LATEST POST

latest

KABAR MANADO

Kabar Manado

KABAR DAERAH

Kabar daerah

HUKRIM

Hukrim

POLITIK

Politik

POLRI

Polri

OLAH RAGA

PEMERINTAHAN

Pemerintahan

POLITIK

HUKRIM

KABAR DAERAH

Ferdinand Dumais Desak Pemkot Manado dan ATR/BPN Sinkronkan Data Lahan Loreng Bailang

Tidak ada komentar


EXPRESSINDONEWS-- Komisi I DPRD Kota Manado menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat Loreng, Kelurahan Bailang, guna membahas persoalan status lahan yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. Rapat tersebut turut menghadirkan unsur Pemerintah Kota Manado, Asisten I, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Bagian Hukum Setda Kota Manado, pemerintah setempat, serta Kantor ATR/BPN.

Anggota DPRD Kota Manado yang juga Ketua Fraksi Gerindra, Ferdinand Djeki Dumais, mengatakan seluruh pihak pada prinsipnya memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung cukup lama tersebut.

"Melalui RDP ini kami memanggil pemerintah daerah, BKAD, Bagian Hukum, pemerintah setempat, serta ATR/BPN. Kesimpulannya, baik pemerintah, BPN maupun masyarakat memiliki semangat yang sama untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik dan sesuai ketentuan hukum," ujar Dumais.

Ia menjelaskan, ATR/BPN telah menerbitkan enam sertifikat hak atas tanah, sementara sejumlah bidang lainnya masih tertunda karena adanya klaim aset dari Pemerintah Kota Manado.

Menurut Dumais, apabila pencatatan aset dalam neraca daerah bertentangan dengan sertifikat yang telah diterbitkan secara sah, maka diperlukan sinkronisasi administrasi dan penyesuaian berdasarkan dasar hukum yang berlaku, termasuk apabila terdapat putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum.

Karena itu, Komisi I DPRD Kota Manado merekomendasikan pembentukan tim terpadu yang melibatkan seluruh pihak terkait guna melakukan verifikasi menyeluruh terhadap status lahan tersebut.

"Kami mendorong dibentuknya tim terpadu sebagaimana juga telah disampaikan Ketua Komisi I. Persoalan ini bukan lagi sekadar sengketa administrasi, tetapi sudah menjadi persoalan sosial karena masyarakat telah menempati kawasan tersebut sejak tahun 1975 dan kini dihuni sekitar 216 kepala keluarga. Penyelesaiannya harus dilakukan secara komprehensif," tegasnya.

Usai mengikuti RDP, perwakilan masyarakat Loreng juga mendatangi Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado untuk menyampaikan aspirasi mereka. Menanggapi hal itu, Dumais menegaskan bahwa Pemerintah Kota Manado perlu membuka secara transparan dasar hukum pencatatan lahan tersebut sebagai aset daerah.

"Kami meminta Pemerintah Kota Manado menjelaskan secara terbuka dasar hukum pencatatan aset tersebut, termasuk dokumen yang menjadi dasar penetapannya dan siapa yang lebih dahulu memiliki legalitas atas status tanah itu. Kami juga meminta dilakukan verifikasi serta sinkronisasi data agar tidak terjadi tumpang tindih administrasi," katanya.

Selain itu, Dumais meminta setiap pencatatan aset milik daerah harus didasarkan pada dokumen yang sah dan telah melalui proses validasi yang benar. Ia juga mendorong ATR/BPN meningkatkan kualitas verifikasi data pertanahan guna mencegah terjadinya tumpang tindih administrasi di kemudian hari.

"Seluruh dokumen yang menjadi dasar pencatatan aset pemerintah harus benar-benar valid sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pemerintah wajib memastikan administrasi pertanahan berjalan dengan baik demi memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," pungkasnya. (***) 

Victor Mailangkay: Nobar Final Piala Dunia FIFA 2026 Jadi Momentum Pererat Persatuan Masyarakat Sulut

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay, SH, MH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 di Kawasan Megamas, Manado, yang berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Victor Mailangkay mengatakan, sejak subuh dirinya bersama Gubernur Sulawesi Utara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta ribuan masyarakat menyaksikan laga puncak ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut dengan penuh sukacita dan persaudaraan.

"Subuh tadi saya merasakan semangat kebersamaan yang luar biasa. Bersama Bapak Gubernur Sulawesi Utara, Forkopimda, dan ribuan masyarakat, kami menyaksikan Final Piala Dunia FIFA 2026 dalam suasana yang penuh keakraban. Momen ini menunjukkan bahwa olahraga mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan," ujar Victor Mailangkay.



