LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Ferdinand Dj Dumais: Wartawan Harus Menjadi Penjaga Kebenaran dan Jembatan Aspirasi Masyarakat

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS – Insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, mengawal jalannya pemerintahan, serta menjadi penghubung antara kepentingan masyarakat dan para pemangku kebijakan. Peran tersebut menuntut wartawan untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, independensi, dan kode etik jurnalistik.

Pesan tersebut disampaikan Ferdinand Dj Dumais dalam sambutannya pada acara Gala Dinner dan Malam Penganugerahan PWI Awards 2026.

Di hadapan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), unsur pemerintah, anggota DPRD, lembaga peradilan, aparat penegak hukum, serta para insan pers, Ferdinand menegaskan bahwa wartawan bukan sekadar penyampai informasi, melainkan jembatan yang menghubungkan berbagai elemen bangsa.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan kebijakan menjadi informasi yang dapat dipahami masyarakat, sekaligus menyuarakan berbagai persoalan publik agar mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari pihak yang berwenang.

Ia menilai, pemberitaan yang benar, akurat, dan berimbang merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan demokrasi. Sebab, masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya agar mampu memahami persoalan, menentukan sikap, serta berpartisipasi secara sehat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Berita yang baik, benar, akurat, dan berimbang bukan sekadar rangkaian kata yang dibaca masyarakat. Berita adalah oksigen dan energi bagi kehidupan demokrasi," ungkap Ferdinand.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki nilai pengabdian yang luhur. Jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mencari dan menyampaikan berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kebenaran, mencerdaskan masyarakat, serta mengangkat harkat dan martabat manusia.

Ferdinand juga menekankan bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab profesional. Kritik terhadap pemerintah maupun lembaga publik merupakan bagian penting dari demokrasi, begitu pula fungsi kontrol sosial yang dijalankan media.

Namun, menurutnya, setiap produk jurnalistik harus tetap berpijak pada fakta, integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.

"Jangan sampai profesi yang begitu mulia justru kehilangan marwah akibat informasi yang tidak terverifikasi, pemberitaan yang tidak berimbang, atau kepentingan yang mengesampingkan kebenaran," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ferdinand berharap PWI terus memperkuat perannya sebagai rumah besar bagi wartawan, sekaligus menjadi wadah pembinaan untuk melahirkan jurnalis yang independen, berintegritas, profesional, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa PWI Awards 2026 tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni penyerahan penghargaan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang apresiasi sekaligus refleksi atas perjuangan, dedikasi, dan pengabdian insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Ferdinand, penghargaan bukanlah garis akhir dari perjalanan seorang wartawan, melainkan pengingat akan tanggung jawab yang semakin besar dalam mempertahankan kepercayaan publik.

"Wartawan yang hebat bukan hanya mereka yang mampu menghasilkan berita besar, tetapi mereka yang mampu menghadirkan kebenaran, memberikan manfaat, dan meninggalkan jejak positif bagi kehidupan masyarakat," ujarnya.

Menutup sambutannya, Ferdinand mengajak seluruh wartawan di Sulawesi Utara untuk terus menjaga marwah profesi, memperkuat solidaritas, serta menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam setiap karya jurnalistik.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan PWI Awards 2026, seraya berharap insan pers Sulawesi Utara semakin maju, profesional, independen, dan bermartabat.

"Maju terus wartawan Sulawesi Utara. Teruslah menjadi jembatan informasi, penjaga kebenaran, dan suara masyarakat. Jaga integritas, junjung profesionalisme, serta rawat kepercayaan publik," tutup Ferdinand. (***) 

Rakor Tiga Pilar PDIP Sulut, Olly Klaim Konsolidasi di 15 Daerah Tuntas 100 Persen

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS– PDI Perjuangan Sulawesi Utara mempertegas soliditas dan kesiapan organisasi dalam menghadapi dinamika serta agenda politik mendatang. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar yang berlangsung di Hotel Sentra, Minahasa Utara, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan strategis partai berlambang banteng moncong putih ini dihadiri langsung Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, yang juga menjabat Ketua DPR RI, bersama ribuan kader dari berbagai tingkatan kepengurusan di Sulawesi Utara.

