Diklat Laskar Gerindra, Ferdinand Dumais: Manifesto Partai Menjawab Tantangan Sejarah Indonesia

Tidak ada komentar

Minggu, 04 Oktober 2026

 


EXPRESSINDONEWS--  Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Laskar serta Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Manado, yang turut diikuti jajaran dari tingkat Provinsi, dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman kader terhadap arah perjuangan dan manifesto Partai Gerindra.

Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Gerindra, Ferdinand Djeki Dumais, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memanifestasikan nilai-nilai perjuangan Gerindra sekaligus menjawab tantangan sejarah bangsa.

Menurut Ferdinand, Partai Gerindra tidak lahir dalam ruang yang sederhana. Partai tersebut hadir di tengah situasi kebangsaan yang kompleks, namun dibangun atas komitmen, pemikiran, serta refleksi mendalam mengenai masa depan Indonesia.

“Diklat Laskar dan Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado, juga Provinsi, memanifestasikan Manifesto Gerindra. Seiring menjawab sejarah, Partai Gerindra bukan saja terlahir di tengah situasi yang kompleks, tetapi sejatinya ada karena komitmen yang kuat, pemikiran serta refleksi mendalam tentang Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” ujar Ferdinand.

Ia menegaskan, semangat tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata para kader, baik yang berada di struktur partai maupun yang mendapat amanah sebagai wakil rakyat.

Ferdinand juga menyinggung arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita yang menurutnya sejalan dengan cita-cita perjuangan yang tertuang dalam Manifesto Partai Gerindra.

“Seluruh program Presiden dalam Asta Cita diharapkan dapat menghantar bangsa dan rakyat Indonesia menuju kemajuan serta memberikan kepastian hidup yang lebih baik, sesuai dengan Manifesto Partai Gerindra,” katanya.

Menurutnya, perjuangan politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Karena itu, kader Gerindra dituntut tidak hanya memahami ideologi dan garis perjuangan partai, tetapi juga mampu menghadirkannya dalam bentuk kerja nyata di tengah masyarakat.

Ferdinand berharap, melalui Diklat tersebut, soliditas kader semakin kuat dan seluruh jajaran Gerindra mampu mengawal agenda pembangunan serta memperjuangkan terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur.

“Tidak boleh lagi ada paradoks Indonesia. Kemajuan harus dirasakan secara nyata oleh rakyat,” pungkasnya. (***) 

Tatong Bara Sebut Irfan Yusuf Dicintai Warga Singkil, Targetkan Kursi DPRD Manado

Tidak ada komentar

Sabtu, 03 Oktober 2026

 



EXPRESSINDONEWS-- Ketua DPW PSI Sulawesi Utara, Ir H. Tatong Bara, memberikan apresiasi terhadap konsolidasi organisasi PSI di tingkat kecamatan, khususnya pelantikan sembilan pengurus DPD Kecamatan Singkil.

Tatong Bara menyampaikan apresiasi kepada Monica Tambajong bersama jajaran pengurus DPD lainnya yang dinilai terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat struktur partai hingga ke tingkat kecamatan.

Namun, perhatian Tatong Bara juga tertuju pada sosok Irfan Yusuf, yang disebut memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat, khususnya di wilayah Singkil.

“Saya mengapresiasi kinerja Monica Tambajong dan pengurus DPD lainnya. Bro Irfan Yusuf juga saya sangat apresiasi. Irfan sangat dicintai masyarakat Singkil yang hadir dalam pelantikan ini,” ujar Tatong Bara.

Menurut Tatong, keberadaan figur seperti Irfan Yusuf menjadi modal penting dalam memperkuat mesin organisasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap PSI.

Tatong bahkan optimistis, dengan semangat membangun dan dukungan masyarakat yang dimilikinya, Irfan Yusuf berpeluang menjadi salah satu figur yang dapat memperkuat perjuangan PSI pada Pemilihan Legislatif mendatang.

Ia meyakini Irfan Yusuf mampu memperjuangkan satu kursi legislatif untuk wilayah Singkil–Mapanget, sekaligus ikut mendorong target PSI untuk membentuk satu fraksi di DPRD Kota Manado.

“Dengan semangat dan tujuan membangun, saya yakin Irfan Yusuf bisa meraih satu kursi untuk Singkil–Mapanget. Saya melihat Irfan sangat dicintai masyarakat dan saya yakin bisa membantu PSI meraih satu fraksi di DPRD Manado,” tegas Tatong.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa PSI Sulawesi Utara mulai menaruh perhatian terhadap penguatan figur-figur potensial di tingkat daerah. Bagi Tatong Bara, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan para kader membangun kedekatan dan kepercayaan bersama masyarakat. (***) 

Oskar Manoppo Pastikan Pemda Tak Diam, 25 WPR Boltim Menunggu IPR

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Penetapan 25 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi langkah penting dalam penataan aktivitas pertambangan rakyat. Dari 63 blok WPR yang ditetapkan di Sulawesi Utara, sebanyak 25 blok berada di Boltim. 

