LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Camat Bunaken Apresiasi Program KATANA BAZNAS Sulut, Perkuat Ketangguhan Warga Bailang Hadapi Bencana

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Camat Bunaken, Herry Anwar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, Hj. Lutvia Alwi, dalam rangka pelaksanaan Program KATANA (Kampung Tanggap Bencana) di Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken.

Menurut Herry Anwar, kehadiran Ketua BAZNAS Sulut menjadi bentuk perhatian nyata terhadap upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik geografis dengan tingkat kerawanan tertentu.

"Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H., selaku Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara, atas kunjungan dan perhatian luar biasa yang diberikan kepada wilayah kami," ujar Herry.

Ia menegaskan, pelaksanaan Program KATANA di Kelurahan Bailang merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Program tersebut dinilai tidak hanya menghadirkan dukungan dalam bentuk fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin tangguh, mandiri, dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

"Sebagai wilayah yang memiliki karakteristik geografis yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, Program KATANA menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kemampuan warga dalam menghadapi situasi darurat," katanya.

Herry juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Manado melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan bersama BAZNAS Provinsi Sulawesi Utara dalam membangun budaya sadar bencana yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

"Kami berkomitmen penuh mengawal pelaksanaan Program KATANA agar berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat Kelurahan Bailang," tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Herry Anwar berharap kolaborasi antara pemerintah dan BAZNAS Sulut dapat menjadi contoh pengelolaan risiko bencana yang inklusif dan kolaboratif, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang.

"Semoga kerja sama ini menjadi model sukses dalam manajemen risiko bencana yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sehingga mampu mewujudkan masyarakat Bailang yang lebih tangguh, aman, dan berdaya," tutupnya. (***) 

Elryc Mosal Apresiasi Program Sambungan Air Gratis, Dorong Perumda Air Minum Maksimalkan Sumber Air Bersih di Wilayah Utara

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Anggota Komisi III DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Elryc Mosal, memberikan apresiasi terhadap langkah Perumda Air Minum Kota Manado yang terus menghadirkan berbagai program pelayanan kepada masyarakat, termasuk program pemasangan sambungan air bersih secara gratis bagi warga.

Meski demikian, Elryc menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius, khususnya terkait distribusi air bersih di wilayah utara Kota Manado yang masih kerap mengalami gangguan pasokan.

"Untuk PDAM, kami mengapresiasi program saluran air gratis dan berbagai upaya pelayanan yang sudah dilakukan. Namun, di daerah utara yang saya wakili, suplai air masih cukup sering mengalami gangguan. Ini menjadi perhatian yang harus segera dicarikan solusi," ujar Elryc dalam pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD Kota Manado dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Ia mengusulkan agar Perumda Air Minum tidak hanya berfokus pada perluasan jaringan pelanggan, tetapi juga mulai memetakan serta memanfaatkan potensi sumber-sumber air bersih yang tersedia di wilayah yang masih mengalami keterbatasan layanan.

Menurutnya, optimalisasi sumber air bersih akan membantu memperkuat kapasitas distribusi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

"Kenapa PDAM tidak melihat potensi sumur atau sumber air bersih yang ada, kemudian dimanfaatkan sambil memaksimalkan sistem pembagian air kepada masyarakat. Menurut saya, ini merupakan langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan," tegasnya.

Melalui masukan tersebut, Elryc berharap Perumda Air Minum Kota Manado dapat menyusun strategi pengembangan infrastruktur dan pengelolaan sumber air yang lebih efektif, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah utara, dapat terpenuhi secara optimal. (***) 

Ferdinand Dumais Dorong Penguatan PDAM dan Evaluasi Perumda Pasar, Tekankan Kepatuhan terhadap Regulasi BUMD

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado, Ferdinand Djeki Dumais, menekankan pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya PDAM dan Perumda Pasar, agar mampu menjalankan fungsi pelayanan publik sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam rapat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado, Ferdinand mengingatkan bahwa Undang-Undang tentang BUMD mengamanatkan dua fungsi utama perusahaan daerah, yakni fungsi sosial dan fungsi usaha. Karena itu, direksi dan seluruh jajaran manajemen dituntut bekerja secara maksimal agar kedua fungsi tersebut berjalan seimbang.

Menurutnya, kinerja PDAM menunjukkan perkembangan yang cukup positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, upaya penguatan perusahaan harus terus dilakukan agar mampu meningkatkan pelayanan sekaligus memperbesar pendapatan.