Rakor diawali dengan laporan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, yang memaparkan perkembangan konsolidasi organisasi sekaligus kesiapan partai dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

Olly mengungkapkan, kehadiran Puan Maharani menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh kader PDI Perjuangan di Sulawesi Utara. Terlebih, agenda tersebut dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, yakni hanya tiga hari. Namun, berkat kerja sama dan kekompakan seluruh jajaran, kegiatan berskala besar itu dapat terlaksana dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa konsolidasi internal partai di seluruh wilayah Sulawesi Utara telah rampung sepenuhnya.

"Harapan kita di tahun-tahun politik ke depan, PDI Perjuangan Sulawesi Utara pasti menang. Konsolidasi organisasi yang sudah kita lakukan di 15 kabupaten dan kota kini sudah 100 persen selesai," tegas Olly.

Dalam laporannya, Olly turut menyampaikan keterlibatan kader PDI Perjuangan dalam aksi-aksi kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran. Hal ini, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

Sementara itu, kehadiran Puan Maharani menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat perjuangan ribuan kader yang memadati lokasi kegiatan.

Melalui sambutannya, Puan menekankan bahwa kekuatan partai tidak cukup hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi harus ditopang oleh kerja nyata seluruh unsur partai, baik struktural, legislatif maupun eksekutif.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut, Reza Rumambi, menjelaskan bahwa salah satu pesan penting Puan dalam Rakor tersebut berkaitan dengan komitmen menjaga lingkungan hidup melalui gerakan yang konkret dan berkelanjutan.

Puan, kata Reza, mendorong seluruh jajaran partai untuk mengambil bagian dalam gerakan menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menyediakan fasilitas pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Instruksi tersebut diwujudkan melalui gerakan Teba (Tempat Buang Sampah), yang ditargetkan menjadi gerakan bersama seluruh kader PDI Perjuangan dari tingkat pusat hingga daerah.

Bahkan, gerakan tersebut diarahkan untuk melibatkan seluruh anggota fraksi PDI Perjuangan di Indonesia dengan target mencatatkan prestasi melalui Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

"Seluruh anggota fraksi se-Indonesia, baik DPD, DPC, maupun anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota ditugaskan untuk menjalankan instruksi ini," jelas Reza.

Selain memperkuat konsolidasi tiga pilar dan kepedulian terhadap lingkungan, Rakor tersebut juga memberikan perhatian terhadap regenerasi kepemimpinan partai. Kehadiran organisasi sayap seperti Taruna Merah Putih (TMP) dan Banteng Muda Indonesia (BMI) menjadi bagian dari upaya memperkuat peran generasi muda dalam perjuangan politik PDI Perjuangan.

Rakor Tiga Pilar ini turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga merupakan pengurus DPP, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Sulut, pengurus DPC dan PAC, organisasi sayap partai, kepala daerah dari PDI Perjuangan, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi dan kabupaten/kota.

Melalui pertemuan tersebut, PDI Perjuangan Sulawesi Utara tidak hanya memperlihatkan kekuatan konsolidasi internal, tetapi juga menegaskan arah perjuangan partai yang bertumpu pada soliditas organisasi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan generasi muda. (***) 

Victor Mailangkay: HUT ke-598 Minahasa, Momentum Perkuat Budaya dan Dorong Kemajuan Daerah

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa.

Menurut Victor, usia 598 tahun merupakan perjalanan sejarah yang panjang, sekaligus menjadi bukti kuatnya identitas, tradisi, serta nilai-nilai luhur yang terus hidup dan diwariskan oleh masyarakat Minahasa dari generasi ke generasi.

Ia menilai, Minahasa memiliki kekayaan yang tidak hanya terletak pada keindahan alam dan potensi sumber daya daerah, tetapi juga pada karakter masyarakatnya yang menjunjung tinggi persaudaraan, kerja keras, serta filosofi kehidupan Si Tou Timou Tumou Tou.

Mengusung tema “Minahasa Daerah Pariwisata yang Maju dan Sejahtera”, Victor berharap peringatan hari jadi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan sektor pariwisata, melestarikan warisan budaya, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus bersinergi, menjaga persatuan, serta mengambil bagian dalam pembangunan demi mewujudkan Minahasa yang semakin berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-598 Kabupaten Minahasa. Kiranya semangat kebersamaan, kearifan lokal, dan kecintaan terhadap daerah terus menjadi kekuatan dalam membangun Minahasa yang maju, sejahtera, serta menjadi kebanggaan Sulawesi Utara,” ungkap Victor Mailangkay. (***) 

PDI Perjuangan Sulut Gelar Rakor Tiga Pilar, 2000 Kader Siap Hadir, Puan Maharani Dijadwalkan Hadir

Tidak ada komentar

 


Foto (istimewa): Ketua DPD PDI-Perjuangan Sulut Olly Dondokambey (kiri) Sekertaris Reza Rumambi (Kanan) 

EXPRESSINDONEWS-- PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Utara mulai memantapkan langkah organisasi melalui agenda besar Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026.

