EXPRESSINDONEWS – Dinamika menuju pemilihan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Sulawesi Utara mulai menjadi perhatian. Nama HJ kini ikut diperbincangkan dalam bursa figur yang berpotensi meramaikan perebutan kursi kepemimpinan organisasi sepak bola di Bumi Nyiur Melambai.
Namun, perjalanan menuju pemilihan ketua yang baru masih memiliki tahapan organisasi yang harus dilalui. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persyaratan dukungan 50 persen plus satu (50+1) untuk membuka kembali pendaftaran calon ketua.
Dengan demikian, pembukaan kembali pendaftaran tidak bisa dilakukan begitu saja. Dukungan mayoritas tersebut harus terpenuhi sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi yang berlaku.
Situasi ini tentu membuka ruang bagi dinamika baru. Apabila persyaratan 50+1 terpenuhi, kesempatan untuk membuka kembali pendaftaran calon ketua akan terbuka, sehingga figur-figur yang memiliki keinginan dan dukungan untuk memimpin PSSI Sulut berpeluang masuk dalam proses pencalonan.
Di tengah perkembangan tersebut, HJ menjadi salah satu nama yang menarik perhatian.
Melalui pesan yang disampaikan dalam materi visualnya, HJ mengangkat sebuah filosofi kepemimpinan yang cukup kuat.
“PSSI Sulut tidak butuh orang yang dihormati, tapi butuh orang yang dibutuhkan.”
Kalimat tersebut menggambarkan pandangan bahwa organisasi sepak bola tidak cukup hanya dipimpin oleh seseorang yang memiliki jabatan atau kedudukan. Lebih dari itu, dibutuhkan figur yang mampu memberikan kontribusi, bekerja nyata, serta menghadirkan perubahan bagi kemajuan sepak bola daerah.
HJ juga mengangkat filosofi singa sebagai simbol kepemimpinan, dengan menekankan pentingnya mentalitas, keberanian, ketegasan, dan kemampuan menghadapi tantangan.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah harapan terhadap pembenahan sepak bola Sulawesi Utara. Sebab, pekerjaan rumah PSSI Sulut bukan hanya menyangkut struktur kepengurusan, tetapi juga pembinaan pemain usia dini, peningkatan kualitas kompetisi, penguatan klub, serta membuka kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang dan bersaing di level nasional.
Kini, perhatian publik sepak bola Sulawesi Utara tertuju pada perkembangan mekanisme organisasi dan terpenuhinya persyaratan untuk membuka kembali pendaftaran calon ketua.
Apakah nantinya nama HJ akan benar-benar masuk dalam proses pencalonan? Hal itu tentu akan ditentukan oleh perkembangan tahapan organisasi dan mekanisme pemilihan yang berlaku.
Satu hal yang menjadi pesan penting dari dinamika ini PSSI Sulut membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya dihormati karena posisi, tetapi juga dinilai melalui kontribusi dan hasil kerja bagi masa depan sepak bola Sulawesi Utara. (***)






