dalam membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat.

Selain itu, FBKM 2026 juga menghadirkan inovasi baru melalui Boxing Competition, yang untuk pertama kalinya dimasukkan dalam rangkaian perlombaan. Kehadiran cabang olahraga tinju ini diproyeksikan menjadi salah satu atraksi yang menyedot perhatian peserta maupun penonton.

Beragam kompetisi lainnya turut melengkapi kemeriahan festival, mulai dari Dance Competition, Mobile Legends Competition, Beyblade Competition, Lomba Pidato, Lomba Menggambar, hingga Lomba Pembacaan Dedication of Life.

Franko menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada hiburan dan prestasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat perjuangan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

“Melalui Festival Bung Karno Manado, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami nilai perjuangan, nasionalisme, serta semangat persatuan yang menjadi warisan Bung Karno. Harapannya, nilai-nilai itu dapat terus hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Franko.

Dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, Festival Bung Karno Manado 2026 diharapkan kembali menjadi perayaan kebangsaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga mampu memperkuat rasa persaudaraan dan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila. (***) 

Sri Nanda Lamadau: Penanganan Tawuran dan Penikaman di Manado Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Maraknya kasus penikaman dan tawuran yang belakangan terjadi di Kota Manado mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Manado, Sri Nanda Lamadau. Politisi Partai NasDem yang juga personel Komisi I itu menegaskan bahwa persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian.

Menurut Sri Nanda, upaya menekan angka kriminalitas membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak-anak.

"Saya merasa ini bukan hanya menjadi pekerjaan kepolisian semata. Dibutuhkan kolaborasi bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Jangan semua persoalan langsung dibebankan kepada penegak hukum," ujarnya.

Ia menilai pengawasan orang tua terhadap anak-anak harus diperkuat. Selain itu, pemerintah di tingkat kecamatan juga perlu lebih maksimal memanfaatkan anggaran kamtibmas yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan produktif dan positif bagi generasi muda.

"Anggaran kamtibmas yang ada di kecamatan harus dimanfaatkan dengan baik. Bisa digunakan untuk pelatihan, pembinaan, dan kegiatan positif lainnya yang dapat mengurangi potensi terjadinya tawuran maupun tindakan kriminal," katanya.

Sri Nanda juga menyoroti kemungkinan faktor sosial dan ekonomi yang turut memengaruhi meningkatnya aksi kekerasan di kalangan anak muda. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas akses lapangan pekerjaan dan memperbanyak program pemberdayaan pemuda.

"Kita tidak tahu apakah salah satu penyebabnya adalah kurangnya lapangan pekerjaan. Karena itu, Dinas Tenaga Kerja harus lebih aktif melakukan sosialisasi dan menggelar kegiatan seperti job fair agar anak-anak muda memiliki kesempatan yang lebih baik," jelasnya.

Di sisi lain, ia meminta aparat kepolisian untuk terus meningkatkan pengawasan dan patroli hingga ke tingkat lingkungan terkecil selama 24 jam penuh. Menurutnya, pelaku kejahatan yang terbukti bersalah harus ditindak tegas agar menimbulkan efek jera.

"Saya berharap pengawasan kepolisian semakin ditingkatkan sampai ke bawah. Jika memang ada pelaku yang terbukti melakukan tindak pidana, harus ditindak tegas agar tidak muncul anggapan bahwa kejahatan adalah hal yang biasa," tegasnya.

Sri Nanda juga mengingatkan para orang tua agar tidak langsung menyalahkan aparat ketika anak mereka berhadapan dengan hukum. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam membina dan mengarahkan generasi muda.

Menurutnya, pembinaan karakter dan mental anak-anak muda perlu menjadi perhatian serius. Ia menilai sebagian generasi muda saat ini kerap menunjukkan sikap berlebihan ketika terlibat dalam suatu kasus atau konflik, sesuatu yang menurutnya bukan contoh yang baik bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengusulkan agar pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap keluarga penerima bantuan sosial apabila terbukti tidak melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang berulang kali terlibat tindakan kriminal.

"Harus ada efek jera. Orang tua juga memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan mengawasi anak-anak mereka. Ketika ada dampak yang dirasakan keluarga, tentu akan muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan perilaku anak," katanya.

Meski demikian, Sri Nanda tetap memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang selama ini terus berupaya menjaga keamanan di Kota Manado. Namun ia berharap langkah-langkah penegakan hukum yang dilakukan dapat semakin diperkuat agar mampu menekan angka kejahatan yang terus meningkat.

"Saya mengapresiasi kerja kepolisian. Tetapi penindakan harus terus diperkuat agar masyarakat, khususnya para pelaku kriminal, tidak menganggap remeh hukum dan aparat penegak hukum," pungkasnya. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com