Pertemuan yang diproyeksikan diikuti sekitar 2.000 kader dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara ini dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat barisan, menyatukan visi, serta memastikan seluruh elemen partai bergerak dalam satu komando perjuangan.

Agenda tersebut juga dijadwalkan dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, termasuk Ketua DPP Bidang Politik, Puan Maharani, yang kini menjabat Ketua DPR RI.

Tak sekadar menjadi ajang pertemuan kader, Rakor Tiga Pilar akan diarahkan pada pembenahan dan penguatan struktur partai. Sejumlah hal penting yang menjadi perhatian meliputi konsolidasi kepengurusan di seluruh tingkatan, pembentukan badan dan sayap partai, hingga optimalisasi peran organisasi dalam memperluas kerja politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Menariknya, pembahasan tidak hanya berkutat pada urusan internal partai. Persoalan lingkungan, khususnya penanganan sampah, serta peningkatan keterlibatan generasi muda dalam politik turut menjadi isu yang akan diangkat.

Dua persoalan tersebut dinilai penting karena partai politik dituntut tidak hanya membangun kekuatan elektoral, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam menjawab tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Reza Rumambi, menegaskan bahwa Rakor Tiga Pilar memiliki arti penting dalam memastikan seluruh struktur partai semakin terorganisasi dan memiliki arah kerja yang jelas.

Menurutnya, kekuatan partai tidak cukup hanya diukur dari keberadaan kepengurusan, melainkan juga dari kemampuan setiap struktur menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara nyata.

Ia menjelaskan, penguatan organisasi, pembentukan badan serta sayap partai, dan peningkatan koordinasi antarelemen merupakan bagian penting dalam membangun mesin partai yang solid dan efektif.

Di sisi lain, Reza menilai PDI Perjuangan harus tetap memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, isu lingkungan dan pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian yang perlu mendapat respons melalui keterlibatan kader.

Begitu pula dengan generasi muda. Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai kelompok pemilih dalam setiap momentum politik, tetapi harus diberikan kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

"Kami ingin memastikan PDI Perjuangan di Sulawesi Utara semakin solid, memiliki struktur yang kuat, serta mampu menjalankan kerja-kerja politik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," menjadi semangat yang ingin dibangun melalui agenda tersebut.

Dengan kehadiran ribuan kader dan jajaran DPP, Rakor Tiga Pilar diharapkan mampu melahirkan energi baru bagi perjalanan organisasi PDI Perjuangan di Sulawesi Utara.

Lebih dari sekadar konsolidasi, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempertegas bahwa kekuatan partai harus berjalan beriringan dengan keberpihakan kepada rakyat, kepedulian terhadap lingkungan, serta keterbukaan terhadap munculnya generasi pemimpin muda. (***) 

Belum Ada Orang Seperti Joune Ganda, Pimpin PSSI Sulut Dengan Cara Seperti Ini!!

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS — Memasuki masa transisi dan menjelang pelaksanaan Kongres PSSI Sulawesi Utara, harapan terhadap hadirnya figur yang memiliki kapasitas, kepedulian serta kemampuan manajerial dalam membangun sepak bola daerah semakin menguat.

Salah satu pelaku sepak bola Sulawesi Utara, Hamdan Paneo, menilai Joune Ganda merupakan sosok yang layak mendapat perhatian serius dalam bursa calon Ketua PSSI Sulawesi Utara.

Saat diwawancarai, Hamdan mengatakan bahwa dunia sepak bola Sulawesi Utara membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami olahraga dari sisi teknis, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap keberlangsungan berbagai program pembinaan.

Menurutnya, Joune Ganda selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap kegiatan dan program sepak bola, terutama menyangkut pembinaan klub serta pengembangan talenta-talenta muda di Sulawesi Utara.