"Semakin banyak pelanggan, maka semakin besar pula potensi pendapatan perusahaan. Karena itu, penambahan jumlah pelanggan harus menjadi keharusan dalam strategi pengembangan PDAM ke depan," ujar Ferdinand.

Ia mengusulkan dua langkah strategis untuk memperkuat PDAM. Salah satunya adalah melakukan pencabutan atau penyesuaian terhadap peraturan daerah yang dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan pengembangan perusahaan, dengan melibatkan seluruh pihak terkait dalam pembahasannya.

Selain itu, Ferdinand menilai evaluasi terhadap aset PDAM harus segera dilakukan sebagai bagian dari percepatan penguatan perusahaan.

"Evaluasi aset PDAM dapat menjadi akselerasi besar bagi pengembangan perusahaan. Saya juga mendorong Direktur Utama untuk terus melakukan berbagai upaya pembenahan agar PDAM semakin kuat dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ferdinand turut menyoroti kondisi Perumda Pasar. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan perusahaan daerah harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, khususnya terkait pemisahan kekayaan daerah yang dijadikan penyertaan modal.

Menurutnya, perlu ada kejelasan mengenai mekanisme pengelolaan keuntungan perusahaan, termasuk kontribusi yang dikembalikan kepada Pemerintah Kota Manado sebagai pemilik modal.

"Sesuai PP Nomor 54, kekayaan daerah yang menjadi penyertaan modal harus dipisahkan. Karena itu perlu dijelaskan bagaimana mekanisme pendapatan perusahaan dikembalikan kepada pemerintah daerah dan bagaimana pencatatannya dalam laporan keuangan," katanya.

Ferdinand juga mencermati pertumbuhan Perumda Pasar yang dinilai cukup baik. Namun, ia mempertanyakan kondisi keuangan perusahaan pada tahun 2025 yang terlihat mengalami stagnasi.

"Secara pertumbuhan cukup bagus, tetapi pada 2025 terlihat stagnan. Perlu dijelaskan apakah ada beban pembiayaan yang tinggi atau faktor lain yang memengaruhi kinerja perusahaan. Hal-hal seperti ini harus dipaparkan secara terbuka agar Banggar memperoleh gambaran yang utuh dalam melakukan evaluasi," pungkasnya. (***) 

Dolfie Angkouw: Perumda dan PDAM Belum Jadi Lokomotif PAD, Minta Pemkot Serius Benahi BUMD

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado, Dolfie Angkouw, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Dalam rapat Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado, Dolfie menegaskan bahwa investasi yang telah digelontorkan pemerintah kepada BUMD seharusnya mampu menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar bagi daerah.


Menurutnya, terdapat sejumlah perangkat daerah, termasuk dinas maupun kecamatan, yang dengan anggaran operasional lebih kecil justru mampu memberikan kontribusi terhadap target pemerintah. Sementara itu, Perumda dan PDAM yang telah memperoleh penyertaan modal belum menunjukkan hasil yang sebanding.


"Dengan investasi yang begitu besar, kita belum mendapatkan PAD yang signifikan. Padahal ada dinas atau kecamatan dengan anggaran operasional yang lebih kecil tetapi mampu bekerja maksimal. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, PAD kita memang meningkat, namun Perumda dan PDAM seharusnya menjadi lokomotif utama peningkatan pendapatan daerah. Sampai hari ini, itu belum kita dapatkan," tegas Dolfie.


Ia mengatakan, DPRD kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kota Manado dalam melakukan pembenahan terhadap perusahaan daerah agar mampu memberikan dampak nyata bagi keuangan daerah.


Dolfie mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah berulang kali disampaikan, bahkan secara langsung diingatkan kepada Sekretaris Daerah. Namun hingga kini, menurutnya, belum terlihat perubahan yang signifikan.


"Saya sudah berkali-kali mengingatkan Pak Sekda. Kita sudah bolak-balik membahas persoalan ini, tetapi hasilnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kalau kondisinya seperti ini terus, lalu bagaimana kita mau membahas angka-angka dalam rapat? Pembahasannya menjadi berulang dan tidak menghasilkan solusi," ujarnya.


Ia juga menyoroti penyertaan modal kepada BUMD yang terus menjadi agenda pembahasan setiap tahun tanpa diikuti peningkatan kinerja perusahaan daerah secara nyata.


