EXPRESSINDONEWS-- Isu yang menyerang klub Persma Manado kian mengemuka, mulai dari dugaan rangkap jabatan hingga tudingan adanya dukungan dari Bank SulutGo (BSG) dalam kompetisi Liga 4. Menanggapi hal tersebut, Manajer Persma, Christian Yokung, akhirnya memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.
Christian menegaskan bahwa dirinya telah menjabat sebagai Manajer Persma sejak 2016, jauh sebelum dipercaya sebagai Staf Khusus (Stafsus) di bidang olahraga. Ia menilai, posisi tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dalam konteks tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pemerintahan.
“Sejak awal saya sudah menjadi manajer Persma. Jadi di luar tupoksi sebagai stafsus, tidak ada sangkut pautnya,” ujar Christian.
Ia juga mencontohkan sejumlah figur publik yang memiliki peran ganda di dunia olahraga maupun pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang melanggar selama tidak terjadi konflik kepentingan.
Christian turut menyoroti isu yang menyebut adanya dukungan BSG terhadap Persma di Liga 4. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi mencemarkan nama baik institusi.
“Perlu diluruskan, BSG tidak mensupport Persma di Liga 4. Ini harus di-crosscheck dan sesuai fakta. Jangan sampai informasi yang beredar justru merugikan pihak lain,” tegasnya.
Ia menjelaskan, BSG merupakan bank daerah yang juga memiliki keterkaitan dengan dunia sepak bola melalui perannya sebagai salah satu voters resmi dalam struktur PSSI, yakni melalui entitas BSG FC yang turut terlibat dalam kompetisi Liga 4.
Terkait anggapan bahwa kehadiran Persma merugikan klub lain, Christian membantah keras. Ia menilai persepsi tersebut keliru dan justru berpotensi memecah semangat kolektif dalam membangun sepak bola daerah.
“Tidak benar kalau ada yang bilang klub lain ‘gigit jari’. Semua club BSG terbuka silahkan langsung karena itu bank milik daerah. Justru ini momentum untuk semua pihak berkontribusi. Liga 4 menyangkut banyak orang dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen, termasuk masyarakat dan pecinta sepak bola, untuk lebih bijak dan profesional dalam menyampaikan informasi. Menurutnya, narasi yang tendensius hanya akan menghambat perkembangan olahraga di Sulawesi Utara.
“Liga 4 saat ini sedang diminati, ribuan masyarakat datang menonton. Ini kesempatan untuk membangun sepak bola kita bersama,” ujarnya.
Christian menambahkan, kehadiran Persma bertujuan untuk membangkitkan semangat olahraga di daerah. Ia menyebut, sejumlah daerah lain bahkan ikut tergerak dan datang ke Sulawesi Utara karena tidak memiliki kompetisi serupa.
“Harus kita syukuri Liga 4 bisa berjalan. Ini wadah bagi anak-anak muda dan para pecinta sepak bola untuk menyalurkan bakat,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Christian kembali menegaskan bahwa Persma sejak awal berdiri hingga saat ini tetap bersifat independen dan tidak memiliki kepentingan tertentu.
“Kami tetap independen. Tujuan kami jelas, membangun sepak bola di Sulawesi Utara,” pungkasnya. (***)