Menurutnya, sepak bola bukan hanya tentang kemenangan atau kekalahan sebuah tim, melainkan menjadi sarana yang mampu mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi antusiasme warga Sulawesi Utara yang hadir dengan tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kegiatan berlangsung.

"Semangat inilah yang menjadi kekuatan Sulawesi Utara, yaitu hidup dalam kerukunan, saling menghargai, dan terus merawat persatuan. Nilai-nilai sportivitas yang kita saksikan di lapangan hijau hendaknya juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dalam membangun daerah," tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Victor Mailangkay menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari momen kebersamaan tersebut. Ia berharap semangat persatuan yang terbangun melalui kegiatan nobar Final Piala Dunia FIFA 2026 dapat terus dipelihara demi mewujudkan Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara. Mari terus menjaga kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan bersama-sama membangun daerah yang kita cintai. Salam sehat, Tuhan memberkati," pungkasnya. (***) 

Nama Dede Ake Disorot atas Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Sagerat Bitung, APH Diminta Bertindak Tegas

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan di Kota Bitung. Kali ini, nama Dede Ake mencuat setelah beredar informasi yang menyebutkan adanya dugaan aktivitas penyalahgunaan BBM subsidi di wilayah Sagerat, Kota Bitung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Dede Ake diduga terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi. Informasi tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum melalui proses penyelidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran terhadap informasi tersebut. Mereka menilai distribusi BBM subsidi harus diawasi secara ketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

"Jika informasi ini benar, kami meminta aparat penegak hukum segera turun tangan dan menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar aturan," ujar salah seorang warga.

Hal senada disampaikan seorang aktivis muda Sulawesi Utara. Menurutnya, dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara profesional dan transparan.

"Setiap dugaan pelanggaran harus diusut hingga tuntas. Jika ditemukan bukti yang cukup, proses hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar distribusi BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dede Ake maupun aparat penegak hukum terkait informasi tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi dalam pemberitaan ini masih berupa dugaan yang menunggu hasil penyelidikan resmi. Sesuai asas praduga tak bersalah, pihak yang disebut tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (***) 

Diduga Operasikan Dua Excavator di Lokasi PETI Garini, Aktivitas Steven T Alias Epeng Disorot Warga

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Kali ini, masyarakat menyoroti aktivitas yang diduga melibatkan Steven T alias Epeng di kawasan Garini, yang disebut-sebut menggunakan dua unit excavator untuk melakukan aktivitas penambangan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas tersebut diduga berlangsung di wilayah yang tidak memiliki izin pertambangan yang sah. Penggunaan alat berat dalam kegiatan yang diduga ilegal itu pun memicu kekhawatiran masyarakat karena berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu ekosistem, serta merugikan negara dari sisi penerimaan sektor pertambangan.

Warga meminta aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan langsung terhadap dugaan aktivitas tersebut. Mereka berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

"Jangan sampai muncul kesan adanya pembiaran. Jika memang ditemukan adanya aktivitas PETI, maka harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Selain aparat penegak hukum, masyarakat juga mendesak pemerintah daerah serta instansi teknis yang membidangi sektor pertambangan dan lingkungan hidup untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Boltim. Menurut mereka, pengawasan yang lemah berpotensi membuat praktik pertambangan tanpa izin semakin marak.

Masyarakat berharap seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret melalui inspeksi lapangan dan penegakan aturan apabila ditemukan adanya pelanggaran. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, memberikan kepastian hukum, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Catatan: Narasi ini menggunakan istilah "diduga" karena merupakan dugaan yang belum ditetapkan melalui proses hukum. Pihak yang disebutkan berhak memberikan klarifikasi atau tanggapan agar pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik. (***) 

Diduga Jadikan Rumah di Samping SPBU Tababo sebagai Lokasi Penampungan, Aktivitas AT Alias Alfa di Minahasa Tenggara Disorot

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kali ini, sosok berinisial AT alias Alfa menjadi sorotan setelah muncul informasi yang menyebut sebuah rumah di samping SPBU Tababo, Kabupaten Minahasa Tenggara, diduga dijadikan lokasi penampungan solar bersubsidi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi tersebut diduga menjadi tempat penampungan BBM subsidi yang diperoleh dari aktivitas pengisian menggunakan sejumlah kendaraan. Dugaan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena apabila terbukti, praktik itu berpotensi merugikan keuangan negara serta mengganggu distribusi solar bersubsidi bagi masyarakat yang berhak.

Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan tersebut, termasuk memeriksa aktivitas di lokasi yang disebut-sebut berada di samping SPBU Tababo. Mereka menilai pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi harus diperketat agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.