"Terkait penyertaan modal BUMD, saya minta ini benar-benar diseriusi. Jangan hanya menjadi pembahasan yang diulang setiap tahun. Harus ada keseriusan dari pihak eksekutif agar penyertaan modal benar-benar berdampak terhadap peningkatan kinerja dan pendapatan daerah," katanya.


Selain pembenahan BUMD, Dolfie kembali mendorong Pemerintah Kota Manado untuk mengoptimalkan pengelolaan aset daerah sebagai salah satu sumber peningkatan PAD. Menurutnya, berbagai aset milik pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal harus segera ditata dan dikelola secara profesional agar mampu memberikan nilai ekonomi bagi daerah.

"Persoalan aset juga harus terus kita genjot. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, optimalisasi aset daerah merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan PAD dan memperkuat kemampuan fiskal Pemerintah Kota Manado," pungkasnya. (***) 

Yasir Taruk Bua Soroti Transparansi Laporan Keuangan PDAM dan Perumda Pasar, Minta Banggar Disajikan Data Konkret

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado, Yasir Taruk Bua, menyoroti minimnya penyajian laporan keuangan secara rinci dari PDAM dan Perumda Pasar dalam rapat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Manado.

Dalam rapat tersebut, Yasir menegaskan bahwa pembahasan terhadap perusahaan daerah tidak cukup hanya menampilkan angka-angka secara umum, melainkan harus disertai laporan keuangan yang lengkap agar DPRD dapat mengukur secara objektif kinerja masing-masing perusahaan.

Menurutnya, khusus untuk PDAM, aspek pelayanan kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan kesehatan keuangan perusahaan. Karena itu, Banggar perlu mengetahui secara jelas apakah perusahaan berada dalam kondisi sehat, memperoleh keuntungan, atau justru terus mengalami kerugian.

"Kalau berbicara tentang PDAM, ini bukan hanya soal pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menyangkut kinerja perusahaan. Harus ada laporan laba rugi yang jelas. Perusahaan ini sehat atau tidak, untung atau rugi. Jangan sampai perusahaan terus merugi tetapi tidak ada penjelasan karena laporan yang disampaikan tidak lengkap," tegas Yasir.

Ia mengaku belum melihat adanya penyajian laporan keuangan yang detail dalam dokumen yang disampaikan kepada Banggar. Kondisi tersebut, menurutnya, menyulitkan DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Yasir juga mengingatkan agar angka keuntungan yang dipaparkan tidak hanya bersifat administratif atau sekadar terlihat baik di atas kertas, melainkan benar-benar mencerminkan kondisi riil perusahaan.

"Jangan sampai laba itu hanya terlihat di atas kertas. Banggar membutuhkan data yang rinci sehingga bisa mengetahui kondisi sebenarnya dari perusahaan daerah," ujarnya.

Sorotan serupa disampaikan terhadap Perumda Pasar. Yasir meminta penjelasan mengenai kondisi keuangan perusahaan, termasuk realisasi pendapatan dari pengelolaan lapak dan penerimaan pada bulan sebelumnya.

Menurutnya, sebagai perusahaan daerah yang mengelola pasar tradisional, Perumda Pasar memiliki posisi strategis bahkan cenderung menjadi satu-satunya pengelola sehingga tidak memiliki kompetitor secara langsung. Dengan posisi tersebut, perusahaan seharusnya mampu menyajikan laporan keuangan yang transparan dan terukur.

"Bagaimana kondisi keuangan Perumda Pasar? Berapa pendapatan bulan lalu dari pengelolaan lapak? Ini perlu dijelaskan secara konkret. Perumda merupakan pemain tunggal, sehingga sudah seharusnya memiliki data keuangan yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Yasir.

Ia berharap ke depan seluruh perusahaan daerah dapat menyampaikan laporan keuangan secara lebih komprehensif agar pembahasan di Banggar tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar menjadi dasar evaluasi terhadap kinerja BUMD sekaligus mendorong peningkatan pelayanan publik dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). (***) 

Stenly Tamo Minta Perumda Pasar Tampilkan Laporan Keuangan Secara Terbuka dalam Rapat Banggar

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Pembahasan Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Manado diwarnai masukan terkait transparansi laporan keuangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar.