“Memasuki masa transisi Kongres PSSI Sulawesi Utara, saya sangat mengharapkan figur seperti Pak Joune Ganda. Beliau sangat peduli terhadap kegiatan dan program PSSI yang berjalan, terutama pembinaan klub,” ujar Hamdan.

Hamdan bahkan menggambarkan keterlibatan Joune Ganda dalam mendukung perkembangan sepak bola sebagai bentuk komitmen total football, di mana perhatian diberikan secara menyeluruh terhadap kebutuhan pembangunan sepak bola Sulawesi Utara.

Bukan hanya soal program dan kegiatan, kemampuan manajerial serta dukungan terhadap kebutuhan pembiayaan juga menjadi salah satu pertimbangan penting.

Menurut Hamdan, persoalan finansial merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari upaya membangun organisasi sepak bola yang profesional dan berkelanjutan.

“Termasuk persoalan finansial, tentu harus ada kemampuan untuk meng-cover berbagai kebutuhan kegiatan. Ini salah satu kelebihan dan kemampuan yang dimiliki Pak Joune Ganda,” katanya.

Ia menilai, dengan kapasitas, jaringan dan kemampuan manajemen yang dimiliki, Joune Ganda berpotensi membawa PSSI Sulawesi Utara ke arah yang lebih terstruktur dan produktif.

Hamdan pun menyayangkan apabila figur seperti Joune Ganda tidak mendapat perhatian dalam dinamika pemilihan Ketua PSSI Sulawesi Utara.

“Sangat disayangkan kalau figur seperti Pak Joune Ganda tidak diperhatikan. Menurut saya, beliau punya kemampuan untuk me-manage semua ini. Belum tentu mudah menemukan figur dengan kapasitas seperti beliau untuk PSSI Sulawesi Utara,” tegasnya.

Harapan Hamdan cukup jelas. Ia menginginkan Joune Ganda dapat tampil dan mendapat kesempatan memimpin PSSI Sulawesi Utara, dengan orientasi utama memperkuat pembinaan, memperbanyak kegiatan sepak bola serta membuka ruang yang lebih besar bagi klub dan generasi muda.

“Harapan saya, Pak Joune Ganda bisa menjadi Ketua PSSI Sulawesi Utara. Banyak kegiatan sepak bola yang bisa dibuat dan tentunya pembinaan harus menjadi perhatian utama,” pungkas Hamdan.

Kini, menjelang Kongres PSSI Sulawesi Utara, nama-nama kandidat mulai menjadi perhatian publik sepak bola. Dukungan terhadap figur yang dinilai memiliki kapasitas, komitmen dan kemampuan membangun organisasi pun diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah baru sepak bola Sulawesi Utara ke depan. (***) 

Dugaan Gudang Penampungan Solar Ilegal di Tondano Mencuat, Nama Bos Aldo 'Disebut', APH Diminta Turun Tangan

Tidak ada komentar

 




EXPRESSINDONEWS — Dugaan praktik penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi secara ilegal di wilayah Tondano, Kabupaten Minahasa, mulai menjadi perhatian publik.


Informasi yang diperoleh dari sumber di lapangan menyebutkan adanya sebuah lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan solar dalam jumlah tertentu. Dalam informasi yang berkembang tersebut, nama Bos Aldo turut disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan dugaan keberadaan gudang itu.


Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa lokasi tersebut diduga menjadi tempat penampungan solar subsidi sebelum kembali didistribusikan kepada pihak tertentu.


Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih bersifat dugaan dan belum dapat dibuktikan secara hukum.

Bila dugaan praktik itu benar, persoalannya bukan sekadar soal keberadaan sebuah gudang. Ada pertanyaan besar yang harus dijawab: dari mana asal solar tersebut, bagaimana proses pengangkutannya, siapa yang terlibat dalam distribusinya, serta ke mana BBM itu kemudian disalurkan?


Informasi yang berkembang juga menyebutkan solar bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor yang berhak menerima diduga diperoleh dari sejumlah SPBU di sekitar wilayah Tondano menggunakan kendaraan atau tangki yang diduga telah dimodifikasi.

Solar tersebut kemudian disebut-sebut ditampung sebelum kembali dipasarkan dengan harga lebih tinggi kepada pihak-pihak yang membutuhkan BBM dalam jumlah besar, termasuk sektor industri maupun aktivitas pertambangan.