Namun, penetapan WPR tersebut belum otomatis membuat aktivitas pertambangan dapat berjalan secara legal. Masyarakat masih menunggu tahapan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) serta kepastian teknis pelaksanaannya. 

Bupati Boltim Oskar Manoppo menegaskan, pemerintah daerah terus mengawal proses tersebut dan telah melakukan konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

“IPR saya sudah konsultasi dengan Pak Gubernur dan masih menunggu persetujuan dari pusat. Pemda tidak diam dalam hal IPR ini,” ujar Oskar.

Ia pun meminta masyarakat, khususnya para penambang rakyat, untuk tetap bersabar karena proses penerbitan IPR masih berjalan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bersabar, karena hal ini masih dalam proses,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Boltim juga menyebut telah mengusulkan puluhan titik WPR kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian hukum bagi aktivitas pertambangan rakyat. 

Kini, masyarakat menunggu agar penetapan WPR tersebut segera ditindaklanjuti dengan kepastian IPR, titik dan batas wilayah, sehingga aktivitas pertambangan rakyat dapat berlangsung sesuai ketentuan hukum. (***) 

Kadis PUPR Boltim Tegaskan Air di Buyat Berfungsi, Gangguan Disebut Dipicu Kerusakan Pipa

Tidak ada komentar

 


EXPRESSINDONEWS-- Persoalan layanan air bersih di wilayah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Boltim, Haris Pratama Sumanta, ST.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi pelayanan air di Buyat, Haris menegaskan bahwa layanan air sebenarnya sudah berjalan. Menurutnya, gangguan yang terjadi lebih disebabkan oleh sejumlah kendala teknis, terutama kerusakan jaringan pipa.

“Air sudah jalan. Kendala-kendala yang sering terjadi, ada aktivitas alat berat di atas yang sering menyebabkan pipa pecah dan mengganggu layanan,” tegas Haris.

Ia juga membantah anggapan yang menyebut bahwa selama dua tahun terakhir layanan air di wilayah tersebut tidak berjalan sama sekali.

Menurut Haris, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Ia bahkan menyatakan siap mempertanggungjawabkan keterangannya tersebut.

“Kalau bilang selama dua tahun ini tidak jalan, itu salah. Dan saya bisa pertanggungjawabkan,” ujarnya.

Haris menjelaskan, gangguan distribusi air tidak serta-merta menunjukkan bahwa sistem pelayanan tidak berfungsi. Kerusakan pipa akibat aktivitas alat berat di sekitar jaringan menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan suplai air kepada masyarakat terganggu.

Pihak Dinas PUPR Boltim pun diharapkan terus melakukan pengawasan dan penanganan terhadap jaringan yang mengalami kerusakan, sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat Buyat dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. (***) 

Kunjungi Rutan Malendeng, Elryc Mosal: Setiap Orang Punya Kesempatan untuk Berubah

Tidak ada komentar

Jumat, 02 Oktober 2026

 


EXPRESSINDONEWS--  Kunjungan ke Rumah Tahanan (Rutan) Malendeng menjadi momentum reflektif bagi Anggota DPRD Kota Manado dari Komisi III, Elryc Milan Maesa Mosal.

Dalam kunjungannya, Mosal mengaku pertemuan dengan para warga binaan mengingatkannya bahwa di balik setiap kesalahan yang dilakukan seseorang, tetap ada sisi kemanusiaan, keluarga, pergumulan, serta harapan untuk memperbaiki kehidupan.

Mosal menyampaikan bahwa proses hukum yang sedang dijalani para warga binaan tidak semestinya menghilangkan harapan mereka untuk berubah dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Melihat wajah-wajah para terpidana, saya kembali diingatkan pada pesan Alkitab bahwa setiap manusia pernah jatuh, tetapi selalu ada kesempatan untuk bertobat, berubah, dan menemukan jalan pulang,” ujar Mosal.

Ia kemudian mengutip pesan dalam Matius 7:1, “Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”

Menurut Mosal, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa manusia tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Karena itu, selain menjalani proses hukum sesuai ketentuan, para warga binaan juga membutuhkan ruang untuk melakukan introspeksi dan membangun kembali harapan.

“Di balik setiap kesalahan, ada kehidupan, keluarga, pergumulan, dan harapan,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, Mosal berharap proses pembinaan di dalam Rutan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan para warga binaan untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Ia juga berharap para warga binaan diberikan kekuatan untuk menjalani seluruh proses yang ada, sekaligus membuka hati untuk melakukan perubahan.

“Kiranya Tuhan memberikan kekuatan bagi mereka untuk menjalani proses ini, membuka hati untuk pertobatan, dan memberi kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik,” pungkasnya. (***) 

Hari Kesaktian Pancasila, Victor Mailangkay: Pancasila Harus Menjadi Cara Hidup

Tidak ada komentar

Kamis, 01 Oktober 2026

 


EXPRESSINDONEWS--  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali merefleksikan pentingnya menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sejarah telah mencatat bahwa Indonesia pernah menghadapi berbagai ujian yang dapat mengancam persatuan bangsa. Namun, Indonesia mampu tetap berdiri kokoh karena kekuatan persatuan dan kesetiaan terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Kesaktian Pancasila adalah pengingat bahwa Indonesia pernah diuji, namun tetap berdiri tegak karena persatuan,” demikian pesan Victor Mailangkay dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026.