Masyarakat juga meminta Polda Sulawesi Utara, Polres Minahasa Tenggara, serta instansi terkait untuk bertindak cepat apabila ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap hak masyarakat dalam memperoleh BBM bersubsidi sesuai peruntukannya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun dari AT alias Alfa terkait informasi tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi yang dimuat masih bersifat dugaan dan menunggu pembuktian melalui proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (***) 

Dugaan Mafia Solar Dede di Bitung Disorot, Warga Desak APH Segera Bertindak

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan di Kota Bitung. Kali ini, seorang pria yang dikenal dengan nama Dede disebut-sebut diduga terlibat dalam aktivitas penampungan solar bersubsidi di sebuah lokasi yang berada di depan Sekolah Don Bosco, Kota Bitung.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan, aktivitas di lokasi tersebut diduga telah berlangsung dan menimbulkan keresahan warga. Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam serta segera melakukan penyelidikan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

"Jika benar terdapat aktivitas penampungan atau penyalahgunaan BBM subsidi, maka harus segera ditindak. Solar subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk diperjualbelikan atau ditimbun demi keuntungan pribadi," ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menilai, dugaan praktik penyalahgunaan BBM subsidi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan solar bersubsidi, terutama pelaku usaha kecil, nelayan, dan sektor transportasi.

Masyarakat pun mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, Polres Bitung, serta instansi terkait untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan, termasuk menelusuri legalitas aktivitas yang diduga berlangsung di kawasan tersebut.

Apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran, warga berharap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam informasi tersebut belum memberikan keterangan atau tanggapan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (***) 

DPD NasDem Kota Manado Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sri Nanda Lamadau: Murni Ajang Silaturahmi

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS--  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kota Manado menggelar nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 yang berlangsung meriah. Kegiatan yang dipusatkan sebagai ajang kebersamaan tersebut dipadukan dengan pembagian doorprize serta Turnamen Gaple berhadiah jutaan rupiah.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD NasDem Kota Manado, Sri Nanda Lamadau, yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Manado dari Komisi I. Ratusan masyarakat tampak antusias memadati lokasi untuk menikmati laga final sekaligus mengikuti berbagai rangkaian acara yang telah disiapkan panitia.

Awalnya, kegiatan tersebut direncanakan akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara yang juga Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay. Namun, karena adanya agenda keagamaan yang telah dijadwalkan sebelumnya, kehadiran beliau terpaksa dibatalkan.

Meski demikian, Sri Nanda Lamadau menyampaikan bahwa dukungan dari Ketua DPW NasDem Sulut terhadap kegiatan-kegiatan positif yang dilaksanakan DPD NasDem Kota Manado tidak pernah berhenti.

"Kegiatan ini murni menjadi ajang silaturahmi yang dilaksanakan DPD NasDem Kota Manado. Awalnya hanya sekadar nonton bareng Final Piala Dunia, tetapi kami ingin memberikan suasana yang lebih meriah sehingga digelar juga Turnamen Gaple dengan hadiah jutaan rupiah. Kita melihat permainan domino atau gaple merupakan permainan sejuta umat yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat," ujar Sri Nanda.

Ia menjelaskan, Wakil Gubernur Sulawesi Utara sebenarnya telah berencana menghadiri kegiatan tersebut. Namun, agenda keagamaan yang tidak dapat ditinggalkan membuat beliau berhalangan hadir.

"Beliau sebenarnya akan hadir, tetapi ada agenda keagamaan yang harus diikuti. Meski demikian, sampai hari ini Pak Wagub selalu memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan positif yang kami laksanakan. Beliau juga menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat Kota Manado dan Sulawesi Utara agar terus menjaga persatuan, perdamaian, kerukunan, serta semangat kebersamaan demi kemajuan daerah," ungkapnya.

Sri Nanda mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Menurutnya, kemeriahan acara menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana yang dikemas dengan nuansa kekeluargaan mampu mempererat hubungan antarwarga.

"Alhamdulillah, saya sangat senang melihat acara hari ini berlangsung begitu meriah. Ini benar-benar murni sebagai wadah silaturahmi, tempat masyarakat berkumpul, saling mengenal, menikmati pertandingan, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan," katanya.

Menariknya, Sri Nanda Lamadau juga mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya menjagokan Timnas Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026. Prediksi tersebut akhirnya terbukti setelah Spanyol berhasil keluar sebagai pemenang pada laga final.

"Sejak awal saya menjagokan Spanyol, dan puji syukur prediksi itu akhirnya benar. Selamat untuk Spanyol yang berhasil menjadi juara," tutup Sri Nanda. (***) 

© all rights reserved
made with www.expressindonews.com