Anggota Banggar DPRD Kota Manado, Stenly Tamo, memberikan apresiasi atas paparan yang menunjukkan adanya peningkatan kinerja Perumda Pasar. Meski demikian, ia menilai penyajian laporan keuangan harus dilakukan secara lebih terbuka agar seluruh anggota Banggar memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi perusahaan daerah tersebut.

Menurut Stenly, laporan keuangan yang memuat posisi untung maupun rugi tidak perlu ditutupi. Justru keterbukaan data menjadi bagian penting dalam proses pengawasan dan pembahasan anggaran antara legislatif dan eksekutif.

"Saya mengapresiasi gambaran yang disampaikan Perumda Pasar karena menunjukkan adanya peningkatan. Namun, catatan saya, laporan keuangan itu ditampilkan saja. Tidak masalah apakah hasilnya untung atau rugi, karena itulah kondisi riil yang harus diketahui bersama," ujar Stenly dalam rapat Banggar.

Ia juga mengingatkan agar ketentuan atau regulasi yang berlaku tidak dijadikan alasan untuk membatasi penyampaian informasi yang dibutuhkan dalam forum pembahasan anggaran.

"Teman-teman di Banggar percuma berdiskusi kalau kita terus dibelenggu oleh aturan yang justru membuat informasi tidak utuh. Agar tidak menimbulkan pertanyaan ataupun penafsiran yang berbeda, tampilkan saja hasil laporan keuangannya secara terbuka," tegasnya.

Menurut Stenly, keterbukaan informasi akan mempermudah DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan serta memberikan masukan yang konstruktif terhadap pengelolaan Perumda Pasar.

Ia menambahkan, apabila laporan keuangan tidak disampaikan secara lengkap, justru akan memunculkan berbagai pertanyaan dari anggota Banggar mengenai kondisi sebenarnya dari perusahaan daerah tersebut.

"Kalau tidak ditampilkan, tentu akan timbul pertanyaan. Karena itu, lebih baik disampaikan secara terbuka sehingga pembahasan berjalan objektif, transparan, dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya. (***) 

Reza Rumambi Dorong Perumda Tingkatkan Kontribusi PAD, Soroti Layanan PDAM dan Pengangkutan Sampah

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Manado bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Manado diwarnai sorotan terhadap kinerja perusahaan daerah. Anggota Banggar DPRD Kota Manado, Reza Rumambi, menegaskan bahwa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) harus segera meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Menurut Reza, kondisi fiskal saat ini menuntut Pemerintah Kota Manado untuk mencari sumber-sumber pendapatan baru yang berkelanjutan. Karena itu, keberadaan Perumda, baik PDAM maupun Perumda Pasar, harus mampu menjadi penggerak peningkatan PAD.

"Kenapa dalam pembahasan ini banyak pertanyaan yang diarahkan kepada Perumda? Karena dengan adanya pembatasan dana transfer, kita harus mencari sumber PAD baru. Kita harus keluar dari kondisi ini. Perumda harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi keuangan daerah," tegas Reza.

Dalam forum tersebut, Reza juga menyoroti persoalan pelayanan publik yang hingga kini masih banyak dikeluhkan masyarakat. Salah satunya adalah keterlambatan pengangkutan sampah di kawasan GPI yang dinilai menimbulkan keresahan warga.

Ia meminta jajaran Perumda menjelaskan secara terbuka kendala yang menyebabkan pelayanan persampahan belum berjalan optimal, sehingga DPRD bersama pemerintah dapat mencari solusi yang tepat.

Selain itu, Reza turut mengangkat berbagai keluhan masyarakat terhadap layanan PDAM, khususnya terkait distribusi air bersih yang masih belum mengalir secara normal di sejumlah wilayah Kota Manado.

Menurutnya, evaluasi terhadap pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 hingga pelaksanaan program pada 2025 harus dilakukan berdasarkan data yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan agar permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara bersama-sama.

"Kita ingin mengetahui apa yang menjadi kendala, baik di Perumda maupun PDAM. Semua harus dibahas berdasarkan data yang jelas dan terukur sehingga dapat ditemukan solusi yang terbaik," ujarnya.

Reza berharap PDAM dan Perumda Pasar dapat segera melakukan pembenahan, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat kinerja usaha sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Manado.

Menurutnya, peningkatan PAD melalui optimalisasi perusahaan daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kemandirian fiskal Kota Manado di tengah tantangan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com