Ia menegaskan, Pancasila tidak seharusnya hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sosial.

“Mari kita jaga Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi sebagai cara hidup, cara kerja, dan cara kita saling menghormati di Bumi Nyiur Melambai,” pesannya.

Bagi Sulawesi Utara yang dikenal dengan keberagaman masyarakatnya, semangat persatuan dan toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pun diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa secara bersama-sama.

Dengan semangat Pancasila, masyarakat Sulawesi Utara diharapkan terus menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan serta memperkuat kebersamaan demi terwujudnya daerah yang aman, rukun dan maju. (***) 

Jimmy Gosal: Anak Adalah Investasi, Jangan Ada yang Kehilangan Hak Pendidikan

Tidak ada komentar

 



EXPRESSINDONEWS-- Pendidikan anak tidak sekadar berbicara tentang ruang kelas, buku dan ijazah. Di balik setiap anak yang bersekolah, ada investasi jangka panjang yang menentukan seperti apa wajah Kota Manado dalam 10, 20 hingga 30 tahun mendatang.

Karena itu, persoalan anak putus sekolah dinilai tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Ketika seorang anak kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depannya, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan arah pembangunan daerah.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Manado, Jimmy Gosal, saat menghadiri Launching dan Sosialisasi Gema Makase (Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah) di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota Manado, Kamis (1/10/2026).

Menurut Gosal, pemerintah harus melihat pendidikan sebagai sebuah investasi besar bagi daerah. Anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah merupakan generasi yang nantinya akan menjadi tenaga profesional, pelaku usaha, pemimpin, maupun bagian penting dari kehidupan sosial Kota Manado.

“Anak putus sekolah ini, itulah awal mulanya muncul peks-peks. Ini berhubungan dengan tingkat kriminal yang muncul di Kota Manado akibat banyak anak putus sekolah,” ujar Gosal.

Ia menilai pencegahan harus dilakukan sebelum seorang anak benar-benar meninggalkan sekolah. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan mendeteksi sejak dini anak-anak yang mulai mengalami persoalan pendidikan, baik karena faktor ekonomi, keluarga, lingkungan maupun persoalan sosial lainnya.

Bagi Gosal, mengembalikan anak ke sekolah berarti menyelamatkan investasi daerah untuk masa depan.

Program Gema Makase yang digagas Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pun mendapat dukungan DPRD Manado. Namun, dukungan tersebut diikuti dengan harapan agar program benar-benar memiliki hasil yang terukur dan menyentuh anak-anak yang membutuhkan.

“Lembaga DPRD Manado sangat mendukung setiap program Pemkot Manado sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat Manado, lebih khusus terkait pengentasan anak putus sekolah,” tegasnya.

Gosal juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarlembaga. Penanganan anak putus sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta berbagai pihak lainnya.

“Jangan sampai penganggarannya tumpang tindih,” katanya.

Ia kemudian mendorong agar pemerintah menggunakan pendekatan berbasis data. Pendataan dapat dilakukan di setiap kecamatan untuk mengetahui secara nyata jumlah anak yang tidak lagi bersekolah sekaligus mengidentifikasi penyebabnya.

Bahkan, satu wilayah dapat dijadikan percontohan penanganan sebelum pola tersebut dikembangkan ke kecamatan lainnya.

“Supaya jadi contoh untuk kecamatan lainnya,” ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar Gema Makase tidak berhenti sebagai program atau kegiatan seremonial. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pemerintah menemukan anak yang telah keluar dari sistem pendidikan, memahami persoalan yang mereka hadapi, kemudian membuka kembali jalan agar mereka dapat bersekolah.

Sebab, investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga manusia yang akan mengelola pembangunan tersebut di masa depan.

Kota Manado hari ini sedang menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah kota ini dua dekade mendatang. Anak-anak yang sekarang mendapatkan pendidikan dengan baik berpotensi menjadi kekuatan utama bagi kemajuan ekonomi, sosial dan pembangunan daerah.

Sebaliknya, ketika anak-anak kehilangan akses pendidikan, daerah berisiko kehilangan bagian dari potensi sumber daya manusianya.

Karena itu, persoalan anak putus sekolah harus ditempatkan sebagai agenda serius pembangunan Kota Manado. Pemerintah, DPRD, sekolah, keluarga dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar.

Sebab, menyekolahkan anak hari ini bukan sekadar memenuhi kewajiban pendidikan. Itu adalah investasi Kota Manado untuk 20 tahun ke depan. (***) 


Don't Miss
© all rights reserved
made with www.expressindonews.com