Jika informasi ini terbukti, maka praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat yang seharusnya menikmati subsidi negara. Petani, nelayan dan masyarakat kecil bisa menjadi pihak yang paling terdampak akibat distribusi BBM subsidi yang diduga tidak tepat sasaran.

Karena itu, aparat penegak hukum tidak cukup hanya menunggu laporan atau sorotan publik. Informasi mengenai dugaan aktivitas penampungan BBM ini perlu ditelusuri secara serius dan profesional.


Polres Minahasa dan Polda Sulawesi Utara didorong untuk melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi yang dimaksud, termasuk menelusuri dokumen, asal-usul BBM, kendaraan pengangkut serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu.


Namun sebaliknya, jika informasi tersebut tidak terbukti, maka hal itu juga perlu disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak berkembang menjadi tudingan yang merugikan pihak tertentu.


Publik kini menunggu langkah nyata aparat. Dugaan penimbunan dan penyalahgunaan solar subsidi tidak boleh berhenti sebagai cerita yang beredar dari mulut ke mulut. Semua harus diuji dengan fakta, diperiksa berdasarkan hukum dan dituntaskan secara transparan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak Bos Aldo maupun aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut. EXPRESSINDONEWS membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini. (***) 


Hendra Jacob Terima Mandat Ketum JMSI, Siap Konsolidasikan Perusahaan Media Siber di Sulawesi Utara

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS– Dunia pers digital di Sulawesi Utara kembali mendapat perhatian dengan dimulainya langkah pembentukan kepengurusan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Utara.


Tokoh media Hendra Jacob, S.IP., mendapat kepercayaan langsung dari Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, untuk menjalankan mandat dan mempersiapkan terbentuknya struktur organisasi JMSI di daerah Bumi Nyiur Melambai.


Mandat tersebut menjadi titik awal bagi Hendra Jacob untuk membangun komunikasi serta menyatukan perusahaan-perusahaan pers berbasis digital yang ada di Sulawesi Utara dalam sebuah wadah organisasi yang profesional dan memiliki orientasi jelas terhadap masa depan industri media siber.


Tahapan awal yang akan menjadi perhatian adalah melakukan konsolidasi dan membangun komunikasi dengan para pemilik maupun pengelola perusahaan media siber. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghimpun kekuatan serta membangun kesamaan pandangan dalam menghadapi dinamika industri pers yang terus berubah.


Kehadiran JMSI Sulawesi Utara nantinya diharapkan tidak sekadar menjadi organisasi formal, tetapi mampu menjadi rumah bersama bagi perusahaan pers digital dalam memperjuangkan profesionalisme, memperkuat tata kelola perusahaan media, serta menjaga marwah pers yang independen dan bertanggung jawab.


Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah mengubah wajah dunia jurnalistik. Kecepatan penyebaran informasi menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan media siber, namun di sisi lain, akurasi dan kredibilitas tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan.


Karena itu, konsolidasi perusahaan pers digital menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem media yang sehat. JMSI diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam mendorong perusahaan media agar semakin profesional, mandiri, berdaya saing, serta tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalistik.


Kepercayaan yang diberikan Ketua Umum JMSI kepada Hendra Jacob juga membawa tanggung jawab besar untuk membangun kepengurusan yang solid, representatif dan mampu mengakomodir keberagaman perusahaan media siber di Sulawesi Utara.


Setelah mandat diterima, agenda organisasi selanjutnya akan mengarah pada komunikasi, konsolidasi dan penghimpunan perusahaan media yang memenuhi ketentuan organisasi hingga terbentuknya kepengurusan JMSI Sulawesi Utara secara resmi.


Terbentuknya kepengurusan daerah JMSI di Sulawesi Utara diharapkan menjadi momentum baru bagi perusahaan pers digital untuk memperkuat kebersamaan dan membangun sinergi, sekaligus meningkatkan kualitas industri media siber di daerah hingga tingkat nasional.


Kini, mandat telah berada di tangan Hendra Jacob. Tantangan berikutnya adalah mengubah kepercayaan tersebut menjadi kerja nyata organisasi, menyatukan kekuatan perusahaan media siber, dan menghadirkan JMSI Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya memperkuat masa depan pers digital yang profesional, kredibel dan berkelanjutan. (***) 


© all rights reserved
made with www.expressindonews.com